
2 bulan kemudian
Ghali yang tengah berkumpul dengan para wanitanya beserta Tigh, Fylan, dan Tristan yang saat ini pulang dari ibu kota. Mereka berbincang sekedar ngobrol santai.
Hari ini bertepatan dengan hari kelulusan Ghali dan Anisa kini mereka berdua sudah bersiap untuk pergi kesekolahnya bersama-sama, Anisa yang semenjak 2 bulan terakhir sudah pindah kerumah Ghali, yang sebelumnya dirinya memaksa Ghali untuk menerima permintaan untuk tinggal di mansionnya, lantas Ghali tentunya dengan terpaksa mengabulkan keinginan Anisa tersebut.
"baiklah saatnya kita pergi.... oke gais... kita pergi dulu ya" ujar Ghali berseru kepada semua orang yang ada disana.
baiklah hati-hati dijalan
Seru mereka serempak, Ghali pun berlalu pergi sembari menggenggam tangan Anisa, Fylan beserta 10 pengawal intinya yang mengikuti Ghali, dirinya yang melihat hal tersebut kemudian meminta Fylan untuk tidak mengawal dirinya kali ini karena dia ingin acara ini tidak mengundang perhatian banyak orang, Tristan yang mendengar hal tersebut pun langsung mengangguk paham, kemudian Ghali dan Anisa sudah pergi dari mansion nya menuju sekolah mereka.
Kini mereka telah sampai di sekolah meskipun kini Ghali nampak tidak ditemani para pengawalnya, tetapi tetap saja dirinya yang mengendarai Lomborgini Veneno itu mendapat sorotan dari orang-orang yang berada disana, bahkan hampir tidak ada sepasang mata yang tidak menyorot kedatangan Ghali itu termasuk sahabat dekatnya Hendri.
Ghali dan Anisa yang baru saja keluar dari mobil anyar tersebut seketika mereka disambut dengan riuh sorak sorai orang-orang yang memuji sepasang kekasih tersebut.
Ghali, Anisa kalian adalah pasang serasi....
woww... mereka bagaikan raja dan ratu sekolah kita....
wowww... aku tidak menyangka Ghali akan semaju ini....
seketika lebih baik setelah ini aku lebih baik membuka usaha agar aku sekaya Ghali....
Berbagai komentar yang keluar dari orang-orang yang ada disana, Ghali dan Anisa pun hanya membalas mereka dengan senyum semerkah yang seketika menghipnotis orang-orang yang ada disana, mereka pun semakin mengagumi pasangan tersebut.
Namun hal tersebut tidak berpengaruh kepada Hendri yang memang sedari awal memang sudah dekat sama mereka, Hendri pun menghampiri mereka berdua kemudian berseru "hai.... idola baru sekolah bisakah aku menemani kalian hari ini" sembari menyeringai, Ghali yang melihat sahabatnya itu langsung saja memeluk Hendri dengan hangat "maafkan aku akhir-akhir ini aku sangat sibuk, sehingga aku tidak bisa main bersamamu" ujar Ghali sembari menepuk bahu Hendri.
"tidak apa-apa.... bro.... aku tahu kamu, kamu bukanlah tipikal orang yang akan melupakan sahabatnya ketika sudah senang..." ujar Hendri "kalau begitu mari kita masuk kelas teman-teman lain dan guru sudah menunggu kita disana".
Ghali,Anisa,Hendri saat ini sedang mendengarkan pidato dari kepala sekolah mereka yang tengah memberikan motivasi kepada murid-muridnya yang sebentar lagi akan keluar dari SMA menuju jenjang yang lebih tinggi.
Di sela-sela acara tersebut berlangsung Ghali berinisiatif bertanya kepada Hendri "bro setelah ini rencanamu akan kemana?" ujar Ghali , Hendri yang tampak sedang berpikir sejenak sambil menatap keatas "kayaknya aku akan masuk militer, amanat papaku dan aku akan membanggakan kedua orang tua ku dengan pilihan ku ini" ujar Hendri.
