Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Membunuh Dengan Batu Kerikil


__ADS_3

Brak...


Eden menggebrak kuat meja kerjanya setelah banyak bisnisnya mengalami kemunduran akibat putusnya hubungan kerja dengan perusahaan milik Vita dan Prilly. Dia yang biasanya bisa menjalani hari-harinya dengan santai, sekarang dia harus bekerja keras untuk menyelamatkan beberapa bisnisnya.


Melihat laporan kerugian perusahaannya setelah tidak lagi menjalin kerjasama dengan perusahaan Vita dan Prilly, mebuat Eden menjambak rambutnya sendiri.


Masalahnya bertambah karena hubungan di dunia bawah dengan kelompok Mafia milik Vita dan Prilly juga semakin renggang. Mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menekan kedua wanita yang selama ini dia anggap lemah, hasilnya justru di luar dugaan. Nyatanya selama ini kedua wanita itu menyembunyikan kekuatan yang lebih besar dari apa yang dimilikinya.


Bahkan saat dia ingin menghabisi nyawa keduanya yang saat ini berada tempat yang bukan merupakan wilayah kekuasaan mereka, keinginannya tidak terwujud karena ada kekuatan lain yang membantu mereka. Bukan kekuatan Mafia yang membantu mereka, tapi mereka dibantu seorang wanita.


Eden telah mendapatkan informasi tentang wanita yang membantu Vita dan Prilly. Akan tetapi, informasi yang dia dapat hanyalah nama panggilan, dan sebuah foto yang tidak begitu jelas. Meski tidak begitu jelas, Eden terus memandangi foto wanita yang dia ketahui bernama Joy. Dia tertarik dengan wanita itu, hanya dengan melihat fotonya. “Aku harus mendapatkannya, dan dia harus menjadi milikku!” katanya, lalu dia menyimpan foto Joy.


Sementara itu, di apartemen yang ditempati Vita dan Prilly, keduanya baru mendapatkan laporan dari ahli IT, yang mereka tugaskan mengumpulkan banyak informasi tentang Joy. Namun hasilnya, mereka tidak mendapatkan informasi apapun selain sebuah foto tidak jelas dan nama panggilan, yang tentunya sudah mereka ketahui.


Tidak ada informasi lain yang mereka dapat, bahkan saat ahli IT mereka memaksa melawan sistem keamanan yang melindungi seluruh informasi tentang Joy, mereka justru menghadapi serangan virus yang datang bertubi-tubi. Beruntung serangan virus berhasil dinetralisir, sehingga tidak merusak peralatan milik mereka.


“Benar-benar bukan wanita biasa, bahkan yang tercantum di sini hanya nama panggilan dan foto yang lima puluh persen tidak jelas. Bagaimana, apa kamu masih penasaran dengan identitas wanita ini, dan ingin memberi perlindungan padanya karena takut jika Eden mengirim orang untuk berbuat sesuatu yang buruk padanya?” tanya Vita, dan tentunya dia bertanya pada Prilly yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka.


“Keamanan informasinya saja jauh lebih ketat dari yang kita miliki, aku yakin dia memiliki kemampuan di atas kita, dan dia bisa menjadi sebuah kenyataan buruk untuk Eden, jika pria bodoh itu berani mengusiknya!” kata Prilly yang sudah menyelesaikan masakannya, dan sekarang dia sudah menyajikannya di atas meja makan.


Vita yang memang sudah lapar dan sangat menyukai masakan Prilly, dia segera pergi ke meja makan. Namun, sebelum makan, dia menunjukkan sebuah foto pada Prilly, yang mana foto itu dia dapatkan dari salah satu temannya, yang menjadi salah satu orang kepercayaan di keluarga Ludwing. Temannya tidak pernah mengkhianati keluarga Ludwing, dan dia hanya membagi kenang-kenangan saat dia menghadiri pesta keluarga Ludwing.


Prilly melihat foto yang ditunjukkan Vita. Kedua matanya fokus melihat para wanita yang ada di dekat Tuan Muda keluarga Ludwing, dan pandangannya segera tertuju pada sosok wanita yang tidak asing. Dia yakin wanita itu adalah Joy, dan dia penasaran ada hubungan apa antara Joy dan Noah. “Apa kamu tahu hubungan seluruh wanita itu dengan Noah?” tanyanya.


