
Dengan pergerakan yang cukup cepat, Flora memimpin semua orang menuju rumah Elf. Rumah Elf yang dimaksud adalah sebuah desa Elf, yang dihuni ratusan Elf, dan Flora adalah sosok penguasa di desa itu.
Bergerak dalam jumlah besar sebenarnya dapat memancing perhatian pihak penguasa Dunia Monster, tapi pergerakan mereka sangat berhati-hati, membuat tak ada kelompok lain yang menyadari pergerakan mereka.
Paling-paling yang melihat pergerakan mereka hanyalah sekelompok monster, yang dengan mudah dimusnahkan oleh mereka semua.
Sekelompok monster yang bertemu dengan rombongan di bawah pimpinan Flora, mereka tidak akan berakhir baik. Bisa dipastikan kelompok monster itu akan musnah tak bersisa.
Saat ini hampir tengah hari, dan mereka sudah melewati lebih dari setengah jalan, untuk sampai di Desa Elf. Dalam satu sampai dua jam ke depan, mereka semua bakalan sampai di tempat tujuan.
“Pemandangan alam Dunia Monster ternyata jauh lebih indah, dari apa yang selama ini aku lihat du bumi. Semua ini jauh dari perkiraanku, yang sebelumnya mengira Dunia Monster adalah tempat buruk dan menyeramkan,” ungkap Anggun.
Wanita lainnya mengangguk setuju, dikarenakan mereka benar-benar memiliki perkiraan sama persis, dengan apa yang diperkirakan oleh Anggun. Semua pemikiran mereka salah, dan faktanya pemandangan alam Dunia Monster jauh lebih baik dari yang ada di Bumi.
Namun, kini mereka bingung dengan para monster yang sangat ingin menguasai Bumi, padahal tempat tinggal mereka saat ini jauh lebih baik dari Bumi. Apa semua itu hanya karena mereka menginginkan manusia, yang merupakan makanan utama mereka?
Sepertinya benar, mereka menginginkan Bumi, dikarenakan keberadaan manusia di Bumi. Kalau saja tidak ada keberadaan manusia di Bumi, sangatlah mustahil para monster menginginkan Bumi, disaat dunia mereka berkali-kali lebih baik keadaannya dibandingkan dengan keadaan Bumi.
Wush... Wush... Wush...
Semua orang terus saja berlari, termasuk Ellena Nancy, dan juga Jane yang sedang hamil muda.
Mereka berlari sangat cepat, tapi nampak jelas jika mereka sangat berhati-hati.
Noah juga tidak begitu saja mengabaikan mereka, saat dia fokus berlari. Dia memang terus saja fokus berlari, tapi tak kelupaan memperhatikan sekeliling, memperhatikan keselamatan seluruh kekasihnya, terutama mereka yang sedang hamil.
Melihat keadaan sekeliling, Noah tidak menemukan cahaya mendekat, dan dia juga tidak sekalipun mendapatkan peringatan dari sistem tentang bahaya yang datang mendekat.
Tepat saat matahari berada di atas kepala, mereka semua memutuskan beristirahat, dibawah pohon rimbun, yang membuat mereka terlindung dari paparan sinar matahari yang siang ini cukup terik.
Bekal makanan yang telah disiapkan sebelum memulai perjalanan segera disiapkan oleh para wanita, dan selanjutnya semua orang menikmati waktu istirahat sambil mengisi perut yang mulai kosong.
Kurang lebih setengah jam waktu mereka habiskan untuk istirahat sekaligus menikmati camilan. Puas istirahat, dan perut juga sudah kenyang, mereka segera pergi melanjutkan perjalanan yang tinggal tak seberapa.
Terus saja berlari, mereka tidak menemukan hambatan, yang membuat lambat perjalanan mereka. Setelah istirahat, perjalanan mereka sangat lancar, dan lima menit lagi mereka semua akan sampai di tempat tujuan.
Dengan kecepatan lari mereka yang bisa mencapai kecepatan seratus kilometer per jam, bahkan bisa lebih cepat dari itu, akhirnya mereka sampai di Desa Elf, setelah menempuh perjalanan selama enam jam waktu bersih.
