
Mudah bagi Noah mengetahui seperti apa keadaan di Bumi, dikarenakan sistem dengan mudah mendapatkan seluruh informasi, yang berhubungan dengan Bumi. Dia bahkan sudah tau apa yang baru saja dilakukan oleh Pamannya sendiri, dan itu dilakukan untuk menjaga keberadaan prajurit super miliknya.
“Mereka yang di masa lalu merupakan negara besar, terus saja mereka menganggap negaranya sebagai negara besar, padahal jelas kemunculan portal dimensi dan juga monster telah merubah tatanan Dunia,” gumam Noah.
“Jika peperangan benar-benar terjadi, mereka hanya akan mendapatkan penyesalan, dikarenakan negara mereka bakalan hancur di tangan prajurit super dan juga tentara super,” kata Noah, seolah-olah dia bisa melihat hasil akhir dari peperangan di Bumi, sekalipun peperangan belum tentu terjadi.
Noah mengirim sebuah pesan pada Jacob dan Hans dengan bantuan sistem, yang mana bunyi pesan itu adalah untuk sesegera mungkin menghancurkan orang-orang, yang masih mencoba menguak rahasia yang dimiliki oleh prajurit super. Orang-orang itu harus segera mati, untuk tetap menjaga rahasia prajurit super.
Noah tetap menginginkan kematian mereka, meski sistem telah memberitahunya, kalau tak akan pernah ada orang yang mampu mengungkap rahasia kekuatan, yang dimiliki oleh prajurit super.
“Aku jadi merindukan si kecil Jihan, yang teroaks tidak bisa ikut ke Dunia ini, dikarenakan Dunia ini terlalu berbahaya untuknya, dan tidak setiap saat aku bisa memberikan perlindungan untuknya. Jadi, meninggalkannya bersama keluarga yang ada di Bumi adalah keputusan terbaik untuknya,” kata Noah pelan.
Selanjutnya, setelah mengirim pesan pada Jacob dan Hans, Noah yang saat ini berada di atas dahan pohon, di tengah kegelapan malam, dia bergerak melihat-lihat sekeliling, mencoba menemukan keberadaan monster.
Untuk para wanita, mereka berburu di tempat lain, tapi dengan bantuan sistem mudah bagi Noah memantau keadaan mereka, dan jika terjadi sesuatu yang buruk pasal mereka, mudah bagi Noah datang ke tempat mereka.
Saat Noah melompat turun dari ketinggian pohon, belum juga menginjakkan kaki di atas permukaan tanah, sebuah pedang terayun ke arahnya, membuat Noah melakukan gerakan menghindar saat masih ada di udara.
Berhasil menghindari satu serangan, nyatanya serangan belum berakhir. Serangan berikutnya datang dengan sangat cepat, tapi dengan kedua matanya Noah jelas melihat siapa sosok yang menyerangnya.
“Sistem, makhluk apa mereka? Tubuhku merasa merinding saat berhadapan dengan mereka,” ujar Noah.
[Tuan, mereka adalah iblis, dan ada sepuluh iblis yang menyerang Tuan]
“Di Bumi aku banyak mendengar kisah tentang iblis, tapi pada akhirnya aku baru bisa melihat keberadaan mereka di Dunia ini, dan wujud mereka tak begitu jauh dari apa yang sering digambarkan orang-orang di Bumi,” kata Noah sambil menghindari serangan musuh.
“Slash... Slash... Slash...” Dua tebasan mengenai lengan Noah, tapi tak terjadi apa-apa pada lengannya, dikarenakan tubuh Noah memang memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis senjata, bahkan jika itu senjata nuklir.
Jadi, berapa kalipun tebasan pedang mengenai tubuhnya, tak akan terjadi apa-apa pada tubuh Noah. Paling-paling, hanya pakaiannya yang mengalami sobekan akibat tebasan pedang.
__ADS_1
Di sisi lain, para iblis yang melihat sendiri pedang mereka tak bisa melukai Noah, mereka kini menggunakan tinjunya, berharap itu bisa melukai Noah.
“Tangkap manusia ini hidup-hidup karena banyak wanita iblis yang menginginkan benih manusia, yang dikatakan telah punah, tapi nyatanya mereka belum punah!” teriak salah satu iblis.
Iblis lainnya mengangguk, dan mereka bekerjasama mencoba menangkap Noah.
Sementara itu, Noah yang jelas mendengar teriakan salah satu iblis, dia tiba-tiba saja merinding, dan dia merasa tubuhnya akan mengering jika sampai berhasil ditangkap oleh para iblis.
“Kenapa juga iblis wanita menginginkan benih dari manusia? Apa mungkin mereka ingin memperbaiki keturunan?” ujar Noah, disaat dia telah melihat rupa seluruh sosok iblis yang menjadi lawannya. Dari apa yang dilihatnya, harus diakuinya jika mereka semua sangat jelek.
[Tuan, iblis pria memang jelek, tapi berbeda dengan iblis wanita yang memiliki kecantikan setara dengan salah satu kekasih Tuan, dan benar adanya jika iblis wanita lebih menyukai benih manusia, dikarenakan mereka bisa menghasilkan keturunan unggul, dibandingkan dengan benih dari sesama iblis]
“Sistem, apa kamu berpikir aku bakalan tertarik dengan wanita iblis?” tanya Noah.
