
Zero yang seumur hidup belum pernah merasakan apa yang dinamakan ketakutan, begitu dia dihadapkan pada sosok Noah, barulah dia bisa merasakan ketakutan yang sesungguhnya. Melihat keberadaan sosok Noah, seolah dia bisa melihat sosok yang akan mengakhiri hidupnya.
“Jangan bermimpi bisa mengakhiri hidupku, sedangkan kau tidak memiliki keberanian lebih untuk berhadapan secara langsung denganku!” kata Noah, meremehkan Zero.
Zero tentu saja tahu jika Noah sedang meremehkannya, tapi dia kali ini benar-benar tidak memiliki keberanian untuk membantah apa yang dikatakan Noah padanya. Mulutnya seolah terkunci, dan dia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk membukanya.
Dia yang semula datang untuk mengakhiri hidup Noah dan membuat bersedih anggota keluarga Ludwing, sekarang justru dia yang berada dalam ancaman, dan besar kemungkinan hidupnya akan berakhir di tangan orang, yang seharusnya mati di tangannya. Bukan Noah yang mati, melainkan dirinya lah yang akan bertemu dengan kematian.
Saat ini Noah menatap tajam keberadaan Zero yang hanya diam di tempat, dengan senapan serbu yang berada di tangannya. Senapan serbu di tangan Zero sudah kehabisan peluru, dan tidak bisa digunakan kembali untuk menyerang. Sebenarnya Zero masih memiliki dua buah pistol yang tersembunyi di bagian belakang punggungnya, tapi dia merasa pistol tidak akan berguna saat berhadapan dengan Noah.
Senapan serbu saja tidak berguna, apalagi pistol yang tidak jauh lebih baik dari senapan serbu. Satu-satunya yang bisa dilakukan Zero untuk menyelamatkan hidupnya adalah pergi melarikan diri, tapi dia sama sekali tidak menemukan celah yang dapat digunakan untuk pergi melarikan diri.
Noah yang melihat Zero hanya diam di tempatnya, dia segera saja bergerak cepat menyerangnya. Dia hanya menggunakan tinju untuk menyerang, tapi kekuatan tinju Noah bukanlah sesuatu yang dapat disepelekan. Dengan kekuatan tinjunya, tidak menutup kemungkinan dia bisa langsung membunuh Zero.
“Lawan aku jika tidak ingin cepat mati!” kata Noah sambil melayangkan tinju, yang mana dia mengarahkan tinjunya tepat ke arah wajah Zero. Tinju itu melesat cepat, dan nasib Zero tidak akan baik-baik saja jika terkena tinju Noah.
Beruntung disaat-saat terakhir Zero berhasil menghindar, sehingga hal yang sangat buruk tidak terjadi padanya. Namun, meski dirinya berhasil menghindari satu setangan, bukan berarti dirinya telah terbebas dari serangan Noah. Serangan selanjutnya datang, dan datang dua kali lebih cepat dari sebelumnya.
“Teruslah menghindar dengan seluruh kekuatan yang kamu miliki jika tidak ingin bernasib buruk! Akan tetapi, aku tidak yakin kalau kau bisa terus-terusan menghindar dari serangan yang aku lakukan!” kata Noah dan dia terus saja menyerang Zero.
__ADS_1
Noah tidak menghentikan serangannya dan membiarkan Zero terus menghindari serangannya. Bukannya melambat, serangan Noah justru semakin cepat seiring dengan waktu yang terus berjalan. Zero yang sebelumnya cukup mudah menghindari serangan Noah, sekarang dia mulai kewalahan dikarenakan tenaganya yang mulai terkuras. Jika serangan Noah terus berlanjut, bisa dipastikan dirinya akan terkena serangannya.
Zero mengambil napas dalam-dalam mencoba mengisi tenaganya. ‘Bukannya melemah seiring waktu yang terus berjalan, aku justru merasa kalau dia semakin kuat dari sebelumnya,’ batin Zero.
“Sepertinya kau sudah mulai kelelahan! Saat kau mulai lelah, saat itulah kau semakin dekat dengan kematian!” kata Noah, dan dia sama sekali tidak mengendurkan serangan pada Zero.
Kalau saja Zero bukan bagian dari Mafia Death Snake, mungkin Noah tidak akan memiliki keinginan mengakhiri hidupnya, tapi sayangnya Zero adalah bagian dari Mafia Death Snake, yang hampir saja membuat celaka salah satu kekasihnya. Tidak ada ampun bagi orang yang hampir mencelakai kekasihnya, dan itu artinya Zero harus mati di tangannya sendiri.
“Aku sebenarnya sangat tidak ingin mengotori tanganku dengan darah kotor manusia lemah sepertimu! Akan tetapi, dikarenakan kamu bagian dari kelompok Mafia Death Snake yang hampir saja membuat celaka salah satu kekasihku, maka terpaksa aku menggunakan tanganku sendiri untuk mengakhiri hidupmu!” kata Noah, lalu dia melakukan serangan dengan gerakan yang begitu cepat, dan untuk pertama kalinya, serangannya berhasil mengenai Zero.
