
1 Minggu Berlalu
Hari ini Ghali sangat sibuk dengan urusannya, maklum saja MW Group Baru saja terbentuk dan hari ini seluruh perusahaan yang tergabung dalam MW Group akan mengadakan acara peresmian Olympus Tower, dan dirinya beserta rombongannya kini tengah bersiap untuk berangkat ke ibu kota, untuk melaksanakan acara peresmian tersebut.
"Tris, apakah semuanya sudah siap ?" tanya Ghali. "sudah tuan semuanya sudah siap nanti setelah agenda peresmian kita akan melaksanakan rapat umum yang pertama" ujar Tristan. "baiklah sekarang kita berangkat" ujar Ghali sambil masuk ke mobilnya.
Kini Ghali pergi ke ibu kota dengan pengawalan sangat ketat yang dipimpin oleh kepala pengawalnya Fylan sekaligus sepupunya itu. iring-iringan perjalanan Ghali pun tidak luput dari perhatian masyarakat yang melihatnya.
perjalanan mereka memakan waktu selama 4 jam. kini rombongan Ghali telah tiba ditempat acara banyak yang hadir disana dari kalangan pembisnis para kolega dari pak Syarif dan paman Richard, serta hadir disana para pejabat-pejabat pemerintahan turun mensuksesi jalannya acara peresmian ini.
Ghali yang baru turun dari mobilnya tidak luput dari perhatian para paparazi dirinya pun menyapa mereka yang ada disana. para orang-orang yang hadir disana turut saling memperkenalkan diri mereka, bahkan tak jarang Ghali merasa risih dengan hal tersebut 'ternyata benar apa kata paman Richard tidak semua orang bisa bersikap tulus kepada kita' gumam Ghali setelah bersalaman pada beberapa orang disana.
Acara ini dipimpin oleh Tristan yang memandu jalannya acara, dirinya pun membuka acara ini sampai pada akhirnya acara sudah memasuki agenda inti yaitu pemotongan pita sebagai simbolis peresmian Olympus Tower dan MW Group.
Kemudian terlihat 5 orang maju termasuk Ghali, pak Syarif, Paman Richard, 2 orang lainnya perwakilan dari beberapa pejabat. acara potong pita pun disambut dengan meriah dari para hadirin yang ada disana. Sorak sorai, suara tepuk tangan saling bersahut-sahutan memeriahkan acara ini sampai kemudian Ghali memberikan Pidato singkatnya.
tuk
tuk
Ghali mengetuk mic yang digenggamnya "baiklah hadirin sekalian hari ini saya Ghali Martin memperkenalkan diri sebagai pimpinan MW Group. Dalam kepemimpinan saya ini akan membawa MW Group sebagai raksasa dunia bisnis terbesar se asia tenggara, menjadi rule model yang akan membawa kemajuan perekonomian dalam negeri sudah saatnya orang-orang sukses terlahir dari bumi nusantara. Melalui tangan-tangan kita semua yang ada disini, saya Ghali Martin akan mewujudkan hal tersebut sekian dan terima kasih" Ghali menutup pidato nya disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para orang-orang yang hadir disana.
'aku percaya denganmu anak muda' gumam Syarif yang turut menyaksikan acara tersebut. 'anak mu kini akan melanjutkan tujuan mulia mu kak, aku akan membantunya mewujudkan hal tersebut ini janjiku kepadamu' ujar Richard dalam hati.
Acara peresmian pun berakhir kali ini, MW Group melanjutkan agenda rapat umumnya disana nampak telah hadir para CEO perusahaan yang tergabung dalam MW Group, termasuk Ceo dari jet express Marco dan CEO dari fortuna oil Kurnia.
Ghali yang baru memasuki ruang rapat terlihat sangat berwibawa meskipun dari kumpulan tersebut umurnya yang paling muda 'nampak berbeda ketika aku bertemunya secara langsung, pemuda yang penuh ambisi dan sangat berwibawa' gumam Marco.
'tidak sia-sia aku dipimpin orang ini dari sorotan matanya saja nampak jelas dia bisa membawa perubahan bagi orang-orang disekelilingnya' gumam Kurnia.
namun banyak juga dari sebagian orang yang ada diruangan tersebut meragukan kepemimpinan Ghali, bahkan beberapa orang-orang yang ada disana juga memandang Ghali dengan tatapan keraguan bahkan tatapan kebencian.
Ghali yang melihat raut tiap-tiap wajah orang yang ada disana pun kemudian membuka suara.
