SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 17 : Jalan-Jalan dan Bertemu Ibu Ratna


__ADS_3

pukul 2 dini hari


Ghali yang tiba-tiba terbangun merasakan kebas di seluruh badannya, terlihat Anisa yang masih tidur diatas dada bidang Ghali. Pelan-pelan dia menggeser badannya agar tidak membangunkan para wanitanya.


Kini Ghali sudah beranjak dari kamarnya, dirinya yang merasa gerah pun pergi menuju dapur untuk minum air putih. "ahhhh.... lega" ujar Ghali setelah menenggak air putih. "apanya yang lega" saut Fylan yang juga mengambil air putih.


"kak.... kamu belum tidur ?" tanya Ghali. "belum aku menemukan informasi menarik tentang keluarga anggoro, kau mau mendengarnya sekarang"


"katakanlah kak" ujar Ghali. Kemudian Fylan menarik nafasnya dalam-dalam "saat ini Anggoro construction yang dipimpin oleh Jacob sedang membangun mega proyek pembangunan kawasan smart city diwilayah pantai utara ibu kota tidak tanggung-tanggung total nilai project mereka mencapai 1.000 triliun rupiah, setengah dari itu pun mereka mendapat bantuan pinjaman perbankkan" ujar Fylan sejenak berhenti.


"namun yang menarik bukanlah project yang sedang mereka kerjakan, tetapi saat ini nilai saham Anggoro construction sedang melambung sebesar 40% dipasar saham.... kau mau tau sebelumnya sudah lama Wiharja Investment dan Martin Holding yang kini melebur menjadi MW Investment total saat ini kita memiliki 20% dari total saham Anggoro construction" ujar Fylan.


"hemmm... ini menarik, kini aku kepikiran sebuah rencana, bukan kah kau mengatakan sebelumnya anggoro group menguasai media juga" ujar Ghali, Fylan hanya menganggukan kepalanya.


"tadi aku sempat melihat-lihat berita bahwa 3 tahun yang lalu Jacob sempat terlibat scandal sexsual harassment terhadap salah satu pegawai kantornya, namun kasus itu kemudian hilang tanpa penyelesaian, tanpa pengadilan hilang begitu saja... bukankah itu menurutmu aneh kak ?" ujar Ghali, Fylan pun hanya mengangguk paham kemana arah pembicaraannya saat ini.


"awalnya aku akan mengungkap kembali, kejahatan tersebut ke media tapi setelah aku pikir-pikir itu akan percuma" ujar Ghali.


"menurutku kita lemahkan terlebih dahulu pengaruh dari keluarga anggoro dalam satu minggu kedepan kita mainkan nilai saham anggoro construction, kini menggunakan olympus capital lakukan aksi beli besok begitu pasar saham buka lalu kita akan menjual seluruhnya di minggu depan" ujar Ghali kemudian dirinya melanjutkan perkataaannya "kita akan memberikan pukulan telak sekaligus begitu para investor anggoro construction mulai menarik investasinya... setelahnya kita akan mengungkap kebusukan jacob ke media, karena aku yakin ada banyak kejahatan-kejahatan yang ia lakukan tanpa sepengetahuan orang lain" pungkas Ghali sembari melipat kedua tangan didepan dadanya.


'kayaknya 5 triliun lebih dari cukup untuk menggoreng nilai saham anggoro construction' gumam Ghali. Tak lama lagi dinasti bisnis Anggoro Group akan berakhir sebab telah berurusan dengan orang yang memiliki sistem patriot.


"baiklah mulai besok aku akan memanggil tiger salah satu anak buahku yang sangat ahli dalam bermain saham untuk menjalankan rencana ini" ujar Fylan. "baiklah kak aku juga besok pagi akan memberitahu Isel dan Tristan terkait rencana kita malam ini.


Kemudian dirinya pergi meninggalkan Fylan disana, kini Ghali sudah berada didalam kamarnya kembali namun kali ini dirinya terkekeh, seketika melihat 3 wanitanya tidur seperti anak bayi.


"ternyata begini ekspresi mereka kalau sedang tidur.... tidak ada anggun-anggunnya sama sekali hihihi " ujar Ghali sembari menutup mulutnya.


Ghali kembali melanjutkan tidurnya namun kini, dirinya memilih tidur disofa yang berada dikamarnya tersebut.


*


Pagi menjelang, berbeda dari pagi yang biasanya kini Ghali bangun agak lebih telat daripada biasanya "astaga aku telat" ujar Ghali panik sembari melihat jam dinding yang ada dikamarnya yang menunjukkan pukul 8 pagi, namun tak lama berselang Nancy masuk kekamarnya.


