Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Keuntungan Menghancurkan Sarang Monster


__ADS_3

Noah terkejut melihat banyaknya jumlah Orc yang keluar dari dalam sarangnya. Bukan terkejut karena gentar dengan jumlah mereka, melainkan terkejut dengan jumlah poin level yang akan dia dapat begitu mereka semua mati.


Di sisi lain, Rafael dan kedepan vampir yang bersamanya, mereka masih bertanya-tanya tentang senjata yang digunakan oleh kesembilan kekasih Noah.


“Tuanku, sebenarnya senjata apa yang digunakan oleh seluruh Nona? Senjata itu mengeluarkan suara ledaka, dan terlihat sangat mematikan,” ujar Rafael.


“Senjata itu merupakan senapan serbu, yang dikembangkan dan di buat di Dunia asalku. Bisa dikatakan jika fungsinya mirip dengan busur dan anak panah.”


Noah memberi penjelasan paling ringan, dikarenakan dia yakin Rafael akan kebingungan jika menjelaskan secara menyeluruh apa itu senapan serbu, dan bagaimana bisa senapan serbu menembakkan peluru.


Rafael tentu masih bingung, tapi apa yang selanjutnya dikatakan Noah, membuatnya tak lagi bingung, melainkan dia kini justru penasaran dengan bagaimana rasanya menggunakan senjata api.


“Setelah sarang Orc di depan sana berhasil dihancurkan, aku akan melatihmu cara menggunakan senapan serbu!” kata Noah, lalu dia kembali fokus pada apa yang sedang dilakukan oleh kesembilan kekasihnya.


Anggun, Sasa, dan Vika, mereka menembaki Orc yang datang dari sisi kiri. Di sisi kanan ada Agnes, Suzy, dan juga Amel. Untuk Orc yang datang dari depan, ada Yuna, Joy, dan Prilly yang menembaki mereka.


Sudah dipastikan jika tidak ada Orc yang bakalan menyeranh dari arah belakang. Kalaupun ada, mereka akan langsung berhadapan dengan Noah, Rafael, serta delapan vampir yang siap bertarung menghadapi musuh.


Tidak ada satupun Orc yang dapat menahan tembakan kesembilan kekasih Noah.


Tiap kali tembakan dilakukan, bisa dipastikan ada satu Orc yang tumbang, dan tak lama kemudian bertemu dengan kematiannya.


Melihat semakin banyak Orc yang keluar dari sarang, dan level kekuatan mereka ternyata lebih kuat dari yang sebelumnya, kesembilan kekasih Noah mengganti peluru perak, menjadi peluru emas, yang jauh lebih mematikan dibandingkan peluru perak.


Satu peluru perak dapat membunuh satu sampai dia Orc dalam sekali tembak, membuat semakin banyak Orc yang mati.


Kalaupun tidak langsung mati begitu terkena tembakan, mereka akan mati dalam hitungan dibawah satu menit.


“Sayang, bagaimana kalau kita serang mereka menggunakan serangan jarak dekat? Menyerang dan membunuh mereka menggunakan senjata api, itu hanya sedikit memperlambat kematian mereka semua!” ujar Agnes.


Noah tentu saja setuju melakukan serangan jarak dekat, karena memang menyerang dari jarak dekat bisa lebih cepat membunuh musuh yang posisinya menggerombol.


Kesembilan wanita segera menyimpan senapan serbu mereka, lalu mengeluarkan senjata yang paling mereka sukai.


Noah sendiri juga mengeluarkan kedua katana sebagai senjata, begitu juga dengan Rafael dan kedelapan vampir yang terus mengikutinya.


Mereka tidak mengeluarkan senjata seperti yang dilakukan Noah dan kesembilan kekasihnya, melainkan mereka mengeluarkan taring dan kuku tajam sebagai senjata.


Berlari maju di bawah pimpinan Noah, mereka menyerang Orc yang jumlahnya masih lebih dari sepuluh ribu Orc.


Dengan level kekuatan berkisar antara level 460 sampai dengan level 640, mereka bukanlah lawan sepadan untuk Noah dan yang lainnya, yang rata memiliki kekuatan di atas mereka semua.


