SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 33 : Bendera Putih


__ADS_3

Pagi ini Ghali yang baru saja usai melakukan olahraga rutinnya.


[DING] 'Misi Harian terlaksana'


'Selamat Tuan Mendapatkan 100.000.000 Poin sistem. Poin tuan saat ini berjumlah 301.316.055.990 '


'Patriot tampilkan status'


[DING] 'Status'


PATRIOT : V.15


IDENTITAS


Nama : Ghali Martin


Umur : 18 Tahun


Pekerjaan : Pembisnis / Mercenary Leader


Pasangan :



Anisa Syifa Wiharja (100%)


Nancy (100%)


Isel Triastika / Rania Salavenko (100%)


....



STATISTIK


Kekuatan : 357 / 500


Kecerdasan : 404 / 500


Kecepatan : 332 / 500


Intuisi : 368 / 500


Kharisma : MAX


Stamina : 340 / 500


...


KEPEMILIKAN


[51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas], [ 100% PT.Olympus Capital], [80% MW Group], [100% PT.NM Beauty], [30% Lockheed Martin.Inc], [Triple Canopy Organization]


KENDARAAN


-Mobil :


.


[Mobil Pajero Sport tipe ultimate 4x4 AT], [Mercedes S-Class Guard 600], [Lamborgini Veneno Roadster], [3x BMW X7], [2x Audi RS Q8], [Tesla Model X], [Rolls-Royce Sweptail], [Porsche 918 Spyder], [2x Chevrolet Suburban], [Bugatti Centodieci]


.


-Motor :


[7x moge BMW R 1200 GS]


.


-Helikopter :


[Euro Copter-175 VIP Class]


.


-Pesawat :


.


...


...POIN SISTEM...


...301.316.055.990...


...


Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, Menembak, Bisnis, Menyelam, Militer


Inventory : [2x Pil Penyembuhan], [2x kalung topaz permata], [1x Kartu Upgrade Sistem], [1x Kotak tingkat perak]


...


MISI


◎ Misi Harian : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x| Hadiah : 100.000.000 Poin Sistem] Setiap Hari


◎ Misi Utama : [Hancurkan Kartel Narkoba El-Nino], [Hadiah : 1x skill book Judo, 1x skill book Karate, 1x skill book Peretasan, 1x Kotak Tingkat Emas], [Hukuman: Sistem akan meninggalkan Tuan dan segala pemberian sistem yang Tuan terima akan hilang], [Waktu : tak terbatas]


◎ Misi Terpicu : -

__ADS_1


...※selamat mengerjakan misi tuan※...


...


[Hadiah V.20 : Rochdale Island]


[upgrade versi sistem selanjutnya : 16.000.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]


...


...[Shop] [Scanner] [Converter]...


..._________...


Ghali yang kini tengah menatap panel statusnya, melihat data statistiknya yang semakin meningkat dirinya semakin senang.


'Patriot apakah 500 Poin maksimum dari statistik ?'


[DING] 'Tidak Tuan, poin maksimal dari statistik adalah 1000 poin, statistik 1000 poin akan terbuka pada V.25'


Ghali semakin tercengang mendengar penjelasan dari sistem, ternyata level statistik nya saat ini terbilang masih sangat kecil, jika dibandingkan ketika dirinya sudah mencapai versi sistem 25.


'Baiklah, Patriot buka kotak hadiah yang Aku miliki'


[DING] 'Membuka 1x kotak tingkat perak'


[DING] 'Process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '


[DING] 'Selamat Tuan Mendapatkan 1x kartu upgrade sistem'


'Haaaaaa !!, apa cuman itu saja..... Hufhhhhh dasar sistem pelit'


[DING] 'Dasar Tuan gak tau bersyukur, perlu Tuan ketahui bahwa kartu upgrade lebih berharga dari segalanya Tuan !'


Cihhhhh....


'Baiklah sistem cerewet' gumam Ghali sembari berdecih.


'Patriot gunakan seluruh kartu upgrade yang Aku miliki'


[DING] 'Menggunakan 2x Kartu upgrade sistem '


[DING] 'V.15 → V.17 '


[DING] 'PERINGATAN !!!, SISTEM AKAN NONAKTIF UNTUK SEMENTARA WAKTU '


'Process.......1%.... Waktu selesai 1 Jam 59 Menit 58 Detik'


'Sembari menunggu Patriot upgrade, sebaiknya aku berkunjung ke Ibu Kota, mumpung ada helikopter tidak bakalan memakan waktu lama untuk pergi kesana' gumam Ghali, kemudian Dirinya berlalu pergi untuk membersihkan Dirinya terlebih dahulu.