Gerbang Desa Elf telah terlihat dikejauhan, dan dengan kedua matang sendiri, Noah bisa melihat jika seluruh penjaga gerbang desa adalah wanita Elf, dengan postur tubuh mendekati kata sangat sempurna.
Namun, dari seluruh Elf wanita yang pernah dia lihat, Noah merasa penampilan Flora adalah yang paling sempurna dibandingkan penampilan Elf wanita lainnya.
“Akhirnya Nona Flora kembali,” kata wanita Elf penjaga gerbang desa, yang terlihat bahagia dengan kedatangan Flora dan puluhan Elf wanita yang ikut pergi dengannya.
“Apa sesuatu yang buruk terjadi selama kepergianku?” tanya Flora pada Elf wanita yang menjaga gerbang.
“Nona, Tuan Riyo, pemimpin Desa Elf pria kemarin datang mencari Nona, dengan tujuan kembali melamar Nona untuk menjadi istri keduanya.”
“Aku yakin dia datang dengan ancaman baru, dan paling-paling tidak jauh dari ancaman menghancurkan desa kita!” kata Flora.
“Nona benar, Tuan Riyo mengancam akan menghancurkan desa kita jika kali ini Nona masih menolak lamarannya, bahkan dia sudah mengumpulkan kekuatan di perbatasan desa, yang berbatasan langsung dengan desanya.”
Dalam diamnya, Flora pelan menggelengkan kepalanya, setelah mendengar semua itu.
“Aku tidak akan pernah menerima lamarannya dan menjadi istri keduanya! Lebih baik aku mati daripada menerimanya!” ujar Flora.
“Nona, kami semua juga lebih baik mati daripada membiarkan Nona menjadi istri kedua orang itu! Membiarkan Nona menjadi istri orang itu, sama saja kita semua harus tunduk padanya!” kata Elf lain, yang juga merupakan penjaga gerbang desa.
__ADS_1
“Flo, bukannya sudah biasa jika pria memiliki banyak istri, tapi kenapa kamu menolak menjadi istri kedua orang yang melamarmu?” tanya Ellena.
“Elle, pria dengan banyak istri memang sudah biasa, bahkan aku tidak masalah menjadi istri keberapapun, asalkan pria itu sesuai pilihanku. Akan tetapi, pria bernama Riyo ini memiliki tujuan lain saat ingin menikahiku.”
“Dia ingin menikahiku karena menginginkan kekuasaan atas Desa yang telah aku bangun, dan membuat seluruh Elf wanita menjadi budaknya,” jelas Flora.
“Bukannya kamu masih bisa melawannya jika dia melakukan semua itu, setelah menjadi suamimu?” ujar Nancy sambil menatap wajahnya Flora.
“Melawan setelah menjadi istrinya tidak mungkin bisa aku lakukan, dikarenakan di Dunia ini seorang istri akan mati mengenaskan jika berani melawan suaminya, dan sudah banyak kejadian seorang istri mati saat berani melawan suaminya,” ungkap Flora.
Setelah mendengar itu, seluruh kekasih Noah, ditambah dengan Victoria, mereka segera mendukung keputusan Flora menolak lamaran Riyo.
“Sayang, kamu harus membantu desa Flo jija orang itu menyerang desa setelah lamarannya ditolak!” pinta Agnes sambil menatap wajah Noah.
Noah hanya membalas dengan menganggukkan pelan kepalanya.
“Sudah-sudah, kita akan membahas itu nanti, kalau dia kembali datang! Untuk sekarang sebaiknya kalian semua ikut masuk denganku!” kata Flora, lalu dia membawa semua orang masuk kedalam desa.
Flora membawa Noah dan yang lainnya pergi ke sebuah rumah yang akan mereka tempati, selama berada di desanya. Untuk puluhan Elf wanita yang ikut dalam perjalanannya, Flora membiarkan mereka kembali ke rumahnya masing-masing untuk istirahat.
Baru juga Noah dan seluruh kekasihnya sampai di rumah yang akan mereka tempati dengan diantar langsung oleh Flora, salah satu Elf yang berjaga di gerbang desa menghampiri Flora.
