Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Membalas Serangan


__ADS_3

Flora mengerahkan banya Elf dari desanya untuk membakar mayat pengikut Riyo.


“Kumpulkan mereka semua dan bakar di satu tempat!” perintah Flora pada semua Elf dari desa, yang dia panggil untuk mengumpulkan dan membakar mayat-mayat pengikut Riyo.


“Baik pemimpin,” kata Elf yang mendapat perintah dari Flora.


Bukan hanya para Elf yang bekerja mengumpulkan mayat, Noah turun tangan membantu mereka, begitu juga dengan ke-enam kekasihnya, juga para Vampir.


Semua orang berjalan kesana-kemari mengumpulkan mayat, termasuk mayat Riyo, pemimpin Elf yang menginginkan Flora menjadi istri keduanya, sekaligus menginginkan kekuasaan penuh atas seluruh Elf wanita, yang menjadi pengikut Flora.


“Bagaimana dengan desa milik Riyo, apa mereka tidak akan menuntut balas dengan kematian Riyo?” tanya Noah pada Flora.


“Ada kemungkinan mereka akan menuntut balas, terutama kedua putra Riyo yang jelas tidak akan terima dengan kematian ayahnya,” kata Flora.


“Sebelum mereka datang menuntut balas, bagaimana kalau kita datang lebih dulu menyerang mereka?” ujar Noah.


“Aku sedang memikirkan itu, tapi dengan jumlah orang yang aku miliki, mustahil dapat mengalahkan desa Riyo, yang memiliki banyak Elf pria sebagai prajurit pelindung desa,” kata Flora.


Mendengarnya, Noah segera bertanya pada sistem, berharap sistem tau keseluruhan kekuatan yang dimiliki desa Elf, yang dipimpin Riyo.


“Sistem, apa kamu tau sekuat apa desa Elf yang dipimpin Riyo?” tanya Noah dalam pikirannya.


[Tuan, aku tidak tau secara rinci kekuatan desa itu, tapi aku bisa memastikan kekuatan Tuan saat ini lebih dari cukup untuk menghancurkan desa itu]


Noah tersenyum begitu mendengar jawaban sistem. “Flo, aku rasa kita tidak perlu membawa banyak orang untuk menghancurkan desa itu. Sebenarnya, cuku aku seorang diri lebih dari cukup untuk menghancurkan desa itu!” kata Noah sangat percaya diri, karena dia sangat yakin dengan informasi sistem, yang tak pernah salah.


Flora yang mendengarnya tentu saja sulit percaya, jika hanya seorang diri Noah bisa menghancurkan desa Elf, yang dipimpin Riyo.


“Desa itu jauh lebih kuat dari desaku, aku tidak yakin kamu bisa menghancurkannya seorang diri.”


Selain ragu, Flora lebih pada rasa khawatir terhadap keselamatan Noah, jika dia melakukan penyerangan seorang diri.


Hadiah belum diberikan oleh sistem, tapi Flora sudah memiliki perasaan suka pada Noah, dan itu sudah ada sejak pertama kali mereka bertemu.


“Kalau kamu ragu, bagaimana kalau kamu ikut denganku, dan melihat sendiri bagaimana aku menghancurkan desa itu seorang diri?” tawar Noah pada Flora.


“I-itu, sebenarnya aku tidak ragu, tapi aku khawatir dengan keselamatanmu. Bagaimanapun juga, desa itu memiliki banyak penjaga, dan banyak Elf kuat, meski mereka tak sekuat Riyo,” balas Flora, dan kembali dia menundukkan kepala.


Noah yang mendengar kata khawatir keluar dari mulut Flora, dia tersenyum, dan dia memiliki keyakinan jika Flora memiliki perasaan spesial terhadapnya, meski dia tau sistem belum memberikan hadiah, yang membuat Flora akan menjadi miliknya.


“Kamu bisa ikut pergi denganku untuk menghilangkan rasa khawatir, yang kamu rasakan,” kata Noah.


Flora ingin sekali ikut, tapi dia tidak enak dengan seluruh kekasih Noah, jika dia hanya pergi berdua dengan Noah.


“Apa tidak sebaiknya kita mengajak yang lainnya pergi bersama kita? Semakin banyak orang, semakin besar kesempatan kita menghancurkan desa itu,” ungkap Flora.


