Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Sebuah Keberuntungan


__ADS_3

Saat ini Noah belum tahu menahu apa yang terjadi pada Edgar dan keluarganya, dikarenakan dia saat ini fokus menemani Ellena menikmati keindahan pantai. Dia sama sekali tidak melihat kabar terpanas melalui ponselnya, begitu juga dengan Ellena. Kalaupun melihat ponsel, mereka melakukan itu hanya untuk memberi kabar pada Jane, Joy, Sasa, maupun Agnes.


Setelah puas menikmati keindahan pantai, saat ini keduanya sedang menikmati makan siang yang cukup telat dikarenakan hari sudah berganti sore, dan sebentar lagi mereka harus pulang supaya tidak kemalaman saat sampai di rumah. Selama makan, tidak ada yang mengganggu mereka, dan tidak butuh waktu lama mereka telah menyelesaikan makan malamnya.


Mereka telah puas menghabiskan waktu bersama, dan sekarang saatnya mereka melakukan perjalanan pulang. Baru berada di dalam mobil, Ellena yang baru saja mengecek kabar terpanas, dia buru-buru menunjukkan layar ponselnya pada Noah, saat melihat kabar buruk yang menimpa Edgar dan keluarganya. Dia tahu seperti apa hubungan Edgar dan kekasihnya itu, dan dia sama sekali tidak menyukai sosok Edgar.


“Edgar dan keluarganya sudah berakhir!” kata Ellena, dan dia tersenyum.


“Ya, mereka sudah berakhir,” balas Noah. ‘Bagaimana dengan pernikahan mereka? Aku berharap pernikahan mereka gagal, supaya aku bisa menyelesaikan misi sistem!’ batinnya.


Di saat Noah fokus mengemudikan mobilnya, Ellena terus saja melihat berita yang gencar memberitakan kehancuran Edgar dan keluarganya. Membaca semua itu, dia merasa senang dan puas dengan apa yang terjadi pada Edgar dan keluarganya.


“Apa yang Edgar dan keluarganya dapat, itu semua adalah karma dari apa yang pernah mereka lakukan padamu! Aku penasaran, bagaimana saat ini keadaan keluarga mantan kekasihmu?” ujar Ellena, dan tentu saja mantan yang dia maksud adalah Nancy, mantan kekasih Noah.


Noah hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, dan kembali dia fokus pada jalanan kembali ke ibukota yang sore ini lumayan padat tapi tidak sampai menyebabkan kemacetan panjang.


Sebuah kebetulan kecelakaan terjadi tepat di hadapan mobil yang dikemudikan Noah. Sebuah bus yang melaju kencang melewati bahu jalan tiba-tiba saja kehilangan kendali dan begitu saja menabrak pembatas jalan, dan sekarang bus itu melintang menutupi seluruh bagian jalan.


Noah menghentikan laju mobilnya tepat waktu, begitu juga dengan mobil-mobil yang berada di belakangnya. Terhindarlah semua orang dari kecelakaan beruntun, dan kecelakaan kali ini bisa dikatakan sebagai kecelakaan tunggal.


“Sayang, bagaimana keadaanmu, apa semua baik-baik saja?” tanya Noah dan dia memastikan Ellena dalam keadaan baik-baik saja. Bagaimanapun juga, barusan dia cukup kasar dalam upaya menghentikan laju mobilnya.


Ellena tersenyum senang mendapatkan perhatian dari Noah. “Aku baik-baik saja. Beruntung aku memakai sabuk pengaman, jadi aku terhindar dari benturan yang bisa membuatku cidera!” katanya sambil menunjukkan sabuk pengaman yang kali ini menjadi penyelamatnya.

__ADS_1


Noah bernapas lega setelah memastikan Ellena dalam keadaan baik-baik saja. Sekarang perhatiannya tertuju pada bus yang mengalami kecelakaan, dan hampir saja dirinya celana oleh bus itu. Dia tidak turun membantu karena seluruh penumpang sudah keluar dalam keadaan baik-baik saja, dan hanya sang supir yang mengalami luka ringan.


Bohong jika Noah tidak marah dengan cara mengemudi supir bus yang sangat ugal-ugalan, dan tidak memikirkan penumpangnya sendiri ataupun pengguna jalan lainnya. Oleh karena itu dia sama sekali tidak peduli dengan keadaan supir bus, dan hal yang sama juga dilakukan oleh pengemudi mobil lainnya. Mereka lebih peduli pada keadaan penumpang bus, dibandingkan keadaan supir bus yang terluka.


“Sayang aku ingin melihat keadaan penumpang bus!” kata Noah sambil menepikan mobilnya di pinggir jalan.


Ellena menganggukkan kepala, dan saat Noah keluar mobil, dia berjalan mengikutinya. Para bodyguard sudah bersiap di dekat Ellena, begitu dia keluar dari mobil. Noah berjalan mendekati penumpang bus, dan memastikan mereka semua dalam keadaan baik-baik saja. Kebetulan di dekat tempat kecelakaan terdapat sebuah toko yang menjual minuman, segera saja Noah memberi minuman, dan dia membagikan minuman itu pada penumpang bus untuk sekedar membuat tenang mereka yang sepertinya masih sedikit trauma, dengan apa yang baru terjadi.


