Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Pergi Ke Rumah Elf


__ADS_3

Tak lagi menemukan keberadaan sareng monster lain yang berada di sekitaran lokasi rumah gua, Noah membawa semua orang kembali ke lokasi air terjun, tempat yang sampai saat ini masih dihuni puluhan elf, dikarenakan Flora belum membawa mereka semua pulang.


Wanita itu belum yakin membawa puluhan elf wanita pulang, setelah sehari yang lalu dengan kedua mata kepalanya sendiri, dia melihat pertarungan mengerikan antara Orc dan goblin.


Dia merasa baru aman melakukan perjalanan pulang setelah menanyakan situasi di luar sana pada Noah, begitu pria itu kembali dari perburuan.


Flora saat ini sedang berkumpul dengan tiga wanita hamil dan juga Victoria, sambil menunggu kepulangan Noah.


“Flo, apa kamu akan pulang setelah tahu keadaan di luar sana telah aman?” tanya Nancy, yang sebenarnya tidak rela Flora pergi.


Bukan hanya Nancy, Ellena dan Jane juga tidak rela dengan kepergian Flora, begitu juga dengan Victoria yang merupakan sahabat lama, dan baru juga dia berjumpa kembali dengan Flora.


“Aku sebenarnya masih ingin lebih lama lagi di tempat ini, tapi aku harus memastikan keadaan rumah, karena sudah beberapa hari ini aku pergi meninggalkannya,” kata Flora.


“Bagaimana kalau kita ikut pergi melihat keadaan rumahmu? Jujur saja aku penasaran dengan rumah Elf,” ujar Jane.


“Aku setuju, kebetulan aku juga penasaran dengan rumah elf,” kata Ellena.


“Bosan juga lamala di tempat ini, jadi tak ada salahnya kita ikut denganmu,” kata Nancy sambil melihat Flora.


Flora tentu saja senang mereka ikut pergi dengannya, dan kebetulan juga rumahnya tak begitu jauh dari tempatnya saat ini.


“Bagaima denganmu, apa kamu ikut dengan kami? Aku berharap kamu ikut dengan kami,” ujar Jane sambil memegang tangan Victoria.


“Aku ikut kalau kakakku juga ikut,” kata Victoria, yang tidak bisa memutuskannya seorang diri, tapi sebenarnya dia sangat ingin ikut.


“Kamu sendiri tau kalau kakakmu telah menjadi pengikut kekasih kami, jadi aku pastikan kakakmu bakalan ikut, dan otomatis kamu juga bakalan ikut!” kata Ellena.


Victoria yang mendengar itu, dia mengangguk senang, karena pada akhirnya dia tetap bisa bersama dengan Flora dan seluruh sahabat barunya.


“Jadi sudah diputuskan kalau kita semua akan pergi ke rumah elf,” kata Jane dengan perasaan bahagia.


Semua ikut bahagia saat melihat Jane bahagia, tapi Flora dan Victoria segera berpikir siapa yang akan mengurus rumah gua jika mereka semua pergi? Bukannya sayang jika rumah seindah dan senyanan rumah gua ditinggalkan begitu saja?


“Itu, kalau kita semua pergi, siapa yang akan merawat rumah ini?” tanya Victoria.


“Biarkan kekasih kami yang melakukan sesuatu pada rumah ini, dan bagaimana caranya, aku sendiri belum mengetahuinya,” kata Ellena.


Flora dan Victoria sama-sama ingin kembali bertanya, tapi pertanyaan itu tertahan saat mereka semua melihat kedatangan Noah dan rombongannya.


Mereka datang dengan keadaan tubuh dan pakaian berlumuran darah monster, dengan bau yang cukup menyengat.


Rafael segera membawa kedelapan pengawalnya membersihkan tubuh mereka di aliran sungai, yang bersebelahan dengan lokasi air terjun.


