
Aaaaaargh...
Teriakan monster terdengar jelas oleh semua orang sesaat sebelum kematiannya, setelah sebelumnya Noah menusuk menggunakan katana tepat di bagian dada monster itu.
Malam sudah datang, dan malam ini Noah serta kedelapan kekasihnya menunjukkan pada Anggun bagaimana mereka membunuh monster, yang keluar dari dalam portal. Sengaja Anggun malam ini ikut dalam perburuan, tapi karena dia belum resmi menjadi kekasih Noah, dia belum memiliki kekuatan selayaknya kedelapan kekasih Noah.
Jacob dan Hans dipercayai Noah menjaga Anggun, selama Noah dan kedelapan kekasihnya membunuh monster yang keluar dari portal.
“Mereka sangat kuat dan tidak memberi ampun pada musuh yang memang tidak meminta pengampunan,” kata Anggun, melihat pertarungan Noah dan kedelapan kekasihnya, melawan monster.
“Nyonya Anggun, memang seperti itulah cara Tuan dan para Nona membunuh musuh mereka,” ungkap Jacob berbicara sopan pada Anggun.
“Jacob, bukannya kita sepantaran, bagaimana kalau kamu manggil aku Anggun saja, tanpa embel-embel Nyonya?” ujar Anggun.
“Maaf, saya tidak memiliki keberanian memanggil nama Nyonya secara langsung! Bagaimana juga Nyonya adalah orang nomor satu di negara ini, dan sebentar lagi Nyonya akan menjadi istri dari Tuan saya. Memanggil nama Nyonya secara langsung adalah sebuah kesalahan, dan saya tidak mungkin melakukannya!” ungkap Jacob dengan sedikit menundukkan kepalanya.
“Kalau begitu, panggil aku nona seperti kamu memanggil saudariku!” kata Anggun.
“Itu jauh lebih baik, Nona Anggun,” balas Jacob yang kini merubah panggilannya.
Awal melihat sosok Anggun, Jacob mengira jika usia Anggun masih berkisar di usia awal dua puluh tahun, tapi nyatanya dia sudah berusia 41 tahun, lebih muda satu tahun darinya.
‘Benar-benar sosok wanita yang awet muda!’ batin Jacob.
Jacob dan Hans serta puluhan prajurit super segera bersikap waspada karena di tempat yang sama kembali muncul portal, yang artinya saat ini ada dua portal muncul di tempat yang sama.
“Malam ini Nona sangat beruntung karena bisa melihat bagaimana Tuan Noah serius menghadapi musuh yang unggul jumlah!” ungkap Jacob yang sudah dalam sikap waspada, begitu juga dengan Anggun yang melihat munculnya portal baru.
“Itu, apa tidak apa-apa membiarkan mereka melawan banyak monster?” tanya Anggun yang merasa khawatir akan keselamatan Noah dan seluruh saudarinya.
“Jumlah bukan penentu segalanya, dikarenakan jumlah akan kalah dengan kekuatan!” balas Jacob, dan sesaat kemudian mereka semua termasuk Anggun, semuanya saja bisa melihat bagaimana mudahnya Noah membunuh banyak monster.
Hal yang sama juga dilakukan oleh kedelapan kekasih Noah, yang mana puluhan monster mati di tangan mereka kurang dari satu menit.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Noah dan kedelapan kekasihnya mengalahkan seluruh monster, dan menghancurkan dua portal. Monster yang muncul memiliki level dibawah dua ratus, jelas saja mereka bukan lawan sepadan untuk Noah dan kedelapan kekasihnya, yang mana kekuatan mereka telah melampaui level 400.
Sekalipun unggul dalam jumlah, nyatanya mereka tidak berdaya dihadapan Noah dan kedelapan kekasihnya.
“Bagaimana, apa kamu menyukai pertunjukan kami?” tanya Noah yang sudah berdiri di hadapan Anggun.
Mendengarnya Anggun menganggik pelan dan tersenyum, lalu dia bicara, “Aku juga ingin melakukan seperti apa yang kalian lakukan!”
Anggun tidak main-main dengan perkataannya. Dia benar-benar ingin melakukan seperti apa yang dilakukan kedelapan kekasih Noah.