"bagus.... bro, semoga kau sukses kedepannya dan buat orang tuamu bangga terhadap dirimu" ujar Ghali memberikan semangat kepada Hendri.
__ADS_1
"terima kasih bro" sahut Hendri sembari menepuk pundak Ghali.
Acara pun berlanjut dengan acara perpisahan di malam hari disekolahnya tersebut, bukan tidak sedikit para wanita meminta berfoto bersama Ghali, kini memang tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya mulai terkenal sejak peresmian MW GROUP beberapa bulan silam.
Ghali tidak akan mendapatkan ketenangan seperti dulu lagi kini wajahnya terlanjur dikenal oleh publik. Hal itu juga membuat Anisa sedikit cemburu sebab dia harus melihat hingga merelakan kejadian tersebut terjadi di depan matanya tanpa bisa berbuat apa-apa.
Ghali yang menangkap sinyal cemburu dari kekasihnya tersebut kemudian menarik tangan Anisa, dirinya mengajak kekasihnya tersebut menuju taman belakang sekolah tersebut. Kini nampak tidak ada lagi orang yang mengikuti mereka, kemudian mereka duduk berdua dibangku taman sekolah tersebut.
"sayang.... apakah kamu cemburu" ujar Ghali sembari mencubit pipi Anisa pelan, kekasihnya itu masih malas untuk berbicara kepada Ghali lantaran dirinya masih diselimuti rasa cemburunya itu.
cup
Seketika membuat pipi Anisa merona yang mendapatkan kecupan hangat mendarat dikeningnya tersebut barusan, dirinya pun hanya bisa tertunduk malu sembari meremat jari jemari tangannya hingga memucat.
Ghali menangkupkan kedua tangannya memegang tangan Anisa "sayang mau sebanyak apapun aku dikagumi oleh para wanita aku tidak akan berpaling dari kalian.... kalian adalah hartaku yang paling berharga" ujar Ghali dengan nada lembut, hal tersebut pun ternyata mampu menghangatkan rasa gelisah yang tengah dialami Anisa dalam hatinya.
"maaf kan aku yang terlalu cemburu ini, padahal aku tau kau pun pasti berpikiran demikian" ujar Anisa yang terlihat mulai membuka senyumannya.
Cup
Ghali menyapu bibir tipis Anisa nampak terjadi pergulatan saliva yang terjadi diantara keduanya beberapa saat.
"sayang.... You are The Reason " ujar Ghali yang kemudian dibalas dengan pelukan hangat dari Anisa dengan sangat erat terlihat dirinya yang tidak mau melepaskan pelukannya dari Ghali.
Ghali hanya terkekeh melihat tingkah kekasihnya tersebut tanpa kata Ghali pun membiarkan Anisa yang tengah memeluk dirinya. Dia mengusap pucuk kepala Anisa dengan sangat lembut sarat akan rasa mewakili penuh kasih sayang.
'aku tidak menyangka diriku akan se emosional ini dihadapan seorang wanita' gumam Ghali yang merasa agak geli dengan tingkah laku yang terjadi dengan dirinya sendiri.
"sayang ayo kita bergabung dengan teman-teman aku tidak mau Hendri khawatir dengan kita.... akan ada pesta kembang api setelah ini" ujar Ghali sembari melepas pelukan Anisa, kemudian Anisa menjawabnya dengan anggukan.
Ghali dan Anisa yang berjalan sembari bergandeng tangan kini tengah menghampiri Hendri "bro.... apakah kamu tahu dimana Gavin kenapa aku tidak pernah melihatnya sejak dari tadi ?" ujar Ghali bertanya kepada Hendri.
"ohoooo... aku hampir lupa memberitahu kepadamu sedari tadi Gavin menyuruhku untuk menyampaikan sesuatu kepadamu dia ingin bertemi dengan mu langsung katanya" saut Hendri.
"kalau begitu antarkan aku kepadanya" ujar Ghali "sayang aku mohon tunggu aku sebentar disini.... jaga cintaku kepadamu ini untuk sementara oke" bisik Ghali ditelinga Anisa.
