Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Balas Dendam Kedua Wanita


__ADS_3

Seorang pria dan dua orang wanita bergerak cepat di tengah-tengah hutan saat matahari pagi baru saja memancarkan sinar terangnya. Mereka menuju sebuah tempat, yang mana di tempat itu terdapat seorang pria yang belum menyadari keberadaan mereka.


Ketiga orang yang bergerak beriringan berhenti tak begitu jauh dari gua yang dari kejauhan terlihat selayaknya gua biasa, tapi jika dilihat lebih dekat, gua itu terlihat selayaknya sebuah rumah, dan sebuah kebenaran jika gua itu memang sebuah rumah.


Menatap satu-satunya pria diantara mereka bertiga, setelah pria ditatap dua wanita mengangguk, dengan gerakan yang sangat cepat mereka bertiga mendekati gua, dan langsung saja masuk ke bagian dalam gua dengan sangat mudah.


Ketiga orang yang baru saja memasuki gua, mereka adalah Noah, Lumia dan juga Lamia.


“Aku rasa ini adalah pertama kalianya kamu memasuki gua ini, tapi kenapa kamu begitu lancar bergerak di dalam gua ini,” tanya Lumia pada Noah.


“Kebetulan aku memiliki keterampilan mata tembus pandang, yang membuatku bisa melihat apa saja yang ada di dalam gua ini, dan dengan keterampilan itu kita berada di jalur yang tepat untuk bertemu dengannya,” kata Noah.


Kedua wanita mengangguk mendengarnya, tapi tiba-tiba kedua wanita membuka lebar kedua mata mereka.


“Itu apa kamu sekarang bisa melihat seluruh bagian tubuh kami?” tanya Lamia dengan wajah sedikit merona merah.


“Seben aku ingin mengatakan tidak, tapi nyatanya aku bisa melihatnya,” jawab Noah, tak sedikitpun ingin berbohong pada mereka.


Wajah kedua wanita benar-benar merona merah setelah mendengar jawaban Noah, tapi dalam keadaan malu mereka merasa senang karena Noah sama sekali tidak berbohong pada mereka.


“Karena sudah melihat semua, kamu wajib menikahi kami!” kata Lamia tegas.


“Bukan hanya kalian yang akan aku nikahi, tapi aku akan menikahi semua wanita yang berstatus kekasihku,” ungkap Noah.


Kedua wanita mengangguk bersamaan, dan setelahnya mereka kembali tenang, fokus menyusuri bagian dalam gua, menuju tempat keberadaan pria yang benar-benar belum menyadari keberadaan mereka.


Hingga akhirnya mereka bertiga sampai di depan pintu, yang mana di balik pintu itu terdapat sebuah ruangan luas, dan di ruangan itu terdapat sosok yang menjadi tujuan mereka.


“Apa kalian berdua sudah siap membalaskan apa yang telah dilakukan oleh orang itu pada kedu orangtua kalian?” tanya Noah.


Lumia dan Lamia saling melirik, kemudian mereka bersamaan menganggukkan kepala pelan.


Melihat anggukan kepala mereka, Noah langsung saja memukul pintu di depannya sampai pintu itu hancur. Pria yang berada di dalam ruangan tentu saja terkejut saat mendengar hancurnya suara pintu, dan segera dia bangkit dari tempat tidurnya untuk melihat apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


Bangkit berdiri lalu berjalan ke arah pintu masuk ruangan yang dijadikannya sebuah kamar, pria itu tersenyum saat melihat dua wanita yang berdiri di depan pintu ruangan yang telah hancur. Namum senyumannya seketika luntur, saat dia melihat seorang pria yang semalam dilihat olehnya, berada tepat di belakang kedua wanita.


Dia melihat pria di belakang kedua wanita menunjukkan senyuman tipis di wajahnya, dan saat melihat wajah kedua wanita yang dikenalinya, dia dapat melihat wajah yang dipenuhi gurat kemarahan, dan sorot mata keduanya begitu tajam tertuju padanya.


“Lumia, kenapa kamu masih diam di situ? Cepat kemari, dan bawa wanita yang ada di dekatmu!” perintahnya pada Lumia, yang dia anggap masih berada di pihaknya.


“Kenapa juga aku harus menuruti perintahmu Tuan Xander?” ujar Lumia masih dengan sorot mata yang tertuju pada Xander, pria yang selama ini menipunya.


Berlagak baik padanya dan kembarannya, padahal dia adalah pembunuh kedua orangtuanya.


Xander teesentak mendengar perkataan yang keluar dari mulut Lumia, yang selama ini selalu menuruti semua keinginannya.


“Tentu saja kau harus menuruti perintahku karena aku adalah penyelamat hidupmu, setelah apa yang terjadi pada kedua orangtuamu,” kata Xander.


“Maksud Tuan Xander, setelah Tuan membunuh kedua orangtuaku, aku harus menuruti Tuan, hanya karena Tuan telah menyelamatkanku?” ujar Lumia, membuat ledua mata Xander terbuka sempurna.


“Lumia, aku bukan pembunuh mereka, dan seharusnya kamu percaya padaku, bukannya percaya pada wanita tak tau balas budi yang ada di dekatmu!” kata Xander masih belum mengakui perbuatannya di masa lalu.