“Baiklah, kita akan membicarakan dengan mereka, setelah semua mayat ini selesai dibakar,” kata Noah.


Flora mengangguk pelan, lalu mereka kembali mengumpulkan mayat, untuk seharusnya dibakar, sebelum mayat-mayat itu membusuk dan menjadi sumber penyakit.


Satu dua jam berlalu, dan akhirnya seluruh mayat telah terbakar, menyisakan tumpukan abu yang perlahan menghilang tersapu hembusan angin sore.


Setelah sejenak beristirahat, Noah mengumpulkan semua orangnya di aula desa.


Dua belas kekasih Noah telah berkumpul lengkap, begitu juga dengan para Vampir yang berjumlah sepuluh orang, dan tentunya ada Flora, selaku tuan rumah.


Noah sengaja mengumpulkan mereka semua di aula desa, untuk membahas rencana penyerangan desa Elf, yang sebelumnya dipimpin oleh Riyo.


Mengatakan pada semua orang tentang rencananya yang akan menyerang desa itu, Noah mengatakan jika sebelumnya dia ingin melakukan serangan seorang diri, dan hanya membawa Flora yang akan menjadi saksi bagaimana dia menghancurkan desa itu.


“Tuan, sangat berbahaya melakukannya seorang diri, aku akan ikut bersama Tuan,” kata Rafael.


“Tuan, aku juga ingin ikut! Rasanya tangan ini sudah gatal ingin melakukan pertarungan, setelah sebelumnya terus saja diam saat terjadi pertarungan,” ungkap Victoria.

__ADS_1


“Sayang, tidak mungkin kita semua ikut, dan nantinya tidak ada yang menjaga desa ini,” kata Ellena.


“Biarkan aku, Nancy, Jane, Joy, Yuna, dan Prilly tetap tinggal di desa, berjaga-jaga jika ada orang-orang Riyo yang datang menyerang desa,” imbuhnya.


Noah setuju, dan dia menambahkan dua Vampir untuk memperkuat keamanan desa.


“Jika tidak ada yang ingin protes, mereka yang akan pergi, segera persiapkan diri karena malam ini juga kita akan menyerang desa itu, dan yang tetap tinggal di desa, kalian juga persiapkan diri karena tidak ada yang tau kapan musuh datang menyerang!”


Semua orang mengangguk mendengarnya, lalu semuanya saja segera mempersiapkan diri, untuk urusan masing-masing.


Noah juga memberi mereka waktu untuk istirahat, dan akan mengumpulkan semua orang yang akan ikut dengannya, tiga puluh menit sebelum keberangkatan.


......................


Bergerak meninggalkan desa Elf yang dipimpin Flora tepar di tengah malam, Noah memimpin rombongannya pergi menuju desa Elf, yang sebelumnya dipimpin oleh Riyo, sebelum kematian datang menjemputnya.


“Kalian semua tingkatkan kewaspadaan! Tengah malam seperti ini banyak monster yang sedang beraktivitas, dan mereka bisa muncul sewaktu-waktu, dari arah yang tak terduga,” kata Noah pada semua orang, saat dia merasakan banyak pergerakan monster di sekitarnya.


Baru juga Noah selesai bicara, muncul sekelompok monster laba-laba mata merah dengan tinggi lebih dari dua meter, menyerang mereka dari kegelapan.


Ada sepuluh laba-laba, dan masing-masing dari mereka memiliki kekuatan di level 550, membuat mereka masuk dalam kategori monster dengan kekuatan menengah.


Noah langsung saja maju menyerang dua laba-laba, dan dia menyerahkan sisanya pada yang lain. Dengan kekuatan besar rombongannya, Noah yakin mereka dapat mengatasi monster laba-laba mata merah, yang memiliki keunggulan dalam ukuran.


Mengeluarkan katana, Noah mulai memotong kaki-kaki, yang dimiliki oleh monster laba-laba mata merah.


[Tuan, selain memiliki ukuran besar dan dapat mengikat musuh menggunakan jaring laba-laba, monster laba-laba mata merah juga dapat menyemburkan asap beracun, yang dapat melumpuhkan lawannya selama beberapa waktu]


Mendengar semua itu, Noah segera saja berbicara dengan suara lantang, yang dapat didengar semua orang, “Hindari asap yang dikeluarkan laba-laba mata merah, karena asap itu mengandung racun pelumpuh!”


