Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kesepakatan Kerjasama


__ADS_3

Hari sudah gelap saat Noah dan ketiga kekasihnya berhasil mengalahkan seluruh makhluk asing yang kini dipanggil monster oleh semua orang, dari semua kalangan.


Selesai mengalahkan monster yang keluar dari portal, dan menghancurkan portal tempat mereka keluar, Noah dan ketiga kekasihnya memutuskan kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Saat berjalan kembali ke arah hotel, dari kejauhan mereka mendengar suara sirene polisi. Mendengar itu, segera mereka mempercepat langkah menuju hotel.


Ketika sampai di hotel, Jacob dan empat orang anak buahnya menyambut kedatangan Noah dan ketiga kekasihnya.


Anak buah Jacob adalah prajurit super pilihan, yang bertugas mengawal Noah dan seluruh anggota keluarganya.


Dalam perjalanannya kali ini Jacob membawa dua puluh anak buahnya, dan setengah dari mereka sudah sampai di hotel, dan setengahnya lagi masih dalam perjalanan. Kemungkinan dalam satu sampai dua jam lagi mereka semua telah sampai di hotel.


“Sebaiknya kita segera mandi dan berganti pakaian!” ucap Noah lembut.


Mendengarnya, Ellena, Joy dan Prilly menganggukkan kepalanya pelan.


Setelahnya mereka pergi ke kamar, yang telah disewa untuk empat hari ke depan.


Ada belasan kamar hotel yang disewa, dan semuanya merupakan kamar terbaik yang tersedia di hotel. Untuk kamar terbaik tentu akan ditempati Noah dan ketiga kekasihnya.


Sampai di kamar, sambil menunggu para wanita yang mandi lebih dulu, Noah melihat keadaan di luar melalui jendela kamarnya.


Keadaan di luar sudah gelap, dan hujan masih turun dengan derasnya sejak beberapa waktu yang lalu.


Meski gelap, Noah bisa melihat jelas personil polisi dan tentara yang melakukan pembersihan, di tempat yang semula dipenuhi puluhan monster menyerupai manusia.


“Yang muncul di negara ini hanyalah monster biasa, berbeda dengan di negaraku yang sudah jauh lebih kuat!” gumam Noah.


Mendengar pintu kamar mandi terbuka, Noah menoleh dan tidak lama kemudian dia melihat tiga wanita cantik keluar dari kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk untuk menutupi bagian tubuhnya, Noah benar-benar menikmati keindahan dari ketiga kekasihnya.


“Sayang, kamu ingin lebih dulu mandi atau makan kami?” tanya Ellena sambil menunjukkan senyuman genit, dan dengan tangan kanannya dia meremas salah satu bukit kembarnya.


Melihatnya Noah hanya menggelengkan kepala pelan sambil menunjukkan senyuman di wajahnya. Setelahnya dia segera masuk ke dalam kamar mandi, dikarenakan dia sudah merasa tidak nyaman dengan keadaan tubuhnya.


Dinginnya air membuat Noah sedikit menggigil, tapi daripada menggunakan air hangat, dia jauh lebih menikmati saat mandi menggunakan air dingin.


Lima belas menit berlalu, Noah akhirnya selesai mandi, dan dia keluar hanya menggunakan handuk yang sudah tersedia untuknya.


Keluar dari kamar mandi, dia melihat ketiga kekasihnya yang sedang menata makanan di meja makan, dan sepertinya baru saja Jacob mengantarkan makanan untuk mereka makan malam bersama.


“Sayang, makan malam sudah siap. Sebelum makan kami, mari isi tenaga dulu!” Joy memegang tangan Noah, lalu dia menariknya dan mendudukkan nya di salah satu kursi yang sudah tersedia.

__ADS_1


Setelah semua sudah duduk di tempatnya masing-masing, acara makan malam segera dimulai.


Ketiga wanita dengan telaten melayani Noah di meja makan, dan setelahnya mereka makan malam dalam keadan tenang.


Noah makan lebih banyak dari ketiga kekasihnya, dikarenakan dia tahu kalau malam ini butuh tenaga ekstra untuk memberi kepuasan pada ke-tiga kekasihnya.


Tidak lama makan malam mereka selesai, dan sebelum melakukan pertarungan panas di atas tempat tidur, mereka lebih dulu menikmati acara televisi, sambil membiarkan makanan yang baru dimakan tercerna secara sempurna.


Satu jam berlalu begitu saja, dan sejak sepuluh menit yang lalu pertarungan panas di atas ranjang sudah dimulai.


Saat ini Noah terbaring terlentang di atas tempat tidur dengan wanita yang kali ini mendominasi jalannya pertarungan.


Ugh...


Ellena segera membungkam mulutnya sendiri saat tiba-tiba suara penuh kenikmatan keluar dari mulutnya, dan itu terjadi karena Noah dengan sedikit keras meremas salah satu bukit kembar miliknya.


Saat tangan kanannya berada di salah satu bukit kembar milik Ellena dan tangan kirinya berada di salah satu bukit kembar milik Joy, Noah merasakan sesuatu yang nikmat di bawah sana, dan dia tahu itu adalah ulah Prilly.


‘Sesekali bersenang-senang, untuk sejenak melupakan banyaknya permasalahan yang harus aku hadapi,’ batin Noah, dan dia bisa merasakan jika dibawah sana Prilly dengan baik melakukan tugasnya.


Saling bertukar tempat, itulah yang dilakukan Ellena, Joy, dan juga Prilly. Sedangkan Noah, dia menikmati permainan mereka, dan dia senantiasa mengikuti apa yang mereka inginkan.