"rekan-rekan sekalian saya tau disini tidak sedikit orang yang akan meragukan kepemimpinan saya. Saya tidak akan menuntut setiap orang untuk suka kepada saya, tapi yang jelas saya akan membawa rekan-rekan bergerak maju bersama-sama, namun jika ada diantara kalian yang hadir disini menghalangi visi bersama kita maka akan aku pastikan dengan tanganku sendiri kalian akan menerima balasannya" ujar Ghali dengan nada sarat dengan ancaman.
Mereka pun kemudian melanjutkan rapatnya banyak hal yang dibahas disana terkait dengan pengembangan-pengembangan yang akan dilakukan kedepannya, hingga 2 jam berlalu mereka pun mengakhiri rapat tersebut.
Kini Ghali terlihat tengah duduk diruangan kerjanya, dirinya kemudian membuka ponselnya sebab dari semenjak di ruang rapat ponselnya terus menerus mengeluarkan bunyi notifikasi.
Alangkah terkejutnya dia ketika akun media sosialnya diserbu dari para netizen bahkan tidak sedikit para wanita gold digger mengajak dirinya untuk berpacaran. 'ternyata terkenal itu tidak seindah yang dibayangkan' gumam Ghali sembari menghela nafasnya.
Tiba-tiba pintu ruang kerjanya dibuka menampilkan sosok Anisa, Isel,pak Syarif, dan Paman Richard menghampirinya. Ghali pun menyambut mereka dengan senyuman, pertama kali Syarif menepuk pundak Ghali "kini kau telah membuktikan dirimu kepadaku, aku bangga padamu nak" Ujar Syarif sembari memeluk Ghali, "Terima kasih pa" Jawab Ghali.
"Paman bangga kepadamu Ghali selain pintar ternyata dirimu juga punya banyak Wanita, hahahaha" ujar Richard yang dibarengi dengan tawa menggelegarnya, sontak saja hal tersebut membuat Ghali tertunduk malu.
"mari paman, papa kita duduk dulu" ujar Ghali mengajak mereka duduk diruangan itu. "kalian juga ayo kemari" ajak Ghali kepada kedua wanitanya. Mereka pun berbincang-bincang bahkan mereka membahas tentang rencana pernikahan, "aku pastikan setelah ini aku akan melangsungkan pernikahan... lalu apakah kalian bersedia menjadi istriku" tanya Ghali kepada Isel dan Anisa, mereka berduapun menjawabnya dengan anggukan.
"wow....nampaknya nanti aku akan punya banyak ponakan dari seorang cute boy " ujar Fylan yang seketika membuat orang-orang yang ada diruangan tersebut kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
__ADS_1
"cihhhhh.... kau masih saja memanggilku seperti itu dasar Jomblo akut" ujar Ghali dengan nada jengkel. "hey... bukannya aku jomblo tapi para wanita selalu takut kepadaku" jawab Fylan tanpa bersalah.
hahahahahahaha
Sontak saja Fylan yang melihat ditertawakan orang-orang merasa heran. "apa yang salah dengan kalian" ujar Fylan bingung. "bukan kami yang salah tapi dirimu" ujar Ghali sembari memegang perutnya karena menahan tawa, 'aduhhh anak itu masih saja bertingkah seperti bocah' gumam paman Richard nampak pasrah melihat kelakuan pamannya.
"yasudah, daripada seperti ini lebih baik kita jalan-jalan ke mall mumpung masih di ibu kota" ajak ghali kepada semuanya, namun pak Syarif dan paman Richard tidak akan ikut sebab mereka masih ada urusannya masing-masing.
"kak sebaiknya kita berangkat sekarang saja" ujar Ghali kepada Fylan. "baiklah" jawab Fylan kemudian nampak Fylan menghubungi pengawal yang lain lewat alat komunikasi yang tersemat ditelinga sebelah kanannya.
Ditengah perjalanan menuju lantai bawah Ghali berpapasan dengan Tristan, kemudian Ghali pun menyerunya "Tris untuk disini aku percayakan kepadamu, jalankan rencana sesuai dengan yang dibahas pada rapat tadi" ujar Ghali. Dirinya pun tidak khawatir dengan Tristan yang dipercaya untuk mengurus MW Group sebab asistant robotnya itu tidak akan pernah mengecewakan dirinya.