“Nona, Tuan Riyo ada di depan gerbang desa, dia memaksa masuk setelah mengetahui Nona telah kembali ke desa.”
“Aku akan menemuinya, dan mengusirnya!”
Flora bermaksud menghadapi Riyo seorang diri, tapi Noah segera menghentikannya.
“Aku akan menemanimu menemui orang itu!” kata Noah tegas, tak bisa dibantah.
Jika Noah pergi, Rafael juga akan pergi, begitu juga dengan delapa vampir pengawalnya.
Selain mereka, semua akan ikut kembali ke gerbang desa menemui Riyo, yang datang begitu mendengar kabar kembalinya Flora ke desa.
Tidak lama mereka telah sampai di gerbang desa, dan mereka bisa melihat Riyo yang tidak datang sendirian, melainkan datang bersama banyak Elf pria.
Lima Elf pria berada tepat di belakang Riyo, sementara di kejauhan ada ribuan Elf pria dengan persenjataan lengkap, seolah mereka telah siap berperang.
[Misi sistem terpicu]
[Misi sistem, bekerja keras mengalahkan Riyo dan seluruh pengikutnya, yang memiliki niatan buruk pada Nona Flora dan desa yang dibangunnya]
[Hadiah misi : ]
[Mendapatkan kepercayaan Nona Flora dan seluruh penduduk desa]
[Mendapatkan 100 persen cinta Nona Flora]
[Lima kali peningkatan level kekuatan]
“Sistem, kamu senantiasa memberikan misi yang sangat sesuai dengan keinginanku, tapi hadiah-hadiah itu, bukannya itu artinya aku akan segera memiliki 13 kekasih?” ujar Noah.
[Dengan tambahan lima level kekuatan, level kekuatan milik tuan akan melampaui level 800, itu tandanya Tuan harus mendapatkan kekasih yang ke 13, jika ingin meningkatkan kekuatan]
[Sebuah kebetulan Nona Flora memilik seluruh persyaratan menjadi kekasih Tuan yang ke 13]
“Hah, baiklah, aku akan menerima semua hal baik yang kami berikan padaku,” kata Noah dalam pikirannya, lalu dia fokus melihat pria bernama Riyo, yang tiba-tiba tersenyum, begitu dia melihat keberadaan Flora.
__ADS_1
Akan tetapi, ekspresi wajahnya seketika menjadi jelek begitu dia melihat keberadaan Noah di dekat Flora.
Namun, dia seketika tersenyum lebar saat mengarahkan pandangan ke arah enam wanita di dekat Flora, yang tak lain mereka adalah ke-enam kekasih Noah.
“Apa yang kau inginkan kali ini? Jika kau masih ingin melamarmu untuk menjadi istrimu, jawabanku tetap sama, aku menolaknya dan lebih baik mati daripada menjadi istrimu!” kata tegas Flora.
“Apa kau yakin tetap menolakku, saat aku datang bersama kekuatan besar di belakangku?” tanya Riyo lalu menunjukkan senyuman mengejek di wajahnya.
“Cih! Aku tidak peduli dengan kekuatan besar di belakangmu. Kalau kau menginginkan peperangan, aku akan mengabulkan apa yang menjadi keinginanmu!” kata Flora tanpa rasa takut.
Noah yang mendengarnya tersenyum, begitu juga orang-orang yang berada di sisi yang sama dengan Flora dan Noah.
Riyo menggertakkan giginya, begitu mendengar perkataan Flora. Dia marah karena kekuatan miliknya belum cukup untuk membuat Flora bertekuk lutut di hadapannya, dan dia semakin marah karena ada pria yang berada di dekat Flora, yang selama ini dia tahu sangat anti dengan keberadaan seorang pria.
“Jika kau hanya sekedar mengancam supaya aku mau menerima lamaranmu, sebaiknya segera bawa pergi orang-orangmu, karena keberadaan mereka membuat jelak pemandangan desaku!”
Dengan suara yang sangat jelas terdengar, Flora menyindir keberadaan Riyo dan orang-orangnya.
“Kau benar-benar telah menghabiskan kesabaranku! Hari ini juga aku akan menghancurkan desa yang kau bangun, dan aku akan merusak seluruh Elf wanita, termasuk kau!” teriak Riyo dengan suara lantang.