“Apa kamu yakin ingin melakukan seperti apa yang mereka lakukan barusan?” tanya Noah, menatap Anggun.
“Ya, aku sangat yakin dan ingin segera melakukannya!” jawabnya penuh dengan keyakinan.
“Kalau kamu ingin melakukan semua itu, artinya kamu harus memiliki kekuatan seperti mereka, dan apa kamu tahu bagaimana mereka mendapat kekuatan itu?” kembali Noah bertanya.
“Aku sudah tahu, dan kapanpun kamu ingin, kita bisa melakukannya!” balas Anggun mantap.
Noah mengerjakan keningnya, setelah mendengar balasan yang diberikan Anggun atas pertanyaannya.
Lalu dia menoleh dan memandang bergantian kedelapan kekasihnya. Melihat mereka tersenyum, dia tahu jika mereka semua telah menceritakan banyak hal pada Anggun saat sore tadi kumpul bersama dan tidak ingin diganggu, termasuk menceritakan tentang bagaimana cara mendapatkan kekuatan besar.
“Apa kamu yakin ingin melakukan itu denganku?” Noah berbisik, setelah mendekatkan bibirnya ke telinga Anggun.
“Aku sangat yakin, tapi itu, malam ini sepertinya aku masih belum bisa karena belum terlalu bersih!” balas Anggun ikut berbisik.
Memiliki banyak kekasih, membuat Noah banyak mengerti tentang wanita, termasuk saat Anggun mengatakan kalau dirinya belum terlalu bersih.
Itu pertanda jika dia sedang ada tamu bulanan, dan malam ini itu semua belum benar-benar berakhir untuknya.
“Tidak perlu malam ini karena kita punya banyak waktu di hari lainnya untuk melakukan semua itu!” kata Noah dan dia menunjukkan senyuman di wajahnya.
Anggun mengangguk, dan tanpa ada yang menduga, dia tiba-tiba mencium pipi Noah.
Noah yang mendapat ciuman secara tiba-tiba, dia hanya tersenyum, dan setelah mengacak-acak rambut Anggun karena gemas, dia kembali ke tempat kedelapan kekasihnya, yang sepertinya belum puas melakukan perburuan.
Tidak ada kecemburuan diantara kedelapan wanita, saat melihat interaksi antara Noah dan Anggun.
Malam ini dan dua malam ke depan mereka sudah sepakat memberi waktu lebih pada Noah dan Anggun untuk saling berdekatan, dan saling mengenal satu sama lain. Bagaimana juga mereka belum banyak mengenal satu sama lain, dan waktu tiga hari dirasa cukup untuk melakukan semua itu.
Melanjutkan perburuan, mereka segera pergi ke lokasi selanjutnya, yang diprediksi akan menjadi lokasi munculnya portal.
Lokasi selanjutnya tidak begitu jauh dari lokasi sebelumnya, dan dengan berjalan kaki hanya butuh waktu kurang dari lima menit untuk sampai di lokasi selanjutnya, dan begitu sampai Anggun dibuat bingung karena dia tidak melihat adanya portal, di lokasi baru.
__ADS_1
“Bukannya seharusnya di tempat ini ada portal, lalu diakan portal itu?” tanya Anggun pada Noah, yang mana dia belum tahu jila Noah memiliki sistem yang bisa memprediksi lokasi yang akan muncul portal, selain itu ada juga alat yang bisa memprediksi kapan dan dimana sebuah portal akan muncul.
“Portal akan muncul lima menit lagi, dan butuh dua puluh menit untuk terbentuk sempurna. Sambil menunggu portal terbentuk sempurna, aku akan menunjukkan padamu alat yang bisa memprediksi kapan dan diamana portal akan muncul!”
Noah menunjukkan alat menyerupai jam tangan pada Anggun, dan alat itu adalah versi lebih sederhana, dari alat yang fungsinya memprediksi kapan dan dimana portal akan muncul.
Dengan alat dalam versi yang lebih sederhana, alat ini bisa dibawa kemana-mana, jadi nantinya mereka yang bekerja di lapangan tidak perlu lagi menunggu informasi dari orang-orang di ruang komando, tentang kapan dan dimana munculnya portal.
Anggun menatap takjub alat yang ditunjukkan Noah padanya. Dia tidak menyangka jika ada alat yang bisa memprediksi secara akurat kapan dan dimana portal akan muncul.