Empat jam berlalu dan setelah membuat tempat tidur banjir, entah itu banjir keringat atau banjir karena Noah berhasil membuat ketiga kekasihnya terus-terusan mencapai puncak kenikmatan.


Mengabaikan keadaan tempat tidur mereka, keempatnya saat ini sudah terlelap, tapi mereka senantiasa waspada pada keadaan sekitar.


......................


‘Sepertinya Tuan dan ketiga Nona baru bersenang-senang,” batin Jacob melihat wajah cerah Noah dan ketiga kekasihnya yang baru saja keluar kamar.


Pagi ini rencananya mereka akan makan malam di restoran hotel, sekaligus bertemu dengan perwakilan pihak pemerintah negara yang mereka kunjungi, untuk membicarakan perihal impor dan ekspor senjata.


“Apa mereka sudah datang?” tanya Noah pada Jacob, sambil melihat jam tangannya yang menunjukkan waktu pukul sembilan pagi.


“Tuan, mereka masih dalam perjalanan, dan mungkin kurang dari lima menit lagi mereka bakalan sampai,” jawab Jacob.


“Bagaimana dengan surat kerjasama, apa semua sudah kamu selesaikan sesuai keinginanku?” kembali Noah bertanya pada Jacob.


“Semua sudah saya siapkan sesuai keinginan Tuan!” kata Jacob sambil menunjukkan stop map, yang di dalamnya terdapat beberapa lembar kertas tersusun rapi.


Noah menganggukkan kepala, dan dia tersenyum puas akan pekerjaan Jacob.


Berjalan sambil bercanda dengan ketiga kekasihnya, akhirnya Noah dan yang lainnya sampai di restoran hotel.

__ADS_1


Dikarenakan Noah adalah tamu spesial hotel, dia dan orang-orangnya berhak menempati ruang VIP 1 sampai ruang VIP 3.


Noah, ketiga kekasihnya serta Jacob, mereka menempati ruang VIP 1, sementara para pengawal menempati ruang VIP 2 dan 3.


Makanan sudah dipesan, dan saat menunggu makanan datang, Jacob mendengar ponselnya berbunyi, menandakan jika ada yang menghubunginya.


Jacob terlibat obrolan singkat dengan seseorang yang menghubunginya, dan begitu panggilan berakhir, Jacob segera berbicara pada Noah.


“Tuan, mereka sudah sampai dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju ruangan ini,” kata Jacob.


Noah hanya menganggukkan kepalanya mendengar apa yang baru dikatakan Jacob.


Sebenarnya dia tidak suka jika ada orang asing di acara makan paginya, tapi dia tidak mungkin mengusir mereka yang sudah datang.


......................


Saat ini duduk di hadapan Noah tiga pria dan dua orang wanita.


Selesai makan pagi bersama ketiga kekasihnya dan juga Jacob, Noah yang didampingi ketiga kekasihnya dan juga Jacob, dia melakukan pertemuan dengan perwakilan pemerintah negara yang ingin menjalin kerjasama dengan NIL Company.


Kerjasama itu nantinya akan menghasilkan pabrik baru milik NIL Company di luar negeri.


Dengan adanya pabrik baru di luar Negeri, produksi persenjataan NIL Company bisa meningkat, dan bisa memenuhi pasar luar negeri.


“Tuan, pabrik baru akan didirikan di dua tempat, dan pembangunan akan dimulai dalam dua hari ke depan,” kata pria yang duduk tepat di hadapan Noah.


Sebenarnya urusan yang menyangkut kerjasama kedua belah pihak dan pembangunan pabrik baru NIL Company sudah diselesaikan oleh Jacob, dan kedatangan Noah hanyalah untuk menandatangani surat putusan kerjasama kedua belah pihak.


“Seperti yang sudah disepakati, pembangunan akan dilakukan langsung oleh orang-orang kepercayaan NIL Company, dan pihak kalian hanyalah penyedia keamanan selama proses pembangunan!” ungkap Noah.


Pria dihadapan Noah menganggukkan kepalanya mengerti.


Setelah semua sudah dipastikan dan pembangunan sudah bisa dimulai, Noah segera menandatangani surat kerjasama, yang mana dirinya sendiri yang membuat surat itu, dan pihak lain yang ingin bekerjasama, mereka harus setuju dengan isi surat kerjasama, jika ingin menjalin kerjasama dengan NIL Company.


Selesai tanda tangan dan saling menjabat tangan, Noah bermaksud langsung pergi, tapi dia tidak bisa langsung pergi karena salah satu pria perwakilan negara yang menjalin kerjasama dengannya, pria itu terang-terangan menggoda Joy.


“Aku sarankan untuk tidak menggoda salah satu kekasihku jika tidak ingin hal buruk terjadi padamu!” kata Noah dengan santainya, tapi siapapun pasti tahu jika kata-kata santai itu penuh dengan ancaman.


Pria yang sebelumnya mencoba menggoda Joy, setelah mendengar apa yang dikatakan Noah, tiba-tiba nyalinya menciut dan dia hangat bisa menundukkan kepala penuh penyesalan.


Sementara ke-empat rekannya, mereka hanya menggelengkan kepala, dan dalam diam mereka mengutuk kebodohan salah satu dari mereka, yang hampir membuat kerjasama kedua belah pihak gagal tercapai.


Begitu semua urusan selesai, Noah dan yang lainnya pergi, begitu juga dengan lima orang yang pergi setelah kepergian Noah dan orang-orangnya.

__ADS_1


......................


Bersambung.


__ADS_2