Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Akhir Tragis Seorang Presiden


__ADS_3

Sorot mata tajam Anggun diarahkan pada sosok pria yang kedua tangannya dirantai, begitu juga dengan salah satu kakinya. Sementara kakinya yang lain, nampak kaki itu patah dan sepertinya mulai membusuk.


Tap.. Tap... Tap...


Suara langkah kaki jelas terdengar, saat dia wanita melangkah mendekati Anggun. Kedua wanita adalah Agnes dan Joy, yang datang untuk menuntaskan balas dendam dengan pria yang nampak begitu menyedihkan.


“Kakak, apa kamu datang untuk menyelamatkanku?” ujar Arga, nama asli pria yang sebelumnya menjabat sebagai seorang Presiden, tapi saat ini dia hanyalah pria tak berdaya, yang terjebak di dalam penjara khusus, di Mansion keluarga Ludwing.


“Siapa yang kau panggil Kakak? Jika itu aku, jelas aku bukan kakakmu karena aku terlahir sebagai anak tunggal!” kata Anggun.


Arga terdiam mendengarnya, dikarenakan dia memang bukan adik kandung Anggun, melainkan dia adalah anak dari adik angkat orangtua Anggun.


“Aku memang bukan adik kandung Kakak, tapi apa Kakak melupakan hubungan keluarga diantara kita?” tanya Arga.


“Kita tidak memiliki hubungan darah, lalu dari mana kita bisa dikatakan memiliki ikatan sebuah keluarga?” ungkap Anggun sambil menatap sinis Arga.


Arga membuka lebar kedua matanya karena terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka Anggun yang selama ini bersikap baik padanya, hanya dalam waktu yang begitu singkat benar-benar tidak menganggap dirinya sebagai anggota keluarganya.


‘Sial! Kenapa dia tiba-tiba terlihat sangat benci padaku? Apa sebenarnya kesalahan besar yang sudah aku lakukan padanya, dan lagi bagaimana dia bisa berada di tempat ini?’ batin Arga dipenuhi berbagai pertanyaan.


“Mungkin kau bertanya-tanya kenapa sikapku padamu tiba-tiba berubah? Bagaimana mungkin aku tidak berubah saat keputusan bodohmu membuat kedua saudariku terluk, dan lagi aku sudah tau rencana busukmu, yang ingin mengambil alih milik kekasihku!”


Anggun tersenyum sinis, setelah selesai mengatakan semuanya.


“Kakak, aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau katakan!” kata Arga.


“Kalau kau tidak mengerti, kami akan menjelaskan semua, tapi kami akan menjelaskannya sambil bermain-main!”


Dengan seringaian menghiasi wajahnya, Agnes berjalan mendekati, Arga, dan nampak di tangannya dia sedang memegang sebuah stick golf.


“Tu-Tunggu! Apa yang ingin kau lakukan padaku?” Arga ketakutan saat melihat Agnes mendekatinya.


Dia merasa sesuatu yang buruk akan segera terjadi padanya, dan itu berhubungan dengan stick golf yang berada di tangan Agnes.


Agnes sama sekali tidak peduli dengan ketakutan Arga, dan terus saja mendekatinya, lalu begitu jarak diantara mereka tersisa kurang dari satu meter, Agnes mengayunkan stick golf di tangannya, ke arah perut Arga.


Bugh...


Sangat kuat stick golf menghantam perut Arga, membuat pria itu memuntahkan cairan bening dari dalam mulutnya.

__ADS_1


“Saat kau menderita, saat itulah kami akan mulai menjelaskan apa saja kesalahanmu!” Agnes bicara, beriringan dengan dia kembali memukul perut Arga menggunakan stick golf.


“Kau yang telah membebaskan tentara khusus pergi ke sembarangan tempat, dan karena kebebasan yang kau berikan, hampir saja aku dan saudariku mati di tangan tentara khusu!”


Tak ada penjelasan yang gratis. Tiap kali Agnes berbicara, saat itu juga pukulan stick golf menghantam bagian tubuh Arga.


“Sekarang giliranku!” Joy mendekati Arga, sambil menenteng cambuk yang dihiasi oleh duri-duri tajam.


“Mari kita bermain, sambil aku menjelaskan kesalahanmu!”


Cetas... Cetas...


Jika stick golf menimbulkan hanya rasa sakit, berbeda dengan cambukan yang selain memberi rasa sakit, tapi juga memberi rasa perih.


“Apa kau tahu jika kami bertiga adalah kekasih dari pemilik NIL Company? Aku rasa kau belum mengetahuinya, dan di sini kami akan memberitahumu, jika kami adalah kekasih orang yang ingin kau singkirkan, lalu tanpa melakukan usaha keras, kau ingin mengambil alih NIL Company, dan seluruh aset yang berhubungan dengan NIL Company.”


“Sayangnya kau tidak akan pernah mendapatkan apa yang begitu kau inginkan!”


Cetas... Cetas...


Disela-sela menjelaskan kesalahan Arga, Joy terus saja menggunakan cambuk di tangannya, memberi hukuman dan penderitaan pada Arga.


Kalau saja sedari awal dia menggunakan seluruh kekuatannya, bisa dipastikan Arga sudah lama bertemu dengan kematian.