Raja Orc dan wakilnya belum menunjukkan diri. Sepertinya mereka yakin dapat mengalahkan Noah dang yang lainnya, hanya dengan kekuatan penghuni sarang, tanpa bantuan kekuatan mereka.


Tak membuang waktunya yang berharga, Noah segera menyerang Orc, begitu juga dengan yang lainnya.


Sebilan belas orang melawan belasan ribu Orc. Dalam jumlah, memang sangat tidak sebanding tapi begitu melihat kekuatan yang ditunjukkan Noah dan yang lainnya, jelas mereka lebih dari mampu untuk mengalahkan ribuan Orc.


Noah maju menyerang membuka jalan. Kesembilan kekasihnya menyerang sisi kanan, sementara Rafael dan delapan orang lainnya, mereka menyerang sisi kiri.


Dengan kekuatan besarnya, meski hanya seorang diri melawan banyak musuh, jumlah Orc yang mati di tangan Noah, setara dengan jumlah yang mati di tangan dia kelompok, yang masing-masing beranggotakan sembilan orang.


Seperti melakukan tarian kematian di tengah-tengah musuhnya, Noah bergerak lincah dan juga cepat, mengayunkan masing-masing katana di tangannya membunuh musuh.


Menggunakan katana yang jangkauan serangannya lebih jauh dari belati, membuat Noah bisa membunuh dua sampai tiga Orc dalam sekali kerang, bahkan bisa lebih dari tiga.


Ditambah dengan kecepatan dan kelincahannya, membuatnya semakin cepat dan banyak membunuh musuh-musuhnya.


Namun, jumlah musuh hanya sedikit berkurang, dikarenakan dari dalam sarang masih terus keluar Orc dengan kekuatan yang lebih kuat, dari yang sebelumnya.


Ribuan Orc mati, diwaktu yang sama ribuan Orc datang untuk kembali menambah jumlah mereka, yang sedang menghadapi pertarungan dengan Noah dan rombongannya.


Mereka semua tahu jika jumlah Orc hanya berkurang sedikit atau bahkan tidak berkurang sama sekali. Meski mengetahuinya, tak sedikitpun mereka memiliki keinginan menyerah, yang ada mereka justru semakin bersemangat.

__ADS_1


Wush...


Pemilik aura kuat keluar dari sarang, bersama dengan lima sosok yang level kekuatannya, belasan kali berada di bawah level sosok terkuat.


Dari aura kuat yang dirasakan oleh Noah, dia yakin yang baru saja keluar adalah sosok, yang kemunculannya sangat dinanti-nantikan olehnya.


Noah semakin kuat memegang katana nya, dan semakin cepat dia bergerak serta mengayunkan katana di kedua tangannya.


Slash... Slash... Slash...


Cepat Noah membunuh Orc yang menghalanginya, berhadapan langsung dengan Raja Orc dan seluruh wakilnya.


Bergerak lincah dan cepat kesana-kemari, setelah membunuh ribuan Orc, akhirnya Noah tiba di depan Raja Orc, yang dikawal ketat seluruh wakilnya.


Kelima wakil Raja Orc berdiri di depan Raja mereka, lalu bersama-sama mereka melesat maju menyerang Noah.


Diam tak sedikitpun bergerak dari tempatnya saat ini, Noah menanti dengan penuh semangat kedatangan lima wakil Raja Orc, yang datang menyerangnya.


“Kalian sendiri yang mendatangiku meminta kematian, jadi aku tak akan sungkan untuk mengakhiri hidup kalian semua yang memang sudah bosan hidup, dan menginginkan kematian dengan segera,” kata Noah sangat jelas.


Detik berikutnya, dengan kedua matanya, Noah jelas melihat pedang besar ke-lima wakil Raja Orc yang hampir mencincang nya, beruntung dia cepat menghindari serangan mereka.


“Hahahaha... kalian memang cukup kuat dan memiliki kemampuan, tapi sayangnya kalian salah memilih musuh! Bukannya kemenangan yang akan kalian dapatkan, melainkan kalian semua akan mati di tanganku!”


Mulai bergerak dari tempatnya, jika sesaat yang lalu Noah terus saja menghindari serangan musuh, kini tiba gilirannya menyerang mereka.