Melihat Noah membagikan minuman pada penumpang bus, dua orang kru bus mendatanginya. Bukannya datang membantu, kedatangan mereka justru berupaya merebut minuman yang ada di tangan Noah. Tentunya Noah tidak membiarkan mereka merebut, apa yang memang bukan hak mereka, tapi bukannya sadar, mereka juatru marah dan berupaya memukul Noah.


“Apa yang kalian inginkan? Jika menginginkan minuman di tanganku, maaf daja, aku tidak membelikan ini untuk kalian, tapi aku membelinya untuk penumpang bus yang sudah kalian telantarkan!” kata Noah tegas, dan saat melihat dua orang kru bus mencoba memukulnya, dia cepat menghindari pukulan mereka.


“Hei, apa yang kalian lakukan? Bukannya berterimakasih pada masnya yang peduli pada penumpang bus kalian, ini kalian justru mau memukulnya! Sepertinya kalian ini harus dikasih faham!” kata seorang pria, lalu bersama lima pria lainnya mereka maju memukuki dua orang kru bus yang tingkahnya mirip preman di terminal.


Dengan dibantu beberapa orang yang merasa cukup memberi pelajaran pada kedua kru bus yang bersikap kurang ajar, akhirnya kedua kru bus berhasil diselamatkan, meski keadaan mereka sudah babak belur.


“Sudah biarkan saja mereka merasakan rasa sakit itu, dan merenungi kesalahannya!” kata seorang pria, lalu semua orang meninggalkan dua orang kru bus yang hanya bisa meringis menahan rasa sakit di wajah dan tubuhnya.


Noah sudah kembali ke dalam mobilnya, begitu juga dengan Ellena yang sebelumnya sedikit menghibur anak-anak penumpang bus.


Tidak lama setelah Noah dan Ellena kembali ke dalam mobil, berkat seseorang yang bisa mengemudikan bus, bus yang mengalami kerusakan di bagian depan tapi tidak mengalami kerusakan pada bagian mesin, akhirnya bus berhasil dievakuasi, dan diparkiran di pinggir jalan.


Dengan berhasilnya bus yang sebelumnya menghalangi jalan dievakuasi, sekarang jalanan kembali bisa di lewati, dan langsung saja Noah mengemudikan mobilnya meninggal lokasi kecelakaan yang masih ramai.

__ADS_1


Hari sudah malam saat Noah meninggal lokasi kecelakaan, dan dengan demikian bisa dipastikan dirinya bakal kemalaman saat sampai di rumah. Tujuannya pulang tepat waktu adalah supaya bisa menikmati makan malam bersama yang lainnya, tapi sepertinya malam ini itu tidak akan terjadi, dikarenakan dirinya bakal telat sampai rumah.


......................


Di rumah Noah.


Ke-empat wanita yang sebelumnya sibuk mempersiapkan makan malam dengan dibantu para pelayan di rumah Noah, mereka sangat yakin jika semuanya tidak akan siap tepat waktu, dan rasanya mereka ingin mengulur waktu supaya Noah dan Ellena datang sedikit terlambat.


“Harapan kita sepertinya terkabulkan karena sayangnya kita dan saudari Ellena akan sedikit telat karena perjalanan mereka sedikit terhambat karena adanya kecelakaan!” kata Sasa yang baru saja membaca pesan Ellena.


Segera mereka semua dapat bernapas lega, dan tidak lagi mempersiapkan semuanya dengan terburu-buru. Mereka semua menyiapkan acara makan malam dengan tenang, dan sekarang mereka yakin semua akan selesai tepat waktu.


“Kemungkinan dua jam lagi mereka sampai, jadi kita masih punya banyak waktu! Kerjakan semua dengan baik, dan tidak perlu mengerjakan dengan terburu-buru!” kata Agnes memberi komando. Dia adalah yang paling dewasa diantara yang lainnya, dan semuanya menunjuknya sebagai ketua dalam menyiapkan acara makan malam bersama.


Mereka semua yang sebelumnya begitu terburu-buru, kini mereka terlihat lebih santai, bahkan masih sempat mengobrol santai di sela-sela pekerjaan mereka.


“Kecelakaan memanglah sebuah musibah, tapi saat ini aku merasa kecelakaan itu adalah sebuah keberuntungan!” kata Joy yang sedang membantu Jane menyiapkan hidangan penutup.


“Tanpa adanya kecelakaan itu, kita pasti belum selesai menyiapkan semua saat mereka sampai, bahkan kita belum mempersiapkan diri. Begitu semua ini selesai, sebaiknya kita segera mandi! Tubuhku terasa sangat lengket dan berbau kurang sedap!” kata Jane.


Joy menganggukkan kepala mendengar apa yang dikatakan Jane, dan benar saja, mereka berdua buru-buru mandi setelah selesai dengan pekerjaannya.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2