Vita mengangguk pelan, lalu dia berkata, “Keenam wanita itu adalah tunangan Noah, dan tidak lama lagi mereka akan menggelar acara pernikahan, tapi dari sahabatku, aku mendengar jika ke-enam tunangan Noah, mereka tidak melarang Noah menambah jumlah istri asalkan atas persetujuan mereka. Jika wanita itu baik, mereka dengan senang hati bakalan menerima sebagai saudara, yang artinya wanita itu juga akan menjadi istri Noah.”


Bukannya sedih mengetahui pria impiannya sudah memiliki banyak wanita, Prilly justru tersenyum senang. “Rasanya pasti sangat senang jika memiliki begitu banyak saudari, dan sepertinya mereka semua bukanlah sosok wanita biasa!” kata Prilly.


“Memang sangat menyenangkan jika memiliki banyak saudari, apalagi mereka memiliki hobi sampingan seperti kita! Seharusnya aku sedih saat tahu dia memiliki banyak wanita, tapi nyatanya aku justru senang dan tidak masalah dengan semua itu, asalkan bisa dekat dengannya meski tidak sepanjang waktu!” ungkap Vita. Sedangkan Prilly, dia hanya menganggukkan kepala, lalu mereka bersama-sama menikmati makan malam.


......................


Pagi hari di Mansion keluarga Milito, yang terasa seperti Mansion milik Noah secara pribadi.

__ADS_1


Semalam Noah tidak melakukan permainan panas, dikarenakan dia yang seharusnya malam tadi melakukannya dengan Joy dan Agnes, semua gagal karena diwaktu bersamaan kedua wanita itu kedatangan tamu rutin. Pada akhirnya semalam Noah hanya mendapatkan servis dari bukit kembar milik kedua wanitanya, tapi itu sudah sangat cukup memberinya kepuasan, bahkan dia dua kali mencapai puncak kenikmatan hanya dengan permainan bukit kembar kedua wanitanya.


Pagi ini adalah akhir pekan, dan semua orang tidak ada yang beraktivitas, terutama aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan ataupun sekolah seperti yang masih menjadi rutinitas Jane.


Usai makan pagi bersama yang hari ini berlangsung lebih pagi dari hari-hari biasa, Noah dan ke-enam kekasihnya pergi ke taman kota untuk berolahraga di tempat itu, sekaligus jalan-jalan menikmati suasana pagi. Tentu saja Jihan ikut bersama mereka, dan ke-enam wanita sangat senang dengan adanya Jihan yang ikut jalan-jalan. Hana dan Jacob juga ikut jalan-jalan, tapi mereka berada di jarak yang cukup jauh dari Noah dan ke-enam kekasihnya.


Baru semalam Jacob sampai, dan dia cukup terkejut karena tugasnya telah selesai.


Alex sudah dieksekusi, begitu juga dengan seluruh anak buahnya. Dengan begitu bisa dipastikan jika tugas Jacob telah berakhir, dan sekarang dia bisa kembali ke tugas utamanya, yaitu melindungi Noah, ke-enam kekasihnya, dan juga si kecil Jihan.


Setelah Jacob kembali, seharusnya Hans kembali ke tugas menjadi wakil pemimpin keamanan Mansion keluarga Ludwing, tapi karena semakin banyaknya yang harus dilindungi Jacob, akhirnya Hans tetap menjadi pengawal Noah dan yang lainnya. Kini dia adalah wakil Jacob, dan tugas utama keduanya adalah memastikan keselamatan ke-enam kekasih Tuan Muda mereka dan juga keselamatan si kecil Jihan.


Kenapa tugas utama mereka bukan memastikan keselamatan Noah, itu semua karena permintaan Noah, dan lagi Noah bisa menjaga dirinya sendiri.


......................


Di taman kota yang pagi ini ramai pengunjung, Noah dan ke-enam kekasihnya telah menyelesaikan putaran ke dua puluh, dan itu rekor untuk mereka yang selama ini memutari taman kota. Sebelumnya seseorang hanya sanggup memutari sepuluh kali taman kota, tapi rekor itu pecah dengan jumlah putaran dua kali lebih banyak. Dan lagi bukan hanya satu orang yang berhasil memecahkannya, tapi ada tujuh orang.


“Kita istirahat sebentar sebelum pergi jalan-jalan melihat bazar, yang diadakan setiap akhir pekan, di sisi lain taman kota!” kata Noah, dan mereka semua istirahat dengan duduk selonjoran mengelilingi Jihan, yang jalan pelan di tengah-tengah mereka.


Tidak lama Jacob datang dan memberikan minuman pada Tuan Mudanya, dan juga pada ke-enam kekasihnya. Jacob membeli air mineral kualitas terbaik, yang tentunya air mineral itu sangat baik dikonsumsi setelah berolahraga.


