
Di bangunan yang merupakan bangunan panti, anak-anak panti dan seluruh pengurus panti sudah diungsikan.
Ratusan personil polisi dan tentara terlihat membuat garis pertahanan, sementara ada puluhan personil lainnya yang membantu evakuasi warga sekitar.
Evakuasi dilakukan dengan cepat karena mereka berkejaran dengan waktu.
“Mereka mulai keluar!” teriak salah satu personil polisi yang langsung saja menembaki makhluk asing yang keluar dari dalam salah satu portal.
Suara tembakan segera terdengar, bergantian dengan suara ledakan granat yang memekakkan telinga.
Door... Door... Door... Door...
Booomm... Booomm...
Satu-persatu makhluk asing yang baru keluar dari portal terkena tembakan, dan juga terkena efek ledakan granat. Namun, semua itu hanya membuat mereka terluka, belum cukup untuk membunuh mereka.
Makhluk asing yang terluka, dalam waktu singkat luka-luka di tubuh mereka kembali pulih, dan itu bukanlah sesuatu yang aneh, bagi personil polisi dan tentara yang beberapa kali sudah menghadapi makhluk asing.
Jika itu bukan luka mematikan dan langsung membunuh, mahkluk asing dengan mudah menyembuhkan diri dari luka, dan kembali mereka pulih seperti sediakala.
Tap... Tap... Tap... Tap...
Tanpa sepengetahuan personil polisi dan tentara, Noah dan mereka yang mengikutinya berhasil naik di atas atap sebuah bangunan berlantai empat.
Mereka semua mengarahkan pandangan lurus kedepan, ke arah tiga portal yang terlihat jelas dari tempat mereka.
Dari dalam portal terus bermunculan mahkluk asing, sementara personil polisi dan tentara terus melakukan serangan.
“Kita bantu mereka dari tempat ini!” kata Noah.
Dia langsung saja mengeluarkan sebelas senjata senapan runduk (sniper rifle), beserta peluru berwarna perak.
Noah dan yang lainnya sudah bisa menggunakan senapan runduk, dan masing-masing dari mereka kini telah memegang senjata senapan runduk.
Untuk peluru perak, satu orang mendapatkan jatah seratus peluru, dan jika habis bisa langsung meminta kembali pada Noah.
Dengan peluru perak, mereka dapat melukai makhluk asing, dan luka itu tidak akan pernah bisa disembuhkan.
Bukannya sembuh, luka akibat peluru perak justru akan semakin parah seiring berjalannya waktu.
Noah mencari tempat yang nyaman, begitu juga dengan yang lainnya. Begitu berada di tempat yang nyaman, mereka segera membidik sasaran.
“Sayang, apa kita sudah bisa mulai menyerang mereka?” tanya Joy.
“Serang mereka jika kalian ingin melakukannya!” jawab Noah, dan dia segera menembakkan satu butir peluru ke arah kepala mahkluk asing.
Door...
Peluru melesat sangat cepat, dan tepat sasaran.
Makhluk asing yang terkena tembakan Noah, seketika makhluk itu tumbang, dan tidak pernah bangkit.
__ADS_1
Door... Door... Door... Door...
Tembakan kembali terdengar, dan tembakan barusan dilakukan oleh kedelapan kekasih Noah, serta Jacob dan Hans.
“Semua tembakan tepat sasaran!” gumam Noah dan dia tersenyum, lalu kembali dia membidik sasaran tembak selanjutnya.
Sementara itu, belum ada personil polisi maupun tentara yang sadar akan keberadaan Noah dan yang lainnya.
Mereka terlalu fokus pada lawan di depan mata, dan tidak terlalu peduli pada keadaan di sekitar.
Namun mereka merasa ada keanehan saat banyak makhluk asing yang mati, sementara mereka yakin jika belum melakukan serangan mematikan.
Tidak ambil pusing bagaimana makhluk asing bisa mati tanpa adanya luka mematikan, mereka terus saja menyerang musuh, menggunakan senjata di tangan.
......................
Di atas atap bangunan empat lantai, tempat Noah dan yang lainnya menyerang musuh, mereka terus saja menyerang, membuat banyak makhluk asing mati terkena serangan mereka.
“Tuan, jumlah mereka sama sekali tidak berkurang. Bagaimana kalau kita langsung menghancurkan portal tempat mereka muncul?” tanya Jacob sambil mengarahkan pandangan ke arah Noah.
“Untuk saat ini kita lihat dulu apa mahkluk asing terus keluar tanpa henti dari dalam portal! Jika mereka terus saja keluar tanpa henti, tidak ada pilihan lain bagi kita selain langsung menghancurkan ketiga portal!” kata Noah.
Jacob menganggukkan kepala mengerti, dan dia kembali fokus memperhatikan keberadaan makhluk asing yang keluar dari portal.
Menghitung jumlah makhluk asing yang keluar tiap menit, Jacob mendapati jumlah mereka semakin berkurang, bahkan sudah berkurang setengahnya dari beberapa menit yang lalu.
“Tuan, jumlah musuh semakin berkurang setiap menitnya, dan sepertinya kita tidak perlu membantu mereka secara terang-terangan untuk menghancurkan ketiga portal!” kata Jacob.
Noah tersenyum senang mendengarnya, tapi tidak lama kemudian senyuman di wajahnya tiba-tiba memudar, begitu dia mendengar perkataan sistem.
[Tuan, semakin sedikit jumlah merrka yang keluar, itu justru semakin berbahaya karena tidak lama lagi makhluk asing yang lebih kuat bakala keluar dari dalam portal]
“Apa kita semua akan kembali berhadapan dengan anjing berkepala tiga setinggi dua meter?” tanya Noah pada sistem.
