Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Keluarga Sempurna


__ADS_3

Siang hari Noah telah sampai di rumahnya, setelah sebelumnya ia terlebih dahulu mengantarkan Joy dan Ellena ke rumah masing-masing. Pulang dari Mansion nya, Ellena tidak pulang ke Apartemen miliknya, melainkan ia minta diantar pulang ke Mansion keluarga besar Milito dikare malam ini akan ada acara besar di tempat itu.


Saat ini Noah yang sedang bersantai di tepian kolam renang yang ada di rumahnya, ia sedang sibuk fokus dengan laptop yang berada di hadapannya. Selain berusaha menyelesaikan tugas yang dipercayakan Leo padanya, ia juga sedang berusaha mengakuisisi beberapa perusahaan, yang ke depannya akan memberikan banyak keuntungan untuknya.


Tiga puluh menit waktu yang ia perlukan untuk menyelesaikan tugas dari Leo, dan ia melanjutkan aktivitas nya dengan melihat pasar saham. Meski sedang hari libur, pasar saham tetap buka, dan beroperasi 24 jam selama satu minggu penuh.


[Misi sistem terpicu]


[Tuan rumah harus mengerjakan misi memiliki saham di suatu perusahaan. Minimal Tuan harus memiliki 60 persen saham di salah satu perusahaan untuk menyelesaikan misi, dan Tuan hanya diberi waktu satu jam untuk menyelesaikan misi sistem]


[Hadiah misi]


[100 persen saham Paradise Beach Hotel]


[Uang tunai lima ratus miliar ruliah]


[Sepuluh ribu poin level]


[Keterampilan IT]


“Memiliki minimal 60 persen saham sebuah perusahaan, dan aku hanya memiliki satu jam untuk menyeless misi! Sistem, apa waktu satu jam tidak terlalu cepat?”


[Tentu saja tidak terlalu cepat, dan Tuan hanya menyisakan waktu 55 menit untuk menyelesaikan misi sistem]


Noah tidak lagi bicara pada sistem, dikarenakan ia mulai berfokus mengerjakan misi sistem. Waktu semakin menipis dan ia melihat beberapa saham perusahaan yang akan memberinya banyak keuntungan di masa depan, dan akhirnya ia menjatuhkan pilihan untuk membeli lebih dari 60 persen saham Tech Company, sebuah perusahaan yang berfokus pada teknologi masa depan, dan saat ini sedang memerlukan banyak dana untuk penelitian.


“Aku sangat yakin Tech Company akan menjadi perusahaan besar dan sangat penting di masa yang akan datang!” kata Noah dan pada akhirnya ia membeli 80 persen saham Tech Company, yang membuatnya menjadi pemilik saham mayoritas.


Sedangkan untuk 20 persen saham yang tidak dibeli Noah, saham yang tersisa menjadi milik pendirian Tech Company, yang mana sebelumnya ia berniat menjual seluruh saham perusahaannya, tapi setelah berpikir matang, pada akhirnya ia menjual 80 persen saham perusahaan, dan mempertahankan 20 persen sisanya.


Noah menyelesaikan pembelian saham dalam kurun waktu kurang dari empat puluh menit, dan sekarang ia telah memiliki 80 persen saham Tech Company. “Akhirnya aku memiliki perusahaanku sendiri, dan sekarang aku punya alasan darimana semua kekayaan yang aku miliki! Namun, hanya dengan Tech Company sepertinya belum bisa menjadi jawaban untuk seluruh harta kekayaan yang aku miliki!”


[Selamat Tuan berhasil mengerjakan misi sistem, memiliki 60 persen saham sebuah perusahaan]


[Mendapatkan hadiah misi]


[100 persen saham Paradise Beach Hotel]


[Uang tunai lima ratus miliar ruliah]


[Sepuluh ribu poin level]


[Keterampilan IT]


“Sistem, hadiahmu berhasil memecahkan beberapa masalah yang aku miliki!” kata Noah dan ia tersenyum lebar.


Baru juga selesai bicara dengan sistem, Noah mendengar handphonenya berbunyi, dan terdapat satu panggilan masuk.

__ADS_1


“Ya halo, selamat siang, maaf ini siapa?” tanya Noah pada orang yang menghubunginya.


“Halo, selamat siang! Apa benar ini nomor Tuan Noah Ilias Ludwing?” tanya balik orang yang menghubungi Noah, yang mana orang itu adalah seorang wanita.


“Iya benar, dengan saya sendiri. Kalau boleh tahu dengan siapa saya sedang berbicara?” kata Noah bertanya.


