Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Ketidakberdayaan Jiwa Iblis


__ADS_3

Keberadaan Vampir dan prajurit super terus saja bertambah, dan semakin membuat ciut nyali yang dimiliki oleh Jiwa Iblis. Rasanya dia ingin menarik diri, tapi dia bisa melihat jika ada kekuatan besar yang menutup jalannya kembali.


“Sial! Kalau tah seperti ini, aku tidak akan buru-buru melakukan serangan malam ini juga! Aku kira malam hari akan membuat mereka lengah, tapi ternyata mereka telah menyiapkan semua, seolah-olah mereka tau kalau malam ini aku bakalan datang ke tempat ini,” gumamnya dengan suara pelan, dan hanya dia yang mendengarnya.


“Yang Mulia, apa yang sebaiknya kita lakukan? Mereka sama sekali tidak lemah, meski jumlah mereka tak sebanding dengan jumlah kita. Dengan kekuatan yang mereka miliki, besar kemungkinan mereka dapat mengalahkan kita semua,” ungkap Raja Drakula, satu dari dua sosok kuat yang masih setia pada Richard, yang dikendalikan Jiwa Iblis.


Mendengarnya, Jiwa Iblis tiba-tiba saja teringat peristiwa di masa lalu, dimana keadaan yang terjadi merupakan kebalikan dari situasinya saat ini, dan itu sama persis, hampir tak ada perbedaan.


Saat itu jumlah lawannya berkali-kali lebih banyak dari pasukan monster yang dimilikinya, tapi dirinya juga pasukannya memiliki keunggulan dalam kekuatan, dan dengan mudah melibas semua lawan yang hanya unggul dalam jumlah.


‘Situasinya saat ini benar-benar terbalik, dan apa hasil akhir dari semua ini juga akan merujuk pada terbaliknya hasil akhir, dari apa yang di masa lalu aku dapatkan?’ batinnya bertanya-tanya, sementara dia terus diam.


Setelah beberapa saat hanya diam, Jiwa Iblis melihat keberadaan para wanita yang ingin dimilikinya datang bersama pria yang begitu ingin dia bunuh.


“Bagaimana, apa kau senang dengan sambutan yang aku siapkan untuk menyambut kedatanganmu?” Tanya Noah, pria yang sangat ingin dibunug oleh Jiwa Iblis.


“Kau, bagaimana kau bisa tau kalau malam ini aku bakalan datang?” teriaknya sambil bertanya.


Noah yang mendengarnya terkekeh pelan, lalu dia mengambil satu langkah maju, berdiri lebih dekat di depan Richard, yang tubuhnya dikendalikan oleh Jiwa Iblis.


“Mudah bagiku mengetahui apa yang ingin kau lakukan, dan mudah juga bagiku untuk memusnahkan Jiwa Iblis sepertimu, yang sudah terlalu lama bersemayam di tubuh kakakku!” kata Noah, dan dia sama sekali tidak menutupi bahwa dia tau jika Richard sedang dikendalikan oleh Jiwa Iblis.


Jiwa Iblis yang mendengar jika Noah telah tau kalau dirinyalah yang sedang mengendalikan tubuh Richard, bukannya ketakutan, dia justru terkekeh pelan, dan bermaksud memanfaatkan apa yang telah diketahui oleh Noah.


“Ternyata kau tau kalau tubuh ini adalah tubuh kakakmu, dan asal kau tau, jiwa kakakmu masih ada si tubuh ini. Kalau kau membunuhku, itu sama saja dengan kau membunuh kakakmu, dan aku rasa kau tak akan tega melakukannya,” kata Jiwa Iblis.


“Sebaiknya kau bunuh dirimu sendiri, karena itu dapat memberikan kebaikan untuk kakakmu,” lanjutkan, dan dia yakin Noah bakal menuruti keinginannya.


“Cih, untuk apa juga aku menuruti keinginan Jiwa Iblis sepertimu? Lagipula aku bisa melenyapkan jiwa kotor sepertimu tanpa harus melukai tubuh atau jiwa kakakku, dan kapanpun aku bisa melakukannya,” kata Noah begitu santai.

