
"Baiklah hadirin sekalian barang no.1 telah berhasil dimiliki dari Tuan di meja no.9 Saya ucapkan selamat atas kepemilikannya" ujar sang pemandu kemudian mengeluarkan barang selanjutnya.
******
Nampak terlihat disana sebuah Katana berwarna hijau tua, yang berada di balik kotak kaca tersebut.
"Ini adalah katana peninggalan perang dunia kedua, yang digunakan oleh kaisar Hirohito.... Baiklah tanpa berlama-lama penawaran dibuka dengan 50.000 Chip" ujar sang pemandu.
80.000 Chip
90.000 Chip
100.000 Chip
130.000 Chip
150.000 Chip
200.000 Chip
Kini tiba giliran Ghali mengangkat papan nomornya "500.000 Chip", seketika suara kembali hening, disisi Giovanni pun nanmpak enggan meladeni Ghali, Dirinya takut kembali terjebak dengan permainan anak muda tersebut.
"Baik tidak ada lagi, barang no.2 dengan ini dimiliki oleh Tuan dimeja no.3" ujar sang pemandu sembari memukul palunya.
Tok
Tok
Tok
Petugas lainnya pun mengambil chip dari tangan Ghali dan menukarnya dengan sebuah surat claim.
*
Acara lelang pun terus berlanjut hingga kini "Baiklah barang no.9 Dengan ini dimiliki oleh Tuan di meja no.3" ujar sang pemandu sembari mengetok palunya.
Antara Ghali dan Giovanni pun saling bersaing dalam acara lelang tersebut, orang-orang yang ada disana pun seketika hanya jadi penonton mereka berdua, sebab mereka juga tidak mempunyai uang sebanyak Ghali dan Giovanni.
Hingga pada akhirnya sampailah diacara puncak, yang akan menampilkan barang utama pada lelang kali ini.
Ghali yang saat ini masih menyisahkan 510.000 Chip ditangannya, sedangkan Giovanni sedikit lebih banyak dari jumlah yang dimiliki Ghali.
__ADS_1
"Baiklah hadirin sekalian ini barang utama pada acara lelang kali ini" ujar sang pemandu yang kemudian diikuti oleh petugas yang lain membuka tirai penutup.
Nampak terlihat disana sebuah baju zirah perang dari zaman kerajaan romawi kuno, "Baik ini adalah baju zirah Titus Flavius Vespasianus dikenal sebagai kaisar Titus dari Dinasti Flavia, Baiklah hadirin sekalian tanpa berlama-lama penawaran dibuka dengan harga 80.000 Chip" ujar sang pemandu.
90.000 Chip
100.000 Chip
120.000 Chip
140.000 Chip
200.000 Chip
350.000 Chip
Penawaran orang-orang disana termasuk yang terakhir adalah Giovanni, Ia memang sudah dari awal mengincar zirah perang kaisar tersebut.
Disisi Ghali nampak tenang dengan suara tegasnya "510.000 Chip" ujar Ghali sembari mengangkat papan nomornya.
Tentu saja Giovanni semakin geram dengan Ghali lantaran, barang yang Ia inginkan kini berujung gagal Dia miliki.
"Siall !!" ujar Giovanni sembari menggebrak mejanya, wajahnya kini memerah padam menahan amarah, 'Awas saja Kau anak muda liat nanti pembalasanku' gumam Giovanni dengan wajah bersemu kemerahan menahan marah.
Setelah menunggu beberapa saat nampak tidak ada lagi yang akan melakukan penawaran, sang pemandu pun mengetok palunya, sebagai simbol keputusan final dan sekaligus mengakhiri acara lelang tersebut.
Tok
Tok
Tok
"Baiklah hadirin sekalian sebab barang utama telah terjual maka acara lelang kali ini cukup sampai disini, dan saya mewakili pihak penyelenggara lelang mengucapkan terima kasih atas kehadiran para hadirin sekalian" ujar sang pemandu yang menandakan berakhirnya acara lelang tersebut.