“Perkenalkan, saya Mona, Mona Evelyn, Direktur Tech Company, dan saya sengaja menghubungi Tuan Noah untuk mengkonfirmasi beberapa hal sehubungan dengan Tuan yang saat ini telah menjadi pemilik baru Tech Company.”


Mona menjelaskan banyak hal tentang Tech Company, dan ia mengundang Noah dalam pertemuan di kantor Tech Company untuk penandatanganan surat pengalihan saham, yang telah dibelinya.


Pertemuan itu akan dilakukan esok hari pukul sembilan pagi bertempat di Tech Company, dan Noah diwajibkan datang menghadiri pertemuan. “Saya sangat menunggu kehadiran Tuan Noah!” kata terakhir Mona sebelum mengakhiri panggilan telepon.


Tidak berselang lama setelah panggilan dengan Mona berakhir, Noah dihubungi pihak Paradise Beach Hotel, dan besok ia diminta datang ke Paradise Beach Hotel pusat, yang berada di utara ibukota untuk menandatangani surat pengalihan saham.


Ia akan datang ke Paradise Beach Hotel setelah urusannya di Tech Company selesai, ia juga tidak lupa jika esok hari ada pertemuan dengan Leo yang harus dihadirinya. Bisa dipastikan esok adalah hari tersibuk yang harus ia lalui, setelah resmi menjadi pengangguran. Menganggur tapi semakin kaya, itulah hidup Noah saat ini.


“Mulai besok aku harus bekerja keras, dan sepertinya aku membutuhkan beberapa orang yang bisa aku percaya untuk mengurus Tech Company dan Paradise Beach Hotel.”


Noah mengingat beberapa teman kuliahnya, yang ia yakin dapat dipercaya. Tidak lama mengingat-ingat keberadaan teman-teman kuliahnya, muncul dua nama yang diyakininya, kedua orang bisa ia percaya untuk mengurus Tech Company dan Paradise Beach Hotel.


Prima dan Rizal, ia mengingat kedua orang itu, yang dimasa lalu keduanya sering belajar bersama dengannya, dan ia yakin kedua orang itu bisa dipercaya. Namun, masalahnya ia tidak tahu apa mereka bersedia bekerja untuk dirinya.


“Tidak ada salahnya dicoba, dan siapa tahu mereka saat ini masih membutuhkan pekerjaan!” Ia sempat bertemu dan mengobrol sebentar dengan Prima dan Rizal saat pesta pertunangan Nancy, dan saat itu keduanya bercerita jika mereka sedang membutuhkan pekerjaan.


Berharap keduanya belum mendapatkan pekerjaan, ia yang malam itu juga sempat bertukar nomor dengan keduanya, pertama-tama ia akan menghubungi Rizal, dan setelahnya ia akan menghubungi Prima.


“Rizal, bagaimana kalau kamu bekerja untukku, kebetulan aku sedang membutuhkan asisten untuk mengurus salah satu perusahaan milikku? Kalau kamu berminat, besok pagi pukul 7, aku menunggumu di rumahku, dikarenakan pukul 9 pagi aku harus hadir di perusahaanku!” kata Noah, dan sebenarnya ia tidak terlalu berharap Rizal langsung mempercayai perkataannya.


“Setelah pertemuan di pesta pertunangan Nancy, aku sudah merasa ada perubahan besar darimu, tapi aku tidak menyangka jika perubahan itu nyata adanya. Kamu mengatakan salah satu perusahaan, bukankah itu artinya kamu memiliki lebih dari satu perusahaan? Sepertinya banyak perubahan terjadi padamu setelah lama kita putus hubungan, dan tentu saja aku berminat dengan tawaran pekerjaan darimu!” balas Rizal tidak sesuai perkiraan Noah.


Meski tidak sesuai perkiraannya, Noah justru senang mendengar balasan Rizal, dan setelah mengakhiri panggilan telepon, ia mengirim alamat rumahnya pada Rizal, dan setelahnya baru ia menghubungi Prima, gadis bertubuh mungil yang masih berhubungan baik dengan Joy, dikarenakan mereka adalah teman dari kecil. Namun, ia sendiri sudah cukup lama tidak berhubungan dengan Prima.


Prima yang memang sedang butuh pekerjaan sama halnya seperti Rizal, ia begitu saja menerima penawaran Noah, dan besok pukul 7 pagi ia sudah akan berada di rumah Noah. Ia adalah wanita yang sangat bersemangat, dan ia sangat bersemangat saat menerima tawaran pekerjaan dari Noah yang sudah banyak membantunya di masa lalu.