“Apa kalian ada tujuan lain setelah dari bazar?” tanya Noah pada ke-enam kekasihnya.


“Sayang, antarkan kami ke salon kecantikan milik keluarga Milito! Kami ingin merawat diri di tempat itu, dan sepertinya Jihan juga harus melakukan perawatan pada rambutnya!” kata Ellena, sedangkan yang lain hanya mengangguk pelan.


Noah tidak mungkin berkata tidak, setelah melihat ke-enam kekasihnya memiliki tujuan yang sama. Pada akhirnya mereka semua pergi ke salon kecantikan milik keluarga Milito, begitu selesai melihat bazar di dekat taman kota. Cukup melakukan perjalanan menggunakan mobil selama lima menit, akhirnya mereka sampai di salon kecantikan milik keluarga Milito.


Melihatnya banyak wanita di salon kecantikan milik keluarga Milito, yang mana mereka semua adalah wanita cantik, Noah bersikap biasa-biasa saja, meski banyak wanita yang terang-terangan menggodanya. Bagimana dia bisa tergoda jika ke-enam kekasihnya jauh lebih cantik dari mereka semua?


Manajer salon yang mengetahui datangnya orang-orang penting, dia sendiri yang turun tangan melayani ke-enam kekasih Noah, ditambah si kecil Jihan. Noah sendiri, dia sebenarnya ingin merapikan rambutnya yang mulai panjang. Namun setelah melihat keseluruhan pekerja adalah wanita, Noah tidak jadi memotong rambutnya, dan mungkin lain waktu dia akan melakukannya saat berada di tempat yang tepat.


Tidak ingin berlama-lama di dalam salon kecantikan, Noah memutuskan keluar, dan dia menugaskan Jacob dan Hans menjaga mereka yang ada di dalam.

__ADS_1


Setelahnya, Noah memutuskan jalan-jalan di sekitaran salon kecantikan, yang mana salon kecantikan itu tidak berada jauh darimu gedung-gedung tinggi yang merupakan bangunan apartemen.


Saat dia ingin membeli minuman karena masih sedikit merasa haus, disalah satu gang yang sepi, dia melihat dua wanita dipojokkan oleh lebih dari sepuluh pria, yang mana masing-masing pria membawa senjata berupa senjata tajam berbagai jenis.


Kedua wanita yang tidak bersenjata, mereka mencoba melawan menggunakan tas, yang mereka bawa. Namun tas bertemu senjata tajam, tentu semua orang bisa menebak siapa yang keluar sebagai pemenangnya.


Tidak mungkin membiarkan kedua wanita celaka, Noah dengan santainya mengambil batu kerikil yang banyak terdapat di sepanjang jalan, lalu sambil berjalan mendekati tempat kedua wanita yang semakin terpojok, dia begitu saja melemparkan batu-batu krikil yang telah dikumpulkan.


Pletak...


Satu baru mengenai kepala salah satu pria. Layaknya sebuah peluru, batu itu langsung saja menembus kepala pria itu, dan tidak lama kemudian pria itu tumbang dengan darah bercucuran dari kepalanya.


Pletak... Pletak... Pletak...


Noah terus saja melemparkan batu krikil tajam yang ada si tangannya ke arah pria yang sudah setengah dari mereka tumbang, dan mungkin tidak lama lagi mereka akan mati.


“Maaf, aku tidak suka melihat banyak pria berperilaku kasar pada wanita, jadi dengan senang hati aku memberi pelajaran pada kalian!” kata Noah terlihat acuh, dan kembali dia melemparkan batu krikil tajam yang ada di tangannya.


Satu lagi pria tumbang, dan sisanya segera saja pergi melarikan diri.


Mereka ketakutan melihat seseorang yang bisa membunuh hanya dengan lemparan batu krikil. Tidak ingin mati konyol, mereka memilih pergi.


“Kalian keluar dan bereskan mayat mereka!” kata Noah pada penjaga bayangan yang senantiasa mengikutinya.


“Baik Tuan Muda!” kata pemimpin pengawal bayangan, lalu belasan orang muncul, dan membereskan mayat yang berserakan.


Meninggalkan mereka yang sedang membereskan beberapa mayat pria, Noah menghampiri dua wanita yang tidak ketakutan meski melihat kematian banyak orang si hadapan mereka.


Melihat itu Noah tersenyum. ‘Mereka bukan wanita biasa!’ batinnya.


......................


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2