Menggunakan keterampilan berpedang yang sudah menyamai seorang ahli pedang, ditambah dengan kecepatan dan kekuatannya, membuat keahlian berpedang Noah semakin mengerikan, sekalipun kali ini yang dia gunakan adalah katana, bukan pedang seperti seharusnya.


Katana di masing-masing tangan Noah cepat menenas secara bergantian ke-lima wakil Raja Orc. Sekali dua kali serangan berhasil ditahan, tapi selanjutnya serangan Noah senantiasa mengenai bagian tubuh musuhnya.


Dia tidak meneteskan racun di kedua katana nya, membuat musuh hanya terluka saat terkena serangannya.


Sengaja Noah tidak menggunakan racun, dikarenakan dia ingin menikmati jalannya pertarungan dengan musuh, sekaligus mengumpulkan pengalaman bertarung.


Sudah banyak serangan yang tepat sasaran, dan membuat tubuh ke-lima wakil Raja Orc dipenuhi luka sayatan, baik itu sayatan kecil, maupun sayatan yang dalam dan panjang.


“Kalian sangat tangguh, tapi kematian kalian sudah pasti, dan aku datang untuk membunuh kalian.”


Sekalipun tau jika mereka tak mungkin mengerti perkataannya, Noah tetap berbicara pada mereka, dan setelahnya dia kembali melakukan serangan.


Di tempat lainnya, kesembilan kekasih Noah sama sekali tidak mengalami kesulitan menghadapi musuh mereka, begitu juga dengan Rafael dan kedelapan vampir.


Mereka senantiasa mendominasi jalannya pertarungan, membunuh sebanyak-banyaknya musuh dalam waktu singkat, membuat jumlah musuh terus berkurang, dan saat ini hanya menyisakan lima ribuan Orc yang menjadi lawan mereka.


Kesembilan kekasih Noah kali ini kompak menggunakan katana sebagai senjata mereka, membuat mereka bisa membunuh satu sampai dua Orc dalam sekali serang.


“Bunuh mereka semua untuk meningkatkan kekuatan kita!” teriak Agnes dengan suara lantang.


Tak ada balasan yang terdengar, tapi jelas terlihat jika semua wanita semakin bersemangat melawan dan membunuh sebanyak-banyaknya musuh mereka.


Noah yang melihat semangat kesembilan kekasihnya, dia juga semakin bersemangat dan sesegera mungkin dia akan membunuh ke-lima wakil Raja Orc.


Menyadari ke-lima wakil Raja Orc tak lagi mampu bertahan lebih lama dengan luka-luka di tubuh mereka, Noah memegang erat katana di masing-masing tangannya, dan dia akan memastikan serangannya kali ini cukup untuk mengalahkan ke-lima wakil Raja Orc.


Melesat maju bagaikan peluru sambil mengayunkan kedua katana di tangannya, tak ada satupun dari ke-lima wakil Raja Orc yang berhasil menahan atau menghentikan serangannya.


Noah memotong-motong tubuh ke-lima wakil Raja Orc, dan tak lama kemudian dia telah memastikan jika mereka semua telah mati, dengan anggota tubuh terpotong menjadi ribuan bagian kecil.


Dengan wajah tenang, setelah membunuh ke-lima wakil Raja Orc, Noah mengarahkan pandangan ke arah Raja Orc, dan saat Raja Orc mengedipkan kedua matanya, sosok Noah begitu saja menghilang dari tempatnya, membuat bingung Raja Orc yang tidak menemukan keberadaannya.


Detik demi detik berlalu, sosok Noah dengan masing-masing tangan menggenggam erat katana, dia muncul tepat di depan Raja Orc, dengan posisi kedua katana miliknya tertancap di perut Raja Orc.


Aaargh...

__ADS_1


Jeritan kesakitan terdengar saat Raja Orc merasakan sakit, begitu Noah menarik kedua katanya.


Darah segar mengalir deras keluar dari perut Raja Orc yang terluka, dan beberapa kali dia memuntahkan darah berwarna hijau kehitaman dari dalam mulutnya.


Tidak berhenti sampai di situ. Noah yang melihat Raja Orc terluka, dia kembali menyerangnya, dan kali ini dia mengayunkan katana, mengincar kedua lengan Raja Orc.