__ADS_1


Mendengarnya, Jiwa Iblis tentu saja tidak langsung percaya dengan apa yang dikatakan oleh Noah, dan dia hanya menganggap kalau pria itu hanya sedang menggertak nya.


“Apa kau pikir aku percaya dengan omong kosong yang keluar dari mulutmu? Jawabannya tentu saja tidak. Aku tak akan pernah percaya dengan omong kosong yang keluar dari mulutmu!” katanya tegas.


“Aku tidak memaksamu untuk percaya, karena kapanpun aku bisa membuktikannya padamu. Namun, sebelum melakukan itu, lebih dulu aku akan memusnahkan semua pasukannya, sampai tak ada yang bersisa!” balas Noah dengan semirik tipis yang nampak di wajahnya.


Melihat ekspresi di wajah Noah, Jiwa Iblis seketika merasa takut, dan dia merasa kalau harus mempercayai semua perkataan, yang keluar dari mulut pria itu, dan itu artinya dia harus percaya jika pria itu bisa memusnahkannya, tanpa menyakiti tubuh ataupun jiwa Richard yang asli.


‘Semua yang dikatakannya adalah omong kosong. Dia tidak mungkin dapat memusnahkanku tanpa menyakiti atau turut memusnahkan jiwa Richard!’ batinnya, dan dengan jelas semua itu terdengar oleh Noah.


Noah terkekeh mendengarnya, lalu dia berkata, “Aku tidak mengatakan omong kosong padamu, dan kalau kau ingin aku membuktikannya, tunggu saja karena aku pasti membuktikannya padamu. Satu lagi, kau tidak perlu membatin apa yang ingin kau katakan karena itu percuma. Aku tetap bisa mendengarnya, meski kau hanya membatin.”


Noah mengatakan semua itu dengan santainya, tapi Jiwa Iblis yang mendengar semuanya, dia sama sekali tidak santai.


Dia benar-benar terkejut dan sama sekali tidak menyangka jika apa yang diutarakannm nya dalam diam, ternyata semua itu dapat didengar jelas oleh pria yang jelas akan menjadi lawannya, dalam pertarungan terakhir, atau bisa dikatakan sebagai pertarungan penentuan siapa yang bakalan tetap hidup, dan siapa yang bakalan musnah.


“Aku tidak menyangka kalau kau memiliki keterampilan, yang bahkan aku tidak pernah mendengar ada keterampilan seperti itu di semesta ini,” ungkap Jiwa Iblis.


“Aku memang merasa takut, dan percuma saja aku menutupi semua itu darimu karena aku yakin, mudah bagimu mengetahui kalau aku memang takut padamu. Namun, meski aku takut, aku tak akan pernah mundur atau gentar menghadapimu, dan sudah seharusnya kita memulai, apa yang sudah seharusnya kita mulai!” kata Jiwa Iblis dengan suara lantang.


“Dengan senang hati aku akan memuliakan apa yang memang harus segera dimulai, dan harus segera diselesaikan!” balas Noah, sama sekali tidak takut pada sosok Richard yang sedang dikendalikan oleh Jiwa Iblis.


Mendengar semua itu, Jiwa Iblis yang mengendalikan tubub Richard, dia segera berteriak.


“Kalian semua dengarkan aku! Jika ingin kembali menguasai Dunia ini, bunuh seluruh musuh yang ada di depan kita, dan gunakan jiwa mereka untuk meningkatkan kekuatan kita!” teriaknya.


“Raja Drakula dan kau Raja Vampir, bantu aku melawannya, dan untuk yang lainnya, bunuh musuh yang terlihat di depan kalian!” perintahnya, dan langsung saja seluruh monster, Drakula maupun Vampir, mereka maju menyerang pasukan Vampir di sisi Noah dan prajurit super.


“Kalian semua bersenang-senang lah dengan musuh yang datang! Lakukan apa yang ingin kalian lakuk pada mereka!” kata Noah dengan begitu santainya pada Rafael, Hans, dan Jacob.

__ADS_1


“Baik, Tuan,” balas mereka, dan segera saja mereka memimpin pasukan menyambut kedatangan pasukan musuh.


