
Di tempat Noah yang dipertemukan dengan monster Succubus.
Salah satu monster Succubus mendekat, mencoba menggoda Noah.
“Sungguh pria yang sangat tampan, kemarilah dan kita bersenang-senang bersama!”
“Kenapa hanya kamu yang ingin bersenang-senang denganku? Padahal aku bisa memberi kepuasan pada kalian semua.”
“Sungguh pria tampan dan perkasa. Baiklah, aku dan seluruh saudaraku bersedia bersenang-senang denganmu.”
Noah tersenyum mendengar itu, lalu tanpa berlama-lama dia menarik monster Succubus yang ada di dekatnya.
Bukan menarik untuk bersenang-senang, tapi justru menusuk dada monster Succubus menggunakan belati.
“Maaf saja, aku tidak tertarik bersenang-senang dengan sekumpulan monster seperti kalian!”
Melihat salah satu dari mereka mati dan mendengar apa yang dikatakan Noah, puluhan monster Succubus yang semula tenang, kini mereka sangat marah.
Tidak lagi terlihat wajah cantik yang sebelumnya diperlihatkan, yang ada hanyalah wajah menyeramkan.
Bagaimana tidak menyeramkan jika kini monster Succubus memiliki mulut lebar, dengan gigi tajam berjajar rapi selayaknya gigi binatang buas.
Cepat Noah menghindar, saat salah satu monster Succubus secara tiba-tiba menyerang dari belakangnya.
Selain gigi tajam, kini mereka juga memiliki kuku panjang setajam belati, dan mereka akan mencabik-cabik musuh menggunakan kuku tajamnya.
Berhasil menghindari serangan salah satu monster Succubus, Noah kembali menghindar saat musuh menyerangnya secara bersamaan.
Memiringkan tubuhnya ke kanan atau ke kiri, melompat ke belakang dan sesekali melompat secara acak. Noah masih saja terus menghindari serangan musuh-musuhnya.
‘Cepat dan merepotkan!’ batin Noah setelah mengalami sedikit kesulitan menghadapi puluhan monster Succubus.
Namun, di tengah pertarungannya, tidak sengaja Noah menyentuh bukit kembar milik salah satu monster Succubus, dan dia merasakan sensasi yang sama seperti saat menyentuh bukit kembar milik kekasihnya.
‘Benda itu memang besar dan kenyal, tapi sayangnya aku tidak tertarik benda milik para monster!’ batin Noah, dan dengan sengaja dia menusukkan belati di tangannya, di bukit kembar milik salah satu monster Succubus.
Tusukannya sangatlah dalam, apa lagi dia menarik ke bawah belati di tangannya, setelah menusuk sempurna bukit kembar salah satu monster Succubus.
Dengan luka menganga di bagian dadanya, tidak lama kemudian dia tumbang, dan kini sudah dua dari puluhan monster Succubus yang mati di tangan Noah.
Pertarungan tidak berakhir dengan kematian dua monster Succubus. Melanjutkan jalannya pertarungan, kini giliran Noah melakukan serangan balik, setelah sebelumnya dia lebih banyak menghindari serangan musuh.
Meski lawannya adalah monster wanita, Noah sama sekali tidak menahan diri.
Cepat dia melakukan serangan balasan, dan cepat satu demi satu monster Succubus mati di tangan Noah. Hanya dalam kurun waktu yang begitu singkat, belasan monster Succubus mati, dan tidak sedikit yang saat ini mengalami luka cukup serius.
Tidak memberi kesempatan pada musuh untuk menyembuhkan luka, Noah terus saja menyerang, dan kali ini dia menyerang menggunakan sepasang katana, tidak lagi menyerang menggunakan belati, yang jangkauannya tidak terlampau jauh.
“Kalau saja mereka bukan monster, aku tidak akan tega menyakiti mereka!”
Bagi Noah, pria yang menyakiti wanita adalah pengecut, dan tentu saja dia tidak ingin dianggap pengecut karena menyakiti wanita.
Meski monster Succubus adalah wanita, tapi mereka pengecualian. Jangankan menyakiti, dia bahkan sangat tega membunuh mereka.
Slash... Slash... Slash...
Kedua katana di tangan Noah menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Monster Succubus yang mengandalkan keahlian menggoda untuk mengelabui musuh, mereka benar-benar tidak berdaya saat menghadapi Noah, yang sama sekali tidak tergoda dengan godaan mereka.