Sebenarnya masih ada beberapa orang lagi yang dulu berteman cukup baik dengan Noah, tapi pertemanan dengan mereka belum sampai ke tahap hubungan persahabatan, selayaknya hubungan persahabatan antara Noah dengan Farel dan Liam. Noah dam mereka hanya sekedar teman di kampus, tidak lebih dari itu.


Masalah orang yang akan membantunya mengurus Tech Company dan Paradise Beach Hotel telah terselesaikan, tapi Noah masih saja ingin membeli beberapa saham perusahaan, apalagi ia masih memiliki 420 persen saham, yang bisa ia pergunakan untuk membeli saham milik perusahaan manapun.


Hanya saja saat ini ia masih belum melihat adanya perusahaan potensial, yang ke depannya akan memberinya banyak keuntungan. Ia sempat melirik perusahaan swasta yang bergerak di bidang persenjataan, tapi memiliki perusahaan seperti itu sangatlah beresiko, apalagi ia sekarang belum memiliki pelindung yang kuat, untuk melindungi orang-orang yang memiliki hubungan dengannya.


“Sebelum membeli perusahaan seperti itu, tidak ada salahnya jika aku lebih dulu menyiapkan kekuatan untuk melindungi orang-orang yang memiliki hubungan denganku, terutama mereka yang dimasa depan akan menjadi istriku!” gumamnya.


Untuk merekrut orang-orang seperti itu Noah berencana meminta bantuan Leo karena ia yakin, Leo memiliki banyak kenalan yang menyediakan orang-orang seperti itu. Meski nantinya ia tidak akan menerima sesuatu yang sudah jadi dan siap dipergunakan, itu tidak masalah karena ia yakin bisa merubah sesuatu yang belum jadi, menjadi sesuatu yang luar biasa.


Mematikan laptopnya setelah merasa cukup menyibukkan dirinya dengan benda kotak itu, Noah berpikir akan menyenangkan jika menikmati suasana sore hari di taman, yang berada tidak begitu jauh dari rumahnya.


Pergi ke kamar dan mengganti pakaiannya dengan pakaian santai, Noah keluar dari rumah, dan ia berencana jalan kaki menuju taman tempat pertama kali ia bertemu Agnes dan putri kecilnya.

__ADS_1


Baru juga keluar dari gerbang rumahnya, Noah disambut kedatangan Agnes, yang datang sambil menunjukkan senyuman di wajahnya. Tidak ketinggalan ada Jihan yang berada di gendongan wanita itu. Akan tetapi, Noah merasa aneh dengan sosok pria yang berjalan mengikuti Agnes, apalagi saat pria itu mengarahkan tatapan tidak suka padanya.


“Sayang, bagaimana kabarmu? Beberapa hari tidak bertemu entah kenapa kamu terlihat semakin menawan!” kata Agnes lalu ia tersenyum, dan setelah memindahkan Jihan ke gendongan Noah, ia langsung saja memeluk lengan berotot milik Noah.


Senyum di wajah cantik Agnes membuat Noah merasa tidak akan pernah bosan menikmati paras cantik wanita yang tidak lama lagi akan menjadi miliknya. Namun, acara temu kangen mereka terganggu dengan pria yang beberapa kali pura-pura terbatuk, dan itu sangat mengganggu apa yang sedang dilakukan Noah dan Agnes.


“Kalau batuk sebaiknya kamu menjaga jarak karena aku tidak ingin putri kecilku tertular penyakit batuk!” kata Agnes tegas dengan mata melotot, menunjukkan jika ia tidak menyukai pria yang sadari tadi terus mengikutinya, dan mengganggu acara temu kangennya dengan Noah.


Mendengar perkataan tegas Agnes dan gestur tidak suka yang ditunjukkan wanita itu pada keberadaannya, pria yang terus menatap benci pada keberadaan Noah akhirnya berkata, “Agnes, keluargaku sudah mengajukan lamaran pada keluarga besarmu, dan sebentar lagi kita akan menikah. Jadi, sebaiknya kami segera mengakhiri hubunganmu dengan pria ini, sebelum aku bertindak kasar!”


“Jelas-jelas keluarga besarku menolak lamaran keluargamu, jadi jangan harap ada hubungan apapun diantara kita! Selamanya aku tidak akan pernah mau memiliki hubungan denganmu, sekalipun pria di dunia ini hanya tersisa kamu seorang!” kata Agnes, dan ia sama sekali tidak melepaskan pelukan di lengan Noah.


Morgan, pria yang terus saja mengikuti Agnes, ia menggertakkan giginya menahan amarah, setelah mendengar perkataan Agnes. Ia melangkah maju dan mengulurkan tangan mencoba menarik tangan Agnes, tapi tindakannya dihentikan oleh Justin, kakak tertua Agnes, yang berlari cepat dari arah gerbang rumah adiknya saat melihat perdebatan di depan gerbang rumah Noah.


