Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Keberadaan Mata-Mata


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pagi ini saat bangun tidur, begitu membuka mata, Noah sudah disambut pemandangan indah, dimana pagi ini Agnes sudah berada di kamarnya, menunggu pria yang dicintainya bangun tidur.


“Apa kehadiranku di tempat ini justru mengganggu waktu tidurmu?” kata Agnes yang duduk di tepian ranjang, tepat di sebelah Noah yang baru saja bangkit duduk, dan belum memiliki keinginan lebih untuk meninggalkan tempat tidurnya.


“Tidak ada yang mengganggu waktu tidurku, yang ada aku justru bersemangat karena di pagi hari sudah ada wanita cantik yang menyambut pagi bersamaku!” kata Noah dan ia tersenyum.


[Misi sistem terpicu]


[Tuan harap mengerjakan misi sistem, memberi ciuman selamat pagi pada Nona Agnes! Jika Tuan bisa mengerjakannya dan menyelesaikannya, hadiah istimewa akan menjadi milik Tuan]


‘Tanpa ada misi sistem, aku memang akan melakukan itu!’ katanya dalam hati, dan saat Agnes masih terus menatapnya yang baru saja bangun tidur, ia cepat mendekatkan wajahnya ke wajah Agnes, dan begitu saja mendaratkan ciuman di pipi Agnes yang seketika itu juga wajahnya tiba-tiba bersemu merah.


“Ke-Kenapa kamu tiba-tiba menciumku?” tanya Agnes yang sudah menutup wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya.


“Itu ciuman selamat pagi untuk wanita yang aku cintai, dan kamu adalah yang pertama mendapatkannya!” jawan Noah dan ia pergi ke kamar mandi, meninggalkan Agnes yang benar-benar merasakan panas di wajahnya.


Mungkin asap bisa keluar dari pori-pori wajahnya jika saja manusia bisa melakukan itu. “A-Apa yang barusan dikatakannya? Ci-ciuman selamat pagi, dan aku yang pertama mendapatkan ciuman itu darinya!” gumam Agnes, dan ia sangat senang atas apa yang baru saja dilakukan Noah, sampai ia lupa tujuan utamanya datang menemui Noah pagi ini.


“Astaga, aku sampai lupa tujuanku yang ingin mengajaknya sarapan bersama!” Saking senangnya mendapatkan ciuman pagi dari Noah, Agnes sampai lupa tujuan utamanya menemui Noah pagi ini.


Kembali mengingat apa yang menjadi tujuan mendatangi Noah, ia menunggu Noah keluar dari kamar mandi, baru setelahnya ia akan mengajak Noah pergi sarapan bersama.


Cklek...


Noah baru saja keluar dari kamar mandi setelah cuci muka, gosok gigi, dan mengganti pakaiannya. Untuk mandi, ia belum melakukannya karena tahu Agnes bakalan lama menunggu jika ia sekalian mandi, dan ia tidak ingin membuat Agnes terlalu lama menunggunya.


Senyum Noah terlihat saat ia menghampiri Agnes yang masih duduk di tepian ranjang, dan setelah mendengar tujuan Agnes mendatanginya pagi-pagi, ia memutuskan pergi dengan Agnes mencari tempat sarapan terbaik yang terletak tidak terlalu jauh dari komplek perumahan tempat tinggalnya.


Pada saat Noah keluar menggunakan mobil dan tentunya ia sedang berduaan dengan Agnes, ia merasa ada yang sedang mengawasinya, dan dengan keterampilan mata tembus pandang, ia mencari keberadaan orang-orang yang sedang mengawasi keberadaannya.


Ia mengatakan orang-orang karena merasa ada lebih dari satu orang yang sedang mengawasinya, tapi mereka melakukan itu dari luar rumahnya.


Tanpa kesulitan Noah menemukan keberadaan orang-orang yang ingin ia ketahui keberadaannya. Mereka ada di luar rumahnya, tepatnya di dalam mobil yang sedang membuntutinya dari kejauhan, dan ada empat orang di dalam mobil itu.


