
Pagi ini Noah masih berada di kamarnya, bersama Ellena dan Sasa. Dia belum bangkit dari ranjang, dikarenakan di bawah sana dia dan Sasa masing menyatu. Pagi tadi sebelum matahari terbit, Noah dan Sasa tanpa Ellena, mereka kembali melakukan penyatuan, dan berakhir kelelahan, sehingga Sasa tertidur di atas tubuh Noah, dan mereka belum saling lepas di bawah sana.
“Sayang, pagi sudah beranjak siang, apa kalian tidak ingin bangun?” tanya Noah, sambil dia bergantian membelai wajah cantik Ellena dan Sasa.
Sasa menjadi yang pertama bangun, tapi seketika itu juga wajahnya memerah saat sadar jika dibawah sana dia masih menyatu dengan Noah, bahkan dia merasa jika bagian bawah Noah telah bangkit dan memenuhi rongga sempit bagian bawahnya. Itu nikmat, tapi dia terlalu lemah untuk menggerakkan tubuh, dan semua itu terlihat jelas oleh Noah.
“Tidak ada permainan panas untuk pagi ini! Sebaiknya kita segera bangun, dan aku yakin mereka sudah menunggu kita untuk sarapan bersama!” Noah mengatakan tidak ada permainan panas di pagi hari, tapi nyatanya dia kembali melakukan permainan panas saat berada di kamar mandi bersama Ellena dan juga Sasa. Terlihat kepuasan di wajah keduanya saat mereka bersama-sama keluar dari kamar.
Keadaan Ellena dan Sasa sudah jauh lebih baik dari semalam, dan bagian bawah mereka sudah tidak lagi terasa perih seperti saat baru melakukan permainan panas dengan Noah. Oleh karena itu mereka bisa pergi ke ruang makan untuk makan pagi bersama dengan yang lainnya.
Ke-enam kekasih Noah mulai melayani apa yang diinginkan Noah untuk makan paginya, dan setelahnya mereka semua makan pagi dengan tenang. Sepanjang makan pagi bersama di ruang makan, tidak terdengar suara orang bicara, yang terdengar hanyalah suara benturan antara sendok, garpu, dan piring. Semua fokus pada makanan masing-masing, dan menikmatinya.
Tiga puluh menit waktu yang dihabiskan mereka semua untuk menyelesaikan makan pagi bersama. Selesai makan pagi, Joy dan Agnes langsung pamit karena pagi ini sampai siang nanti mereka ada pekerjaan. Nancy dan Jane yang pagi ini ingin melakukan perawatan pada tubuh mereka, mereka juga pamit pergi. Sedangkan Ellena dan Sasa, aktivitas mereka baru akan dimulai siang nanti dan berakhir saat sore hari, jadi pagi ini mereka memiliki banyak waktu bersantai.
“Sayang, apa pagi ini kamu tidak ingin pergi ke suatu tempat atau menemui rekan kerjamu?” tanya Ellena, dan dia berharap pagi ini Noah tidak memiliki kegiatan, jadi bisa menemaninya bersantai.
“Hari ini aku tidak memiliki rencana bertemu siapapun. Mereka yang bekerja untukku, mereka semua begitu baik melakukan pekerjaannya, jadi aku hanya perlu melakukan pemeriksaan setiap akhir bulan,” jawab Noah, dan dia merasa sangat beruntung karena telah memperkerjakan orang-orang yang dapat dipercaya.
Ellena dan Sasa yang mendengar jawaban Noah, mereka sangat senang, dikarenakan pagi ini bisa menghabiskan banyak waktu bersama dengan Noah. Mereka tidak berpikir melakukan permainan panas, tapi mereka hanya ingin menikmati waktu bersantai bersama pria, yang sangat mereka cinta.
Baik Ellena maupun Sasa, sejak dulu mereka adalah para wanita mandiri, yang tidak pernah berpikir manja pada siapapun, termasuk pada keluarga mereka, tapi saat berada di dekat Noah, mereka senantiasa ingin selalu dimanja oleh Noah. Manja dalam artian, mereka ingin terus berada di dekat Noah.