Tak lama kemudian Ghali sudah berpakaian rapi kini tengah sarapan seperti biasa kondisi mansion di pagi hari tidak pernah sepi, Dirinya yang selalu ditemani sarapan dengan para Istrinya itu, tengah menyantap makanan bersama.


"Tris sebentar lagi sebaiknya kita berangkat ke Ibu Kota" ujar Ghali sembari menatap Tristan, "Baik Tuan... Sebaiknya, Saya keluar terlebih dahulu untuk memanggil Matias" ujar Tristan yang kemudian dijawab dengan anggukan dari Ghali.


Sebetulnya Nancy dan Anisa pun tidak terlalu ingin berjauh-jauhan dari Ghali. Akan tetapi saat ini Ghali memang punya kepentingan disana dalam urusan pekerjaan, mereka pun hanya bisa merelakannya.


"Baiklah, Sayang hati-hati dan cepatlah pulang jangan terlalu lama disana" ujar Anisa dengan nada lesu, hal yang sama pun terlihat dari exspresi raut wajah Nancy.


Cup


Cup


"Mudah-mudahan urusannya bakalan cepet selesai, biar aku bisa pulang cepat" ujar Ghali sembari mengecup singkat kening kedua istrinya itu.


Dirinya kemudian berlalu pergi, sesampainya di dekat helipad yang berada di mansionnya itu. Terlihat disana Tristan dan Tigh telah menunggu Ghali disana, Dirinya pun kemudian memasuki helikopter yang diikuti oleh Tigh dan Tristan.


*


Disisi lain Fylan yang menatap helikopter yang semakin meninggi itu kemudian memanggil Clay beserta tim yang lain.


"Clay, bawa tim mu untuk mengawal Tuan selama di jakarta. dan kemudian Loys,Badri, Zulu, dan Ten juga akan ikut bersama dengan kalian, sementara Aku akan bertanggung jawab mengatur keamanan disini, Clay kamu yang akan memimpin tim di jakarta nanti" ujar Fylan dengan penuh ketegasan.


Siap Kapten !


Jawab mereka serempak. Fylan tetap saja masih khawatir terhadap keselamatan Ghali, meskipun Dirinya sendiri sudah melihat ketangguhan Ghali, tetaplah sebagai seorang kakak hal tersebut lumrah terjadi.


Tim pengawal yang dipimpin Clay membawa 3 mobil mereka untuk menuju jakarta.


*


Kini kembali disisi Ghali setelah menempuh 40 Menit perjalanan kini mereka sudah berada di Olympus tower, Kantor MW Group miliknya.


Kedatangan Ghali disambut hangat oleh jajaran para petinggi perusahaan disana, Ghali pun membalas sapa mereka dengan senyum hangat.


"Tuan barusan Saya mendapatkan telepon dari Suryo, bahwa Dirinya siap bernegosiasi dengan kita malam ini" ujar Tristan, mendengar hal tersebut Ghali hanya mengangguk paham.


"Baiklah Tris lanjutkan pekerjaan mu, untuk sementara waktu Aku akan memakai ruangan mu ini untuk beristirahat." ujar Ghali yang kemudian duduk di sofa.


'Hemmmm.... Sambil menunggu malam yang masih lama ini alangkah lebih baiknya Aku jalan-jalan keluar sebentar' gumam Ghali sembari berpikir.


*


Hari ini jam menunjukkan pukul 19.00 WIB. bertepatan dengan waktu pertemuan dengan Suryo yang sebelumnya di agendakan.


Ghali pun kini pergi bersama Tristan, Tigh dan juga Clay yang sebelumnya barusan sampai. Mereka saat ini pergi ke tempat yang telah di janjikan di sebuah hotel megah yang dibawah manajemen Anggoro Group.


Sesampainya mereka disana, namun sambutan yang mereka terima saat ini sangat penuh dengan ancaman, namun Ghali yang menyadari hal tersebut pun berusaha untuk tetap tenang meskipun, Dirinya mendapat tatapan tajam dari para pengawal Anggoro Group.


"Tuan, apakah sebaiknya kita batalkan pertemuan Kita kali ini ?" ujar Clay pelan kepada Ghali, "Tetaplah waspada Clay kalau negosiasi gagal, maka salah satu diantara kami harus mati" ujar Ghali datar, Clay hanya menuruti perkataan Ghali kini Dirinya sudah paham dengan situasi saat ini Ia hadapi.