"eh... kamu udah bangun, baru saja aku akan membangunkanmu, ayo kebawah kita sarapan terlebih dahulu yang lain sudah pada menunggu" ujar Nancy.


"iya...pergilah dulu aku akan cuci muka nanti aku menyusul" ujar Ghali kemudian berjalan memasuki kamar mandinya.


Diruang makan nampak sudah duduk Anisa, Isel, Fylan dan Tigh. "kak kemana Ghali kok belum turun lama banget" ujar Anisa kepada Nancy yang baru saja datang sehabis memanggil Ghali "iya, kita duluan saja dia sedang cuci muka" ujar Nancy. huffffhhh "baiklah" ujar Anisa kemudian merekapun memulai sarapannya


10 Menit berlalu kini nampak Ghali yang baru datang menghampiri mereka "kamu kemana aja katanya cuci muka, tapi kok kamu malah mandi" ujar Isel. "hehehe.... habisnya nanggung banget kalau cuma cuci muka.... ngomong-ngomong kalian udah sarapannya ?" ujar Ghali. "udah" sahut mereka.


"Isel, Tigh habis ini. tunggu aku diruang kerja ya ada beberapa hal yang akan kusampaikan nantinya" ujar Ghali, yang kemudian dibalas dengan anggukan oleh Isel dan Tigh.


Kini terlihat Ghali yang tengah menjelaskan rencananya tehadap anggoro grup Tigh dan Isel yang masih mendengarkan pemaparan dari Ghali terlihat mengangguk-angguk. Tigh beranggapan kini tuannya ini adalah orang yang sangat cerdas dan tidak pernah setengah-setengah ketika dirinya sudah mengambil suatu langkah.


[ting] 'Transfer dana sebesar Rp 5.000.000.000.000 dari akun bank anda bernomor 88725xxxx ke akun Bank Olympus Capital -Berhasil-'


"kini saatnya kalian jalankan rencananya seperti yang tadi aku bilang untuk selanjutnya aku percayakan kepada kalian" ujar Ghali sembari menyimpan kembali ponselnya. "baik tuan muda kalau begitu saya permisi" ujar Tigh kemudian disusul oleh Isel.

__ADS_1


Saat ini Ghali tengah berjalan menghampiri Anisa dan Nancy yang tengah duduk di ruangan tengah mansion. "kak mau ambil produknya sekarang gak ?" ujar Ghali kepada Nancy.


Nancy menggelengkan kepalanya "tidak, ngapaiin aku ngembil produk itu, kan aku udah tinggal disini" ujarnya. Sontak saja hal tersebut membuat Ghali kaget "ahhh apa maksudnya kak ?".


"iya mulai sekarang aku juga akan tinggal disini bersama Anisa dan Isel" ujar Nancy. "apa Anisa juga ?" ujar Ghali dengan ekspresi kaget. "iya sayang aku udah izin kok sama mama dan papa dan mereka pun ngembolehin aku untuk tinggal bersamamu" ujar Anisa.


hufhhhhttt, Ghali pun hanya bisa pasrah kini penghuni mansionnya akan semakin ramai, meskipun demikian Ghali semakin senang karena kini hidupnya sudah tidak sepi lagi seperti dahulu sebelum ia mendapatkan sistem.


"baiklah kalau begitu bagaimana barang-barangmu kak, apakah masih ada di apartemen ?" tanya Ghali. "hem ada kok beberapa" jawab Nancy. "baiklah kak sehabis ini kita akan mengambilnya, tapi sebelum itu aku ingin mengajak kalian jalan-jalan apakah kalian mau ?" ujar Ghali. Serempak mereka menjawab.


"Mau dong "


Merekapun saat ini tengah bersiap, Ghali yang lebih dahulu selesai pun merasa bosen menunggu mereka yang nampaknya saat ini mereka tengah berdandan. 'hadeuh.... begini nih kalau cewek lagi dandan gak pernah cepet' gumam Ghali


1 jam berlalu


Ghali pun sampai tertidur dibuat mereka. Anisa dan Nancy yang melihat hal tersebut pun saling bertatap-tatapan satu sama lain ada perasaan bersalah dari mereka. Ghali yang tetap menjaga kesadarannya meskipun dalam keadaan tertidur, merasakan keberadaan orang didekatnya.


