Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kemenangan Noah


__ADS_3

Di tempat berkumpulnya para wanita.


Seluruh wanita saat ini mengarahkan pandangannya pada sosok musuh yang serangannya berhasil dihindari oleh Noah. Dari informasi yang dibagikan sistem, mereka tau jika itu adalah sosok manusia setengah monster, dengan kekuatan mencapai level 820.


Kedatangan sosok itu membuat mereka sangat ingin membantu Noah, tapi sistem lagi-lagi menahan mereka, dikarenakan dia tahu jika kekuatan Noah masih lebih dari cukup untuk mengalahkan semua musuhnya.


“Sistem, berada di level berapa saat ini kekuatan yang dimiliki kekasih kita?” tanya Vika dengan rasa penasarannya.


[Tuan saat ini memiliki kekuatan di level 820, sama seperti level kekuatan yang dimiliki oleh lawan terkuatnya]


[Akan tetapi itu hanyal kekuatan semu, dikarenakan Tuan memiliki kekuatan asli di atas level 900, seandainya dia menggunakan seluruh pon level untuk meningkatkan kekuatannya]


“Kenapa dia tidak menggunakan seluruh pon level miliknya untuk meningkatkan kekuatan?” Giliran Victoria yang bertanya.


[Mungkin Tuan ingin menggunakan selueuh poin level miliknya, disaat poin level miliknya cukup untuk membuatnya meningkatkan kekuatan sampai level 1000]


“Besar kemungkinan itu memang yang menjadi tujuannya,” kata Anggun.


Setelahnya mereka kembali terdiam, melihat apa yang terjadi di tempat Noah. Nampak monster yang berada di sekelilingnya masih terus menyerang Noah, sementara sosok manusia setengah monster masih diam do tempatnya, melihat apa yang sedang dilakukan oleh Noah.


Mereka para wanita melihat apa yang dilakukan Noah, tanpa mengurangi kewaspadaan terhadap keadaan sekitar. Bagaimanapun juga mereka berada di tengah hutan yang dipenuhi bahaya. Apalagi saan ini adalah malam hari, di mana banyak monster keluar mencari makan.


Di sisi lain, di tempat pertarungan Noah dan banyak monster yang mengelilinginya. Dengan mudahnya Noah membunuh satu demi satu monater yang menyerangnya, tapi dia sama sekali tidak melepaskan perhatiannya dari sosok manusia setengah monster, yang masih saja diam do tempat, seolah sedang mengamati titik lemah yang dimiliki Noah.


‘Jika benar diamnya dia untuk mengamati titik lemah yang aku miliki, aku akan memastikan dia tidak bisa menemukan keberadaan titik lemah yang ada pada diriku,” batin Noah, dan dengan gerakan yang begitu santai dia terus membunuh monster, yang terus berdatangan.


Dengan tangannya masing-masing memegang katana, mudah bagi Noah membunuh monster, yang level kekuatannya berada di bawah, jauh lebih lemah dari level kekuatannya. Membunuh ribuan dari mereka, sama sekali tidak akan membuat Noah kelelahan.


‘Dia sama sekali tidak mau menunjukkan kelemahan yang dimilikinya. Meski tidak tau kelemahannya, itu tidak akan menghentikanku untuk menyerangnya!’ batin sosok manusia setengah monster.


Bergerak sangat cepat bagaikan bayang-bayang dalam kegelapan malam, dengan kedua tangan yang kini sama-sama memegang belati, dia bersiap melakukan serangan langsung ke arah Noah, yang sedang disibukkan melawan banyak monster si sekelilingnya.


Menyamarkan keberadaannya di tengah gelapnya malam, begitu berada di dekat Noah, dia mengayunkan belati di masing-masing tangannya, berusaha menyerang Noah dan melukainya, dan kalau bisa langsung membunuhnya.


Melihat Noah yang belum sadar jika dia melakukan serangan cepat, dan begitu baik menyembunyikan diri dalam gelapnya malam, bibirnya melengkung menciptakan sebuah senyuman penuh kemenangan.


“Mati kau!” katanya sambil menyeringai lebar.


Sesaat sebelum belati di masing-masing tangannya bersentuhan dengan tubuh Noah, sebuah tendangan menghantam tubuhnya dengan begitu cepat dan kuat, membuatnya terpental, dan merasakan sakit si bagian dada.

