
Ghali yang kini baru saja tiba kembali ke hotelnya segera menuju kekamarnya untuk membawa pesanan para bumil.
"Ini pesanan kalian" ujar Ghali sembari menyerahkan kantung belanjanya kepada Nancy, "Asik....... Ada mangga" ujar Anisa kegirangan.
Tanpa menunggu lama Anisa pun mengupas mangganya dan melahapnya, Ghali yang melihatnya pun bergedik ngeri nampak tidak ada perubahan raut wajah dari Anisa yang melahap mangga seasem itu.
'Wanita hamil memang mengerikan' gumam Ghali sembari bergedik ngeri, "Sayang apakah kau mau ?" tanya Anisa sembari menyodorkan tangannya.
Dengan cepat Ghali menjawab "Nggak lanjutkan saja" ujar Ghali kemudian berlalu pergi menuju kamar mandinya.
Ghali pun membersihkan badannya setelah beberapa saat, Ia keluar dengan suasana yang lebih segar, dengan segera Ia mengganti pakaiannya.
"Honey Kau habis dari mana tadi ?" tanya Nancy sembari menyeruput jus tomatnya, "Aku habis keliling-keliling kota tadi" ujar Ghali kemudian Ia menceritakan kejadiannya bertemu dan menolong Joy.
Nancy dan Anisa pun hanya bisa menghela napas mendengar cerita Ghali, "Syukurlah kalau Kau tidak apa-apa" ujar Nancy.
"Oh ya, besok Aku akan mengajak kalian ke suatu tempat..... Apakah kalian mau ?" ujar Ghali, sejenak mereka pun nampak berpikir namun kemudian serentak mereka menjawab "Mau dong."
"Baiklah Aku akan hubungi Joy untuk menemani Kita besok" ujar Ghali sembari membuka ponselnya, mereka pun berbincang setelah beberapa saat kemudian mereka memutuskan untuk tidur.
*
Pagi hari ini terlihat Ghali dan para Istrinya telah bersiap pergi untuk jalan-jalan, "Sudah siap... oke let's go " ujar Ghali sembari merangkul lengan Nancy dan Anisa.
Mereka bertiga baru saja tiba di lobi hotel nampak disana Gendhis, Filia, Ordo dan Joy telah menunggu mereka.
Joy yang melihat Anisa dan Nancy seketika terpukau melihat keindahan dunia yang ada dihadapannya kini.
Pletak !!
Awwwwwwwwww !!
"Tuan, sakit sekali" ringis Joy setelah mendapat sentilan di keningnya itu. "Makanya lain kali jangan memandang Istri ku seperti itu" ujar Ghali, "Hehehe, habis Istri Tuan sangat cantik sekali" ujar Joy.
Nancy dan Anisa pun terkekeh mendengar perkataan pemuda delapan belas tahun tersebut, "Oh iya Joy lain kali jangan panggil Aku Tuan.... Panggil saja Aku dengan sebutan kakak, umur Kita kan hanya terpaut beberapa bulan saja" ujar Ghali.
"Baik..... Kak" ujar Joy dengan canggung, Ghali pun tersenyum menatapnya, "Oke baiklah, Kita berangkat sekarang" seru Ghali kepada semuanya.
Mereka pun memasuki mobilnya masing-masing, para pengawal Ghali berada di mobil yang dikendarai Joy, sedangkan Ghali dan para Istrinya berada di mobil belakang.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Anisa dan Nancy begitu terpukau dengan pemandangan yang ada, tak lupa juga mereka mendokumentasikan kegiatannya lewat kamera boba ponsel mereka tersebut.
Ghali pun tersenyum bahagia melihat para Istrinya yang begitu sangat senang kini. Setelah kurang lebih satu jam perjalanan mereka pun akhirnya sampai ketempat tujuan, tempat yang memang menjadi ikonik negara Inggris tersebut.
Nancy dan Anisa pun tak jauh beda layaknya anak kecil yang baru saja menemukan mainannya, mereka terlihat begitu gembira hingga sempat menjadi pusat perhatian para pelancong lain yang ada disana.
Ghali pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, pasrah akan ulah Istrinya tersebut, Ghali pun ikut juga dalam keseruan mereka sembari mendokumentasikan kegiatan mereka, namun tak lama kemudian kegiatan mereka dihentikan dengan dering telepon Ghali.
Ghali pun berjalan agak menjauh dari mereka untuk mengangkat telepon tersebut, terlihat disana Fylan yang memanggil.
"Iya kak... Ada apa ?" ujar Ghali pertama.
"Dik, Saat ini kita sedang berada di Rochdale" ujar Fylan kemudian meminta Ghali untuk mengganti ke saluran video.
Terlihat disana suasana menjelang malam hari dan juga terlihat para pekerja konstruksi berlalu lalang.
"Apakah pengerjaannya sudah berjalan kak ?" tanya Ghali sembari mengarahkan ponselnya.
"Sudah dek, bersyukur kita tidak sulit menemukan para pekerja, Aku juga berhasil merekrut mereka sesuai kebutuhan Kita" ujar Fylan.
Ghali pun mengangguk sambil tersenyum "Kerja bagus kak, berapa lama perkiraan mu untuk menyelesaikan pelabuhan, bandara dan jalan disana ?" tanya Ghali.