Ketiganya menghabiskan waktu bersantai di taman belakang Mansion keluarga Milito.
Saat waktu menunjukkan siang hari, Sasa dan Ellena pamit pada Noah, dikarenakan siang ini ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Sasa ingin mengecek keuangan Cafe miliknya, yang sudah memiliki puluhan cabang, sedangkan Ellena, siang ini dia ada pemotretan di perusahaan ayahnya sendiri, jadi Noah tidak perlu khawatir secara berlebihan pada pekerjaan yang dijalani Ellena.
......................
Setelah ditinggal sendirian oleh para kekasihnya, Noah segera saja pergi meninggalkan Mansion keluarga Milito menggunakan mobilnya. Rencananya dia ingin menjemput Joy di tempat kerjanya, dikarenakan pagi ini Joy pergi dengan diantar sopir, sedangkan sopir yang mengantarkan Joy sudah kembali ke Mansion keluarga Milito.
Siang ini Noah seorang diri mengemudikan mobilnya, tanpa kehadiran Hans yang biasanya menjadi sopir pribadinya. Meski di mobilnya dia hanya seorang diri, tapi mobil para pengawal termasuk mobil Hans, mereka semua senantiasa mengikuti mobil Noah dari jarak cukup jauh. Selain keberadaan Hans dan pengawal di dalam mobil, ada juga pengawal bayangan yang bergerak secara sembunyi-sembunyi.
Bruum... Bruum...
Mobil Noah memasuki area kampus tempat Joy mengajar. Kedatangan salah satu mobil sport termahal yang pernah dibuat umat manusia, tentunya kedatangannya berhasil menarik perhatian banyak orang, dan mereka semua penasaran siapa pemilik mobil itu.
Banyak mahasiswa maupun mahasiswi membicarakan mobil sport mewah, yang baru memasuki area kampus.
“Bukannya itu Lamborghini Veneno, yang harganya mencapai puluhan miliar rupiah? Siapapun pemilik mobil itu, dia pasti bukan orang biasa!” kata seorang mahasiswa.
__ADS_1
“Dari siluet orang di dalam mobil, aku yakin dia seorang pria, dan selama mobil itu miliknya, seburuk apapun rupanya, aku rela melayaninya sampai puas!” ujar seorang mahasiswi dengan penampilan cukup menggoda.
“Aku yakin dia pria yang sangat sempurna, bukannya seorang pria buruk rupa!” kata mahasiswi lainnya.
Setelahnya seorang mahasiswa dengan suara lantang berkata, “Aku justru merasa pria di dalam mobil itu hanyalah seorang sopir, dan dia adalah pria tua buruk rupa!”
Banyak mahasiswa yang iri dengan pemilik mobil sport mewah, mereka terus saja menjelek-jelekkan seseorang yang masih berada di dalam mobil. Sosok yang tidak memiliki ketertarikan keluar dari mobil, sebelum datangnya sosok yang dia nanti kedatangannya.
Tidak lama orang yang ditunggu sosok di dalam mobil terlihat dikejauhan, membuat sosok Noah yang berada di dalam mobil keluar dari mobilnya. Perlahan dia keluar dari mobil, dan begitu dia keluar, sosoknya seketika membuat rahim banyak mahasiswi menghangat, sedangkan para mahasiswa memberi tatapan iri padanya.
Saat banyak mahasiswa ingin mendatangi Noah dan mengusirnya dari area kampus, mereka dikejutkan dengan kedatangan Joy, yang dengan senyum indahnya, dia datang menghampiri pria, yang telah membuat mereka semua iri setengah mati.
“Sayang, kenapa kamu repot-repot datang menjemputku? Bukannya kamu bisa menyuruh supir untuk datang menjemputku?” tanya Joy, yang sudah berada di hadapan Noah.
Suara Joy yang sedang bertanya pada Noah terdengar jelas oleh mahasiswa dan mahasiswi yang berada tidak jauh darinya. Mendengar itu mereka akhirnya tahu jika pria pemilik mobil Lamborghini Veneno adalah kekasih dosen baru, yang banyak diidolakan oleh mahasiswa, dikarenakan dosen baru itu sangat cantik dan ramah pada semua orang.