Sesampainya mereka disebuah ruangan nampak telah hadir Suryo, Jacob dan pengacara keluarga Anggoro itu. Mereka menyambut kedatangan Ghali "Selamat datang anak muda" ujar Suryo masih dengan menonjolkan sikap sombongnya itu.

__ADS_1


"Terima kasih Pak tua atas, sambutanmu yang sopan ini" jawab Ghali dengan seringai khasnya. Mereka pun duduk bersama untuk membahas akusisi Anggoro Group.


"Jadi apa yang akan kamu tawarkan kepada kami pak tua ?" tanya Ghali tanpa basa-basi, "Cihhhh.... Jangan berlagak seperti itu anak muda, mau bagaimanapun aku tidak akan melepaskan proyek smart city kepadamu" ujar Suryo sembari berdecih.


'Berhadapan dengan manusia sombong memang menyebalkan' gumam Ghali. "Lantas bagaimana kamu akan melunasi hutang-hutangmu itu ?. Menurut informasi yang beredar, hutang mu dalam project ambisius itu mencapai 1245 Triliun Rupiah" ujar Ghali dengan nada meremehkan.


"Ada kesepakatan yang akan Aku tawarkan kepadamu pak tua" ujar Ghali berhenti sejenak, "Bagaimana kalau aku mengambil Anggoro Group sebesar 10 Milyar rupiah, sebagai kompensasi nya.... Hutang yang Kamu tanggung saat ini akan menjadi tanggungan ku ?" pungkas Ghali kemudian.


Brack.....!!!


Dasar Gila!!!


Pekik Suryo sembari menggebrak meja "Hey !!!, anak muda Kau memang sudah tidak waras lagi, Kau mau mengakusisi Anggoro Group dengan uang 10 Milyar, apakah Kau bercanda haaa!!!, bukan begitu caranya berbisnis anak muda" bentak Suryo dengan penuh emosi.


Hahahahahahaha...


Clap...clap...clap...clap


Ghali tertawa sembari bertepuk tangan melihat Suryo yang sedang marah, "Sadar Dirilah pak tua dengan posisi mu saat ini. Aku hanya menawarkan sesuatu yang tidak mungkin Kamu tolak !, sebab posisimu saat ini, bukanlah posisi yang mempunyai nilai tawar" ujar Ghali dengan senyumannya.


Sial.... Jacob Aku kecewa menurutimu, dasar anak tidak berguna !!!


Pekik Suryo, "Kumohon tenanglah Ayah.... Untuk saat ini, singkirkan sikap keras kepala mu itu, coba Kamu pikirkan dengan masalah yang tengah kita hadapi kalau ini tidak kita terima ada jalan keluarga Kita bakal hidup menggelandang" ujar Jacob dengan penuh penekanan.


Clap...clap...clap...clap


Ghali bertepuk tangan melihat perdebatan antara Ayah dan Anak saat ini. "Pak tua ternyata Kamu mempunyai anak yang cerdas dan sadar diri !!" ujar Ghali dengan penuh penekanan.


Shiiiiiiittttttt !


Pekik Suryo, "Apakah Kamu sudah lupa dengan kejadian pengusiran 110 Kepala keluarga yang kamu lakukan 2 Tahun silam, pada saat itu kamu melakukannya dengan penuh intimidasi terhadap mereka hingga pada akhirnya mereka terusir secara paksa tanpa bisa menuntut hak mereka" ujar Ghali sembari dirinya meletakkan sebuah diska lepas di hadapan Suryo.


"Aku juga sudah menyerahkan file itu kepada pihak yang berwenang, yang didalamnya memuat tentang operasi pembebasan lahan yang kamu lakukan terkait dengan mega proyek ambisius mu itu" ujar Ghali


Sialannnnnn Kau !!!


Pekik Suryo seketika tubuhnya bergetar dengan sangat hebat menahan ketakutan, yang kini Dirinya berada didalam posisi yang terjepit.


Seketika Jacob langsung bersujud di hadapan kaki Ghali, Dirinya memegang kaki Ghali sembari memohon ampun "Tuan tolong maafkan Kami, Aku berjanji akan menyetujui rencana akusisi ini tapi Aku mohon Tuan, jangan hancurkan keluarga kami ini" ujar Jacob dengan penuh derai air mata.