"Tidak apa-apa kak pergunakan sisa uang itu, untuk mensejahterakan para pekerja, dan kalau bisa pembangunannya lebih dipercepat lagi, sekalipun Kita harus mengeluarkan cost lebih itu tidak masalah bagiku" ujar Ghali.
"Kamu memang suka seperti ini, baiklah nanti Aku akan berdiskusi sama yang lain" ujar Fylan.
"Iya kak, Aku percayakan semuanya kepadamu demi tujuan Kita bersama" ujar Ghali yang kemudian menutup sambungan teleponnya.
'Kini satu persatu tujuan ku akan tercapai' gumam Ghali kemudian kembali mendekat kearah Istrinya itu.
"Kalian sedang makan apa ?" tanya Ghali, "Mau, ini wafel yang sangat enak sekali apalagi caramelnya" jawab Anisa sembari memakan wafel tersebut.
"Heuh, Bumil jangan jajan sembarangan" ujar Ghali, "Iya cerewet !!" teriak mereka serentak.
Melihat Ghali yang diperlakukan seperti itu Joy pun hanya terkekeh melihatnya, "Joy, habis ini kita akan kemana ?" ujar Ghali.
Sejenak Joy berpikir, setelah beberapa saat sembari menjentikkan jarinya "Bagaimana kalau kita ke the National Gallery, kebetulan disana sedang ada pameran lukisan peninggalan kerajaan mesir kuno" ujar Joy memberikan saran.
"Ide bagus Joy ayo Kita kesana sekarang" saut Ghali dengan penuh antusias, 'Ternyata Dia sangat tertarik dengan barang seni' gumam Joy yang baru saja mengetahui salah satu kesukaan Ghali.
__ADS_1
*
Kini mereka baru saja tiba di National Gallery, Ghali dan para Istrinya itupun berkeliling-keliling melihaht berbagai macam koleksi yang ada disana, sepanjang perjalanannya Ghali tidak henti-hentinya terpukau, setelah celingak-celinguk beberapa saat Ia memanggil salah satu petugas museum yang ternyata sekaligus sebagai kurator itu.
"Tuan perkenalkan nama saya Jovanka ada yang bisa saya bantu" tanya petugas wanita itu dengan ramah, "Ehemmm, Saya Ghali. Nyonya apakah lukisan yang ada disini bisa dijual ?" tanya Ghali dengan polosnya.
Jovanka pun terlihat menahan tawanya kemudian berkata "Mohon maaf Tuan koleksi yang ada disini tidak untuk dijual, kalau boleh Saya memberi saran tiga hari lagi akan ada lelang kesenian yang bertempat di museum Louvre, Prancis. Jika Tuan berminat kebetulan Saya juga akan berangkat kesana dan Saya bisa melakukan reservasi untuk Tuan" ujar Jovanka.
Sejenak Ghali berpikir "Eummmmmm, Baiklah lakukan reservasi untukku... Akan Aku transfer uangnya segera" ujar Ghali.
"Oh ya Jovanka bisakah Kamu menemaniku di acara lelang nanti ?" tanya Ghali kemudian, "Bisa Tuan" jawab Jovanka dengan bangga, "Baiklah Jovanka terima kasih atas bantuanmu." ujar Ghali, yang kemudian mengeluarkan ponselnya untuk mentransfer sejumlah uang kepada Jovanka.
[ting] 'Transaksi dana sebesar Rp 1.000.000.000 dari akun bank anda ke bank tujuan luar negri Bank Of England bernomor 92600975******** -Berhasil-'
[ting] 'Sisa saldo akun bank Anda Rp. 9.979.000.000.000 '
"Cek Rekening mu Jovanka, sisanya ambillah untuk biaya jasamu, dan Aku akan menambahkan sisanya setelah acara lelang" ujar Ghali.
Jovanka kaget dengan nominal yang tertera disana "Tu....Tuan terima kasih banyak" ujar Jovanka terbata-bata.
"Sama-sama, sampai ketemu nanti di paris Jovanka" pamit Ghali kemudian kembali pulang menuju hotelnya.
"Eughhhh, lelahnya Sayang apakah setelah ini Kita akan pergi ke paris ?" tanya Anisa sembari merebahkan badannya.
"Eumm, Ya" saut Ghali singkat sembari mengangguk.
"Honey, kayaknya Kami tidak akan ikut di acara lelang itu apakah tidak masalah ?" tanya Nancy, Ghali pun tersenyum kepada mereka "Tidak apa-apa kok kalian juga bebas mau ngapaiin disana, berbelanja lah sepuas kalian disana.... Nanti ada Gendhis dan Filia yang menemani" ujar Ghali.
Horeeeeee !!
"Memang itu yang Kita mau" Ujar Anisa dengan gembira, "Isssssshhhhh, Pakai bawa-bawa Kita segala lagi" ujar Nancy sembari menoel jidat Anisa.
"Hehehehe, lagian kan suami Kita tidak mempermasalahkannya kak..." ujar Anisa, "Yasudah gak apa-apa kok, asalkan bisa membuat kalian bahagia" ujar Ghali sembari tersenyum.
Nancy pun ikut tersenyum bahagia setelah mendengar Ghali berkata demikian.
.
.
__ADS_1
Bersambung..