Kini Ghali sudah sampai di Luxury MW Mall salah satu mall yang dibawah naungan MW Group juga, kedatangan Ghali pun disambut hangat oleh manajer Luxury MW Mall salah satu mall terbesar di ibu kota yang dulunya berada dibawah manajemen Wiharja group sebelumnya.
"selamat datang tuan dan nona, saya Gladis manajer Luxury, saya akan memandu tuan dan nona-nona berbelanja disini silahkan" ucap Gladis mengajak mereka memasuki mall. merekapun berbelanja banyak barang tentunya barang-barang branded, aktivitas mereka pun tak luput dari perhatian para pengunjung mal yang lain.
- ya ampun.... bukankah dia pengusaha muda yang barusan viral tersebut
- sepertinya mereka wanita pria itu, kalau dia maupun aku tidak masalah menjadi yang ke tiga
- udah ganteng, kaya, punya banyak wanita lagi apalah daya diri ini yang hanya anak kos
Ghali yang tak sengaja mendengar berbagai macam komentar tersebut pun hanya terkekeh mendengarnya.
kini pun mereka memasuki salah satu toko perhiasan yang ada di mal tersebut ghali pun kemudian dilayani oleh salah satu pelayan toko "tuan ada yang bisa saya bantu" ujar pelayan toko. "aku mencari perhiasan untuk para wanitaku, apakah kamu punya rekomendasi" ujar Ghali.
Isel dan Anisa pun saling bertukar pandangan, "apapun yang kau pilihkan kami akan suka sayang" ujar Isel mewakili, Ghali tersenyum manis mendengarnya.
"baiklah mba.. aku ambil dua buah kalung ini" namun belum selesai pelayan itu menjawab tiba-tiba kalung tersebut dirampas dari salah seorang pria asing "hei bocah sebaiknya kalung ini berikan saja kepada ku sebab sudah lama aku memesan kalung ini" ujar pria paruh baya tersebut.
Fylan yang melihat kejadian tersebut mendekati Ghali namun diurungkannya, sebab melihat Ghali yang mengangkat tangannya. "tuan aku yang akan membeli kalung tersebut, kenapa tiba-tiba kau merampasnya" ujar Ghali.
Kemudian pelayan toko pun buka suara "tuan Jacob, betul kata tuan muda ini karena sebelumnya tuan Jacob juga tidak pernah memesan apapun kepada kami,untuk kalung tersebut akan kami jual kepada tuan muda ini, jika tuan Jacob berkenan kami masih mempunyai barang-barang limited edition yang lainnya, yang bisa tuan jacob pilih" ujar pelayan tokoh.
"omong kosong apa ini !!!, apakah kalian berani menentangku, kalian tidak tau aku siapa hah !!!" pekik Jacob, seketika raut ketakutan terpancar dari wajah pelayan toko.
Ghali yang menangkap raut ketakutan pelayan tersebutpun kemudian memandang Jacob penuh telisik "aku tidak tau siapa dirimu tuan, tapi aku sarankan kamu bersikaplah sopan sedikit, karena antara aku dan dirimu kita ini sama-sama pengunjung jadi kita mempunyai hak yang sama disini" ujar Ghali.
"apa !!!! katamu kita sama, wahahhahaha, kamu jangan bercanda anak muda, aku adalah Jacob pewaris tunggal Anggoro Group, dan kamu ? !!!, aku tidak peduli siapa kamu !!!" ujar Jacob dengan nada keras, " tetapi tunggu dulu... ternyata kau mempunyai wanita yang sangat cantik disisimu..... sebaiknya kau pinjamkan kedua wanitamu untuk menemaniku malam ini, maka aku akan melupakan masalah diantara kita" ujar Jacob sembari menatap Isel dan Anisa dengan penuh nafsu.
Melihat hal tersebut membuat Anisa meremas kuat lengan Isel. "tenanglah dek... Ghali akan menyelesaikannya kau tenang saja" ujar Isel pelan yang hanya terdengar oleh Anisa. "kalau kau berani mengganggu para wanitaku akan aku pastikan siapapun dirimu, akan ku hancurkan" ujar Ghali seketika sorot mata membunuh kearah Jacob.
wahahahahahahhaha
Tawa Jacob menggelegar "apa kau mau menghancurkanku ?, hey....bangunlah bocah kau tidur terlalu miring" seringai jahat Jacob. Gladis yang melihat kerumunan itupun mendatanginya, dilihatnya disana Ghali dan Jacob sedang cekcok mulut "apa-apaan kamu Jacob !!! kau pikir seenaknya berbuat ulah ditempat ini" pekik Gladis. seketika Jacob memberikan tanda kepada para pengawalnya yang menyamar untuk mendekat.