Sedangkan Noah yang kini hanya difamoin oleh seluruh kekasihnya, dia tengah berhadaph dengan Jiwa Iblis yang mengendalikan tubuh Richard, ada juga Raja Drakula dan Raja Vampir, yang masing-masing didampingi oleh lima Jenderal perang Kerajaan mereka. Namun dari mereka semua, hanya Jiwa Iblis yang memiliki kekuatan di tingkat Penguasa, sementara lainnya masih berada di tingkat Grand Master.


Menunggu lawannya menyerang lebih dulu, Noah dan seluruh kekasihnya justru bersantai, sambil melihat jalannya pertempuran dua pasukan yang saling bermusuhan.


Pasukan monster yang dibantu oleh pasukan Drakula dan Vampir, mereka benar-benar unggul dalam jumlah, tapi pasukan Vampir yang dipimpin Rafael maupun prajurit super yang dipimpin Hans dan Jacob, mereka benar-benar memanfaatkan keunggulan kekuatan yang dimiliki.


Tak jauh dari tempat pertempuran, ada puluhan ribu Elf, puluhan ribu manusia, dan puluhan ribu Iblis yang sedang menunggu perintah Noah. Jika diperintahkan maju menyerang musuh, dengan senang hati mereka akan melakukannya, dan memusnahkan siapapun yang menjadi musuh mereka.


Namun, mereka baru akan dikerahkan jika Hans, Jacob, dan juga Rafael mulai kewalahan. Akan tetapi, setelah melihat kekuatan musuh, kecil kemungkinan mereka kewalahan karena musuh yang dihadapinya sangat lemah.


Kalaupun nantinya pasukan Elf, Manusia, serta Iblis masih belum cukup untuk mengalahkan musuh dan kecil kemungkinan itu terjadi, masih ada kekuatan kedua orangtua Rafael dan Victoria, yang saat ini tengah menutup jalan kembali untuk para monster, dengan mengerahkan hampir dua ratus ribu pasukan, yang terdiri dari Vampir dan juga manusia.


“Apa kau memutuskan akan menyerah saat ini juga?” tanya Noah pada Jiwa Iblis, yang mengendalikan Richard.


Tak langsung mendengar jawaban dari Jiwa Iblis, Noah justru melihat sosok itu menggertakkan giginya, dan dia yakin kalau sosok itu sedang marah dengan semua yang sedang terjadi, dikarenakan semua itu sungguh berada di luar perkiraannya.


Mudah bagi Noah mengetahui semua itu, dikarenakan dia bisa membaca pikiran dan isi hati orang lain, sekalipun itu merupakan Jiwa Iblis.


Tak kunjung mendengar jawaban, Noah dengan gerakan yang sangat cepat, dia lebih dulu menyerang Jiwa Iblis yang mengendalikan tubuh Richard.


Noah menampar ke arah Richard, tapi bukannya mengenai tubuh Richard, tamparan yang dia lakukan justru tepat mengenai Jiwa Iblis, dan tentu saja itu membuatnya Jiwa Iblisterkejut, dikarenakan hamparan itu langsung mengarah ke jiwanya.


‘Bagaimana dia bisa melakukannya?’ tanyanya membatin, dan lagi-lagi Noah bisa mendengarnya dengan jelas.


“Keterampilan Pengunci Jiwa ternyata bisa kembautku langsung memukul Jiwa Iblis, tanpa membuatku menyakiti tubuh Kakak Richard,” kata Noah dan dia senang dengan semua itu.


Jiwa Iblis jelas mendengar semuanya, dikarenakan dia berada tak begitu jauh dari Noah, dan dia sama sekali tidak tau dengan keterampilan Pengunci Jiwa.

__ADS_1


Belum sempat Jiwa Iblis menanyakan apa itu yang dinamakan keterampilan Pengunci Jiwa, Noah tiba-tiba memukulnya dengan kuat, membuat dadanya terasa sakit, dan lagi-lagi tubuh Richard tak terkena pukulan, melainkan pukulan langsung mengenai jiwanya.


“Jiwamu akan terus merasakan kesakitan akibat pukulanku, sedangkan tubuh kakakku tak akan pernah terluka,” kata Noah sambil tersenyum, dengan sorot mata meremehkan keberadaan sosok Jiwa Iblis, yang sama sekali tidak berdaya saat berhadapan dengannya.


__ADS_2