Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Panasnya Kolam Pemandian


__ADS_3

Waktu berlalu, saat berikutnya seluruh penyusup telah mati di tangan Rafael, bahkan mayat mereka tinggal tulang belulang karena Rafael menyedot habis darah mereka.


Flora sama sekali tidak marah, begitu mendengar kabar dan melihat sendiri bagaimana para manusia yang mati di tangan Rafael.


“Melihat apa yang telah mereka lakukan, kematian memang pantas mereka dapatkan,” kata Flora yang telah sampai di rumah yang ditempati oleh Noah dan yang lainnya, dan melihat sendiri mayat manusia yang telah mengering.


“Flo, apa kamu marah dengan kematian mereka?” tanya Joy.


Flora menggelengkan pelan kepalanya. “Aku sama sekali tidak marah. Sebelumnya aku juga sudah memperingati mereka, dan kalau mereka tidak mati di tangan Rafael, aku sendiri yang akan membunuh mereka. Jadi, karena mereka telah mati aku tidak perlu turun tangan langsung membunuh mereka,” ungkapnya.


Joy dan wanita lainnya merasa sangat puas dengan jawaban Flora. “Semoga tidak ada lagi manusia bodoh seperti mereka, yang datang hanya untuk menyerahkan nyawa,” kata Anggun sambil melihat kondisi mayat yang benar-benar hanya tersisa kulit dan tulangnya.


Tak ingin pemandangan mayat terlalu lama menghiasi rumah yang ditempatinya, apalagi ada tiga kekasihnya yang sedang hamil, dengan bantuan Rafael dan delapan vampir lainnya, Noah mengeluarkan seluruh mayat ke halaman rumah, lalu dibakar.


“Huh, tidak di Dunia Monster ataupun di Bumi, banyak manusia serakah yang iri dan senantiasa menginginkan milik orang lain, dan pada akhirnya nasib buruklah yang menimpa mereka,” gumam pelan Noah, sambil melihat tumpukan mayat yang mulai terbakar.


Disaat Noah, Rafael, dan kedelapan vampir yang seluruhnya merupakan pria sedang membakar mayat, para wanita selain tiga wanita yang sedang hamil, mereka membersihkan rumah sisa-sisa petarungan, terutama merapikan kembali kamar yang ditempati oleh Rafael dan kedelapan vampir pengawalnya.


Tiga wanita yang sedang hamil, mereka hanya diizinkan melihat apa yang dilakukan wanita lainnya, tak diizinkan ikut membantu apa yang sedang mereka lakukan. Lagipula, apa yang mereka lakukan bukan pekerjaan berat, dan dalam waktu yang begitu singkat, semua telah tertata rapi seperti sebelumnya.


Setelah semua masalah terselesaikan dan tak lagi ada sekelompok orang yang mengintai rumah, yang ditempati Noah dan yang lainnya, mereka semua bisa istirahat dengan tenang, termasuk Flora yang akhirnya ikut bermalam bersama Victoria dan seluruh kekasih Noah.

__ADS_1


......................


Pagi harinya, Noah menjadi orang petama yang bangun, dan dia memulai aktivitas pagi harinya dengan melakukan olahraga ringan di halaman belakang rumah. Dia melakukan olahraga selayaknya yang sering dilakukan saat di Bumi.


Berikutnya Noah pergi ke tempat pemandian untuk mandi, menyegarkan tubuhnya yang banyak berkeringat, setelah dia berolahraga selama hampir satu jam. Selama satu jam itu juga, Noah belum melihat ada tanda-tanda para wanita bangun, dan dia memakluminya, dikarenakan dia bangun terlalu pagi, bahkan saat ini matahari pagi baru saja terbit.


Setelah tiga puluh menit berendam di kolam pemandian, Noah ingin beranjak pergi meninggalkan kolam pemandian, yang siapapun bisa masuk termasuk para wanita.


Baru juga bangkit berdiri dari kolam pemandian dengan tubuh tanpa tertutupi sehelai benangpun, Victoria, Flora, dan juga Agnes tiba-tiba masuk kedalam kolam pemandian, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan Noah ternyata lupa mengunci pintu.


Agnes yang sudah sering melihat penampilan Noah seperti saat ini, dia bersikap biasa-biasa saja. Sementara Victoria dan Flora, keduanya secara bersamaan memegang area di antara paha, sambil kedua mata melihat bagian bawah Noah yang sama besarnya dengan lengan mereka.


‘Itu sangat besar dan panjang,’ batin Victoria.


Di sisi lain, setelah terdiam selama beberapa saat, Noah yang sadar kemana arah pandangan para wanita, dia segera merendam tubuhnya kembali ke kolam pemandian.


Agnes yang jelas melihat tingkah Flora dan Victoria, sekaligus melihat reaksi Noah, dia hanya tersenyum, lalu segera membuka pakaian luarnya, dan selanjutnya dia ikut berendam di kolam pemandian tepat di sebelah Noah.