[Siapa tau Tuan memang tertarik pada kecantikan iblis wanita, dan lagi mereka suka main keroyokan, jadi aku rasa Tuan pasti menyukai mereka]
“Sudahlah hentikan membahas tentang iblis wanita, karena aku tak akan pernah tertarik pada mereka,” kata Noah, sambil menangkis serangan iblis yang datang secara terus-terusan.
“Aku tak peduli apa yang diketawakan olehnya. Lebih baik aku fokus pada mereka yang menjadi lawanku,” kata Noah dan dia mulai melakukan serangan balik.
Sepuluh iblis yang bersama-sama menyerang Noah, mereka dikejutkan dengan kekuatan manusia yang menjadi lawan mereka, dan keterkejutan mereka sudah berlangsung sejak pedang mereka, tak mampu melukai manusia lawan mereka.
“Apa manusia selama ini sengaja bersembunyi untuk meningkatkan kekuatan mereka, dan baru keluar dari tempat persembunyian setelah mereka menjadi sosok yang sangat kuat?” ujar salah satu iblis, yang merasakan ngilu di tangannya, setelah dia beradi tinju dengan Noah.
“Manusia ini sangat kuat,” kata iblis lainnya, yang baru saja beradu tendangan dengan Noah.
Iblis lain memiliki keluhan yang sama, setelah mereka beradu kekuat fisik dengan Noah.
Noah sendiri yang mendengar keluhan para iblis yang menjadi lawannya, dia hanya terkekeh pelan, dan semakin bersemangat menyerang mereka.
__ADS_1
Musuh menyerang menggunakan kekuatan fisik, dia melakukan hal yang sama, yaitu menyerang menggunakan fisik, dengan mengandalkan tinju kedua tangannya, serta tendangan kedua kakinya.
“Bang... Bang... Bang...” Tiga iblis terkena tinju Noah, membuat ketiganya terpental, dan mendapatkan luka di wajah mereka, dikarenakan tinju Noah tepat mengenai wajah mereka.
“Wajah mereka nampak semakin buruk setelah terkena tinjuku,” gumam Noah.
Terus menyerang, Noah berhasil meninju wajah salah satu iblis, dan menendang tubuhnya, membuat iblis itu mengerang kesakitan, akibat tinju dan tendangan keras yang dilakukannya.
Menyisakan enam iblis yang belum merasakan tinju maupun tendangan kakinya, Noah bergerak sangat cepat menyerang mereka semua, menghadiahi mereka semua masing-masing dengan tinju dan tendangan kaki.
Seluruh iblis telah merasakan tinju maupun tendangan Noah, bahkan sudah ada yang dua kali merasakan tinju Noah.
Sambil menahan rasa sakit, mereka kembali maju menyerang Noah, seolah tak takut kembali mendapatkan pukulan ataupun tendangan. Mereka tetap gigih menyerang Noah, meski serangan mereka tak pernah tepat sasaran, dan mereka justru kembali terkena tinju maupun tendangan Noah.
“Sudah cukup aku bermain-main dengan kalian. Kini saatnya serius, dan berikan nyawa kalian padaku, untuk menambah poin level yang aku miliki,” kata Noah, yang tentu tak begitu dimengerti oleh para iblis.
Tak peduli mengerti atau tidak dengan apa yang dikatakannya, Noah mengeluarkan katana, dan bergerak cepat menyerang kesepuluh iblis yang menjadi lawannya.
Pergerakan Noah sangatlah cepat, bahkan dia lebih cepat dari apa yang bisa dilihat oleh kedua mata para iblis.
“Slash... Slash... Slash...” Tiga tebasan dilakukan Noah, dan hanya dengan satu kali tebasan, dia berhasil membunuh salah satu iblis, dengan kekuatan berada di atas level 600.
“Tiga tumbang, dan yang lainnya akan segera menyusul!” gumam Noah sambil menyeringai, dan dia terus saja mengayunkan katana di tangannya.
Hingga tak lama kemudian, dia berhasil mengalahkan seluruh iblis yang menjadi lawannya, dan mendapatkan lumayan banyak poin level, untuk mempercepat peningkatan level kekuatannya.
[Tuan, tak jauh dari tempat ini ada Desa Iblis. Apa Tuan ingin pergi berburu iblis ke tempat itu?]
Mendengar pertanyaan sistem, seketika itu juga Noah sangat bersemangat, tapi semangatnya runtuh begitu mendengar informasi yang diberikan oleh sistem.
__ADS_1
[Tuan, di desa iblis kebanyakan merupakan iblis wanita, dan mereka semua senantiasa tampil polos, tanpa adanya sehelai kain yang menutupi tubuhnya. Jika Tuan datang ke desa itu, aku yakin Tuan tak akan bisa menahan diri, untuk tidak tergoda kecantikan dan keindahan yang dimiliki iblis wanita]
“Yah, aku yakin tak akan tahan dengan semua itu, dan sebaiknya aku menyerahkan desa itu pada para wanita...”