
“Bagaimana, apa kalian betah tinggal di rumah gua?” tanya Noah saat semua orang berkumpul untuk makan malam.
“Asal ada sayangnya kami semua, tentu saja kami betah,” jawab Jane, diikuti anggukan kepala wanita lainnya.
Noah tersenyum lalu dia berkata, “Besok kita akan mulai berburu, jadi malam hari ini kita sebaiknya perbanyak istirahat.”
Para wanita kembali menganggukkan kepala. Mereka memang istirahat tak lama setelah selesai makan malam bersama, dikarenakan mereka sudah lelah setelah seharian bercanda di rumah gua, menikmati kebersamaan mereka di tempat baru.
Noah sendiri juga ingin istirahat, sebelum esok hari dia akan memburu sebanyak-banyaknya monster.
Di dalam rumah gua terdapat lima kamar. Satu kamar ditempati Noah seorang diri, sementara kamar lainnya masing-masing ditempati oleh tiga wanita.
Selesai makan, mereka kumpul di ruang keluarga, melihat seperti apa keadaan di Bumi, yang sudah seharian mereka tinggalkan.
Berkat adanya sistem, mereka masih bisa berhubungan dengan mereka yang ada di Bumi, bahkan mereka bisa menikmati hiburan yang ada di Bumi melalui layar TV maupun ponsel.
Memanfaatkan panas matahari di Dunia Monster, masalah listrik juga senantiasa biasa diatasi, jadi mereka tetap bisa menikmati fungsi alat elektronik, sama seperti saat mereka berada di Bumi.
“Sebaiknya sekarang kita istirahat!” kata Noah melihat waktu menunjukkan hampir tengah malam.
Mereka semua segera masuk ke dalam kamar masing-masing, dan segera terlelap dalam tidur.
......................
Pagi hari.
Usai makan pagi bersama, Noah dan empat orang kekasihnya pergi meninggalkan rumah gua.
Yuna, Suzy, Vika, serta Prilly, mereka pergi besama Noah, sementara itu, Agnes, Anggun, Sasa, Amel, serta Joy, mereka tetap dirumah gua memastikan keamanan Ellena, Nancy, dan juga Jane.
Besok baru giliran mereka berburu dengan Noah, sementara empat wanita yang hari ini berburu, mereka akan berada di rumah gua menjaga Ellena, Nancy, dan Jane.
Sebenarnya Noah sudah diberitahu sistem jika kandungan ketiga kekasihnya sangat kuat, dan dia juga ingin mengizinkan mereka berburu, tapi kekasih yang lainnya melarang, dan pada akhirnya mereka tidak akan ikut berburu, jika tidak benar-benar diperlukan.
Ellena dan dua orang lainnya tidak masalah dengan keputusan seluruh saudarinya, dikarenakan itu bertujuan untuk kebaikan mereka yang sedang mengandung.
......................
Tujuan perburuan Noah hari ini adalah salah satu sarang goblin. Sistem sudah melakukan penghitungan, dan diketahui jika di sarang itu terdapat puluhan ribu goblin, dengan setengah dari mereka memiliki kekuatan di atas level 300. Sisanya, tentu saja mereka lebih lemah dari yang sudah disebutkan.
Saat Noah dan ke-empat kekasihnya baru saja tiba di tempat tak begitu jauh dari sarang goblin pertama, mereka melihat ratusan goblin pergi meninggalkan sarangnya.
Melihat ratusan goblin pergi meninggalkan sarangnya, Noah segera membawa ke-empat kekasihnya mengikuti goblin yang pergi meninggalkan sarang.
Dengan pergerakan yang sangat cepat, Noah langsung saja menyerang ratusan goblin, yang telah berada cukup jauh dari sarang mereka.
“Perburuan dimulai! Bunuh mereka semua, jangan ada yang bersisa!” kata Noah terdengar jelas oleh ke-empat kekasihnya.
Menegaskan katana yang telah berada di tangan kanannya, sangat cepat Noah membunuh goblin, yang level kekuatannya jauh berada di bawahnya.
“Mereka makhluk hijau menjijikkan,” kata Yuna melihat sesuatu yang bergantung milik para goblin.
Dia tau apa itu, karena pernah melihat dan merasakan milik Noah, yang jauh lebih besar dari apa yang dimiliki para goblin.
Meski pernah melihat milik Noah, tetap saja dia jijik dengan apa yang dimiliki oleh para goblin.
Tak ingin lebih lama lagi melihat benda menjijikkan milik para goblin, Yuna cepat membunuh goblin yang menjadi lawannya. Dia membunuh mereka semua dengan sekali serang, dan dalam waktu singkat belasan goblin mati di tangannya.
__ADS_1
Suzy, Vika, serta Prilly yang juga jijik dengan benda bergelantungan milik para goblin, mereka juga cepat-cepat membunuh seluruh goblin, yang menjadi lawan mereka.
