
Aaaargh...
Suara teriakan Fotografer terdengar begitu lakban yang menutup mulutnya dibuka, dan diwaktu bersamaan Ellena memberi hukuman cambuk pada pria itu. Cambuk yang digunakan Ellena bukanlah cambuk biasa, melainkan cambuk besi dengan duri-duri tajam, yang membuat cambuk itu akan terasa sangat menyakitkan jika bersentuhan langsung dengan kulit.
Noah yang melihat semua itu, dia tidak bisa membayangkan rasa sakit yang saat ini di alami oleh fotografer, yang mana Ellena terus menggunakan cambuk untuk menghukum pria itu. Sedangkan di sisi lain, Sasa dan Agnes sedang menanti giliran mereka memberi hukuman.
Saat Ellena berpindah memberi hukuman pada asisten fotografer, kini giliran Agnes dan Sasa maju memberi hukuman. Agnes menggunakan pisau lempar untuk memberi hukuman, sedangkan Sasa menggunakan besi panas untuk memberi hukuman.
Teriakan kesakitan terus saja terdengar saat si fotografer dan asistennya terus saja menerima hukuman dari Ellena, Sasa, dan juga Agnes. Ketiganya yang memberi hukuman sepertinya juga tidak bosan memberi hukuman pada mereka, yang memang pantas mendapatkan hukuman.
Mereka baru berhenti memberi hukuman setelah si fotografer dan asistennya dinyatakan kritis. Dikarenakan Noah tidak ingin tangan ketiga kekasihnya membunuh orang-orang tidak penting, dia memilih menghentikan mereka, dan membiarkan orang-orang menyeret si fotografer dan asistennya ke ruang eksekusi.
Noah dan ketiga kekasihnya tidak tahu apa yang akan terjadi pada keduanya setelah memasuki ruang eksekusi, tapi mereka tahu jika kehidupan kedua orang itu akan berakhir, begitu mereka memasuki ruang eksekusi.
“Apa kalian sudah puas?” tanya Noah pada ketiga kekasihnya.
Segera ketiganya menganggukkan kepala, begitu mereka mendengar pertanyaan Noah. Mereka sangatlah puas, dikarenakan telah memberi hukuman pada mereka yang pantas menerima hukuman. Bagi para kekasih Noah, jika ada seseorang yang mengusik salah satu dari mereka, maka orang itu akan menjadi musuh bersama.
“Kalau begitu, apa sekarang yang ingin kalian lakukan?” kembali Noah bertanya.
“Kita pergi menemui seseorang, dan mungkin kamu akan senang begitu melihat keberadaan orang itu!” jawab Agnes.
Mendengar jawaban Agnes, Noah penasaran dengan keberadaan seseorang yang akan membuatnya senang. Akan tetapi, begitu dia membaca pikiran Agnes, rasa penasarannya menghilang begitu saja, digantikan rasa penasaran. Dia penasaran kenapa ketiga kekasihnya ingin dia bertemu dengan orang itu. Penasaran dengan apa yang menjadi tujuan mereka, Noah akhirnya mengikuti apa yang menjadi keinginan Agnes, yang juga merupakan keinginan Ellena dan Sasa.
Jihan tidak ikut dengan mereka, dikarenakan saat ini dia sedang bermain dengan Kakek Richard, dan lagi di tempat itu Jihan sangatlah bahagia.
__ADS_1
Tujuan mereka juga tidak terlalu jauh dari Mansion keluarga Ludwing, jadi mereka cukup tenang meninggalkan Jihan, dan jika nantinya Jihan rewel karena ingin bertemu mereka, tidak memerlukan banyak waktu untuk mereka kembali ke Mansion keluarga Ludwing.
Setelah pergi meninggalkan Mansion keluarga Ludwing, Ellena yang duduk di sebelah Noah, dia mengarahkan Noah mengemudikan mobilnya menuju apartemen sederhana yang letaknya berada di pinggiran ibukota.
Mengetahui tujuannya adalah sebuah apartemen sederhana di pinggiran ibukota, Noah semakin dibuat penasaran tentang keberadaan orang itu, dan apa alasannya tinggal di apartemen sederhana, sedangkan dia bisa tinggal di Mansion mewah milik keluarganya.
“Sayang, sepertinya kamu sudah tahu siapa yang akan kita temui,” kata Ellena.
Noah yang tidak bisa berbohong, dia menganggukkan kepala. “Ya, aku sudah tahu siapa yang akan kita temui,” katanya.
“Apa kamu tidak penasaran kenapa dia tiba-tiba berada di tempat itu, tidak lama setelah hal buruk terjadi pada calon suaminya dan keluarganya?” Kali ini giliran Sasa yang bertanya pada Noah.
“Aku merasa keberadaannya di apartemen itu berhubungan dengan pernikahannya, dan jika tebakanku benar, sepertinya dia terusir dari rumah karena menolak kelanjutan pernikahannya dengan calon terbaik menurut keluarganya!” jawab Noah.
Dengan keterampilan yang bisa membuatnya membaca pikiran orang lain, tidak sulit bagi Noah mengetahui alasan seseorang yang tidak lain adalah Nancy, yang mana dia tiba-tiba saja berada di apartemen sederhana pinggiran ibukota, dan tidak lagi tinggal bersama anggota keluarganya.