Bertepatan dengan Noah memberitahu tentang asap beracun, laba-laba mata merah mulai menyemburkan asap beracun untuk melumpuhkan lawan mereka.


Beruntung Noah lebih dulu memperingati mereka, sehingga mereka bisa cepat menghindar saat laba-laba mata merah menyemburkan asap beracun ke arah mereka.


“Cih, jangan harap benda menjijikkan itu dapat mengenai tubuhku!” kata Amel.


Dia terus saja menghindari serangan jaring laba-laba, begitu juga wanita lainnya, yang merasa jijik dengan buntalan jaring laba-laba.


“Sudah cukup menghindar, sekarang giliranku menyerang!”


Menggunakan katana, Amel bergerak cepat menuju arah kaki laba-laba mata merah, dan cepat dia memotong satu-persatu kaki laba-laba yang menjadi lawannya, terakhir dia menusukkan katana nya tepat di perut monster laba-laba mata merah.


Satu monster laba-laba mata merah tumbang di tantan Amel, dan disusul kematian monster laba-laba mata merah lainnya, yang kebanyakan mati di tangan para wanita, termasuk Flora dan Victoria yang masing-masing membunuh satu monster laba-laba mata merah.


Satu-satunya pria yang membunuh monster laba-laba mata merah adalah Noah, dan setelah memastikan seluruh monster laba-laba mata merah yang menyerang mereka mati, Noah kembali memimpin rombongannya melanjutkan perjalanan.


Meski di sepanjang jalan banyak minste yang muncul dan menghadang jalan mereka, semua monster itu berhasil dikalahkan dengan mudah, dan sebelum matahari terbit mereka semua akhirnya sampai di tempat tujuan.


Melihat kurus ke arah depan, mereka dapat melihat keberadaan desa Elf, yang sebelumnya dipimpin oleh Riyo.


Setel kabar kematian Riyo sampai di desa, secara otomatis putra tertua Riyo yang akan menjadi pemimpin desa, menggantikan posisi ayahnya yang telah mati.


Meski putra Riyo tak jauh lebih kuat, tapi dia jauh lebih baik dalam memimpin sebuah desa, dibandingkan ayahnya. Bahkan sudah sejak lama Riyo hanya menitipkan nama sebagai pemimpin desa, sementara segala urusan desa, diurus oleh putranya.


Setelah mengelilingi desa sebanyak satu kali, Noah melihat banyak celah yang bisa digunakan untuk menyusup ke bagian dalam desa, dan melakukan serangan mendadak pada mereka yang masih tertidur lelap.


“Kita akan memasuki desa dari samping, dan kita akan melakukan serangan kejutan!” kata Noah, didengar jelas seluruh anggota rombongannya.


Semua orang mengangguk, dan cepat mereka mengikuti pergerakan Noah.


‘Mereka terlalu fokus di bagian depan dan belakang, mengabaikan pertahanan di sisi lain,’ batin Noah.


Cepat Noah memimpin rombongannya memasuki desa dari samping, memanfaatkan lengahnya penjagaan, yang hanya berfokus pada sisi depan dan belakang.

__ADS_1


Berhasil memasuki desa tanpa ketahuan, Noah dan rombongannya bergerak cepat, menyisir bagian pagar yang mengelilingi desa, membunuh setiap penjaga desa yang mereka lihat.


Slash... Slash... Slash...


Muncul secara tiba-tiba di depan penjaga desa yang terkejut dengan kedatangan mereka, Noah dan rombongannya cepat membunuh mereka, yang lambat dalam merespon kedatangan Noah dan rombongannya.


Dalam waktu singkat puluhan penjaga desa mati, dan jumlah itu terus bertambah, sampai seluruh prajurit yang sedang berjaga mati di tangan Noah dan rombongannya.


“Kita datang menyerang di waktu yang tepat!” kata Vika.


“Mereka masih belum benar-benar terbangun, jadi mudah bagi kita membunuh mereka,” ungkap Agnes.


“Kita memang sudah banyak membunuh mereka, tapi masih banyak yang harus kita lawan untuk menghancurkan desa ini,” kata Noah.