‘Aku harus mewaspadai keberadaan mereka, dan tidak akan aku biarkan mereka menyakiti orang-orangku!’ katanya dalam hati, dan ia mengirim pesan pada para pengawal yang ditugaskan sang kakek memberi perlindungan padanya.


Ada delapan pengawal yang tinggal di rumah Noah. Mereka adalah orang-orang kepercayaan Richard serta memiliki kemampuan di atas rata-rata, dan lagi mereka masing-masing dibekali berbagai jenis senjata, termasuk keberadaan senjata rahasia dan racun mematikan.


“Kalian cari tahu siapa orang-orang yang saat ini sedang membuntuti mobilku!” Pesan Noah kirim pada Jacob, pemimpin pengawal yang ditugaskan Richard untuk menjaga keselamatan cucu yang akhirnya ia temukan, meski nyatanya Noah lah yang lebih dulu menemuinya.

__ADS_1


Dikarenakan jarak dari rumahnya saat ini masih dekat dan sengaja ia memacu mobil dalam kecepatan sedang cenderung lambat, Noah yakin Jacob dan yang lainnya tidak akan kesulitan mengejar laju mobilnya.


...----------------...


Dij alanan sepi, tidak jauh dari rumah Noah.


Saat ini dua mobil melaju kencang di jalanan, dan secara tiba-tiba salah satu mobil menyusul mobil yang melaju di depannya, lalu membuat mobil yang telah di susul berhenti secara paksa. Sedangkan satu mobil yang berada di belakang, ia berhenti tepat di belakang mobil yang dihentikan secara paksa. Terlihat juga dikejauhan sebuah mobil berhenti, tapi tidak terlihat ada yang keluar dari mobil itu.


Dari dalam mobil yang menghentikan secara paksa mobil yang kini berada di tengah-tengah diantara dua mobil, muncul empat pria bertubuh tegap tinggi besar berjalan mendekat mobil, yang mana dari dalam mobil itu keluar empat pria, dimana salah satu pria yang baeu keluar dari mobil, ia menenteng sebuah pistol.


Melihat keberadaan pistol di tangan salah satu pria yang keluar dari mobil yang dihentikan secara paksa, pria yang tidak lain adalah Jacob, ia justru tersenyum sinis, lalu dengan mengangkat tangan kanannya, tiga pria yang bersamanya menunjukkan senapan serbu di tangan mereka, yang sebelumnya tersembunyi di bagian belakang tubuh mereka.


“Turuti kemauan kami, atau mati di tempat ini!” kata Jacob tegas, dengan sorot mata tajam menatap empat pria yang tubuhnya gemetaran saat tiga senapan serbu diarahkan ke arah mereka.


Keempat pria yang ketakutan, mereka benar-benar tidak menyangka harus berurusan dengan orang-orang, yang memiliki persenjataan lebih lengkap dari mereka. Saat melirik ke arah belakang, mereka semakin merasakan ketakutan saat melihat keberadaan empat pria lainnya, yang juga sedang mengarahkan senapan serbu ke arah mereka.


“Aku butuh jawaban sekarang, atau aku ledakkan kepala kalian!” teriak Jacob yang mulai habis kesabaran.


Jacob sudah menggenggam pistol di tangan kanannya, dan ia mengarahkan moncong pistol di tangannya ke arah pria yang juga sedang memegang pistol. Meski memegang pistol, pria itu tidak memiliki keberanian melawan. Ia yakin sedikit saja melakukan gerakan, kepalanya bakalan meledak.


“Si-Siapa sebenarnya kalian? Kenapa tiba-tiba menghentikan kami, dan menodongkan senjata ke arah kami?” Ada nada ketakutan saat pria yang memegang pistol bertanya pada Jacob.


Ekspresi wajah tidak senang muncul di wajah Jacob, begitu ia mendengar pertanyaan pria di hadapannya. “Sebenarnya sejak semalam aku ingin meledakkan kepala kalian karena terus mengawasi rumah Tuan Muda, dan atas perintah Tuan Muda yang risih pasa keberadaan kalian, yang terus mengikuti mobilnya, aku datang untuk membereskan kalian!”