“Jangan memaksakan keinginanmu pada adikku, atau aku sendiri yang akan turun tangan langsung menghancurkanmu beserta keluargamu!” kata Justin yang seketika membuat nyali Morgan menciut, dan akhirnya ia berlalu pergi.


Bukan hanya pergi dari depan gerbang rumah Noah, dengan mengemudikan mobilnya ia pergi meninggalkan rumah Agnes, dan kepergiannya membuat semua orang merasa senang.


“Jika ia nantinya kembali datang dan mengganggu kalian, cepat kalian beritahu aku! Sekalipun aku sedang berada di ujung dunia, aku akan menyempatkan waktu untuk menghancurkannya!” kata Justin dan ia kembali ke rumah Agnes setelah mendapat balasan anggukan kepala dari Noah dan Agnes, bahkan si kecil Jihan juga ikut menganggukkan kepalanya pelan.


Kejadian saat Jihan menganggukkan kepala tentu saja dilihat oleh semua orang, dan itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan, apalagi setelah mengangguk Jihan kecil tertawa cekikikan, sambil memamerkan deretan gigi kecilnya.


Ditinggal bersama Agnes dan Jihan, Noah mengajak keduanya berjalan menuju taman, yang di sore hari seperti ini biasanya ramai dikunjungi ibu-ibu muda, yang mengajak anak mereka bermain di wahana permainan aman anak yang berada di taman.


Datang sambil menggendong Jihan kecil sedangkan Agnes memeluk lengannya, Noah merasa saat ini pandangan semua orang di taman sedang tertuju padanya. Bukan hanya ibu-ibu, tapi para suami juga mengarahkan pandangan mereka padanya, atau tepatnya pada dirinya, Agnes, dan Jane kecil.


Noah dan Agnes tersenyum pada orang-orang yang menyapa mereka, sedangkan Jihan, ia terlihat sangat senang berada di gendongan Noah, bahkan ia yang terus tertawa membuat banyak orang gemas ingin mencubit pipi gembul nya. Akan tetapi, Noah dan Agnes yang overprotective pada Jihan, tentu saja mereka tidak membiarkan ada orang yang mencubit pipi gembul Jihan.


Hal itu membuat banyak orang kecewa karena tidak bisa mencubit pipi gembul Jihan, tapi mereka merasa sore ini sangat beruntung karena melihat keberadaan pasangan yang terlihat sangat serasi. Pria tampan, wanita cantik, dan putri kecil menggemaskan, sungguh pasangan sempurna.


“Entah kenapa aku merasa mereka sangat berlebihan pada kita,” kata Noah saat ia melihat banyak ibu-ibu muda memfoto dirinya, Agnes, dan Jihan.


Ia yakin jika ibu-ibu muda itu akan mengupload foto mereka di media sosial, dan ia yakin setelah ini akan banyak orang yang mencari tahu tentang dirinya, dikarenakan pasti tidak sedikit orang yang mengenali Agnes sebagai salah satu anggota keluarga Kalian.


“Biarkan saja mereka melakukan apa yang ingin dilakukan, selama apa yang mereka lakukan tidak mengganggu kita!” kata Agnes yang begitu mereka duduk di bangku taman, Jihan telah berpindah ke pangkuannya.


Menuruti perkataan Agnes, Noah akhirnya memilih mengabaikan keberadaan para ibu-ibu muda, yang masih terus mengambil foto kebersamaannya dengan Agnes dan Jihan.


“Besok aku harus pergi mengurus sedikit masalah di perusahaan, jadi mungkin aku tidak punya banyak waktu menemanimu dan juga Jihan,” kata Noah disaat ia dan Agnes menikmati suasana sore sambil bermain dengan Jihan.


Agnes yang mendengar Noah membahas tentang perusahaan, ia pun menjadi penasaran dengan perusahaan Noah. “Kalau aku boleh tahu, apa nama perusahaanmu?” tanyanya penasaran.


“Tech Company, dan Paradise Beach Hotel, keduanya sedang ada masalah kecil, jadi besok aku harus turun tangan secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan itu!” jawab Noah.


“Paradise Beach Hotel?” Agnes terkejut begitu tahu Noah adalah pemilik Paradise Beach Hotel, yang telah memiliki lebih dari seratus cabang, yang tersebar di berbagai negara, baik di Benua Asia, Eropa, maupun Afrika, dan saat ini menempati urutan hotel terbaik kedua di seluruh dunia.


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2