Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kemunculan Raja Iblis


__ADS_3

Lamia dan Lumia terus saja menyiksa Xander sampai penampilan pria itu nampak negitu mengenaskan dengan luka disekujur tubuhnya. Dari kepala sampai ujung kaki, seluruhnya dipenuhi luka, seolah-olah tak ada sedikitpun bagian dari tubuh, yang tak terdapat luka.


“Apa kita akan langsung membunuhnya? Akan tetapi, aku sama sekali belum puas menyiksanya, tiap kali mengingat apa yang sudah dia lakukan pada kedua orangtua kita,” ujar Lamia.


“Hah, sekalipun kita tidak membunuhnya saat ini juga, aku yakin tak lama lagi dia bakalan mati, disaat kita memang belum puas memberi siksaan padanya,” kata Lumia yang juga belum puas menyiksa Xander, apalagi setelah pria itu telah begitu lama membohonginya, bahkan dia membuatnya terpisah dengan saudari kembarnya.


“Minumkan pil ini padanya, dan setelah dia membaik, kalian bisa kembali menyiksanya sampai puas!”


Noah menghampiri keduanya, lalu dia memberikan pil penyembuhan pada Lamia, setelah sebelumnya dia membeli pil itu dari toko sistem.


Tak perlu bertanya apa pil pemberian Noah dapat membuat mereka kembali menyiksa Xander, Lamia segera saja memaksa Xander menelan pil pemberian Noah.


Hanya membutuhkan waktu beberapa detik, keadaan Xander telah membaik bahkan dia kembali membuka matanya. Melihat itu, keduanya kembali mengulangi siksaan untuk Xander.


Noah hanya bisa menggelengkan kepala, melihat apa yang dilakukan kedua kekasih barunya. “Mereka benar-benar menyiksanya untuk membalaskan dendam yang telah menumpuk,” gumamnya.


“Namun, aku benar-benar tidak menyangka jika takdir membuatku menjalin hubungan dengan iblis, apalagi iblis itu adalah dua wanita secantik mereka,” ungkapnya.


“Mereka memang iblis, tapi mereka jauh berbeda dibandingkan sosok iblis yang sering digambarkan oleh orang-orang di bumi. Di Dunia ini, iblis hanyalah sosok yang sedikit memiliki perbedaan dengan manusia, itu benar-benar sedikit perbedaan, dan sisanya mereka sama persis dengan manusia,” lanjutnya.


[Tuan sebenarnya telah menyelesaikan misi dari sistem tentang bekerja keras untuk mendapatkan kekasih terakhir, dan membantu mereka membalaskan dendamnya. Apa Tuan ingin melihat, hadiah apa yang akan Tuan dapatkan?]


“Tentu aku ingin melihatnya, tapi aku ingin melihat hadiah itu setel kembali ke desa iblis, bukan di tempat ini, yang mana tempat ini adalah tempat tinggal musuh,” kata Noah, yang dengan mudah dapat dimengerti oleh sistem yang langsung saja mengabulkan keinginannya.


Kembali fokus pada apa yang dilakukan oleh Lamia dan Lumia, Noah jelas melihat bagaimana akhir kehidupan dari Xander, pria yang semalam kedapatan menatap remeh keberadaannya.


“Sungguh pria yang malang karena harus mati di tangan dua wanita cantik, yang kini telah resmi menjadi kekasihku,” gumam pelan Noah, sambil berjalan menghampiri kedua kekasihnya, yang baru saja mematahkan seluruh tulang di tubuh Xander, dan pria itu akhirnya mati.

__ADS_1


Noah menendang nendang tubuh Xander, yang tergeletak tak berdaya, untuk memastikan jika pria itu benar-benar sudah mati, dan pria itu memang sudah mati dengan keadaan sangat mengenaskan.


“Apa sekarang kalian berdua sudah puas setel membunuhnya, atau kalian juga ingin membunuh sosok yang berada di belakang Xander?” tanya Noah, sambil menatap bergantian wajahnya kedua kekasihnya.


“Aku sebenarnya ingin membunuh sosok itu, tapi aku sadar jika saat ini dia terlalu kuat untukku!” kata Lamia, sadar akan kekuatan sosok yang ada di belakang Xander.


“Sosok itu masih terlalu kuat, sekalipun kami berdua menyatukan kekuatan,” ungkap Lumia, yang juga sadar akan kekuatan lawan.


“Serahkan saja sosok itu padaku, karena mungkin hanya aku yang bisa menjadi lawan sepadan untuknya, itupun jika aku dalam waktu dekat berhasil meningkatkan kekuatan, sampai setara dengannya,” kata Noah.


“Sayang, aku yakin kamu pasti bisa mengalahkannya!” kata Lamia.


“Kita akan bertambah kuat, dan kita bersama-sama dengan yang lainnya pasti dapat mengalahkan sosok itu,” kata Lumia.


Noah tersenyum mendengarnya, lalu dia berkata, “Ya, dengan melawannya bersama-sama, kita pasti dapat mengalahkannya,” katanya.


‘Namun aku tak ingin kalian terluka karena melawannya, oleh karena itu aku sendiri yang akan melawannya, dan memastikan kematiannya,’ batinnya.