Dirinya membuka mata yang kini dihadapannya nampak 2 sosok bidadari dihadapannya, Ghali pun sangat terpesona dengan penampilan mereka berdua "baiklah ayo kita berangkat" ujar Ghali sembari merangkul tangan kedua wanitanya tersebut.


Kini mereka sedang ditengah perjalanan kemudian Anisa dan Nancy penasaran mau dibawa kemana mereka saat ini "sayang sebetulnya kamu mau mengajak kita kemana" tanya Anisa sembari menggelayut di tangan kanan Ghali.


kedua pengawal Ghali dikursi depanpun merasa canggung dengan aktifitas yang dilakukan oleh tuannya tersebut pengawal tersebut mencoba fokus dengan pandangan didepannya. "ada deh nanti kalian liat sendiri" jawab Ghali membalas Anisa.


Nancy yang saat ini duduk di sebelah kiri Ghali pun bertahan untuk tidak bertanya kepada dirinya meskipun Nancy sama juga penasarannya.


sayang


honey


"ini sangat menakjubkan" ujar mereka mengungkapkan kekagumannya. "ayo masuk" ajak Ghali kepada mereka berdua. Kedatangan merekapun disambut hangat oleh para pelayan, kini Ghali tidak akan pernah lagi mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan ketika dirinya berkunjung ke suatu tempat. Sebab dirinya sudah jauh berubah dari segi penampilannya yang sekilas terpancar kharisma dari dalam dirinya, barang-barang yang dipakainya pun bukan barang-barang biasa, semuanya adalah barang-barang branded yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi.


"selamat sore tuan dan nona-nona mari saya antar keruangan yang sudah tuan pesan sebelumnya" ujar salah satu pelayan. merekapun berjalan mengikuti pelayan tersebut sampai pada akhirnya mereka sampai di salah satu ruang VIP restaurant tersebut.


"amazing.... dari sini juga pemandangannya sungguh luar biasa" ujar Nancy dengan tatapan kagumnya melihat barisan gunung berjejer rapi yang nampak dari ruangan tersebut dengan sangat Jelas.


"sayang apakah ini kencan kita bersama untuk yang kesekian kalinya" ujar Anisa dengan nada manjanya. Tiba-tiba pintu ruangannya dibuka oleh Isel yang baru saja menyusul "kalian berkencan tidak mengajak ku ya...." celetuk Isel sembari tersenyum kepada Anisa.


Anisa yang menoleh ke arah Isel pun kemudian merangkul tangan Isel untuk bergabung bersama mereka "tidak kok kak aku kira kakak masih kerja" ujar anisa. "tidak kok tadi aku dihubungi oleh Ghali untuk ikut bersamanya kesini" ujar Isel.


"baiklah berhubung kalian sudah berkumpul semua mari kita santap hidangannya" seru Ghali kepada mereka semua. Merekapun bersama-sama menyantap hidangan nampak diantara mereka, terlihat Nancy yang paling rakus meskipun tubuhnya sedikit lebih kecil dari Isel.


"kak kamu makan segitu banyaknya apa tidak takut gemuk ?"tanya Isel heran. "nggak kok, aku juga gak tau kenapa, aku selalu makan banyak namun badanku hanya segini-segini aja" ujar Nancy yang masih menyantap hidangan disana. "jangan-jangan kak Nancy melihara raja cacing didalam perutnya ya..." ujar Anisa dengan polosnya, seketika perkataan diantara mereka membuat Ghali terkekeh.


"Ya sudah selagi bisa makan, makanlah... kalau di ingat dulu aku dan kak Nancy waktu masih berada di panti asuhan hanya dapat makan 2x sehari dengan lauk seadanya pun sudah sangat bersyukur" ujar Ghali bernostalgia dengan masa lalunya.


Isel dan Anisa yang mendengarnya pun merasa tersentuh. "yasudah.... daripada kita membicarakan masa lalu sebaiknya kita bersama menatap masa depan" ujar Nancy kepada mereka semua, seketika membuat mereka semua tersenyum.


"baiklah sehabis ini kita akan pergi menemui Ibu untuk membicarakan perihal pernikahan kita kedepannya" ujar Ghali.

__ADS_1


Ghali pun kemudian menyelesaikan pembayarannya.


[ting] 'Debit dana sebesar Rp 34.000.000 dari akun bank anda bernomor 88725xxxx -Berhasil-'


"tuan terima kasih telah berkunjung ke restaurant kami sampai berjumpa kembali" ujar pelayan restaurant sembari menangkupkan tangannya 🙏.


Ghali dan yang lainnya pun berlalu pergi kini mereka beranjak pergi menuju apartemen kediaman Ibu Ratna.