Arga sendiri ingin berteriak, meneriakkan rasa sakit dan perih yang dirasakannya, tapi apa daya sebuah kain lebih dulu menyumpal mulutnya, membuatnya tak bisa berteriak.


Anggun adalah orang yang menyumpal mulut Arga dengan kain, karena dia sangat malas mendengar suara berisik yang akan terus-terusan keluar dari mulut Arga.


Dengan pikiran yang masih sadar, sambil menahan rasa sakit Arga mencoba menerima dan memahami setiap penjelasan yang diberikan Joy.


‘Ini buruk! Ternyata Anggun memiliki hubungan dengan pemilik NIL Company!’ batinnya berteriak, begitu dia menyadari hubungan yang terjalin antara Anggun dan pemilik NIL Company.


Selama ini dia tidak tau menau tentang Anggun yang sedang menjalin hubungan dengan seorang pria, dan kini dia memiliki keyakinan jika semua itu masih ditutup rapat, sehingga belum ada yang mengetahuinya.


‘Kenapa juga dia harus memiliki hubungan dengan pemilik NIL Company?’


Dengan mulut tersumpal kain, Arga hanya bisa membatin setiap kata, yang seharusnya bisa dia ucapkan dengan lantang, dan kini dia tahu apa saja kesalahan yang sudah dilakukannya, sehingga membuatnya terperangkap di dalam penjara.


“Sudahlah, jangan terlalu lama bermain dengannya! Lebih baik sekarang juga kita akhiri hidupnya!” kata Agnes yang tak lagi sabar mengakhiri hidup Arga.

__ADS_1


Mendengarnya, Arga menggunakan sisa kekuatannya untuk memberontak, berusaha membebaskan diri dari rantai yang membelenggu nya.


Namun, usahanya berkahir sia-sia karena dia sama sekali tidak memiliki kesempatan lolos dari kematian, yang dibawakan oleh Anggun, Agnes, dan juga Joy.


Dalam sekejap saja, kedua tangan dan satu lagi kaki Arga telah dipatahkan, dan terakhir ketiga wanita masing-masing menusukkan sebuah belati ke tubuh Arga.


Satu belati di bagian bawah perut Arga, satu di bagian dada, dan satu lagi tepat di tenggorokan Arga.


Mendapatkan serangan yang begitu brutal, nyawa Arga tentu tidak bisa diselamatkan, dan pada akhirnya dia mati di penjara, yang ada di Mansion keluarga Ludwing.


“Apa kamu menyesal ikut membunuhnya?” tanya Agnes pada Anggun.


“Untuk apa aku menyesali kematian pria yang selama ini sering mencoba mencelakaiku, dan senantiasa mencoba merebut apa saja yang telah menjadi milikku!” ungkap Anggun.


Sedari awal Anggun sudah tahu akan sifat buruk hang dimiliki oleh Arga, termasuk pria itu yang selama tiga tahun terakhir mencoba mencoreng nama baiknya, supaya segera kehilangan posisi orang nomor satu di negara IDN.


Namun, seluruh usahanya senantiasa gagal, termasuk usaha ingin menculiknya, saat sedang melakukan kunjungan ke negara sahabat.


Sebenarnya dia juga yakin jika Arga akan segera berulah, setelah menjadi sosok nomor satu di negara IDN, sesuai dengan apa yang selama ini menjadi keinginannya.


Namun, dia benar-benar tidak menyangka jika hanya dalam beberapa hari menjabat, dia sudah berulah, dan itu berakibat sangat buruk padanya.


“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini! Aku benar-benar terganggu dengan bau darahnya yang sangat busuk!” kata Joy.


Setelahnya ketiga wanita keluar dari dalam ruang penjara, dan membiarkan petugas kebersihan membersihkan mayat Arga.


Tidak ada pemakaman yang akan dilakukan untuk Arga, melainkan mayatnya akan dibakar begitu saja, lalu sisa abu pembakarannya akan dijadikan sebagai pupuk tanaman.


Sementara itu, di dalam ruangan yang terdapat monitor besar, Noah dan sembilan orang wanita melihat apa yang sudah dilakukan oleh Anggun, Agnes, dan juga Joy.


Mereka sama-sama sangat puas melihat akhir tragis, yang terjadi di penghujung hidup Arga, dan mereka merasa semua itu sangat pantas terjadi padanya, setelah keputusannya hampir membunuh Agnes dan Joy, dan lagi dia juga memiliki niat buruk terhadap Noah.


Setelah Agnes, Anggun, dan Joy keluar dari ruang penjara, Noah dan sebulan wanita juga keluar dari ruangan, tempat mereka melakukan nonton bareng, siksaan di dalam penjara.


Melihat sembilan wanita yang sebelumnya ada didekatnya berlarian ke arah Anggun, Agnes dan Joy, bukannya bersedih karena ditinggalkan oleh mereka, Noah justru tersenyum melihat mereka semua masih ituh, tanpa ada satu orang pun yang tiada.


‘Aku akan berusaha keras melindungi kalian semua, bahkan aku tak akan segan berkorban nyawa untuk bisa melindungi kalian semua’ batin Noah.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2