__ADS_1
Anisa yang mendengar hal tersebut seketika tubuhnya merinding ada perasaan geli didalam hatinya "humppppphhh..... jangan lebay lah!!" ujar Anisa sembari menggembungkan pipinya tersebut, Ghali hanya tersenyum melihatnya, kemudian Ghali berlalu pergi dari pandangannya itu.
Sesampainya Ghali dan Hendri disebuah parkiran kini terlihat dari kejauhan sosok pemuda seumuran Ghali tengah menunggu kedatangan mereka disana dia adalah Gavin.
Gavin yang melihat Ghali pun berinisiatif menghampirinya dengan lirih dia berkata "Ghali aku tidak menyangka akhirnya kita selesai di masa-masa SMA kita, aku tau aku banyak salah selama ini kepadamu, selalu merundungmu tanpa belas kasihan bahkan sampai mencelakakan penghuni panti sebelumnya... terus terang Ghali aku disini bersungguh-sungguh meminta maaf kepadamu. aku mengakui kesalahanku dan kini aku sudah siap menerima konsekuensi apapun darimu, aku terima Ghali" ujar Gavin lirih.
Ghali yang mendengar hal tersebut pun agak sedikit kesal ternyata memang dia yang menyuruh para preman membakar panti dulu sembari menghela nafas kasar haaaaaa "Gavin aku bukanlah orang seperti dirimu yang selalu menuntut balas dendam membabi buta, meskipun aku agak kesal dengan pengakuaanmu barusan, tetapi akal rasional ku masih dalam kondisi baik saat ini..... aku tidak akan menuntut apapun darimu, asalkan kamu tidak akan mengulangi lagi perbuatanmu dan dirimu memang benar-benar berubah kearah yang lebih baik" ujar Ghali.
Gavin yang mendengar hal tersebut pun tidak bisa lagi membendung perasaan harunya seketika dirinya menghambburkan pelukannya kepada Ghali dirinya merasa sangat terharu sekali.
"hey....hey.... yahhhhhhhhhh!!!" teriak Ghali sembari berusaha melepaskan pelukan Gavin seketika dirinya merasa takut kepada Gavin "Gav.... gini-gini aku punya kekasih!!!, kekasihku cewek, dan aku masih normal" ujar Ghali jengkel sembari mengibas-ngibas tangnnya ke sekujur tubuhnya.
WAHAHAHHAHAHAHAHA
Hal tersebut tentunya memancing gelak tawa Hendri dan Gavin.
'giliran gini si Hendri kompak dasar penghianat' gumam Ghali dengan tatapan jengkelnya kepada mereka berdua.
"no...no...no.... Ghali, itu berarti oh my god !!!" ujar Gavin membelalakkan matanya sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya "apakah kamu suka yang sejenis Ghali kenapa, kau tidak mengabariku sejak dahulu" goda Gavin.
Ghali syok mendengar perkataan Gavin, yang padahal itu adalah candaan Gavin kepada dirinya tanpa ia sadari, Hendri yang melihat raut muka Ghali makin syok pun tertawa sampai terpingkal-pingkal di ulah perlakuan polos Ghali.
"hey..... ayolah brother's saatnya kita merayakan pertemanan kita" ujar Hendri sembari merangkul pundak Ghali dan Gavin.
"cihhhh.....apaaan teman aku tidak sudi berteman dengan pria tidak normal seperti mu Gavin !!!" Ghali berdecih nampak enggan menatap Gavin.
Hendri hanya terkekeh melihat Ghali yang nampak murung tersebut "ahhhh... ayolah kita harus merayakan momen langkah ini" bujuk Hendri kini Ghali nampak pasrah dan mengikuti kemauan sahabatnya tersebut.
Hanya dalam waktu cepat mereka bertiga, dan juga Anisa ikut bergabung dengan mereka, sudah terlihat sangat akrab tak jarang suara gelak tawa dari rombongan mereka menggelegar yang sesekali mengherankan orang-orang yang ada disana, dengan gelak tawa mereka.
.
.
Bersambung..
__ADS_1