Saat hanya menyisakan dua sosok monster Succubus, tiba-tiba keduanya membuka seluruh pakaiannya, dan menunjukkan wajah cantik, mencoba kembali menggoda Noah.
Tubuh putih mulus, bahkan bagian bawah tidak ada bulu yang menutupi keindahan bagian itu. Lekuk tubuh sangat indah, ditambah ukuran bukit kembar sedikit jumbo, membuat penampilan mereka sangatlah sempurna.
Jika pria lain, bisa dipastikan mereka bakalan tergoda, tapi sayangnya yang mereka goda adalah Noah, yang mana dia telah memiliki delapan sosok kekasih, yang jauh lebih sempurna, dari apa yang ditunjukkan kedua monster Succubus.
“Maaf saja, tubuh kalian sama sekali tidak menarik untukku!”
__ADS_1
Bukannya tergoda dengan keindahan kedua tubuh monster Succubus, yang ada Noah justru semakin bersemangat untuk segera mengakhiri hidup keduanya.
Dia bergerak sangat cepat, bahkan bayangannya tidak terlihat oleh siapapun. Saat sosoknya kembali terlihat, nambak dua monster Succubus terakhir telah tumbang, dengan kepala terpenggal, dan tubuh terbelah dua.
Mengayunkan kedua katana di tangannya, Noah membersihkan senjatanya dari bercak darah, lalu dia menyimpan kedua katana nya ke dalam ruang penyimpanan berbagai jenis senjata.
Setelah memastikan seluruh monster Succubus telah mati, Noah segera menghancurkan portal penghubung bumi dan dimensi lain, lalu setelahnya dia memilih pergi melanjutkan perburuan.
Dari membunuh puluhan monster Succubus, Noah mendapatkan tambahan lebih dari seratus lima puluh ribu poin level, dan itu cukup untuk membuatnya kembali mengalami peningkatan level kekuatan.
Level kekuatannya terus saja meningkat, tapi dia masih saja belum puas dengan level kekuatannya saat ini, dan dia ingin tumbuh lebih kuat lagi. Dia sadar banyak musuh kuat yang belum keluar.
Jika dia tidak segera meningkatkan kekuatan, bisa saja dia dikalahkan musuh yang lebih kuat, dan kekalahan bisa menjadi akhir sangat buruk untuk seluruh kehidupan di Bumi.
......................
Seperti malam sebelumnya, malam ini Noah sudah mengakhiri perbuatannya sebelum matahari terbit, bahkan dia mengakhiri perburuan saat di luar sana masih bermunculan portal dan monster.
Malam ini dia sudah mendapatkan lebih dari dua juta poin level, dan itu cukup membuatnya puas. Dikarenakan sudah puas dengan pencapaiannya malam ini, ditambah dia yang memang sudah merasa lelah.
Level kekuatannya hampir mendekati level lima ratus, dan itu tinggal sedikit lagi harapannya akan segera terpenuhi.
“Semoga mereka belum datang, sebelum aku berhasil meningkatkan level kekuatanku, ke level lima ratus!”
Noah berbicara dengan suara pelan sambil berjalan menuju kamarnya.
Sampai di kamarnya Noah segera mandi, dan begitu selesai mandi dia pergi ke halaman mansion bagian depan, menunggu kedatangan kedelapan kekasihnya.
Hampir tiga puluh menit lamanya Noah menunggu kedatangan kedelapan kekasihnya.
Mereka yang baru saja sampai sangat ingin memeluk Noah, tapi mereka sadar masih dalam keadaan kotor, dan jika ingin memeluk Noah, artinya mereka harus mandi lebih dulu.
Pada akhirnya untuk saat ini mereka hanya bisa memberi kecupan singkat di bibir Noah secara bergantian, lalu setelahnya mereka segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dari keringat dan percikan darah monster.
......................
Ellena, Prilly, Sasa, serta Joy sudah terkapar tidak berdaya di atas ranjang Noah, dengan Joy saat ini masih berada di bawah tubuh Noah, yang baru saja mencapai puncak kenikmatan, dan menanamkan benih ke rahimnya.
Ya, mereka baru saja melakukan permainan pantas dalam keadaan lelah, jadi permainan mereka tidak berlangsung lama.
Dalam waktu tiga puluh menit Noah berhasil menumbangkan salah satu kekasihnya.
