Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Melawan Goblin Champions Dan Raja Orc


__ADS_3

Salah satu goblin champions yang telah kehilangan salah satu tangannya, dia hendak melakukan regenerasi, untuk kembali menumbuhkan tangannya.


Namun, belum juga dia melakukannya, sebuah katana lebih dulu memenggal kepalanya, memisahkan kepala dan bagian tubuhnya, membuatnya seketika bertemu dengan apa yang dinamakan kematian.


Tubuh goblin champions itu langsung jatuh dengan kepala terlebih dahulu jatuh menggelinding. Tak ada perlawanan sebelum kematian mendatanginya, dan dia tidak tahu siapa yang membunuhnya.


Satu yang jelas terjadi padanya, yaitu dia telah mati, dan tak mungkin baginya mencari tau siapa yang telah membunuhnya.


Tak lama kemudian di samping goblin champions yang telah mati muncul pria dengan masing-masing tangannya memegang katana, yang mana salah satu katana di tangannya masih meneteskan darah berwarna hijau kehitaman.


Pria itu adalah Noah, dan dia adalah orang yang membunuh salah satu goblin champions.


Empat goblin champions lainnya, mereka belum sadar jika rekan mereka yang mundur untuk memulihkan lukanya, telah mati di tangan musuh yang kedatangannya belum mereka sadari.


Mereka baru tahu jika ada musuh lain selain Raja Orc dan wakilnya, saat muncul sosok bayangan yang muncul dari samping, dan menyerang salah satu goblin champions, yang sedang berhadapan satu lawan satu dengan salah satu wakil Raja Orc.


Bayangan itu tidak menyerang salah satu diantara goblin champions dan wakil Raja Orc, melainkan menyerang keduanya dengan serangan brutal, dan mematikan.


Bayangan itu tentu saja Noah, yang mulai menyerang lawan-lawannya, dengan tujuan membunuh mereka dan menyelesaikan misi sistem.


Sontak goblin champions lainnya segera maju menyerang Noah, tapi mereka dihentikan oleh Raja Orc, dan salah satu wakilnya.


Tak terjadi pembicaraan antara goblin dan Orc, dan mereka kembali melakukan pertarungan yang terlihat jelas berat sebelah.


Raja Orc dan salah satu wakilnya jelas lebih kuat dari ketiga goblin champions, dan mudah bagi kedua Orc itu untuk mendominasi jalannya pertarungan.


Di sisi lainnya, Noah juga mudah mendominasi jalannya pertempuran, meski dia menghadapi dua lawan sekaligus.


Melihat kedua lawannya mulai kewalahan berhadapan dengannya, Noah justru mempercepat gerakannya, dan semakin gencar menyerang mereka.


“Kalian cukup kuat, tapi masih belum cukup untuk merepotkanku,” kata Noah menggerakkan kedua tangannya sangat cepat, menebas kedua lawannya.


Slash... Slash... Slash... Aaargh...


Goblin champions dan wakil Raja Orc yang menjadi lawan Noah menjerit kesakitan, saat Noah berhasil memotong kedua tangan dan kedua kaki mereka.


Meski keduanya dapat meregenerasi bagian tubuh yang telah terpotong, mereka tetap saja merasakan sakit, dan butuh waktu lama bagi mereka meregenerasi bagian tubuh yang terpotong.


“Aku tidak memiliki banyak waktu bermain-main dengan kalian, jadi aku akan segera mengakhiri hidup kalian!” Noah langsung saja memenggal kepala keduanya, lalu membakar tubuh mereka.


Usai membakar tubuh kedua lawan yang berhasil dikalahkan, Noah segera beralih pada lawan lain, yang kini sedang terlibat dalam pertarungan tiga lawan dua.


Melihat pertarungan yang sedang berlangsung, Noah bisa menyimpulkan siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan siapa yang akan kalah, jika pertarungan diantara mereka terus berlanjut.