Ketiganya baru pergi meninggalkan gua, setelah mereka memastikan seluruh bagian dalam gua telah terbakar oleh api, dan tak mungkin ada yang bisa bertahan hidup didalam gua. Nyatanya memang tak lagi ada makhluk hidup di dalam gua, yang telah hangus terbakar.


Cepat mereka semua pergi meninggalkan gua, dan melakukan perjalanan kembali ke desa iblis, yang hanya berjarak kurang dari tiga kilometer, dari gua tempat tinggal Xander, yang beberapa waktu lalu juga menjadi tempat tinggal Lumia saat masih menjadi pengikut pria itu.


Tak lama setelah kepergian Noah, Lumia, dan juga Lamia, di depan mulut gua, sosok bayangan hitam muncul, seolah melihat keadaan di dalam gua.


Sosok bayangan hitam membentuk sebuah wujud, yaitu berwujud seorang pria, dengan mahkota indah yang menghiasi kepalanya.


“Xander, akhirnya kau mati di tangan para wanita yang selama ini menjadi pengikutmu. Kalau saja waktu itu kau menurutiku untuk langsung membunuh mereka, mungkin hari ini kau masih hidup,” katanya, dan kembali dia menjadi sosok bayangan hitam, lalu menghilang tanpa jejak.

__ADS_1


Tak lama sosok itu muncul, tapi dikejauhan sana, Noah jelas melihat kemunculannya, juga kekuatan yang dimiliki olehnya.


“Sangat kuat, bahkan level kekuatannya berada di tingkat Master level 10, dan tinggal sedikit lagi untuknya bisa mencapai tingkat Grandmaster. Sistem, mungkinkah dia sosok penguasa Dunia ini?” tanya Noah pada sistem, setelah melihat keberadaan sosok, yang jauh lebih kuat darinya.


[Tuan, dia bukan penguasa Dunia ini, tapi kekuatannya hanya sedikit lebih lemah dari penguasa Dunia ini]


[Sosok yang barusan Tuan lihat adalah sosok Raja Iblis, sementara penguasa Dunia ini bisa dikatakan sebagai Kaisar Iblis, sosok yang lebih mengerikan dari sosok Raja Iblis, dan tentunya lebih kuat]


“Menghadapi Raja Iblis daja aku masih terlalu lemah, apalagi jika harus menghadapi sosok itu. Dia bersin saja mungkin aku sudah berubah menjadi kabut darah,” gumamnya, lalu dia fokus melihat sekeliling, takut jika Raja Iblis tiba-tiba melakukan serangan.


[Tuan, yang barusan itu hanyalah jiwa dari Raja Iblis, jadi tidak mungkin dia bisa melakukan serangan. Untuk tubuh Raja Iblis sendiri, saat ini tubuh itu berada di Istana Iblis, dan Tuan bisa berkunjung ke istana itu jika menginginkan banyak poin level]


“Sistem, apa kamu baru saja menyarankanku pergi bunuh diri ke Istana Iblis? Dengan kekuatanku saat ini, datang ke tempat itu sama saja dengan bunuh diri,” ungkap Noah.


[Ya, itu memang terasa seperti sebuah misi bunuh diri, tapi jika Tuan mau mengambil resiko dan berhasil mengalahkan Raja Iblis, tak akan sulit bagi Tuan untuk menyusul kekuatan yang saat ini dimiliki oleh penguasa dunia ini]


“Lalu, jika yang terjadi justru sebaliknya, yaitu aku kalah dan mati di tempat itu, bukannya usahaku selama ini akan sia-sia hanya karena aku terlalu memaksakan diri!” ungkap Noah.


[Saat ini Tuan memang hanya memiliki kemungkinan kurang dari lima belas persen dapat mengalahkan Raja Iblis, tapi persentase kemungkinan menang akan meningkat, begitu Tuan melihat hadiah pemberian sistem]


“Memang berapa persen kemungkinan aku dapat mengalahkan Raja Iblis di istananya sendiri, setelah aku melihat hadiah yang kamu berikan padaku?” tanya Noah sangat penasaran.


[Tuan memiliki kemungkinan menang sebesar lima puluh persen, berbanding sama besar dengan kemungkinan Tuan kalah di tempat itu]


Mendengarnya Noah tentu saja terkejut, dan tiba-tiba dia menjadi sangat penasaran dengan hadiah apa sebenarnya yang diberikan sistem padanya, sampai hadiah itu menaikkan begitu pesat kemungkinan dia berhasil mengalahkan Raja Iblis yang sangat kuat.


‘Aku akan langsung melihatnya begitu sampai di Desa Iblis,’ batinnya, dan kembali dia fokus pada jalanan, yang akan membawanya juga dua kekasihnya kembali ke Desa Iblis.

__ADS_1


Lumia dan Lamia bergerak di depan Noah, dan dari belakang mereka, Noah begitu jelas melihat keindahan tubuh mereka, dan mulai membayangkan menusuk-nusuk mereka dari belakang.


‘Itu pasti akan sangat rapat dan juga sangat lembut,’ batinnya, dan dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


__ADS_2