Jadi, dia menghabiskan dua jam untuk menumbangkan Ellena, Prilly, Sasa dan terakhir Joy, yang beruntung karena berhasil menggapai puncak kenikmatan bersama dengannya.
Wajah ke-empat wanita terlihat sangat lelah, tapi juga terlihat sangat puas.
Sedangkan Noah, tanpa mencabut bagian bawahnya yang masih menyatu dengan bagian bawah milik Joy, dia membalikkan posisi, dan jadilah Joy tidur di atas tubuhnya.
Sama-sama merasakan lelah dan puas, mereka semua segera saja tertidur, bahkan mereka tidak menutupi bagian tubuh polosnya, karena terlalu lelah untuk melakukan itu.
......................
Menjelang sore, dari lima orang yang tertidur dalam keadaan tubuh polos, Noah menjadi yang pertama bangun, tapi saat dia bangun Joy sudah tidak lagi berada di atas tubuhnya, melainkan tidur tepat di sebelahnya.
Dengan gerakan pelan karena tidak ingin mengganggu waktu tidur ke-empat kekasihnya, akhirnya Noah berhasil bangkit dari tempat tidurnya, dan segera dia pergi ke kamar mandi.
“Ternyata empat lawan satu cukup membuatku lelah,” gumamnya pelan, dan segera dia mulai mandi.
Sepuluh menit Noah habiskan di dalam kamar mandi, dan begitu keluar kamar mandi dengan hanya handuk yang menutupi tubuhnya, dia melihat ke-empat kekasihnya telah bangun, dan tidak lagi nampak kelelahan di wajah mereka.
“Kalian ingin mandi dan bersiap makan sore, atau mau lanjut istirahat?” tanya Noah sambil melepaskan handuk yang melilit tubuhnya, dan di depan ke-empat kekasihnya dia memakai pakaian, sambil memamerkan ekor depannya yang setengah bangun.
Ellena, Sasa, Prilly, dan Joy yang melihat semua itu, sebenarnya ada keinginan mereka kembali memuaskan diri dengan ekor besar milik Noah, tapi mereka sadar jika kembali melakukannya, malam ini mereka akan kesulitan berjalan, dan mungkin tidak bisa pergi berburu.
Pada akhirnya mereka memilih menahan diri, dan sebenarnya Noah juga tidak ada niatan menggoda mereka dengan ekornya, yang tumbuh di bagian depan.
Pada akhirnya ke-empat wanita pergi mandi secara bergantian di kamar mandi, yang ada di kamar Noah. Untuk pakaian ganti, Noah sudah menyiapkan pakaian ganti untuk mereka sebelum dia pergi dari kamarnya.
__ADS_1
Keluar dari kamarnya, sebenarnya Noah ingin langsung pergi ke dapur, untuk melihat Agnes, Nancy, Jane serta Vita yang mungkin sedang membantu para pelayan menyiapkan makan sore untuk semua orang.
Namun, saat melewati sebuah kamar, tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan seorang wanita yang keluar dari kamar, dia langsung saja menarik Noah masuk ke dalam kamar.
Wanita yang tidak lain adalah Agnes, dia segera mengunci pintu begitu Noah masuk kedalam kamar bersamanya, lalu dia mengangkat tinggi roknya, dan menunjuk sesuatu yang saat ini sudah basah.
Sudah sering Noah mengalami keadaan seperti ini, dan dia tahu apa yang menjadi keinginan Agnes. Beruntung bagian bawahnya sudah siap berperang, dan peperangan yang begitu panas segera dimulai.
Tidak ada pemanasan yang mereka lakukan, keduanya langsung saja menuju puncak kenikmatan, begitu terjadi penyatuan.
Kedua tangan Agnes bertumpu pada pinggiran tempat tidur, sementara Noah, dia melakukan semuanya dari arah belakang.
Cepat Noah menggerakkan pinggulnya, dan itu semua diimbangi dengan dengan Agnes yang juga menggerakkan bagian bawah tubuhnya.
Lima belas menit kemudian tubuh Agnes bergetar, begitu juga Noah. Mereka melakukan dengan cepat, dan berakhir juga dalam waktu yang cukup cepat.
Meski berakhir sangat cepat, itu semua cukup untuk membuat mereka puas, terutama Agnes yang kini menunjukkan senyuman lebar di wajahnya, setelah dia membalikkan badan, berhadap-hadapan dengan Noah.
“Sayang, terimakasih!” kata Noah, lalu dia menciun kening Agnes.