Semua orang yang ada disana turut membubarkan Diri, para peserta yang sebelumnya telah berhasil memiliki barang yang dilelang kemudian pergi menuju tempat claim barang.
Disisi Giovanni nampak tengah menelpon seseorang "Cepat bereskan Dia setelah keluar dari acara lelang ini" ujar Giovanni dengan nada penuh amarah itu, "Baik Tuan, Saya dan Tim telah bersiap dipintu keluar museum" ujar salah seorang dari seberang telepon.
Kembali kesisi Ghali yang saat ini tengah memeriksa barang-barang yang di claimnya dibantu oleh Jovanka, setelah beberapa saat "Jovanka apakah sudah sesuai semuanya ?" tanya Ghali.
"Sudah Tuan" jawab singkat Jovanka, kemudian Ghali memberi instruksi kepada Ordo dan petugas lelang yang lain untuk membawa barang-barang tersebut kedalam mobilnya.
__ADS_1
.
.
Rombongan Ghali kini sedang dalam perjalanan menuju kediamannya di Prancis, namun tiba-tiba..... dari sisi sebelah kiri mobil yang ditumpangi ghali ditabrak mobil jenis humvee
Duar !!!
Terlihat mobil Ghali yang ditabrak berputar beberapa kali sebelum akhirnya berhenti dengan posisi terbalik.... sekilas nampak serpihan kaca pecah dijalanan.
Di sisi Ghali yang kini mencoba mengumpulkan kesadarannya kembali, melawan rasa pusing yang amat luar biasa pasca benturan yang dialaminya....
Sembari merangkak keluar dari mobil sekilas Ghali mengumpat "sial.....!!! ". Di sisi lain Ordo dan Joy keluar sembari membantu Jovanka keluar kemudian mereka menyampari Ghali, Ordo yang nampak cemas pun bertanya kepada Ghali, "Tuan apakah kamu masih bisa berjalan ?" ujar Ordo dengan cemas namun hanya dijawab Ghali dengan anggukan.
Mereka pun kemudian menghampiri mobil yang menabrak mereka terlihat jalanan didaerah itu sangatlah sepi.
"KELUAR !!!" Teriak Ordo dengan lantang, tak lama berselang pun datang 2 mobil lagi dari arah belakang mereka, mereka pun sontak mengalihkan pandangannya kearah mobil yang barusan datang.
Terlihat dari salah satu rombongan tersebut terdengar suara pria yang terkesan menyebalkan, "Cihhh.... Rupanya kalian masih hidup, hahahaha" ujar Giovanni dengan nada menyebalkan khasnya.
Dengan gerak cepat Ordo memunggungi Ghali sembari mengeluarkan Pistolnya, "Tuan cepat cari tempat berlindung !" teriak Ordo tanpa pikir panjang, mereka pun berlindung dibalik mobil mereka yang sebelumnya terbalik, Terlihat Ghali pun ikut mengeluarkan pistolnya.
Di sisi Giovanni dirinya kemudian memerintahkan anak buahnya untuk maju "Kalian maju.... dan bunuh mereka tanpa meninggalkan jejak" yang kemudian hal tersebut dibalas oleh anak buahnya dengan anggukan.
Terlihat dua orang pun maju ke posisi yang saat ini Ghali berada dari sisi kanan dan kiri, melihat hal tersebut Ghali kemudian memerintahkan Ordo, "Ordo !!, Tumbangkan orang yang dari sisi kiri, aku akan mengurus sisanya!" ujar Ghali dengan lantang yang dijawab Ordo dengan anggukan.
Tak lama berselang suara tembak menembak pun tidak bisa dihindarkan diantara kedua belah pihak.
Dor...dor...dor
Dor...dor...dor
Dor...dor...dor
Terlihat anak buah Giovanni kesulitan dalam menghadapi lawannya, dirinya yang sangat tempramental kemudian memerintahkan seluruh anak buahnya untuk menyerang ke posisi Ghali, "Tunggu apalagi kalian !, cepat Serang !!!".
Anak buah Giovanni pun bergegas menyerang keposisi Ghali sembari menembakkan senjata mereka.
.
.
__ADS_1
Bersambung..