Jelas saja tiga goblin champions akan kalah, ditangan Raja Orc dan wakilnya, yang jelas unggul dalam kekuatan, dibandingkan dengan ketiga goblin champions.


Mengetahui salah satu goblin champions akan mati di tangan wakil Raja Orc, Noah langsung saja melesat cepat, lalu mendahului wakil Raja Orc membunuh goblin champions.


“Maaf saja hanya aku yang diizinkan membunuh kalian semua!” kata Noah yang kembali memenggal goblin champions, dan kini sudah tiga dari lima goblin champions yang mati di tangannya.


Wakil Raja Orc mengerang marah melihat lawannya mati di tangan orang lain, apalagi setelah tau orang lain itu adalah manusia.


“Aku suka melihat makhluk jelek sepertimu marah, dan aku jadi semakin ingin membunuhmu!”

__ADS_1


Noah menyimpan salah satu katana nya, dan hanya menggunakan satu katana di tangan kanannya dia maju menyerang wakil Raja Orc yang tubuhnya telah dipenuhi luka akibat pertarungannya dengan goblin champions.


Bergerak sangat cepat Noah menyerang wakil Raja Orc yang sama sekali tidak bisa melihat seberapa cepat pergerakannya.


Kedua mata wakil Raja Orc melihat sekeliling mencari keberadaan Noah, tapi tidak menemukan yang di cari, sampai akhirnya dia merasa ada yang telah menusuk punggungnya, dan tusukan itu terasa menembus sampai dadanya.


Tubuh wakil Raja Orc seketika tumbang saat sesuatu yang menusuk punggungnya ditarik keluar, bersamaan dengan itu darah menyembur keluar dari luka yang ada di tubuhnya.


Keadaan wakil Raja Orc jauh dari kata baik-baik saja, tapi dia masih hidup, dan berusaha menyembuhkan lukanya, tapi Noah yang menjadi lawannya, dia sama sekali tidak memberi kesempatan padanya untuk memulihkan luka di tubuhnya.


Para Vampir yang melihat bagaimana seorang manusia begitu mudah membunuh wakil Raja Orc, mereka hampir tidak percaya jika yang melakukannya adalah manusia, yang selama ini mereka anggap lemah, dan harus dilindungi.


“Apa dia masih manusia sama seperti yang selama ini kita lindungi?”


“Aku ragu jika dia manusia, karena yang aku tau manusia itu sangat lemah, bahkan jauh lebih lemah dari bayi goblin.”


Dari aroma yang mereka cium, pria yang telah membunuh wakil Raja Orc jelas dia adalah manusia, tapi mereka mulai meragukan penciuman, yang jelas-jelas mereka mencium aroma itu dengan penciuman diri sendiri, dan kemungkinan salah sangatlah kecil.


Namun, mereka masih saja meragukan penciuman karena kedua mata mereka melihat bagaimana seorang manusia membunuh wakil Raja Orc dengan begitu mudah, bahkan sebelumnya manusia itu telah membunuh tiga sosok goblin champions.


“Fiuh, dilihat dari sisi manapun dia memang manusia.” Meski sulit, pada akhirnya seluruh Vampir di tempat itu percaya, jika yang mereka lihat adalah manusia.


Sementara itu, Noah yang telah membunuh tiga goblin champions dan ke-dua wakil Raja Orc, dia segera mengarahkan pandangan ke arah dua goblin champions, yang sedang melawan Raja Orc.


Kekuatan Raja Orc yang lebih kuat membuat kedua goblin champions sama sekali tidak memiliki kesempatan melukai lawan mereka, yang ada mereka justru beberapa kali terkena serangan lawan, membuat tubuh mereka dipenuhi berbagai luka.


Noah tersenyum melihat keadaan dua goblin champions yang tak akan sulit membunuh mereka. Sementara untuk Raja Orc, Noah tidak menganggapnya sebagai ancaman, dan yakin dapat mengalahkannya.