......................
Kurang dari lima belas menit, akhirnya mobil yang dikemudikan Noah telah sampai di tempat tujuannya, dan begitu memarkirkan mobil, dia segera keluar dan pergi mengikuti kemana ketiga kekasihnya pergi.
Ellena, Sasa, serta Agnes yang telah mengetahui dimana apartemen milik Nancy, mereka langsung saja pergi ke lantai sepuluh, dikarenakan apartemen Nancy berada di lantai itu. Mereka tidak memiliki niatan baik datang ke apartemen Nancy, mereka datang hanya untuk memamerkan jika pilihan mereka jauh lebih baik dari pilihan Nancy.
Namun, setelah mengetahui keberadaan Nancy dan keadaannya dari orang-orang yang mereka tugaskan untuk mengawasi wanita itu, serta saat ini mereka sedang menemui Nancy, mereka semalam sudah sepakat jika tidak ada yang keberatan seandainya Noah kembali menjalin hubungan dengan Nancy.
Lalu apa alasan mereka mengawasi Nancy, itu mereka lakukan dikarenakan mereka adalah wanita, dan mereka tahu jika Nancy hanyalah korban keluarganya. Tentang perasaan, mereka juga tahu jika Nancy sangatlah mencintai Noah, dibandingkan Edgar.
__ADS_1
Namun, mengingat bagaimana cara Nancy pergi meninggalkan Noah, mereka tidak yakin jika Noah akan begitu saja menerima kembali keberadaan Nancy. Kalaupun kembali menerima keberadaan Nancy, mereka yakin jika Noah tidak akan memberi perlakuan baik pada seluruh anggota keluarga Nancy, yang di masa lalu menjadi faktor utama hancurnya hubungan diantara mereka.
“Apa kalian yakin ingin menemuinya, sedangkan dia tidak tahu tentang kedatangan kita?” ujar Noah begitu dia dan ketiga kekasihnya sudah dekat dengan apartemen Nancy, dan dengan keterampilan mata tembus pandang, dia bisa melihat jika Nancy berada di apartemennya.
Mendengar apa yang ditanyakan Noah, ketiga kekasihnya tersenyum, lalu Sasa berkata, “Kami sangat yakin ingin menemuinya, dan kami sudah sangat tidak sabar memamerkan padanya jika pilihan kami, jauh lebih baik daripada calon suami terbaik pilihan keluarganya!”
Noah tersenyum dan menggelengkan kepala pelan, setelah mendengar apa yang dikatakan Sasa. Dia tidak menyangka jika ketiga kekasihnya sangat begitu ingin memamerkan dirinya, pada Nancy yang di masa lalu telah membuangnya setelah mengikuti apa yang menjadi kemauan keluarganya.
Sampai di depan pintu unit apartemen yang ditempati Nancy, Agnes membunyikan bel, supaya Nancy yang berada di dalam sana mengetahui jika ada tamu yang datang untuk menemuinya. Cukup dua kali membunyikan bel, mereka bisa melihat secara perlahan pintu apartemen Nancy terbuka, dan tidak lama sosok Nancy muncul dari balik pintu untuk melihat siapa sosok yang datang mengunjungi apartemennya.
Nancy jelas saja terkejut melihat kedatangan tiga wanita cantik, dan lagi diantara mereka ada sosok yang sangat dirindukannya, meski dia tahu kalau perasaan rindu itu hanya dirinya yang merasakannya. Siapa lagi sosok itu kalau bukan Noah, yang kehidupannya saat ini senantiasa dikelilingi wanita cantik.
“Apa kami boleh masuk, atau kita bisa mengobrol santai di restoran yang berada tidak jauh dari tempat ini?” tanya Agnes, dan dia masih bisa jelas melihat, ekspresi keterkejutan di wajahmu Nancy. Dia yakin wanita itu tidak menyangka, jika akan ada mereka yang berkunjung ke apartemennya.
“Kita bisa mengobrol di dalam, tapi maaf jika tempatnya terlalu sempit untuk kalian!” kata Nancy, dan dia mempersilahkan tamunya masuk lalu dia segera menutup kembali pintu apartemennya.
Noah yang memasuki apartemen Nancy, dia bisa melihat keadaan apartemen yang mirip dengan tempat tinggalnya di masa lalu, meski apartemen Nancy masih sedikit lebih luas.
Semua telah menempati tempat duduk masing-masing, begitu juga dengan Nancy yang baru saja menyajikan minuman dan camilan untuk mereka semua.
Setelah beberapa waktu hanya diam, akhirnya Nancy memutuskan membuka suara, “Apa yang membuat kalian tiba-tiba datang ke tempatku, dan darimana kalian bisa mengetahui tempat ini?” tanyanya.
“Tidak sulit bagi kami mengetahui tempat ini, dan apa yang membuat kami datang ke tempat ini, itu kami lakukan karena kami ingin meminta kamu kembali menjalin hubungan dengan Noah kami!” kata Ellena dengan santainya. Sedangkan Noah dan Nancy yang mendengarnya, keduanya membuka lebar kedua matanya, terkejut dengan apa yang dikatakan Ellena.
Keduanya sama-sama tidak menyangka jika Ellena akan mengatakan itu.
__ADS_1
......................
Bersambung.