__ADS_1


Noah melihat lawannya yang terpental, dan menunjukkan senyuman remeh di wajahnya.


“Gerakanmu masih terlalu lambat, dan gelapnya malam tak akan membuatku kesulitan melihat dan menemukan keberadaanmu,” ungkap Noah yang baru saja menghadiahi tendangan pada sosok manusia setengah monster.


Sosok manusia setengah monster terdiam di tempatnya, dikarenakan dia merasa manusia yang menjadi lawannya benar-benar kuat, jauh lebih kuat dari perkiraannya.


Setelah berhasil menghindari serangan awalnya, seharusnya dia tau jika lawannya sama sekali tidak lemah dan tidak bisa diremehkan.


Meski begitu, dia masih yakin dapat mengalahkannya, apalagi Noah saat ini masih direpotkan dengan adanya banyak monster yang menyerangnya, meski dari waktu ke waktu, jumlah monster yang menyerang Noah semakin berkurang, bahkan kini jumlah mereka kurang dari seribu monster.


Memanfaatkan kesempatan yang masih ada sebelum seluh monster mati di tangan Noah, sosok manusia setengah monster kembali menyerang Noah.


Dia merupakan pengguna tenaga dalam, dan setelah menyelimuti kedua belatinya dengan tenaga dalam, dia langsung saja melemparkan kedua belatinya ke arah Noah, tapi dengan kedua katana nya, Noah berhasil menepis belati yang mengincarnya.


Kedua belati yang berhasil ditepis oleh Noah patah menjadi dua bagian sama besar, dan jelas itu tidak lagi bisa digunakan untuk melawannya.


Akan tetapi, sosok manusia setengah monster bukan hanya mempersenjatai diri dengan belati, tapi dia juga memiliki pedang, dan kini dia menggunakan pedang untuk beradu kekuatan dan keterampilan berpedang dengan Noah. Dia menggunakan tenaga dalam untuk memperkuat serangan, dan yakin dapat mengalahkan Noah dengan kekuatan tenaga dalam miliknya.


Namun sayangnya, dia dipertemukan lawan sekuat Noah. Bukan hanya bisa menggunakan tenaga dalam, tapi dia bisa merubah tenaga dalam menjadi energi panas, dan itu jauh lebih kuat dari tanaga dalam biasa.


Dalam hitungan detik, mereka saling bertukar setangan dan sudah lebih dari seratus kali pedang milik sosok manusia setengah monster berbenturan dengan katana Noah. Saat ini Noah hanya menggunakan katana biasa, tapi meski hanya katana biasa, nyatanya itu masih lebih kuat dari pedang milik manusia setengah monster yang mulai mengalami keretakan.


Satu tebasan katana Noah yang sangat cepat gagal ditahan oleh sosok manusia setengah monster, bukan gagal ditahan, tetapi pedang miliknya lebih dulu patah, membuatnya tak bisa menahan tebasan katana, dan tebasan tepat mengarah ke dadanya, membuat dadanya mengalami luka sayatan akibat tebasan katana Noah.


“Aaaargh...” Mengerang merasakan sakit di dadanya, sosok manusia setengah monster memilih mundur menjaga jarak dari Noah.


“Ternyata dia juga pengguna tenaga dalam, bahkan sudah bisa merubah tenaga dalam menjadi energi panas,” gumamnya.


Dengan kelebihan yang dimiliki tubuhnya, luka luar sangat mudah disembuhkan, dan kini dia telah siap kembali melakukan serangan.


Akan tetapi, belum juga dia menyerang, Noah lebih dulu datang menyerangnya.


“Maaf saja aku tidak memiliki banyak waktu bermain-main denganmu, karena kekasihku telah menungguku!” kata Noah.


Selanjutnya, dia menegaskan katana di kedua tangannya menyerang sosok manusia setengah monster, yang kini tak memiliki kesempatan menghindar dari serangan, dikarenakan serangan Noah dilakukan dari jarak dekat.


Puluham tebasan dilakukan Noah dari jarak yang begitu dekat, dan satupun tak ada yang berhasil dihindari oleh sosok manusia setengah monster.


Kepala, tangan, kaki, bahkan tubuh sosok manusia setengah monster terpotong menjadi beberapa bagian, dan mustahil baginya menyembuhkan luka-luka itu, dikarenakan luka itu terlalu parah, bahkan tubuhnya kini telah menjadi beberapa potongan yang lebih kecil.