Sebenarnya Noah sudah menawari mereka mandi di dalam rumah, tapi Rafael menolaknya, dikarenakan mereka sudah terbiasa mandi di aliran sungai.


Akhirnya Noah hanya memberi mereka peralatan mandi seperti sabun mandi dan juga sampo.


Untuk dirinya sendiri, dia segera mandi di kamar mandi yang terdapat di kamarnya, begitu juga dengan kesembilan kekasihnya, yang sudah sangat risih dengan keadaan tubuh mereka sendiri.


Mereka semua datang disaat malam sebentar lagi datang. Melihat kedatangan mereka, Ellena, Jane, dan juga Nancy segera menyiapkan makan malam untuk semua orang.


Flora dan Victoria tentu tidak ingin tinggal diam. Mereka segera membantu tiga wanita hamil menyiapkan makan malam.

__ADS_1


Lima elf wanita juga turut datang membantu menyiapkan makan malam, dikarenakan makan malam yang dimasak akan dinikmati oleh semua orang, kecuali para Vampir yang lebih suka mengkonsumsi darah segar.


Urusan darah, Noah bisa membeli banyak darah segar dari toko sistem, tapi tentunya dia tidak akan memberikan darah manusia, melain darah binatang yang telah lebih dulu disterilkan.


Noah yang selesai mandi lebih dulu dari kesembilan kekasihnya, dia pergi melihat tiga kekasihnya yang sedang hamil, setelah seharian dia tidak bertemu dengan mereka.


Dia menemukan keadaan ketiganya di dapur, bersama dengan para wanita lainnya yang sedang mempersiapkan makan malam.


Tak ingin mengganggu mereka, dia memilih keluar dari rumah gua, untuk melihat keberadaan mereka yang berada di luar rumah gua.


Ketika dia keluar dari rumah gua, Rafael sudah menunggunya di luar rumah gua bersama dengan kedelapan pengawalnya.


“Ambil ini untuk makan malam kalian!” Noah menyerahkan pada Rafael botol berisikan darah segar milik binatang yang sebelumnya telah disterilkan oleh sistem.


Melihat botol pemberian Noah yang berisikan cairan berwarna merah, Rafael tahu jika itu adalah darah segar, dan aromanya sangat nikmat.


Aromanya mirip darah manusia, tapi itu teelihat sedikit lebih kental, membuktikan jika itu bukan darah manusia, melainkan darah binatang.


‘Ini darah binatang, tapi aromanya sangat mirip dengan darah manusia,’ batin Rafael, lalu dia berterimakasih pada Noah atas pemberiannya.


Ingin rasanya Rafael menolak pemberian Noah, dikarenakan dia juga masih memiliki banyak persiapan darah binatang untuk makanan, tapi saat melihat wajah serius Noah, dia segera tahu jika Noah tidak menginginkan penolakan darinya.


Noah meminta Rafael menikmati makan malamnya, begitu dia memberikan apa yang ingin dia berikan padanya, lalu setelahnya Noah memilih pergi jalan-jalan, sambil menunggu tiba waktunya makan malam bersama.


Sejenak Noah terdiam di tempat saat melihat puluhan elf wanita bermain di sungai dengan menanggalkan seluruh pakaian mereka.


Pemandangan yang indah dan menggoda, tapi buru-buru Noah mengarahkan pandangan ke arah lain, sebelum dia terkena amarah kekasihnya karena melihat tubuh wanita lain, tanpa seizin mereka.


Memilih menjauhi aliran sungai, di sepanjang jalan Noah masih sedikit terbayang dengan apa yang baru dia lihat.


Merebahkan tubuhnya di atas permukaan batu, pikiran Noah seketika berhasil melupakan apa yang baru dia lihat, begitu dia melihat keindahan langit sore menjelang malam, yang ada di Dunia Monster.


Suasana yang begitu tenang tanpa suara ribut kendaraan, membuatnya semakin menikmati suasana saat ini.