Ghali seketika memandang ke arah Clay untuk menyingkirkan Jacob yang kini memegangi kakinya. "Aku harap Tuan Jacob dapat menepati janji yang Tuan bilang barusan, Sebab sebentar lagi polisi akan datang kemari untuk menangkap Ayahmu" ujar Ghali sembari mengacungkan jari telunjuknya ke arah Suryo.


Suryo semakin terkulai lemas kini nasibnya sudah jatuh diambang batas nadir, Dia pun tak kuasa menahan tangisnya meratapi nasib yang dialaminya saat ini bakan untuk hanya sekedar maaf pun Dirinya tidak bisa lagi.


Tiba-tiba Pintu ruangan dibuka menampilkan para polisi yang akan menjemput Suryo, "Tuan Suryo Anggoro, Anda kami tangkap dengan tuduhan penghasutan, pengrusakan, penghasutan pembunuhan, serta perampasan properti secara melawan hukum.... Anda selanjutnya berhak untuk diam dan Anda berhak untuk didampingi oleh penasehat hukum" ujar polisi tersebut sembari menunjukkan surat penangkapannya, kemudian Suryo dibawa keluar oleh para polisi untuk diperiksa.


Melihat kejadian tersebut didepan matanya itu Jacob semakin tidak kuasa menahan kesedihannya kini memang nasibnya sudah terkatung-katung dan entah dengan siapa Dia meminta pertolongan, begitu banyaknya dulu kalangan para politisi yang menjadi mitra bisnis mereka namun saat seperti ini, tidak ada satupun yang mau menolong mereka.


"Aku menyerah Tuan, tolong ampuni keluarga kami jangan biarkan keluarga kami hancur" ujar Jacob sembari terisak.


Ghali perlahan berjalan kearah Jacob dan merangkulnya untuk berdiri "Aku tidak bisa menolong Ayahmu untuk lepas dari jerat hukum, dan untuk menolong keluargamu itu tentunya hanya Kamu yang bisa menyelamatkannya bukan Aku.... Sebab Aku bukan tuhan. Sama sepertimu Aku hanya manusia biasa" ujar Ghali sembari menatap Jacob.


"Baiklah sebaiknya sekarang Kau setujui dengan kesepakatan yang telah kita buat sebelumnya hanya dengan itu Aku bisa menolongmu" ujar Ghali yang kemudian dibalas dengan anggukan oleh Jacob.


Mereka berdua pun melakukan penandatangan dokumen yang terkait dengan akusisi Anggoro Group dan pada malam ini nama Anggoro Group telah resmi bubar untuk perusahaan-perusahaan mereka selanjutnya akan tergabung dalam MW Group milik Ghali.


[DING] 'Selamat Tuan upgrade sistem telah selesai, versi sistem saat ini berada dalam V.17 '


[DING] 'Selamat Tuan mendapatkan 2x Kotak tingkat Emas '


[DING] 'Selamat Tuan menyelesaikan Misi Tersembunyi : mengambil alih Anggoro Group'


'Selamat Tuan Mendapatkan Skill book medis modern'


'Selamat Tuan Mendapatkan Skill book medis kuno'


'Selamat Tuan Mendapatkan 1.000.000.000 Poin sistem. Poin tuan saat ini berjumlah 302.316.055.990 '


Ghali yang saat ini sedang dalam perjalanan pulang menuju tempat Ia menginap, dikagetkan dengan notifikasi sistem.


'Kenapa pemberitahuannya bisa telat begini' gumam Ghali heran, namun tidak ditanggapi oleh sistem.


Sesampai Dia dikamar, Ghali kemudian tak lupa menghubungi para Istrinya itu untuk saling berkabar dan melepas rindu mereka, setelah beberapa saat Ghali kemudian menutup sambungan teleponnya.


'Patriot pasangkan semua skill yang barusan aku dapatkan'


[DING] 'Memasang Skill medis modern dan skill medis kuno'


Process.......10%


ARGHHHHHHHHH!!!


Pekik Ghali sembari memegangi kepalanya.


…20%…30%…50%…70%…100%


[DING] 'Skill telah terpasang'


Hosh...hosh...hosh


Deru napas Ghali tersengal-sengal 'Kenapa bisa sesakit ini rasanya lebih parah dari waktu pertama kali dulu' gumam Ghali.


[DING] 'Itu disebabkan Tuan memasang lebih dari satu skill secara bersamaan '


'Ishhhhhh, Kenapa gak bilang sih'


[DING] 'Dikiraiin udah tau (^_^.) '


'Baiklah, Patriot status'


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2