Dalam waktu singkat ratusan goblin mati, dan Noah langsung saja membakar tubuh mereka yang mati, dengan cara menyentuhnya, setelah dia lebih dulu merubah tenaga dalam menjadi energi panas.
Tak lama setelah ratusan goblin terbakar, dari kejauhan Noah bisa melihat hampir seribu goblin berjalan ke arahnya.
“Sebaiknya kali ini kita menggunakan senjata api untuk mempercepat kematian mereka!”
Noah mengeluarkan senapan serbu dengan peluru perak, begitu juga dengan ke-empat kekasihnya. Tak lupa, mereka memasang peredam, untuk mengurangi suara berisik senapan serbu.
“Jumlah goblin sangatlah banyak, dan sepertinya mereka setiap hari akan keluar dari sarang, dan baru kembali saat datangnya malam,” gumam Noah yang saat ini sudah berada di atas dahab pohon besar, tepat di jalur yang akan dilewati para goblin.
Yuna dan Vika berada di sisi kanan Noah, sementara di sisi kirinya ada Suzy dan juga Prilly. Mereka sama-sama telah bersiap menyerang goblin, yang tak lama lagi akan masuk dalam jangkauan tembak senjata mereka.
Tunggu mereka sampai berada di jarak kurang dari lima puluh meter, baru kita serang mereka!” Noah memberikan instruksi pada ke-empat kekasihnya, yang segera saja dibalas dengan anggukan kepala.
Tak lama kemudian, saat para goblin semakin mendekat, Noah dan ke-empat kekasihnya mulai membidik musuh.
“Baiklah, sudah saatnya kita serang mereka!” kata Noah memberikan instruksi, dan langsung saja mereka menyerang para goblin.
Dor... Dor... Dor... Dor...
Sura tembakan terdengar sangat pelan, tapi kurang dari satu detik kemudian satu demi satu goblin tumbang, dan seiring dengan waktu yang terus berjalan, semakin banyak dari mereka yang berhasil ditumbangkan.
Dari yang sebelumnya jumlah mereka hampir mencapai angka seribu, kini mereka hanya tersisa puluhan, dan tak lama lagi mereka semua bakalan mati.
Noah sendiri sudah banyak mendapatkan poin level, dan dia lebih dulu akan mengumpulkan sebanyak-banyaknya poin level, supaya nantinya bisa sekaligus banyak meningkatkan level kekuatannya.
Seluruh rombongan goblin telah mati, tapi kali ini Noah tidak akan merepotkan diri membakar mereka yang telah menjadi mayat.
Untuk sekarang dia tidak akan melakukan semua itu, dikarenakan telah sadar jika saat ini dia berada di Dunia Monster.
Daripada membakar mereka, Noah lebih fokus pada kelompok goblin lainnya, yang berjalan mendekati tempatnya saat ini.
[Tuan, mereka akan terus berdatangan, sampai akhirnya seluruh goblin di sarang keluar untuk mencari makanan, dan biasanya keluarnya mereka akan terjadi dari pagi sampai siang hari]
“Jadi, mereka ini keluar untuk mencari makan? Lalu, apa makanan mereka?” tanya Noah dengan rasa penasarannya.
[Ya, mereka keluar untuk mencari makan, dan makanan kesukaan mereka adalah daging, termasuk daging manusia yang merupakan daging favorit mereka]
“Ternyata mereka pemakan segala jenis daging,” gumam pelan Noah, dan kembali dia fokus pada kelompok goblin yang tak lama lagi masuk ke dalam jangkauan efektif tembakannya.
“Mereka lebih banyak dari sebelumnya. Setidaknya jumlah mereka sepuluh kali lebih banyak, dan juga lebih kuat!” ungkap Prilly.
“Apa peluru perak kalian masih cukup untuk mengalahkan mereka semua?” tanya Noah.
“Punyaku seharusnya masih cukup,” kata Suzy.
“Aku masih ada ribuan butir peluru, dan sepertinya itu cukup untuk mengalahkan mereka,” ungkap Vika.
Yuna dan Prilly juga mengatakan jika peluru mereka masih mencukupi, untuk membunuh para goblin yang segera datang.
“Jika ada yang kehabisan peluru perak, kalian bisa mengatakannya langsung padaku! Untuk saat ini jangan dulu menggunakan peluru emas, karena musuh tidak sekuat itu sampai kita harus menggunakan peluru emas,” ujar Noah.
Ke-empat wanita yang mendengarnya mengangguk pelan, dan mereka segera saja fokus membidik, ribuan goblin yang berjalan semakin mendekat.
Nampak para goblin mengendus-endus sesuatu, begitu mereka semakin mendekati tempat Noah dan ke-empat kekasihnya.
__ADS_1
Hanya dengan melihatnya tanpa bertanya pada sistem, Noah tau jika mereka sedang mengendus-endus bau darah, dan bau darah itu berasal dari ratusan goblin yang sudah mati.