“Sistem, apa ada sesuatu yang bisa aku kerjakan untuk saat ini?” tanya Noah pada sistem setelah diam selama beberapa waktu.


[Untuk saat ini tidak ada misi yang bisa Tuan kerjakan. Misi baru akan muncul di keesokan hari]


Noah mengangguk pelan mendengar jawaban yang diberikan oleh sistem, dan tanpa adanya misi, malam ini sepertinya dia bisa bermanja-manja dengan seluruh kekasihnya.


“Sistem, apa menurutmu aku masih memiliki kesempatan menambah jumlah kekasih?” tanya Noah segar tiba-tiba, dan dia saja tidak tau kenapa menanyakan itu pada sistem.


[Setelah level kekuatan Tuan menyentuh level 800, Tuan harus menambah satu lagi kekasih, begitu juga saat nanti level kekuatan Tuan mencapai level 900 dan 1.000]


“Apa aku diwajibkan menambah jumlah kekasih?” kembali Noah bertanya pada sistem.


[Itu adalah kewajiban bagi Tuan, dan sebuah kewajiban harus Tuan lakukan. Jika Tuan tidak melakukannya, Tuan tidak akan bisa meningkatkan level kekuatan, ke level yang lebih tinggi]


“Lalu, apa aku masih harus menambah jumlah kekasih setelah melampaui kekuatan level 1.000?”


[Setelah melampaui kekuatan level 1.000, Tuan tidak lagi perlu menambah jumlah kelaskh, dikarenakan jumlah kekasih Tuan sudah cukup untuk menjadi pendamping, saat terjadi pertempuran terakhir dengan penguasa Dunia Monster, yang kebetulan memiliki lima belas istri]


Setelah mendengar semua itu, kini Noah tau alasan lainnya kenapa dia harus memiliki banyak istri, selain untuk membantunya meningkatkan kekuatan. Ternyata di pertempuran terakhir, nantinya juga akan melibatkan pertempuran para wanita, dimana seluruh kekasihnya akan melawan seluruh istri dari penguasa Dunia Monster.

__ADS_1


“Bukan hanya aku yang memiliki banyak kekasih, tapi musuh terberatku ternyata juga memiliki banyak istri,” gumam Noah, lalu dia segera bangkit berdiri, begitu melihat matahari sepenuhnya telah terbenam, pertanda akan datangnya malam.


“Sudah saatnya aku kembali!”


Noah melompat turun dari ketinggian, dan dia mendarat tepat di dekat air terjun.


Melihat Noah baru saja melompat dari ketinggian, Sasa, Yuna, dan juga Suzy yang baru keluar dari rumah gua sambil membawa banyak makanan, sejenak mereka mengkhawatirkan Noah, tapi setelah melihat kekasih mereka dalam keadaan baik-baik saja, seketika mereka bisa bernapas lega.


“Sayang, lain kali jangan melompat secara tiba-tiba! Itu membuat kami yang melihatnya khawatir!” Anggun yang muncul secara tiba-tiba, langsung menegur Noah.


Mendapatkan teguran dari Anggun, Noah hanya bisa mengangguk pelan, lalu dia tersenyum.


Setelahnya Anggun membawa Noah pergi ke tempat yang lainnya, yang baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk semua orang.


Melihat keberadaan Victoria diantara para kekasihnya, Noah memberikan sebuah botol padanya, botol berisikan darah segar, sama seperti yang sebelumnya dia berikan pada Rafael.


Acara makan malampun segera dilakukan, dan seperti malam sebelumnya, semua orang sangat menikmati acara makan malam bersama, termasuk para vampir yang sangat menikmati darah segar pemberian Noah.


Tak lama setelah selesai makan malam, ketiga wanita hamil memutuskan istirahat terlebih dahulu, dengan Victoria yang ikut bersama mereka.


Sedangkan Noah dan kesembilan kekasihnya yang belum ingin istirahat, mereka berkumpul di ruang keluarga, membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan rumah elf.