Setelah puas melihat-lihat alat yang ditunjukkan Noah padanya, Anggun tiba-tiba saja menatap Noah begitu dalam.
“Apa alat ini diproduksi oleh NIL Company, dan nantinya akan dijual secara umum?” tanya Anggun, dan dia berharap pihak pemerintah memiliki alat yang menurutnya sangat luar biasa.
“Alat ini memang diproduksi oleh NIL Company, dan rencananya dalam dua hari alat ini akan masuk pasaran. Rencananya aku akan memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu, baru setelahnya aku akan memasarkan alat ini ke pasar internasional,” ucap Noah menjawab pertanyaan Anggun.
Kedua sudut bibir Anggun terangkat ke atas, menciptakan senyuman yang begitu indah dilihat.
Dia sangat bahagia karena Noah sangat mementingkan kebutuhan dalam negeri, dan baru setelahnya dia memikirkan urusan pasar internasional.
“Dengan alat ini pihak kepolisian dan militer tidak akan terlambat datang seperti sebelum-sebelumnya!” ungkap Anggun.
Noah yang mendengarnya mengangguk, dan bertepatan dengan itu portal yang muncul telah terbentuk sempurna, dan monster mulai keluar.
Noah dan seluruh pria mengerutkan keningnya saat melihat sosok monster yang baru saja keluar dari portal.
“Kenapa saat seperti ini justru Succubus yang keluar dari dalam portal,” gumam Noah yang begitu jelas didengar oleh Anggun dan delapan wani lainnya.
Mendengar itu mereka tahu jika ini bukan pertama kalinya Noah melihat Succubus, yang keluar dari dalam portal.
“Sayang, ini adalah pertarungan para wanita, jadi kamu jangan pernah berpikir untuk ikut campur!” Tegas Agnes berbicara pada Noah.
Mereka tidak masalah jika Noah menambah kekasih sesama manusia, tapi mereka sangat tidak rela jika harus memiliki saudari seorang monster.
Noah yang tidak ingin tertimpa masalah, dia dengan senang hati menuruti keinginan Agnes, dan dia yakin jika itu juga keinginan tujuh wanita lainnya.
Saat melihat ke arah Anggun, sepertinya wanita itu juga tidak ingin Noah berurusan dengan Succubus yang baru keluar dari portal.
“Kalian berdua tidak ingin melawan Succubus?” tanya Noah pada Jacob dan Hans.
“Tuan, kami tidak tega menyakiti wanita sekalipun itu monster, jadi biarkan semua itu diselesaikan oleh sesama wanita!” jawab Jacob mencari aman untuk dirinya sendiri.
Noah hanya mengangguk pelan, lalu dia mendekatkan dirinya pada Anggun.
“Gunakan ini jika kamu ingin membunuh Succubus!” Noah memberi Anggun sebuah pistol, yang mana di dalam pistol itu terdapat belasan butir peluru emas putih, jenis peluru yang lebih kuat dari peluru emas biasanya.
Anggun segera saja menerima apa yang diberikan Noah padanya, dan dengan pistol di tangannya dia mulai mengunci pergerakan Succubus, dan setelah terkunci dia langsung menembaknya.
Door... Door...
Dua tembakan di lakukan Anggun, dan dengan kedua mata kepalanya sendiri wanita itu melihat dua sekaligus Succubus mati akibat terkena tembakannya. Mereka benar-benar mati, dan itu membuat Anggun semakin bersemangat menembaki mereka.
Joy, Nancy, Jane, serta Prilly, mereka juga menggunakan senjata yang sama seperti Anggun, untuk membunuh sebanyak Succubus yang keluar dari portal.
Sedangkan Agnes, Ellena, Vita, dan Sasa, mereka lebih suka menggunakan belati dan melakukan pertarungan jarak dekat untuk membunuh para Succubus.
Anggun yang menyerang musuh dari jarak jauh, dia berhasil membunuh puluhan Succubus, sebelum Ellena dan Agnes membunuh Succubus terakhir yang keluar dari portal.
Setelah kematian Succubus terakhir, kini baru giliran Noah pergi menghancurkan portal tempat keluarnya ratusan Succubus.