Tidak lama kemudian Jacob kembali berkata, “Katakan saja pada kami siapa yang menyurur kalian memata-matai Tuan Mudaku, dan setelahnya aku akan membiarkan kalian pergi dari tempat ini!”


Jacob tidak main-main dengan apa yang ia katakan. Jika mereka memberitahu apa yang ingin diketahuinya secara baik-baik, ia akan membiarkan mereka pergi, tapi cuma ia yang tahu membiarkan pergi mereka dalam keada seperti apa, membiarkan pergi dalam hidup atau sudah dalam keadaan berada di kantung jenazah.


Sedangkan empat pria yang mendengar perkataan Jacob, mereka tentu saja tidak ingin memberitahu apa yang ingin diketahui Jacob, dan tentu saja Jacob tahu jika mereka tidak ingin memberitahu apa yang ingin diketahuinya. Saat meminta secara baik-baik keinginannya tidak kunjung dituruti, sudah saatnya menggunakan cara yang paling disukainya, dan ia langsung saja menembak kepala pria yang merupakan pengemudi mobil.


Tanpa banyak bicara Jacob langsung saja membunuh salah satu pria yang tidak kunjung memberitahu apa yang ingin ia ketahui.


“Aku tidak peduli dimana tempat kematian kalian! Selama tidak memberitahu siapa yang menyuruh kalian, satu nyawa kalian hanya berlalu 1 menit, dan masing-masing dari kalian saat ini memiliki waktu kurang dari 50 detik untuk memberitahu apa yang aku ingin aku ketahui!” Jacob sidah siap meledakkan kepala salah satu dari tiga pria di hadapannya.


Ketiga pria masih bungkam. Meski mereka takut dengan ancaman Jacob, tapi mereka tidak yakin Jacob akan kembali membunuh, dikarenakan ketiganya sangat yakin informasi yang mereka miliki sangat penting.


Belum lagi Jacob meledakkan kepala salah pria setelah waktu 1 menit habis, Noah datang dan menepuk bahu Jacob.


“Calvin Amos Edison, Tuan Muda keluarga Edison, dan juga calon penerus ketua Mafia Demons Night. Mereka adalah orang yang ditugaskan pria itu untuk mengawasiku, memantau semua kegiatan keseharianku!” kata Noah.


Ia menggunakan keterampilan membaca pikiran orang lain untuk mengetahui semua itu, dan tentu saja apa yang baru ia katakan membuat terkejut tiga pria, yang sebelumnya menutup rapat siapa orang yang menyuruh mereka.

__ADS_1


“Jacob, sekarang lakukan apa yang ingin kamu lakukan pada mereka, tapi jangan lupa mengirim mereka kembali ke Tuannya!” kata Noah, dan ia pergi begitu saja setelah melihat Jacob menganggukkan kepala dan sedikit menundukkan kepala, memberi hormat padanya.


Setelah kepergian Noah, Jacob dan ketujuh bawahannya, mereka menunjukkan senyuman sinis begitu tahu kalau orang-orang yang mengikuti Noah merupakan anggota Demons Night. “Setelah hancur di Eropa, sekarang kalian masih berani bersinggungan dengan kami, apalagi kalian begitu berani mencar masalah dengan Tuan Mudaku!” kata Jacob, sambil melipat lengan baju, menunjukkan tato di lengannya.


Tiga pria yang melihat tato di lengan Jacob, sebauh tato tengkorak hitam dengan mahkota di bagian atasnya, ketiganya menelan ludah secara kasar, dan dalam diam meraka sangat marah pada sang Taun, dikarenakan mereka disuruh masuk ke kandang musuh, yang selamanya haru dihindari oleh seluruh anggota Mafia Demons Night.


‘Mafia Black Deville? Sial! Bagaim bisa Tuan Muda mencari masalah dengan Mafia Black Deville, apalagi pria yang ia suruh awasi adalah sosok Tuan Muda Mafia Black Deville?’ kata dalam hati salah satu pria, yang tahu jika hidupnya tidak lama lagi akan berakhir.


“Bertemu kami, kalian harus mati!” Tidak perlu mengorek informasi apapun dari mereka, Jacob langsung menembak mati ketiganya.