Kesembilan wanita ingin pergi ke rumah elf, setelah mendengar cerita Ellena, Jane, dan Nancy tentang mereka yang tertarik pergi ke rumah elf, begitu juga dengan Victoria.


“Baiklah, kita semua besok akan pergi ke rumah elf, sekalian aku ingin melihat keberadaan manusia yang selama ini keberadaannya berada dalam perlindungan para elf wanita,” kata Noah mengabulkan keinginan seluruh kekasihnya yang ingin pergi ke rumah elf, mengikuti Flora.


Jika Noah pergi, segar otomatis Rafael dan delapan vampir lainnya juga ikut pergi, jadi Victoria tetap bisa berkumpul dengan sahabat lama, dan sahabat barunya.


Setelah selesai pembicaraan, Sasa, Yuna, dan Prilly segera membawa Noah pergi ke kamarnya, dikarenakan malam ini merekalah yang akan menemani malam Noah.


Sedangkan wanita lainnya, mereka hanya tersenyum melihat bagaimana Sasa, Yuna, dan Prilly tak sabar memburu kenikmatan bersama Noah. Untuk esok malam, ada Agnes, Joy, dan juga Amel, yang akan menemani malam Noah.


Terakhir ada Anggun, Suzy, dan Vika, yang akan menemani malam Noah dua malam yang akan datang. Tiga wanita yang sedang hamil, mereka baru akan kembali menemani malam Noah, begitu usia kandungan memasuki usia ke-tiga.


......................


Pagi harinya, Noah lebih dulu terbangun, dan dia melihat Sasa, Yuna, dan Prilly, yang masih terlelap, dengan keadaan tubuh polos, dan hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


Melihat ke bagian bawah, dia jelas melihat sesuatu yang pagi ini sangat tegang, tapi dia tidak tega menuntaskan keinginannya, pada mereka bertiga yang nampak masih tertidur nyenyak.


Pada saat ingin menuntaskan semua dengan tangannya di kamar mandi, Joy masuk ke dalam kamar, dan langsung menariknya ke dalam kamar mandi. Dengan bantuan Joy, Noah merasakan kepuasan di pagi hari begitu juga dengan Joy, dan mereka akhirnya mandi bersama.


Usai mandi bersama, Joy yang sudah berpakaian lengkap pergi membantu yang lainnya menyiapkan makanan, sementara Noah, dia pergi membangunkan ketiga kekasihnya yang masih terlelap. Dia sudah berpakaian lengkap saat membangunkan mereka, dan tubuhnya telah kembali segar.


Ketiga wanita bangun setelah Noah bergantian menciun bibir mereka. Begitu bangun, bukannya satu-satu pergi ke kamar mandi, tapi mereka bersama-sama pergi ke kamar mandi, sedangkan Noah, dia pergi mengambilkan pakaian ganti untuk mereka.


Tiga puluh menit kemudian, Sasa, Yuna, dan Prilly telah selesai mandi dan berganti pakaian, lalu bersama-sama dengan Noah mereka keluar dari kamar.


Pagi ini juga setelah makan bersama, mereka akan pergi ke rumah elf.


Untuk rumah gua, dengan bantuan sistem, Noah bisa menyimpan rumah gua di dalam ruang penyimpanan, dan akan dia keluarkan begitu ingin digunakan.


Selesai makan pagi, semua orang yang telah siap pergi, mereka semua berkumpul di sekitaran air terjun, dan kepergian mereka kali ini akan dipimpin langsung oleh Flora, bukan Noah.

__ADS_1


Meski mudah bagi Noah mencari keberadaan rumah elf dengan bantuan sistem, tapi dia mempercayakan perjalanan kali ini pada Flora, dikarenakan dia kali ini akan menjadi tuan rumahnya.


Setelah menyimpan rumah gua ke ruang penyimpanan sistem, Noah berkumpul dengan yang lain, dan segera saja mereka melakukan perjalanan menuju rumah elf.


__ADS_2