Dia mengangkat tangannya, memberi tanpa pada orang-orangnya untuk memulai menyerang desa.
“Sayang, serahkan mereka pada kami!” kata Yuna, lalu dia maju menyerang orang-orang Riyo bersama lima wanita lainnya.
“Rafael, bantu kekasihku melawan musuh mereka!” kata Noah memberi perintah pada Rafael.
“Baik, Tuan,” kata Rafael, dan dengan membawa kedelapan pengawalnya, dia maju membantu ke-enam kekasih Noah, yang sudah lebih dulu maju menyerang ribuan Elf pria, yang merupakan pengikut Royo.
Jumlah mereka lebih dari tiga ribu Elf pria, dengan sosok terkuat berada di level 490, level kekuatan yang jelas jauh lebih lemah dari ke-enam kekasih Noah, bahkan mereka lebih lemah dari seluruh pengawal Rafael.
Riyo tersenyun sinis melihat segelintir orang yang maju menyerang orang-orangnya, tapi tak lama kemudian dia dibuat terperangah dengan apa yang dilihatnya, saat segelintir orang dengan mudah mengalahkan orang-orangnya.
Sorot matang tajam menatap segelintir orang yang sangat cepat membunuh satu demi satu orang-orangnya, membuatnya merasa jika segelintir orang itu bukan orang lemah, dan menebak kekuatan mereka setara dengan lima orang di belakangnya.
“Kalian berlima, bunuh mereka semua untukku!” perintah diberikan Riyo pada lima orang yang berada di belakangnya.
“Baik Tuan, kami akan membunuh mereka!” kata salah satu dari kelimanya, kemudian mereka berlari menyerang lima dan enam kekasih Noah.
Akan tetapi, belum juga berhasil menjangkau keberadaan mereka, Rafael dan empat pengawalnya datang menyerang mereka.
Rafael dan keempat pengawalnya, mudah bagi mereka mengimbangi kekuatan lima orang kuat, yang dimiliki Riyo, dikarenakan kekuatan Rafael dan keempat pengawalnya masih berada di atas kelimanya.
“Sebelum mereka semua mati, aku sarankan untukmu segera pergi dari tempat ini!” kata Noah, berbicara dengan Riyo.
“Ka-Kau, siapa kau berani menyuruhku?” seru Riyo, tidak terima dengan apa yang baru dikatakan Noah.
“Kalau kau tanya siapa aku, aku bisa menjawab, kalau aku adalah calon suami Flora, wanita yang telah berkali-kali menolak lamaranmu!” kata Noah sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.
Disaat yang sama, tiba-tiba Flora merasa wajahnya hangat, dan dadanya berdebar-debar setelah mendengar apa yang baru dikatakan Noah.
Sementara Riyo, wajahnya seketika menggelap begitu mendengar semua itu. Dia benar-benar tidak terima saat ada pria lain yang mendapatkan Flora, apalagi dia tidak melihat adanya penolakan dari Flora, saat pria itu mengatakan jika dirinya adalah calon suaminya.
“Jika kau masih memiliki malu karena berani menginginkan wanita yang jelasjel sudah ada pemiliknya, sebaiknya segera pergi dari tempat ini, tapi jika kau memaksakan apa yang menjadi keinginanmu, aku tak akan segan lagi memisahkan kepala dan tubuhmu!”
Aura mengerikan seketika muncul menyelimuti tubuh Noah, membuat Riyo yang melihat dan merasakan aura itu seketika dilanda ketakutan.
“A-Aku tidak ingin mati!” teriak Riyo lalu dia pergi melarikan diri, tapi sayangnya Rafael tidak membiarkannya pergi.
__ADS_1
Sepeda dia mengalahkan lawannya, dia mencabik cabik tubuh Riyo dari belakang, dan terakhir dia menghisap darah pria itu sampai kering, memberikan kematian tanpa rasa sakit pada Riyo.
“Ternyata dia tidak diizinkan pergi meninggalkan tempat ini!” gumam Noah sambil tersenyum, sementara Flora, dia menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya yang memerah.