Agnes mengangguk. “Aku juga berterimakasih karena itu sangat memuaskan!” ucapnya, lalu dia jongkok di depan Noah, lalu mulai membersihkan sisa dari pertarungan panas, yang baru saja berakhir.
Memasukkan kembali ke sangkarnya setelah dibersihkan, Agnes memberi kecupan singkat pada sangkar yang telah tertutup rapat, lalu setelahnya dia merapikan penampilannya sendiri.
Noah hanya tersenyum melihat apa yang dilakukan Agnes, lalu setelah melihat penampilan Agnes kembali seperti sedia kala, dia segera membawa Agnes keluar dari kamar, dan bersama-sama mereka berjalan menuju ruang makan.
Sampai di ruang makan, Noah segera mendudukkan diri di tempat duduknya, sementara Agnes, dia pergi ke kamar mandi, tidak jauh dari ruang makan.
Tahu apa yang baru saja terjadi pada Noah dan Agnes karena mereka juga sering melakukannya, Nancy, Jane, dan Vita, mereka tetap saja bersikap biasa, seperti yang setiap hari mereka lakukan.
......................
Setelah makan sore bersama, dan masih ada dua jam lagi sebelum malam datang, ditemani Nancy, Jane, dan juga Vita, Noah lari sore keliling komplek Mansion, yang lebih dari separuh Mansion di tempatnya saat ini adalah miliknya.
Saat berlari bersama sambil menikmati suasana sore, sesekali mereka berpapasan dengan sekelompok prajurit super yang juga sedang melakukan lari sore.
Prajurit super sangat menghormati Noah dan kedelapan kekasihnya. Saat berpapasan dengan Noah dan ketiga kekasihnya, mereka segera memberi penghormatan selayaknya anggota militer.
Noah dan ketiga kekasihnya mengangguk, menerima penghormatan mereka.
Lari sore kali ini diwarnai canda tawa Nancy, Jane, dan juga Vita, sedangkan Noah, dia tersenyum senang melihat canda tawa ketiga kekasihnya.
“Sayang, apa nanti malam kita masih berburu di tempat berbeda?” tanya Jane secara tiba-tiba, setelah canda tawa diantara tiga wanita mereda.
“Malam ini aku masih ingin melakukan perburuan seorang diri, tapi besok kita sudah bisa melakukan perburuan monster bersama-sama seperti biasanya,” jawab Noah.
Mendengarnya, Jane mengangguk pelan, begitu juga dengan Nancy dan Vita, yang ikut mengangguk pelan.
Saat fokus berlari, dari kejauhan mereka melihat mobil polisi melaju pelan, menuju arah mereka, dan benar saja mobil polisi itu berhenti tidak jauh dari tempat Noah dan ketiga kekasihnya menghentikan lari mereka.
Empat polisi muda yang cukup tampan keluar dari mobil, dan mereka berjalan menghampiri Noah, tepatnya bukan Noah, melainkan menghampiri ketiga kekasihnya.
“Sebentar lagi malam, kenapa kalian para wanita masih berkeliaran di luar rumah? Sebaiknya kalian ikut dengan kami, dan kami akan mengantarkan kalian pulang dengan selamat!” ucap salah satu personil polisi.
Jelas dari ekspresi wajahnya, mereka berempat tertarik pada ketiga kekasih Noah, tapi mereka saat ini benar-benar melakukan sesuatu yang salah, dikarenakan telah memancing keributan di kandang singa, yang senantiasa lapar.
Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...
Kurang dari sepuluh detik ke-empat polisi muda tumbang, dan yang melakukan semua itu adalah Noah.
“Maaf saja, aku sedang buru-buru jadi tidak ingin berlama-lama mengurusi kalian!” kata Noah, lalu dia begitu saja pergi melanjutkan oari sore bersama ketiga kekasihnya.
Sementara itu, tidak lama setelah kepergian Noah dan ketiga kekasihnya, sekelompok prajurit super yang menjadi pengawal bayangan Noah dan kedelapan kekasihnya datang, dan begitu saja mereka melempar ke-empat polisi muda ke dalam mobil.
“Kalian bodoh karena mencari masalah dengan sosok yang negara ini saja tidak berani berurusan dengannya!” ungkap salah satu pengawal bayangan, dan dia yakin jika ke-empat polisi muda tidak tahu siapa sosok Noah yang sesungguhnya.
......................
__ADS_1
Bersambung.