Kuatnya serangan Noah tidak main-main, bahkan hanya dengan satu serangan, Zero sudah merasakan rasa yang begitu menyakitkan akibat serangan Noah yang tepat mengenai bagian dadanya.
Dia merasakan nyeri yang menyakiti di dadanya, dan dia sangat yakin jika ada salah satu tulang rusuknya yang retak ataupun patah, akibat serangan kuat yang dilakukan oleh Noah. Dia sudah pernah merasakan berbagai rasa sakit akibat pukulan, tapi ini adalah kali pertamanya merasakan rasa yang begitu menyakitkan, jauh lebih menyakitkan daripada rasa sakit yang pernah dirasakannya.
Pada akhirnya dia memang memuntahkan sesuatu, tapi itu bukan isi perutnya, melainkan darah segar yang menandakan jika dia mengalami luka dalam serius. Terlambat mendapatkan penanganan, bisa dipastikan hidupnya tidak akan bertahan lebih lama lagi.
Tentu Zero sadar dengan keadaan tubuhnya sendiri, dan dia sekarang sudah berputus asa serta pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya. Jelas saja dia menyesal, tapi penyesalan tidak akan berguna setelah apa yang saat ini terjadi pada dirinya. Sedari awal dia telah meremehkan kekuatan Noah, dan itu adalah kesalahan terbesar yang pernah dilakukannya.
Pada saat rasa sakit di tubuhnya belum reda, dan lagi dia masih terus terbatuk dan memuntahkan darah, Noah kembali menyerangnya. Tidak menendang atau meninju, tapi kali ini Noah datang dan begitu saja menginjak kedua kaki Zero secara bergantian. Suara tulang patah terdengar jelas, bersamaan dengan suara teriakan kesakitan, yang keluar dari mulut Zero.
__ADS_1
Bukannya iba mendengar teriakan kesakitan Zero, Noah justru semakin kejam menginjak-injak kaki Zero sambil mendengar teriakan yang saat ini hampir tidak lagi terdengar. Rasa sakit membuat Zero tidak bisa mempertahankan kesadarannya, dan pada akhirnya dia kehilangan kesadarannya bersamaan dengan keadaannya yang sudah berada di ambang kematian.
Segera Noah memastikan keadaan Zero begitu dia tidak lagi mendengar teriakannya. Merasa Zero masih bernapas, Noah tersenyum dan dia langsung saja memanggil Hans untuk mengamankan Zero. Dia masih belum puas menyiksa Zero, dan sebenarnya dia ingin membunuh Zero bersamaan dengan tiga orang lainnya, yang juga merupakan para petinggi kelompok Mafia Death Snake.
Rencananya, jika mereka tidak datang menyerang dirinya, maka dirinyalah yang akan datang menyerang mereka. Lalu, begitu Zero dan tiga orang lainnya terlah terkumpul, barulah saat itu Noah akan mengakhiri hidup mereka. Baginya, orang-orang seperti mereka tidak pantas hidup, dikarenakan keberadaan mereka hanya akan menjadi benalu bagi keluarga Ludwing.
Hans yang baru datang setelah mendengar panggilan Noah, dia segera menyuruh empat orang untuk membantunya mengamankan Zero. Rencananya Zero akan diletakkan di penjara, dan di penjara itu dia akan menghabiskan sisa waktu hidupnya sebelum kematian datang menghampirinya.
“Tuan Muda, setelah ini apa yang akan kita lakukan pada tempat ini? Apa kita biarkan saja tempat ini?” tanya Hans pada Noah, setelah dia selesai melakukan apa yang menjadi tugasnya.
“Bakar tempat ini, bersama mereka yang mati!” jawab Noah, dan Hans dengan senang hati melakukan sesuai apa yang menjadi keinginan Noah.
Tidak lama kemudian, api mulai membakar rumah yang sebelumnya dijadikan markas oleh Zero dan anak buahnya. Saat api mulai menyala, Noah dan yang lainnya sudah berada jauh dari markas Zero. Akan tetapi, dari tempat mereka saat ini, jelas terlihat oleh mereka api yang berkobar semakin besar, membakar seluruh bagian markas Zero.
Keberadaan markas Zero yang dikelilingi perkebunan, membuat Noah tidak perlu khawatir jika api akan membakar bangunan lain, jadi dia bisa tenang pergi meninggalkan tempat itu.
Sambil pergi meninggalkan markas Zero yang sudah terbakar, Noah mengeluarkan ponsel dari saku celana, lalu dia mengirim pesan yang berisikan banyak foto pada tiga nomor, dan dia yakin tiga orang itu akan sangat senang dengan gambar kirimannya.
“Semoga mereka datang dengan persiapan lebih baik dari Zero, atau mereka bahkan mungkin tidak bisa datang ke tempat ini bersama kekuatan penuhnya, dikarenakan lebih dulu dihancurkan oleh Paman Jacob,” gumam Noah, dan kembali dia menyimpan ponselnya.
__ADS_1
......................
Bersambung.