"kita selesaikan urusan kita sekarang bocah... tidak ada yang boleh mempermalukan Jacob Anggoro" ujar jacob seketika orang-orang yang tadinya berkerumun, pergi menjauhi sebab mereka tidak mau terkena imbas dari kejadian yang akan terjadi selanjutnya.
Fylan pun semakin jengah melihat ulah Jacob namun masih ditahan oleh Ghali "kalian dan para pengawal mundurlah biar aku menghadapinya sendiri" ujar ghali dengan nada dingin, Fylan yang melihat Ghali seperti itupun ikut merasakan hawa ketakutan.
__ADS_1
"cihhhh...rupanya kau punya nyali juga untuk menjemput ajal mu, pengawal serang dia" ujar Jacob, kemudian lima pengawalnya menyerang Ghali
wushh...wushh...
Pukulan para pengawal Jacob mudah saja dihindari oleh Ghali "baiklah kalau kalian memintanya" ujar Ghali.
Dirinya kemudian melayangkan pukulannya kearah salah seorang pengawal dan terdengar suara Bugh . seketika pengawal tersebut tergeletak usai menerima hantaman yang keras pada wajahnya.
Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...
Pukulan tangkisan saling bertukaran kemudian Ghali merasakan adanya pukulan yang datang dari arah belakang seketika dirinya reflek menangkap pukulan tersebut yang ternyata dilayangkan oleh Jacob
Cap... Ghali menangkap pukulan Jacob dengan tangan kirinya, kemudian Ghali melayangkan pukulan bertubi-tubi kearah dada Jacob
bugh...bugh... Bugh... Bugh...
terakhir Ghali membanting tubuh Jacob kearah depan
gubrak....
Uhukkk....uhukkk...hoek....
Terlihat darah segar tumpah dari mulut Jacob tanpa dirinya bisa berkata-kata lagi, dirinya hanya bisa meringis kesakitan memegang dadanya. Nampaknya tulang rusuknya patah akibat pukulan bertubi-tubi Ghali.
Ghali pun kemudian berjongkok dan berbisik ditelinga Jacob "itulah akibatnya ketika kau menggangguku. kalau saja ini bukan dikeramaian tentunya aku akan mengirim mayatmu ke kediaman keluarga Anggoro" Ujar Ghali dengan nada datar sembari memukul-mukul pipi lebar Jacob.
Jacob yang mendengar hal tersebutpun dilanda ketakutan bukan main, bahkan hal tersebut membuat dirinya terkencing ditempat, keringat dingin mengucur disekujur tubuhnya.
Melihat hal tersebutpun Ghali yang sembari menutup hidungnya berdiri "kalian cepat bawa tuan kalian pergi dari sini" Ujar Ghali sambil menunjuk para pengawal Jacob yang masih tersadar.
Akhirnya Jacob pun dibawa oleh para pengawalnya dan meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan malu karena mereka sejak tadi menjadi tontonan orang-orang yang ada disana.
Ghali pun kemudian berjalan mendekati Isel dan Anisa "ayo kita pulang sayang... mood ku sudah diganggu oleh orang-orang tidak jelas" Ujar Ghali dengan tersenyum, Isel dan Anisa yang mendengarnya pun ikut-ikutan tersenyum.
Sebelum pergi tak lupa Ghali menyuruh Gladis untuk mengambil kalung yang dibelinya di toko perhiasan tadi.
[ting] 'Debit dana sebesar Rp 500.000.000 dari akun bank anda bernomor 88725xxxx -Berhasil-"
Notif bank muncul di ponsel Ghali usai dirinya mentransfer pembayarannya. selama perjalanan dirinya tak luput dari pandangan heran Fylan.
"kak kenapa kamu memperhatikanku seperti itu ?" Ujar Ghali. "haaaa.... ternyata kamu diam-diam menguasai bela diri, nampaknya kamu memang tidak butuh pengawal, kamu saja dengan mudahnya mengalahkan 6 orang tersebut sendirian" Ujar Fylan sembari menghela nafas.
hehehe "terima kasih sudah memuji ku kak" ujar Ghali sambil nyengir kuda. Cihhh...."siapa yang memujimu" saut Fylan. Kini mereka pun pergi meninggalkan mall dan langsung pulang menuju bandung.
.
.
Bersambung..
__ADS_1