[Tuan, bebaskan para Elf wanita yang ditahan di ruang tahanan, untuk mendapatkan hadiah kejutan dari sistem]


“Baik, aku akan membebaskan mereka!” balas Noah dalam pikirannya.


Noah memimpin rombongannya menuju ruang tahanan yang ada di desa. Dengan bantuan sistem, mudah baginya menemukan keberadaan ruang tahanan, yang letaknya berada di bagian belakang desa, dan dijaga ketat oleh puluhan Elf pria.


“Sayang, sebenarnya kita mau kemana?” tanya Anggun.


“Kita akan ke tempat itu, ruang tahanan!” kata Noah sambil menunjuk keberadaan rumah yang dijaga puluhan penjaga, yang seluruhnya adalah Elf pria.


Semua orang menunjuk ke arah yang ditunjuk oleh Noah, dan kini mereka tahu apa yang menjadi tujuan Noah.


Flora yang mendengar tentang ruang tahanan, dia yakin jika banyak Elf wanita penduduk desanya yang ditahan, di ruangan itu, setelah diculik saat keluar dari desa.


Di bawah komando Noah, mereka bergerak cepat menyerang penjaga ruang tahanan, yang setengah dari seluruh penjaga sedang tidur, sementara sisanya dalam keadaan mengantuk, dan kehilangan kewaspadaannya.


Pergerakan cepat tanpa suara, membuat para penjaga tak sadar dengan pergerakan Noah dan rombongannya.


Mereka baru sadar jika ada penyusup, saat merasakan rasa sakit, dan tak lama kemudian pandangan mereka menjadi gelap.


Sadar sebelum kematian datang, mereka sama sekali tidak bisa melawan, ataupun memberitahu yang lainnya jika ada penyusup.


Akhirnya dalam waktu yang sangat singkat, seluruh penjaga mati, tanpa sempat melakukan perlawanan, dan mereka juga tidak memiliki kesempatan memberitahu penjaga di tempat lain jika ada penyusup.


Para wanita segera masuk ke dalam ruang tahanan, untuk membebaskan para wanita yang ditahan di dalam ruangan.


Sementara itu, Noah dan pria lainnya, mereka bertahan di luar ruangan, memastikan tidak adanya penjaga yang mendekat, dan memergoki apa yang sedang mereka lakukan.


“Sebentar lagi matahari terbit, dan kita tidak akan seleluasa sebelumnya dalam menyerang musuh,” kata Noah pada Rafael, yang berdiri tepat di sebelahnya.


“Tuan, para Elf memiliki kebiasaan bangun lebih lambat dari makhluk lainnya, jadi kita masih memiliki banyak kesempatan menyerang mereka secara bebas seperti sebelumnya,” ungkap Rafael.


“Sungguh kebiasaan buruk yang menguntungkan kita,” kata Noah dan dia tersenyum.


Ke-enam kekasih Noah, ditambah Flora dan Victoria, mereka telah keluar dari ruang tahanan, dan keluar bersama dengan mereka puluhan Elf wanita, yang dalam keadaan jauh dari kata baik-baik saja.


Noah segera memberikan pil pemulih pada mereka yang membutuhkannya, membuat keadaan mereka membaik dalam waktu yang begitu cepat.


“Rafael, aku serahkan perlindungan mereka padamu, dan alangkah baiknya jika kamu membawa mereka keluar dari desa melalui gerbang belakang!” kata Noah memberi perintah.


“Baik Tuan, aku akan memastikan keamanan mereka.”


Segera saja Rafael membawa puluhan Elf wanita menuju gerbang belakang, yang tak lagi terdapat penjaga, karena seluruh penjaga telah mati.


Rafael yang didampingi para pengawalnya, mereka lebih dari cukup untuk memastikan keamanan puluhan Elf wanita, yang baru saja dibebaskan.


Setelah kepergian Rafael dan yang lainnya, Noah memimpin para wanita pergi ke rumah, yang dijadikan tempat berkumpulnya Elf pria, yang bertugas sebagai pelindung desa.


Saat ini mereka semua masih istirahat, jadi kesempatan besar bagi Noah dan rombongannya membunuh mereka semua.

__ADS_1


__ADS_2