Begitu portal dihancurkan, semua wanita mendatangi Noah, termasuk Aggun.
Mereka memiliki satu tujuan, dan sepakat membiarkan Agnes mengatakan apa tujuan mereka mendatangi Noah.
“Jika lain kali ada monster wanita selayaknya Succubus yang muncul, kamu tidak boleh ikut melawan! Biarkan kami para wanita yang turun tangan membereskan mereka!” ungkap Agnes.
Noah mengangguk setuju karena sesungguhnya dia memang tidak ingin bertarung dengan wanita, sekalipun wanita itu adalah monster.
Jika Noah dilarang bertarung dengan monster menyerupai wanita, Noah memberi larangan keras seluruh kekasihnya termasuk Anggun untuk bertarung dengan berbagai jenis goblin.
Dia masih ingat bagaimana bagian bawah goblin bangkit berdiri dan mengeras saat melihat kesempurnaan seluruh kekasihnya, dan dia tidak ingin melihat kejadian yang sama terulang di masa depan.
Anggun yang belum tahu tentang goblin, dia hanya menggangguk saja, setuju mengikuti apa yang menjadi keinginan Noah.
Sementara delapan wanita lainnya, mereka setuju-setuju saja, dikarenakan mereka sangat jijik melihat sosok berwarna hijau, yang mana menurut mereka sosok hijau itu sangatlah menjijikkan.
......................
__ADS_1
Malam masih akan berakhir kurang lebih tiga jam lagi, tapi Noah dan yang lainnya telah kembali ke Mansion keluarga Ludwing.
Noah ke kamarnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, begitu juga dengan kedelapan kekasihnya.
Untuk Anggun, begitu sampai di Mansion dia segera pergi ke istana negara untuk mengambil sebagian barang-barang miliknya, yang akan dia letakkan di Mansion keluarga Ludwing.
Dikawal langsung oleh pengawal khusus dan juga oleh Jacob serta Hans, keamanan Anggun sangat terjaga, sekalipun perjalanan dilakukan saat malam hari.
Keluar dari kamar mandi dengan tubuh hanya tertutup lilitan handuk, Noah pergi ke lemari kaca miliknya, lalu dia melihat pantulan dirinya di cermin.
“Aku yang dulu hanya manusia biasa yang bahkan hanya dipandang sebelah mata, siapa yang menyangka jika saat ini aku adalah sosok manusia yang akan menentukan nasib dunia ini, dan siapa yang mengira jika aku akan menikah dengan para wanita yang sangat mencintaiku, dan akupun juga mencintai mereka,” gumam Noah sambil melihat pantulan dirinya di cermin.
“Takdir manusia memang tidak ada yang pernah mengetahuinya, bahkan takdir diri sendiripun tidak pernah ada yang tahu!” lanjutnya bergumam sambil membuka pintu lemari pakaian, dan dia mengambil pakaian yang akan menemaninya bersantai di sepanjang hari.
Setelah memakai pakaian lengkap dan sedikit merapikan rambutnya, Noah keluar dari kamar, dan dia menunggu seluruh wanita berkumpul di ruang bersantai.
Para pelayan sudah menata rapi camilan dan minuman di atas meja, yang berada di ruang santai.
Setelah para pelayan selesai dengan tugasnya, iseng Noah menyalakan televisi, melihat ada atau tidak acara yang menarik di waktu yang menunjukkan pukul tiga pagi.
“Ternyata ada yang sedang melakukan suara langsung di lokasi pertempuran antara monster dan prajurit super,” ucap Noah, saat menemukan tontonan yang menarik untuknya.
Sekalipun setiap malamnya dia bertarung melawan monster, melihat prajurit super melawan monster membuatnya cukup terhibur.
“Apa perlu aku merekam jalannya setiap pertempuran, lalu menontonnya saat sedang bersantai?” pikirnya, dan dia merasa itu cukup menarik untuk dilakukan, tapi tidak dalam waktu dekat, dikarenakan dalam waktu dekat dia akan bekerja keras meningkatkan kekuatannya.
Saat asik menikmati suara langsung, Noah dikejutkan dengan Joy yang datang-datang langsung melompat ke atas pangkuannya.
Beruntung Joy melompat dan jatuh di posisi yang tepat dan membuatnya nyaman, jadi Noah tidak perlu menahan sakit gara-gara Joy salah mendarat.