“Bukti apa yang Tuan miliki, supaya aku bisa lebih percaya pada Tuan?” tanya Lumia, dan dia penasaran bukti kebohongan apa yang akan ditunjukkan Xander padanya.


Kedua mata Xander hampir saja melompat dari kepalanya, disaat dia melihat kejadian di masa lalu, sama persis seperti apa yang ada dalam ingatannya. Setelah melihat itu, kini dia bingung bagaimana cara membuat Lumia kembali berada di pihaknya.


Melihat ekspresi Xander, Lumia semakin percaya jika apa yang semalam dan sekarang dilihatnya merupakan kejadian sesungguhnya, yang terjadi waktu itu, dan dia semakin menyesal karena sadari awal tak langsung mempercayai saudarinya sendiri.


Tak menunggu apa yang akan dikatakan Xander, Lumia langsung saja maju menyerang pria itu, yang terbukti telah membunuh kedua orangtuanya.


Xander yang sadar jika Lumia menyerang, cepat dia menghindar, dan cukup mudah baginya menghindar dari serangan yang dilakukan oleh Lumia.


“Apa hanya seorang diri kau pikir dapat mengalahkanku? Cih, bukannya aku yang akan kalah, tapi kau yang akan mati di tanganku, seperti kedua orangtuamu!”


Senyum sinis terlihat di wajah Xander setelah dia mengatakan semua itu tapi detik berikutnya dia dibuat mengerang kesakitan saat tendangan cepat Lamia berhasil menghantam tubuhnya.


“Orangtua yang kamu bunuh bukan hanya memiliki satu putri, tapi mereka memiliki dua putri, dan hari ini kami akan membalaskan sampai tuntas kematian orangtua kami padamu!” kata Lamia.

__ADS_1


Xander bisa merasakan jika kini Lamia justru lebih kuat dari Lumia, dan itu kejutan lain yang dia dapatkan, setelah begitu lana tak melihat Lamia.


“Sekalipun kalian berdua menyatukan kekuatan untuk melawanku, kalian tetap tidak akan bisa mengalahkanku!” kata Xander.


“Belum juga dicoba, bagaimana kau bisa mengetahui hasilnya? Katakan kami tidak bisa mengalahkanmu, setelah kau bisa bertahan dari serangan kami!” ungkap Lamia yang sudah sangat ingin membunuh Xander.


Lamia tersenyum setelah mengatakan semua itu, begitu juga dengan Lumia.


Di sisi lain, Xander merasa ada ketakutan dalam dirinya saat dia melihat senyuman Lamia dan Lumia. Senyumq keduanya memang indah dilihat, tapi di lain sisi senyuman itu terasa mematikan.


“Kalian tidak akan bisa mengalahkanku!” kata Xander percaya diri.


“Cepat bunuh dia sebelum yang lainnya menyelesaikan masakan untuk makan pagi!” kata Noah, mengingatkan Lamia dan Lumia kalau mereka memiliki waktu yang sangat terbatas.


Mereka memang mendapatkan izin pergi balas dendam dari wanita lainnya, tapi izin mereka hanya berlaku sampai wanita lainnya menyelesaikan masakan mereka, untuk makan pagi bersama.


Kalau mereka datang terlambat, Lumia dan Lamia tidak diizinkan berdekatan dengan Noah selama sepuluh hari, dan jelas mereka berdua tidak mau itu terjadi.


Sejak pagi ini, mereka tak bisa jauh-jauh dari Noah, dan tubuh mereka akan terasa aneh jika berjauhan dengan Noah, walau itu hanya berjarak sepuluh langkah.


“Aku harus segera membunuhmu karena aku tidak ingin hal buruk itu terjadi padaku!” kata Lumia.


“Mari kita akhiri pertarungan ini secepatnya, dan pastikan dia mati!” ungkap Lamia, dibalas anggukan pelan kepala oleh Lumia.


Keduanya melesat maju dengan niat membunuh yang sangat kuat, dan target yang ingin mereka bunuh adalah Xander, sosok manusia setengah iblis yang telah membunuh kedua orangtua mereka.


Xander yang melihat Lamia maupun Lumia benar-benar ingin membunuhnya, sekuat tenaga dia ingin menghindari serangan mereka, sekaligus melakukan serangan balik.


Namun, apa yang terjadi sungguh berada di luar ekspektasinya, dikarenakan dia sama sekali tak bisa bisa menghindar dari serangan Lumia maupun Lumia, yanh seolah serangan mereka dikunci padanya.


“Baang... Baang... Baang...” Lamia dan Lumia terus memukuli Xander, dan mereka sama sekali tidak bisa melakukan kekerasan pada pria itu.


“Setelah kami puas menyiksamu,barulah saat itu kau bisa mati dengan tanang,” kata Lamia, sambil terus menyerang Xander.

__ADS_1


Di tempatnya, Noah hanya melihat apa yang dilakukan Lamia dan Lumia. Sejenak dia terdiam dan merinding, saat melihat bagaimana Lamia dan Lumia memandang si kecil milik Xander, membuat pria itu jatuh tersungkur.


“Uh, itu pasti sangat menyakitkan, dan aku jelas saja tidak akan pernah mau berada di Xander," gunam Noah.


__ADS_2