“Anggap saja aku datang untuk memberi kejutan padamu,” jawab Noah dengan senyuman yang semakin menambah tingkat ketampanannya.
Niat Noah datang menjemput Joy memang untuk memberi kejutan padanya, tapi selain itu, dia juga ingin menunjukkan pada semua mahasiswa yang berusaha mendekati Joy, jika dosen yang ingin mereka dekati sudah memiliki pria sesempurna dirinya.
Tidak sulit bagi Noah mengetahui semua itu. Banyak pengawal yang menjaga Joy dari kejauhan, dan mereka senantiasa melaporkan apa saja yang dialami Joy selama di kampus padanya. Oleh karena itu dia tahu jika ada beberapa mahasiswa yang sedang berusaha mendekati Joy.
Joy sudah menjelaskan pada mereka jika dirinya telah memiliki kekasih, tapi mereka kekeuh terus mendekatinya, dan tidak percaya jika dirinya telah memiliki seorang kekasih, yang sangatlah sempurna.
Sekarang dengan kedatangan Noah yang berhasil mengejutkan mereka semua, mau tidak mau mereka harus percaya jika Joy telah memiliki kekasih, dan kekasihnya jauh lebih baik dari mereka semua.
“Sebaiknya kita segera pergi, karena aku tidak ingin memamerkan kemesraan kita di depan anak kecil!” kata Noah, dan dia segera membukakan pintu, lalu mempersilahkan Joy masuk ke dalam mobil.
Begitu Joy sudah berada di dalam mobil, Noah bergegas masuk kedalam mobilnya, lalu setelah memas sabuk pengaman dan menyalakan mesin mobil, dia segera mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan are kampus, yang mana kasih banyak orang terus memperhatikan mobilnya.
......................
Tanpa terasa hari sudah sore, dan sebentar lagi datang malam.
Noah yang melihat ke-enam kekasihnya sudah berkumpul di Mansion, dia tersenyum senang karena hari ini tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada mereka. Saat ke-enam kekasihnya sedang membahas urusan wanita sambil meminum tek di sore hari, Noah memilih mengecek perusahaan miliknya, bahkan dia sudah memiliki perusahaan baru dengan menggunakan hadiah sistem.
“Persaingan di industri pertahanan semakin ketat, beruntung aku memiliki banyak cetak biru senjata mutakhir yang bisa dibeli di toko sistem, sehingga perusahaan senjata milikku senantiasa dua lengkah lebih maju dari kompetitor.” gumamnya setelah melihat keadaan industri pertahanan, yang semakin hari semakin ketat, dikarenakan isu keamanan global.
Saat ingin mengecek perusahaan selanjutnya, fokus Noah teralihkan saat dia mendengar suara ponselnya, yang terus saja berbunyi. Melihat nama yang tertera di layar ponselnya, kerutan tiba-tiba muncul di kening Noah.
__ADS_1
“Apa sesutu telah terjadi? Apa mungkin dia ingin memberitahukan kabar baik padaku?” kata Noah dengan rasa penasarannya, selanjutnya karena merasa sangat penasaran, dia segera mengambil ponselnya, dan menjawab panggilan dari Jacob.
“Halo!...” katanya menjawab panggilan.
“Tuan, saya telah berhasil memusnahkan kekuatan utama kelompok Mafia Death Snake, tapi salah satu dari mereka saat ini berada di negara tempat Tuan Muda!” kata Jacob.
“Itu kabar baik, dan untuk urusan salah satu dari mereka yang berada di negara ini, biarkan aku dan Hans yang membereskannya!” balas Noah.
Sebenarnya Jacob tidak ingin Noah turun tangan langsung menyelesaikan sesuatu yang dengan muda bisa dia selesaikan. Namun, dia tahu tuan mudanya sangat keras kepala, dan saat telah memutuskan sesuatu, siapapun tidak akan bisa merubah keputusannya.