Sambil melihat sekeliling dimana pertempuran masih terjadi antara puluhan ribu goblin melawan ribuan Orc, Noah melangkah pelan mendekati dua goblin champions dan Raja Orc.


Bukan hanya tak mengerti, tapi dua goblin champions dan Raja Orc sama sekali tidak memperhatikan keberadaan Noah, dan mereka masih saja melanjutkan pertarungan.


Noah menghela napas panjang saat tahu jika keberadaannya diabaikan oleh musuh. “Terus saja abaikan keberadaanku, dengan begitu mudah bagiku membunuh kalian!” kata Noah.


Setelah merasa diabaikan musuh, Noah langsung saja menyerang salah satu goblin champions yang terpental jauh, begitu terkena tinju Raja Orc.


Slash...


Noah mengayunkan katana nya, memotong salah satu tangan goblin champions, yang tidak menyadari keberadaannya.


Aaargh...


Goblin champions yang kehilangan sebelah tangannya menjerit kesakitan, tapi jeritan itu tidak berlangsung lama karena Noah cepat menusuk mulut goblin menggunakan katana nya.


Tak membutuhkan waktu lama bagi goblin champions itu mati, dan kejadian itu terlihat jelas oleh satu-satunya goblin champions yang masih tersisa, lalu dengan gerakan sangat cepat dia menyerang Noah, mengabaikan keberadaan Raja Orc.


Gerakan goblin champions cukup cepat, tapi gerakan itu terlihat sangat lambat di kedua mata Noah.


“Satu lagi datang padaku untuk menyerahkan nyawanya,” gumam Noah, dan begitu saja dia mengayunkan katana di tangannya, menunjukkan jika tak sulit baginya membunuh goblin champions.


Noah mengayunkan katana nya telat membelah tubuh goblin champions yang datang menyerangnya, dan kini total lima goblin champions telah mati di tangannya.


Ditambah dengan kematian ke-dua wakil Raja Orc, kini hanya tersisa Raja Orc, dan jika ingin menyelesaikan misi sistem, secepatnya Noah harus membunuh Raja Orc.

__ADS_1


Membunuh Raja Orc sedikit lebih sulit daripada membunuh lima goblin champions, tapi Noah merasa tak akan kesulitan membunuh sosok Raja Orc yang sudah cukup lama terlibat pertarungan dengan goblin champions.


Noah langsung saja berlari cepat maju menyerang Raja Orc. Dengan katana di tantan kanannya dia yakin dapat membunuh Raja Orc, dan menyelesaikan misi sistem.


Sadar adanya ancaman mendekat ke arahnya, Raja Orc segera bersiap, memperkuat pertahanannya.


Akan tetapi, sekuat apapun pertahanannya, semua itu benar-benar tak berguna saat lawan yang dihadapinya jauh lebih kuat darinya.


Pertahanan Raja Orc dengan mudah ditembus Noah, dan kini Raja Orc mengayunkan pedang besar di tangannya, menahan setiap serangan yang dilakukan lawan.


Ukuran pedang Raja Orc boleh saja lebih besar dari katana milik Noah, tapi setelah kedua senjata berkali-kali saling berbenturan, kondisi katana Noah masih mulus, sementara pedang besar Raja Orc sudah mengalami keretakan di banyak tempat.


Katana di tantan Noah telah terhubung dengan kekuatan pemiliknya. Saat Noah yang merupakan pemiliknya bertambah kuat, otomatis kekuatan katana ikut meningkat, membuatnya tumbuh semakin kuat, seiring pertumbuhan kekuatan Noah.


Raja Orc yang tau jika tak lama lagi pedang besarnya akan hancur, dia membuang begiti saja pedangnya, lalu dia mengambil pedang besar lainnya, yang sebelumnya terikat di belakang punggungnya. Dari ukuran pedangnya sekarang lebih besar, dan terasa lebih kuat dari yang sebelumnya.