Sementara itu Raja Orc yang tau jika Noah akan kembali menyerangnya, dia menggunakan perisai dan pedang besarnya untuk menahan serangan Noah.


Trang... Trang...


Katana di masing-masing tangan Noah berbenturan dengan pedang besar dan perisai milik Raja Orc, menimbulkan suara yang begitu nyaring.


Mengambil satu lompatan jauh mundur setelah serangannya berhasil ditahan, Noah kembali menyerang setelah yakin jika pergerakan musuh akan jauh lebih lambat darinya.


Raja Orc meningkatkan kecepatannya, saat Noah menyerang dengan sangat cepat.


Dengan pedangnya dan juga perisai miliknya, Raja Orc terus saja menahan serangan Noah, tapi karena dia tak lebih cepat dari Noah, beneran setangan gagal di tahan atau dihindari, membuat tubuhnya telah mendapat berbagai luka.


Menyadari jika pertahanannya terlalu lemah, Raja Orc memutuskan mengerahkan seluruh kekuatannya menyerang Noah.


Namun, bukannya berhasil melukai musuh saat dia memutuskan menyerang, yang ada dia justru mendapatkan luka semakin banyak.


Memanfaatkan pertahanannya yang terbuka lebar saat Raja Orc memutuskan menyerang, Noah semakin mudah melukai tubuh Raja Orc menggunakan kedua katana nya.


“Saat kau memutuskan menyerang, saat itulah kematian semakin mendekatimu!” kata Noah.


Wuah...


Tak lagi ingin membiarkan Raja Orc hidup lebih lama, Noah segera merubah tenaga dalamnya menjadi energi panas.


Setelah energi panas telah menyelimuti tubuhnya Noah segera saia melesat maju menyerang Raja Orc.


Seperti tahu jika bahaya akan segera datang padanya, Raja Orc meningkatkan kekuatan pertahanannya, tapi semua itu terasa percuma saat dia menghadapi Noah yang dalam mode serius.


Wush...


Pergerakan Noah sangatlah cepat, membuat Raja Orc sama sekali tidak bisa melihat pergerakannya. Tau-tau Raja Orc merasakan luka yang terasa panas begitu Noah berhasil melukai punggungnya, menggunakan katana nya.


Aaargh...


Kembali terdengar suara jeritan kesakitan Raja Orc, dan kali ini suara jeritan itu terdengar sangat memilukan, seolah-olah dia sedang merasakan rasa sakit yang teramat menyakitkan.


Benar adanya jika dia saat ini memang merasakan rasa sakit yang menyakitkan, karena Noah terus saja menyerangnya, dan memenuhi tubuhnya dengan luka sayatan maupun luka tusukan.


Dari ujung kaki sampai ujung kepala, seluruhnya dipenuhi luka, dan luka-luka itu mengeluarkan kobaran api, yang perlahan mulai membakar tubuh Raja Orc.


Api berkobar semakin besar, membakar tubuh Raja Orc, dan saat ini tak lagi terdengar suara jeritan kesakitan karena telah dipastikan Raja Orc telah bertemu dengan kematiannya.


Setelah memastikan kematian Raja Orc, Noah pergi menghancurkan sarang milik Orc yang juga merupakan sebuah gua berukuran besar.


Dengan peledak Noah menghancurkan sarang Orc, dan setelah sarang hancur, dia pergi menghampiri kesembilan kekasihnya yang telah menyelesaikan pertarungan mereka, begitu juga dengan Rafael dan delapan vampir pengawalnya.


[Selamat tuan telah menyelesaikan misi bekerja keras menghancurkan dua sarang goblin dan dua sarang Orc]


[Mendapatkan hadiah : ]


[Dua puluh kali kenaikan level]


[Mendapatkan sepuluh nyawa tambahan yang bisa diberikan pada orang-orang yang memiliki ikatan dengan Tuan]


[Sepasang katana suci]


[Satu set Zirah Perang]

__ADS_1


Senyum lebar terlihat jelas di wajah Noah setelah mendengar semua yang disampaikan sistem padanya.


‘Aku tidak menyangka jika menghancurkan ke empat sarang monster bisa memberiku banyak keuntungan,’ batin Noah yang sedang berbahagia.


__ADS_2