“Sayang, apa kamu butuh bantuanku untuk membuatnya tertidur?” tanya Agnes sambil menunjuk sesuatu yang Noah tutupi menggunakan kedua tangannya, tapi karena ukurannya yang terlalu besar, kedua tangan Noah tak cukup menutupinya.


Noah ingin menolak, tapi secara tiba-tiba Agnes sudah memegang bagian bawahnya, dan tak lama dia memejamkan mata menikmati apa yang dilakukan oleh Agnes. Dia sepertinya sudah lupa dengan keberadaan Victoria dan juga Flora, yang kini sudah ikut berendam di kolam pemandian, tentunya setelah melepaskan seluruh pakaian terluar mereka.

__ADS_1


Agnes dan kedua wanita lainnya memang masih menggunakan pakaian, tapi begitu tubuh mereka dan juga pakaian yang mereka pakai basah terkena air, pakaian yang mereka sama sekali tidak bisa menutupi, apa yang ada di bagian dalam pakaian mereka. Terutama pakaian Flora yang sangat tipis, bahkan saat ini dia terlihat seolah tidak memakai apa-apa.


Hanya saja Noah belum melihat ke arah mereka, dikarenakan saat ini dia sedang memejamkan mata, menikmati apa yang dilakukan Agnes pada bagian bawahnya, dan setelah beberapa waktu menikmati apa yang dilakukan Agnes, Noah merasakan kepuasan, bersamaan dengan sesuatu yang keluar di dalam air.


Namun, bukannya kembali ke ukuran semula, bagian bawah Noah masih sama seperti sebelumnya, yang menunjukkan jika dia masih sangat perkasa, dan siap melanjutkan ke ronde kedua.


Tidak mungkin melakukan itu di depan Flora dan Victoria, Noah yang perlahan membuka kembali kedua matanya, dia bermaksud ingin langsung pergi, dan tak lagi peduli kedua wanita itu melihat bagian bawahnya. Lagipula mereka sebelumnya sudah melihat semuanya.


Baru juga membuka mata, tepat di depan matanya terdapat bukit kembar menggantung milik Flora, dan dari arah belakang, Noah merasakan pelukan erat dan sesuatu yang lembut mendorong punggungnya. Melirik ke arah belakang, dia melihat Victoria merupakan sosok yang memeluknya sangat erat.


“Sayang, kami semua telah setuju menjadikan Ria dan Vio sebagai saudara baru, dan mereka berdua juga sudah setuju. Kamu kami bebaskan melakukan apapun dengan Ria dan Vio, tapi aku berharap yang pertama kalinya dengan mereka, jangan di lakukan di tempat ini,” kata Agnes mewakili wanita lainnya, yang telah lebih dulu menjadi kekasih Noah.


Mendengar keseluruhan perkataan Agnes, Noah menelan kasar ludahnya, dan dia mulai membayangkan sekeras apa usahanya ke depan, supaya dia bisa memberikan kepuasan pada seluruh kekasihnya. Pastinya dia akan bekerja ekstra keras untuk memuaskan mereka, baik di atas ranjang ataupun di kesehariannya.


Saat Noah masih membayangkan seberapa keras dia harus berusaha, tangan-tangan lincah milik Victoria dan Flora mulai melakukan, apa yang sebelumnya di lakukan oleh Agnes. Keduanya melihat secara keseluruhan apa yang dilakukan oleh Agnes, dan sekarang mereka menirunya. Memang masih sedikit kaku, tapi itu hanya di awalnya saja, dan selanjutnya mereka semakin lincah, membuat Noah kembali menutup mata, menikmati sentuhan mereka.


Melihat Noah memejamkan mata, Flora dan Victoria tau mereka telah melakukannya dengan benar, dan mereka terus melakukannya, sampai mereka merasa ada getaran aneh dari apa yang mereka pegang, lalu selanjutnya mereka melihat cairan kental mengambang di air, sama persis seperti yang sebelumnya mereka lihat, saat Agnes melakukan apa yang mereka lakukan pada Noah.


Sementara itu, Noah yang sudah dua kali merasakan puncak kenikmatan, dia merasa cukup untuk pagi ini, dan ingin menuntaskan semua di kamarnya. Namun, dia tidak ingin begitu saja melepaskan ketiga wanita, yang membuatnya mendapatkan dua kali puncak kenikmatan.


Melihat tiga wanita yang lengah, Noah bergerak cepat menyerang mereka. Menggunakan kedua tangannya dan juga mulutnya, dia membalas perbuatan ketiga wanita secara bersamaan, dan selanjutnya suara penuh kenikmatan memenuhi kolam pemandian. Beruntung tak ada orang lain di dekat kolam pemandian, sehingga tidak ada yang penasaran dan melihat apa yang sedang terjadi di kolam pemandian.

__ADS_1


Dua jam kemudian tiga wanita keluar dari tempat pemandian dengan wajah memerah, sedangkan Noah, dia hanya tersenyum tipis saat berjalan di belakang ketiga wanita.


‘Sepertinya kolam pemandian harus dibersihkan, sebelum ada yang kembali menggunakannya,’ batin Noah.


__ADS_2