“Masukkan mereka ke dalam mobil, dan kita akan mengirim mereka kembali ke Tuannya!” kata Jacob, dan setelah keempat mayat sudah dimasukkan ke dalam mobil, mereka semua segera pergi, mengabaikan keberadaan darah yang mengalir di jalanan.


...----------------...


Di saat Jacob dan yang lainnya mengantarkan ke-empat mayat kembali ke Tuan mereka, saat ini Noah dan Agnes sedang menikmati bubur ayam tidak tidak jauh dari rumah Sasa dan Jane, dan kebetulan kedua wanita itu juga sedang sarapan bubur ayam di tempat yang sama, sebelum nantinya mereka mulai beraktivitas.


Saat ini waktu masih menunjukkan pukul 06.30 pagi, dan kebanyakan orang-orang memulai aktivitasnya pukul 08.00. Namun, tidak dengan Jane yang hari ini akan mulai ujian akhir di jam 10.00, jadi ia masih memiliki banyak waktu bersantai sebelum akhirnya berperang dengan soal-soal ujian.


Setelah menyelesaikan sarapan bersama dan mengantarkan Sasa dan Jane pulang, sekarang giliran Noah mengantarkan Agnes pulang. Pukul sembilan nanti Agnes ada rapat penting, dan bertemu dengan Noah serta sarapan pagi bersama adalah cara yang dilakukannya untuk meningkatkan semangat. Terbukti ia sekarang sangat bersemangat menyelesaikan seluruh pekerjaannya hari ini.


Mengantarkan Agnes sampai di dalam rumah dan sejenak bermain dengan Jihan, Noah baru meninggalkan rumah Agnes saat wanita itu pergi ke kantor, dan tentu Jihan ikut ibunya pergi ke kantor dengan didampingi seorang babysitter.


Meninggalkan rumah Agnes, begitu sampai rumah Noah langsung saja pergi ke ruang kerjanya. “Calvin Amos Edison, aku penasaran apa yang membuatmu mengirim orang untuk memata-matai kehidupanku!”


Menyalakan laptopnya, Noah langsung saja mencari seluruh informasi yang berhubungan dengan Calvin. Sekalipun banyak informasi tentang Calvin yang dilindungi, tidak sulit bagi Noah mendapatkan informasi yang dibutuhkannya, dan setelah banyak informasi yang diketahuinya tentang Calvin, ia akhirnya tahu penyebab pria itu memata-matainya.


“Ternyata ia pria yang selama ini menyukai Ellena, dan diam-diam ia menyingkirkan semua pria yang terlihat dekat dengan Ellena. Sungguh pria pengecut yang tidak tidak berani mengutarakan perasaannya, tapi menyingkirkan satu-persatu pria, yang berani mendekati Ellena.”


Selain mengetahui alasan yang membuat Calvin memata-matai kehidupannya, Noah juga menemukan fakta jika Calvin adalah teman baik Edgar.


“Mereka memang pasangan sahabat yang cocok!” kata Noah setelah ia mengetahui persahabatan yang terjalin antara Edgar dan Calvin, dan ia juga tahu kalau Nancy juga mengenali sosok Calvin.


“Ternyata dunia ini memang sempit!” gumamnya, dan ia mulai bermain-main dengan Calvin yang dinilainya sudah mengganggu ketenangan hidupnya.


Jari-jari Noah bergerak lincah di atas keyboard laptopnya, dan tidak lama kemudian ia menyeringai. “Aku rasa untuk saat ini cukup memberinya pelajaran kecil, tapi jika ia masih saja mencari masalah denganku, akan aku pastikan kehancurannya bakalan terjadi tidak lama lagi!”


Noah mematikan laptopnya, setelah ia selesai melakukan apa yang ingin dilakukannya, dan sekarang ia hanya menanti berita hangat tentang beberapa perusahaan yang dikelola Calvin.


“Aku penasaran apa yang dilakukan Jacob pada tiga orang tadi! Apa mungkin Jacob membunuh mereka seperti yang dilakukan pada salah satu diantara mereka?”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2