__ADS_1


Meski saat ini dia masih hidup, bisa dipastikan dia tak lama lagi akan mati, dan kematian itu akhirnya datang setelah Noah menusukkan katana di tangannya, tepat di kepala sosok manusia setengah monster.


Tak lama sosok manusia setengah monster mati begitu ujung tajam katana menembus kepalanya, tapi setelah kematiannya, pertarungan Noah belumlah berakhir karena masih ada ratusan monster yang mengelilinginya.


“Kalian semua sepertinya sudah tidak sabar aku kirim ke alam kematian. Baiklah, dengan senang hati aku akan membunuh kalian dan mendapatkan banyak poin level until meningkatkan kekuatanku!”


Usai berkata, Noah langsung saja maju membunuh sebanyak-banyaknya monster, dan kalau bisa dia akan membunuh seluruh monster until mendapatkan banyak poin pengalaman.


Tak sedikitpun Noah mengalami kesulitan saat melawan ratusan monster yang tersisa, dan hanya menunggu waktu sebelum mereka semua mati di tangan Noah.


Di sisi para wanita, mereka kini tahu sehebat apa Noah, setelah melihat jalannya pertarungan Noah.


“Menghadapi musuh dengan kekuatan di level setara saja dia mudah memenangkannya, apalagi jika lawannya hanya monster lemah, tak lama lagi aku yakin dia bakalan memenangkan pertarungannya,” ungkap Agnes penuh dengan keyakinan.


“Ratusan monster dengan level kekuatan antara level 400 sampai dengan 600, jelas mereka sangat mudah dikalahkan olehnya, bahkan dia tak perlu menggunakan seluruh kekuatannya untuk mengalahkan mereka semua,” kata Amel.


Wanita lainnya menganggukkan kepala setuju setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Amel, dan mereka yakin dalam kurun waktu kurang dari lima menit Noah bakalan menyelesaikan pertarungannya.


“Sepertinya malam ini kita akan puas melakukan perburuan monster, karena aku merasa di kejauhan sana ada ratusan atau mungkin ribuan monster sedang bergerak mengarah ke tempat kita,” kata Jane, sambil melihat lurus kedepan, seolah dia bisa melihat dibalik kegelapan malam.


“Kali ini siapa yang datang, dan seberapa kuat mereka? Semoga mereka lebih kuat dari sebelumnya, supaya aku bisa lebih serius berhadapan dengan mereka!” ungkap Suzy.


Kini, selain melihat jalannya pertarungan Noah yang akan segera berakhir, mereka juga sedang menantikan kedatangan rombongan monster yang saat ini masih dalam perjalanan. Dari jarak yang mereka rasakan, setidaknya rombongan monster itu akan datang kurang dari sepuluh menit.


“Mereka yang akan segera datang adalah lawan kita, dan dia tidak boleh ikut campur!” Joy menunjuk Noah, yang tubuhnya sudah terkena cipratan datang monster.


“Sistem bantu kami melarangnya ikut campur dalam pertarungan kami!” kata Yuna yang yakin jika dia dan yang lainnya masih terhubung dengan sistem.


Nyatanya benar adanya jika mereka semua masih terhubung dengan keberadaan sistem.


[Nona-nona sekalian tenang saja, aku akan memastikan Tuan hanya akanenjadi penonton dalam pertempuran yang akan kalian lakukan]


Seluruh wanita mengangguk puas setel mendengar balasan sistem, dan sekarang mereka tinggal menunggu kedatangan rombongan monster, sekaligus melihat hasil akhir dari pertarungan Noah, yang baru saja berakhir dengan kemenangan berada di tangan Noah.


Hasil akhir pertarungan sama persis seperti tebakan para wanita, dan mereka semua tersenyum lega saat Noah memenangkan pertarungan tanpa menyebabkan tubuhnya terluka.


Di sisi lain, Noah yang baru menyelesaikan pertarungannya, dia mendengar informasi yang disampaikan oleh sistem, dan setelah mendengar informasi secara keseluruhan, dia hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


“Aku sedikit lelah, jadi tidak ada salahnya jika aku menonton pertarungan mereka, lagi pula rombongan monster yang akan segera datang bukanlah monster dengan kekuatan yang perlu diwaspadai,” ungkap Noah.

__ADS_1


__ADS_2