Hingga kemudian, kini mereka telah sampai di tempat Ibu Ratna, Ghali yang baru datangpun disambut hangat oleh Ibu Ratna "nak kemana aja kamu udah lama gak jenguk ibu dan adik kembarmu" ujar Ibu Ratna.


kakak


teriak bocil kembar tersebut sembari berlari menghamburkan pelukannya kepada Ghali. "Hey adik-adik kakak ternyata udah makin gede sekarang" ujar Ghali sembari mencubit pipi chubi kedua bocil kembar tersebut.


"ayo nak kita duduk terlebih dahulu kamu mau dibuatkan apa" ujar Ibu Ratna. "tidak usah repot-repot bu" jawab Ghali sembari duduk yang kemudian diikuti ketiga wanitanya.


"hemmmm, bu sebetulnya aku datang kesini untuk membicarakan......." belum selesai Ghali ngomong. "kau mau menikah kan ?" potong Ibu Ratna. "iya bu, ibu tau dari mana" ujar Ghali.


"tentunya pamanmu mengabariku beberapa hari yang lalu" ujar Ibu Ratna "eh iya bu... maaf telat berkunjung bu" ujar Ghali sembari menggaruk-garuk tengkuknya.


"nak lakukanlah tapi Ibu minta tolong satu hal nikahi juga Nancy" ujar Ibu Ratna, Nancy yang mendengarnya pun tersenyum bahagia "dia sempat sesekali ibu lihat meratapi dirimu dalam tidurnya" ujar Ibu Ratna.


"kak, Benar kah itu, segitunya kah kau mencintaiku" goda Ghali. Seketika wajah Nancy memerah bak kepiting rebus "Kyaaaaaaaa, ibu" pekik Nancy sembari menutup mukanya menahan malu.


wahahahahhahahaha


seketika semua orang yang ada disana tertawa di buatnya. "iya bu jangan khawatir hal itu juga berlaku kepada kak Nancy" ujar Ghali sembari mengusap pucuk kepala Nancy, hal tersebut semakin membuat Nancy membenamkan wajahnya kedada Ghali.


"baiklah, Ibu aku akan melangsungkan pernikahan terhadap mereka bertiga sekaligus, tepatnya nanti setelah acara kelulusanku 2 bulan lagi" ujar Ghali. "baiklah nak ibu hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu dan ingat pesan ibu........" seketika ucapan Ibu Ratna dipotong oleh Ghali "iya ibu aku akan mengingatnya" ujar Ghali yang sudah tau Ibu Ratna akan berceramah kepada dirinya.


"oh iya bu apakah uang buat belanja keperluan dapur masih ada bu" tanya Ghali. "kamu jangan khawatirkan itu nak gini-gini ibu bisa juga bikin usaha, meskipun gak sehebat kamu". Ghali yang mendengar hal baru tersebut seketika matanya berbinar.


"sungguh bu ?" ujar Ghali. "iya dong saat ini ibu sedang menjalankan usaha Kettering makanan modal dari sebagian uang yang kamu berikan awalnya ibu hanya coba-coba, tetapi semakin kesini ibu makin banyak menerima orderan hari ini aja sudah ada 150 orderan yang masuk, untuk diantar besok" ujar Ibu Ratna. "wahh.... wajar saja mereka ketagihan bu... habisnya masakan ibu memang sangat enak" ujar Ghali dengan nada bahagia.


[ting] 'Transfer dana sebesar Rp 30.000.000 dari akun bank anda bernomor 88725xxxx -Berhasil-'


Ghali sembari menunjukan layar ponselnya kepada Ibu Ratna "itu bu, Ghali barusan mentransfer uang ke ibu, anggap aja ini sebagai rasa senang Ghali" ujar Ghali.


"emang dasar... ya kamu.... baiklah terima kasih nak ibu akan pergunakan uang tersebut sebaik-baiknya" ujar Ibu Ratna.


"baiklah bu kalau begitu Ghali pamit dulu ya... sekalian mau bawa barang-barang kak Nancy" ujar Ghali.


"baiklah nak, kalian hati-hati dijalan"ujar Ibu Ratna sembari mengecup kening mereka semua. "ibu kalau ibu bosen tinggal disini tinggallah bersama Ghali di mansion" ujar Ghali. "tidak kok nak ibu merasa betah disini, sesekali nanti ibu dan adik-adikmu akan mengunjungimu ke mansion mu itu" ujar Ibu Ratna, kemudian dijawab Ghali dengan senyuman dan anggukan.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2