[Sistem tidak bisa mengetahui makhluk asing seperti apa yang selanjutnya bakalan keluar dari dalam portal]
Noah menganggukkan kepala pelan mendengarnya, dan dia akan mencari tahu secara langsung, makhluk asing kuat yang bakalan muncul dari dalam portal.
Setelah berhasil membunuh banyak musuh, kedua mata Noah fokus pada sosok yang sebentar lagi bakalan keluar dari dalam portal.
Sosok mahkluk asing tinggi besar berkulit merah, keluar dari dalam portal pertama. Selain kulit berwarna merah, makhluk asing itu memiliki sepasang tanduk selayaknya seekor banteng, dan dia memegang sebuah kapal sebagai senjata.
Dari apa yang terlihat, Noah merasa mahkluk asing itu mirip sosok Minotaur, yang senantiasa muncul dalam cerita fantasi.
‘Wujudnya sama persis seperti Minotaur yang muncul dalam cerita fantasi,’ batin Noah sambil melepaskan satu tembakan ke arah makhluk asing yang dia putuskan menamainya Minotaur.
Seakan memiliki kulit yang terbuat dari baja, tembakan Noah sama sekali tidak cukup untuk melukai sosok Minotaur. ‘Sangat keras!’ batin Noah.
Saat peluru perak milik Noah tidak dapat melukai sosok Minotaur yang baru keluar dari portal, personil polisi dan tentara menggunakan senjata berat untuk mengalahkan Minotaur, bahkan helikopter serbu telah menembakkan beberapa rudal ke arah sosok Minotaur.
Rudal meledak tepat mengenai sasaran, tapi begitu asap efek dari ledakan menghilang, nyatanya ledakan itu tidak cukup untuk membunuh sosok Minotaur, dan hanya membunuh sisa mahkluk asing yang sebelumnya belum mati di tangan Noah dan yang lainnya.
__ADS_1
“Makhluk apa mereka ini? Ledakan sebesar itu bahkan tidak cukup untuk membunuh mereka?”
“Itu Monster!” kata salah satu tentara.
“Benar-benar monster, dan kita tidak mungkin dapat mengalahkannya dengan senjata ringan!” ungkap tentara lainnya.
Personil polisi dan tentara yang hanya mempersenjatai diri dengan senapan serbu dan granat, mereka segera mundur, dan posisinya digantikan personil yang mempersenjatai diri dengan rudal panggul.
“Langsung saja tembak!” teriak personil polisi yang menjadi pemimpin penyerangan.
Segera saja puluhan rudal ditembakan, dan ledakan besar terjadi secara berturut-turut.
Boom... Boom... Boom... Boom...
Puluhan sosok Minotaur yang keluar dari portal berada di tengah-tengah ledakan, dan banyak orang mengira mereka telah mati.
Namun, begitu asap efek dari ledakan besar sepenuhnya telah menghilang, mereka dapat melihat puluhan sosok Minotaur masih dalam keadaan berdiri kokoh dengan sedikit luka.
Semua orang membuka lebar mata yang mereka miliki.
“Mereka benar-benar masih bertahan, bahkan hanya mengalami luka kecil!” kata salah satu personil polisi.
“Sial! Kalau seperti ini apa yang harus kita gunakan untuk mengalahkan mereka?”
Mereka semua dibuat bingung tentang bagaimana cara mengalahkan sosok Minotaur, yang tidak mati meski terhantar rudal.
Sementara itu, Noah dan orang-orangnya yang berada di atas bangunan empat lantai, kini mereka tidak lagi menggunakan peluru perak sebagai senjata, melainkan menggunakan peluru api yang berwarna merah terang.
Setelah mendengar informasi dari sistem, kini saatnya Noah membuktikan kebenaran tentang peluru api yang dapat mengalahkan Minotaur.
“Jika ini berhasil, aku bisa segera pulang untuk beristirahat!” Noah membidik sasaran, dan siap menembakkan peluru api untuk membunuhnya.
Door...
Peluru ditembakkan, dan dengan gerakan yang begitu cepat, peluru menghantam kepala Minotaur.
Boom...
Kepala Minotaur seketika hancur, begitu juga dengan setengah bagian tubuhnya.
Kedua mata Noah terbuka lebar secara sempurna melihat semua itu. Nyatanya peluru api benar-benar mampu membunuh Minotaur.
Menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan untuk menormalkan keadaannya, segera Noah bicara, “Apalagi yang kalian tunggu? Cepat bunuh musuh yang masih tersisa!”
Mendengar perintah Noah, kedelapan kekasihnya, Jacob serta Hans, segera saja mereka melakukan tembakan, yang tentu saja sasaran tembak mereka adalah sosok Minotaur.
Begitu tahu peluru api dapat membunuh sosok Minotaur, dalam waktu singkat puluhan sosok Minotaur mati, dan segera saja Noah dan yang lainnya pergi meninggalkan lokasi kemunculan tiga portal, melalui gang sempit jauh dari lalu lalang mobil personil polisi dan mobil tentara.
Sebelum pergi Noah terlebih dahulu menghancurkan ketiga portal menggunakan peluru peledak, dan itu semua mengikuti saran terbaik yang diberikan sistem padanya.
‘Sekarang aku bisa istirahat untuk sementara waktu!’ batin Noah sambil mengendarai motornya menuju Mansion keluarga Ludwing.
__ADS_1
......................
Bersambung.