Melihat lawan mengganti senjata, Noah tidak ikut mengganti senjata, melainkan dia memilih mengeluarkan satu lagi katana, dan kembali kini dia menggunakan kedua katana nya dalam sebuah pertarungan.


Raja Orc yang telah memegang senjata baru yang lebih kuat, dia sama sekali tidak peduli dengan lawan yang menambah jumlah senjata, dan segera saja dia maju menyerang dengan mengayunkan pedang besarnya.


Trang...


Dengan kedua katana nya Noah menahan pedang besar Raja Orc yang bisa saja membelah tubuhnya jika gagal dihentikan.


Mendorong pedang besar Raja Orc menggunakan kedua katana nya, memanfaatkan pedang besar Raja Orc yang terdorong mundur, Noah bergerak cepat melakukan serangan balik, dan dia mengincar kaki Raja Orc, yang ukuran tubuhnya menjulang tinggi, lebih dari tiga meter.


Seketika salah satu kaki Raja Orc terpotong dengan sangat rapi, membuat sosok tinggi besar kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjatuh menghantam permukaan tanah.


Tak memberi kesempatan musuhnya bangkit, Noah kembali menyerang musuh yang baru saja terjatuh.


“Maaf saja, aku bukan orang baik yang membiarkan musuh yang terluka pulih, baru setelahnya aku kembali menyerang! Aku menginginkan semua ini cepat berakhir, jadi aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan membunuhmu!”


Noah mengayunkan kedua katana nya menyerang, sementara Raja Orc yang berada dalam posisi duduk, dia mati-matian menahan serangan Noah menggunakan pedang besarnya.


Banyak serangan Noah yang berhasil ditahan oleh Raja Orc, tapi banyak juga serangan yang gagal di tahan, membuat tubuh Raja Orc dipenuhi berbagai jenis luka, bahkan dia telah kehilangan lengan kirinya, membuatnya hanya bisa menggunakan tangan kanan untuk menggerakkan pedang besarnya.


Di sisi lain para Vampir kembali dikejutkan dengan Noah yang hampir berhasil membunuh Raja Orc, yang mereka saja akan sedikit kesulitan mengalahkan Raja Orc.


Meski mereka memiliki level kekuatan lebih tinggi dari Raja Orc, dengan kekuatan fisik dan tubuh Raja Orc yang cepat meregenerasi tubuhnya yang terluka, mereka seorang diri tidak akan semudah Noah, yang saat ini membunuh Raja Orc tak berdaya di hadapannya.


Keterkejutan mereka semakin menjadi saat melihat sosok manusia lain muncul saat ratusan Orc datang, mencoba membantu Raja mereka.


Sembilan manusia yang mereka tahu seluruhnya adalah wanita, mereka sangat mudah membunuh satu demi satu Orc yang sama sekali jauh dari kata lemah. Mereka para manusia hanya membutuhkan satu serangan untuk membunuh satu Orc, bahkan sesekali dua sampai tiga Orc matia hanya dalam satu kali serangan.


Noah sendiri yang tahu jika kesembilan kekasihnya akhirnya turun ke medan perang, dia hanya tersenyum dan kembali fokus pada Raja Orc yang menjadi lawannya.


Melihat Raja Orc sudah dalam kondisi sekarat, Noah justru baru menggunakan tenaga dalam dan merubah tenaga dalam menjadi energi panas.


Kuatnya energi panas yang dikeluarkan oleh Noah membuat api terlihat menyelimuti kedua katana nya, membuat terkejut siapapun yang melihatnya.


“Sudah saatnya kau mati!”


Noah bergerak sangat cepat, bahkan sosoknya seolah menghilang, dan baru kembali terlihat begitu muncul tepat di belakang tubuh besar Raja Orc yang mulai terbakar.

__ADS_1


“Fiuh, akhirnya selesai...”


__ADS_2