Joy yang duduk di pangkuan Noah, dia pada akhirnya ikut melihat suara langsung, yang sedang dilihat Noah.
Sementara para wanita yang baru saja datang, mereka mengambil posisi bersantai, dan ikut melihat tayangan yang sedang seru-serunya, dikarenakan sebentar lagi pertarungan akan berakhir dengan hancurnya portal.
Begitu portal hancur, entah kenapa mereka semua bertepuk tangan, seolah baru pertama kali melihat kejadian hancurnya portal, padahal setiap malam mereka senantiasa melakukan hal itu.
“Aku tidak menyangka melihat hancurnya portal jauh lebih seru dari saat kita sendiri yang menghancurkannya!” ungkap Ellena.
“Aku sangat setuju. Melihatnya seperti barusan benar-benar seru!” kata Nancy.
“Sering-sering saja pihak stasiun televisi melakukan siaran langsung seperti barusan, jadi kita bisa menikmati hiburan, dari hancurnya portal, tempat munculnya monster,” ujar Jane, dan begitu saja dia merebahkan tubuh di sebelah Noah, dan menggunakan paha Noah sebagai bantal.
Saat mereka sedang menikmati siaran langsung yang masih berlanjut karena dekat dari lokasi sebelumnya, telah muncul portal baru, Anggun datang dan ikut melihat apa yang sedang dilihat semua orang.
Noah yang peka dengan keadaan Anggun, dia bicara padanya, “Ingin istirahat di kamar sendiri, atau di kamar ramai-ramai? tanyanya.
Melihat Noah melihat ke arahnya, Anggun tahu jika Noah sedang bicara dengannya, dan segera dia menjawab, “Aku ingin tidur dengan yang lainnya.”
Noah yang mendengarnya mengangguk, lalu dia kembali bicara, “Apa ada yang ingin mengantarkan saudari barunya ke kamar?”
Ellena, Sasa, Vita, Prilly, dan Nancy segera bangkit dari tempat duduk mereka, dan dengan senang hati mereka mengantarkan Agnes menuju ke kamar, yang akan ditempati ramai-ramai.
“Kalian tidak ikut dengan mereka?” tanya Noah pada Agnes, Joy, dan Jane.
“Malam ini kita tidur satu kamar!” kata Joy menjawab pertanyaan Noah.
Noah yang mendengar itu segera saja mematikan televisi. Dia tahu keinginan ketiga kekasihnya, dan langsung saja dia membawa mereka bertiga menuju kamarnya, yang ada di lantai dua.
Berada di dalam kamar, Noah dan ketiga kekasihnya sama-sama melepas seluruh pakaian, dan setelahnya mereka masuk kedalam selimut.
“Aku atau kalian yang memulainya?” tanya Noah.
“Sayang, kamu cukup diam dan biarkan kami melakukan semua untuk memberikan kepuasan padamu!” bisik Jane.
Sedangkan Agnes dan Joy, keduanya sudah berada di dalam selimut, dan dengan lihai mereka mulai membangkitkan bagian bawah Noah.
Selanjutnya pertarungan panas diatas ranjang terjadi, dan mulai malam ini Noah harus membiasakan diri melakukan pertarungan tiga lawan satu.
Sementara itu di kamar yang didalamnya terdapat enam wanita, mereka sudah merendahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan satu-persatu mereka segera terlelap, masuk ke dalam dunia mimpi yang begitu indah.
Hanya menyisakan Aggun yang masih merasa tidak percaya dengan apa yang dijalaninya saat ini.
Dia tidak menyesal dengan apa yang terjadi, tapi dia sangat bahagia dengan apa yang saat ini terjadi pada hidupnya.
‘Kedepannya hidupku akan jauh lebih berwarna dengan adanya mereka dan pria yang aku cintai, meski belum genap satu hari aku mengenalnya secara langsung!’ batin Anggun, lalu dia memejamkan mata, dan tidak membutuhkan waktu lama dia terlelap dalam tidurnya.
Esok hari dia tidak memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi Anggun ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan Noah, pria yang kembali membuka pintu hatinya, dan membuatnya merasakan indahnya jatuh cinta.
__ADS_1
......................
Bersambung.