Melihat ribuan goblin terus bergerak maju, dan sebagian dari mereka sudah masuk dalam jangkauan efektif tembakan, Noah langsung saja mulai menembaki mereka, yang saat ini justru fokus melihat mayat sesama goblin.
Belum sempat mereka tahu apa yang terjadi pada para goblin, yang sudah ditemukan dalam keadaan menjadi mayat, satu demi satu dari mereka kini berubah menjadi mayat.
Belum juga kelompok goblin yang baru datang berhasil dikalahkan, kelompok goblin lainnya berdatangan, bahkan separuh dari goblin membawa busur dan anak panahnya.
“Ternyata yang kali ini datang memiliki persiapan, jauh lebih siap dari yang sebelumnya datang,” kata Noah melihat bagaimana ribuan goblin mulai menarik busur, dan mengarahkan anak panah ke arahnya.
“Memang kemajuan mereka memiliki anak panah, tapi hanya dengan itu tidak akan bisa mengalahkanku!” kata Noah.
“Kalian hati-hati dengan anak panah yang dilepaskan para goblin pemanah!” Noah memperingati ke-empat kekasihnya, sambil mengarahkan tembakan ke arah goblin pemanah, berusaha membunuh mereka.
Yuna dan tiga wanita lainnya mengangguk pelan, dan mereka mulai mewaspadai anak panah, yang akan dilewatkan goblin pemanah.
Merasa peluru terlalu lambat membunuh musuh-musuh mereka, apalagi mereka sedikit dibuat sulit oleh keberadaan goblin pemanah, pada akhirnya mereka memutuskan melakukan pertarungan jarak dekat.
Noah langsung saja mengeluarkan ke-dua katana nya, Yuna dengan satu katana, Suzy menggunakan cambuk, sementara Vika dan Prilly, keduanya sama-sama menggunakan sepasang belati hitam.
“Mari bunuh sebanyak-banyaknya goblin di tempat ini!” kata Noah.
Sedari tadi mereka telah membunuh ribuan goblin, tapi bukannya berkurang, jumlah goblin justru terus bertambah, karena semakin banyak kawanan goblin yang keluar meninggalkan sarangnya.
Setidaknya saat ini ada puluhan ribu goblin, dengan rincian lebih dari setengah jumlah mereka, hanyalah goblin biasa, dengan kekuatan dibawah level tiga ratus.
Mereka memang mudah dikalahkan, tapi jangan sampai lengah menghadapi para goblin yang unggul dalam jumlah, meski mereka lemah.
Sekali saja mereka lengah dan ada momentum goblin melukai mereka, saat itulah mereka akan bernasib buruk, dikarenakan setiap serangan goblin mengandung racun pelumpuh saraf ringan.
Racun itu memang tidak mematikan, tapi sedikit saja goblin berhasil melukai lawannya, racun itu akan mengenai lawan, dan dalam satu menit, mereka yang terkena racun akan lumpuh, benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa.
Tentu saja racun itu tidak akan bekerja pada tubuh Noah, yang memang memiliki kekebalan terhadap racun dan juga senjata.
Akan tetapi, racun itu masih dapat bekerja pada tubuh Yuna dan tiga wanita lainnya, yang tubuhnya belum memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis racun dan senjata.
......................
Setengah hari berlalu begitu saja, dan nampak terdapat puluhan ribu mayat goblin, diantara lima orang yang berdiri kokoh, di tengah-tengah mayat yang masih mengeluarkan darah segar berwarna hijau kehitaman.
Lima orang yang terlihat masih berdiri kokoh, tentu saja mereka adalah Noah dan ke-empat istrinya. Sementara untuk goblin yang sebelumnya menjadi lawan mereka, semua telah mati, tapi bukan berarti mereka sudah berhasil menghancurkan sarang goblin.
[Tuan, disarang mereka masih ada belasan ribu goblin dengan kekuatan di atas level 300, dan terdapat dua sosok Goblin Champions, yang memiliki kekuatan di atas level 600, tepatnya 645 dan 658]
“Ternyata kekuatan inti mereka masih berada di dalam sarang, dan setelah membunuh mereka semua, apa tidak ada hadiah khusus untukku?” tanya Noah.
[Jika Tuan menginginkan hadiah, makan hancurkan sarang goblin. Baru Tuan akan mendapatkan hadiah jika telah selesai melakukannya]
“Baiklah, kalau begitu aku akan menghancurkan sebanyak-banyaknya sarang monster, dan memanen hadiah darimu!”
[Aku senang jika hadiah dariku bisa memotivasi Tuan, dan membuat Tuan semakin bersemangat. Kalau seperti itu sebaiknya Tuan segera menghancurkan sarang monster di depan sana untuk mendapatkan hadiah daru sistem]
Noah menatap keberadaan sarang monster milik para goblin, lalu dengan santainya dia berkata, “Aku akan segera menghancurkannya, dan mendapatkan hadiah darimu!”
......................
Bersambung.
__ADS_1