Meski belum lama mengenal sosok Noah sebagai Tuan Mudanya, Jacob sudah banyak memahami sifat milik Noah. Selain memiliki sifat keras kepala melampaui sifat keras kepala yang dimiliki tuan besarnya, Noah adalah kepribadian yang baik, meski dia jarang mengekspos kebaikannya pada banyak orang.
“Tuan Muda, bagaimana jika tetap saya yang mencari dan melenyapkan keberadaan orang itu? Dia adalah anggota kelompok Mafia Death Snake, jadi melenyapkan masih menjadi tugasku, yang Tuan Muda tugaskan untuk melenyapkan seluruh anggota kelompok Mafia Death Snake!” ungkap Jacob.
“Baiklah, aku serahkan orang itu padamu, tapi ingat kamu hanya memiliki sisa waktu tiga hari untuk menemukan dan memusnahkannya! Jika lebih dari tiga hari kamu belum menyelesaikannya, aku sendiri yang akan turun tangan untuk mencari dan memusnahkannya!” kata Noah sangat tegas.
Jacob sangat yakin dalam tiga hari dia dapat menyelesaikan tugas yang diberikan Noah padanya, dan saat ini juga dia akan melakukan perjalanan kembali, kembali ke negara tempat tinggal Tuan Besar dan Tuan Mudanya.
Menghadapi kekuatan utama kelompok Mafia Death Snake saja dengan mudah dapat dia lakukan, apalagi ini hanya bagian kecil dari kelompok Mafia itu, dia sangat yakin dapat memusnahkannya hanya dalam kurun waktu tiga hari. Permasalahannya saat ini adalah mencari keberadaan musuh yang harus dia musnahkan keberadaannya.
Dia akan memikirkan semua itu dalam perjalanan pulang, dan segera saja panggilan antara Jacob dan Noah berakhir. Jacob yang kembali fokus pada tugasnya, dan Noah yang kembali fokus pada beberapa perusahaannya.
“Semua perusahaan berkembang ke arah baik, terutama perusahaan senjata, dan perusahaan pesawat. Dalam dua sampai tiga tahun ke depan, aku yakin kedua perusahaan akan menguasai pasar Dunia!” Dengan adanya cetak biru dari sistem, Noah percaya diri semua itu dapat terwujud.
“Semua orang juga telah bekerja dengan sangat baik, mungkin dua bulan lagi aku akan meningkatkan gaji mereka, jika kinerja mereka konsisten!” Gaji yang dia berikan saat ini sebenarnya sudah jauh melampaui gaji standar yang ditentukan di negaranya, tapi jika semua yang bekerja untuknya melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya, dengan senang hati dia akan meningkatkan gaji mereka.
Menutup laptop yang dia gunakan sebagai sarana memantau dan mengecek kinerja perusahaan, dan kinerja orang-orang yang dipercayainya mengurus perusahaannya. Noah mengarahkan pandangannya pada Jane dan Nancy yang berjalan mendekatinya.
‘Malam ini sepertinya aku akan kembali melakukan permainan panas,’ batin Noah, lalu dia melirik bagian bawahnya yang perlahan mulai menegang. ‘Sepertinya aku tidak perlu melakukan persiapan apapun, dikarenakan dibawah sana, dia senantiasa siap melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya!’ kembali Noah membatin, dan dia segera tersenyum saat Jane dan Nancy sudah duduk di sisi kanan dan sisi kiri nya.
“Sayang, jangan lupa untuk makan ini!” bisik Nancy.
“Kami sudah melakukan banyak persiapan, dan kami jamin kamu tidak akan kecewa!” Giliran Jane yang berbisik, lalu keduanya pergi begitu saja meninggalkan Noah.
Noah sangat memahami apa yang baru mereka katakan padanya. Disaat mereka tidak ingin membuatnya kecewa, jelas saja dirinya juga akan berusaha untuk tidak membuat mereka kecewa. “Aku juga tidak akan membuat kalian kecewa, dan aku penasaran apa mereka bisa lebih tangguh dari Ellena dan Sasa?” gumamnya, sambil melihat Nancy dan Jane yang berjalan menjauh, sampai akhirnya keduanya menghilang.
......................
Bersambung.
__ADS_1