Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Rasa Iri


__ADS_3

Lamia dan Lumia saling bekerjasa menyiksa Raja Iblis yang tak berdaya di hadapan mereka. Jeritan dan teriakan kesakitan yang keluar dari mulut Raja Iblis, semua itu terasa seperti nyanyian indah di telinga keduanya.


Keduanya menyiksa Raja Iblis secara perlahan, sambil mengingatkan Raja Iblis siapa mereka berdua.


Sambil merasakan sakit dari siksaan yang diterimanya, Raja Iblis akhirnya ingat siapa Lamia dan Lumia, dua wanita yang saat ini sedang menyiksanya.


Keduanya adalah anak kecil yang dulu memanggilnya Paman, dan mereka sering pergi bersama. Dia bahkan pernah menyayangi keduanya, dan menganggap mereka seperti putrinya sendiri.


Namun, rasa iri pada kebahagiaan kedua orangtua mereka, membuatnya menjadi sosok yang sangat berbeda.


Tak lagi ada sosok Paman yang menyayangi keponakannya, dan tak lagi ada sosok adik yang senantiasa menghormati kakaknya.


Dia berubah, dan semua itu karena rasa iri yang sudah tertanam terlalu dalam, di dalam dirinya.


Dengan rasa iri yang ada pada dirinya, dia merencanakan pembunuhan untuk dua orang yang dimasa lalu sangat dia hormati.


Dua orang yang baik padanya tapi juga membuatnya iri karena kebahagiaan keluarga mereka, membuatnya tega membunuh mereka, bahkan dia membiarkan wanita yang selama ini dipanggilnya kakak ipar dipermalukan banyak pria, sebelum kematian datang menjemputnya.


Puas melihat kematian mereka, dia lupa keberadaan dua keponakannya, dan akhirnya hari ini dia kembali dipertemukan dengan mereka, yang datang dengan membawa dendam atas kematian kedua orangtua mereka.


Kedua matanya yang sudah begitu sulit terbuka menatap Lamia dan Lumia. Saat melihat wajah keduanya, meski tak begitu jelas, dia bisa melihat wajah mereka yang sangat mirip dengan kakak iparnya, wanita yang merawatnya sejak kecil penuh dengan kasing sayang, tapi wanita itu mati karenanya dengan sangat menyedihkan.


‘Akhirnya aku mati di tangan mereka,’ batinnya, dan dia sama sekali tak menyesal mati di tangan keduanya, dikarenakan dia telah sadar akan kesalahan terbesarnya di masa lalu.


Namun, meski dia sadar akan kesalahannya di masa lalu, itu semua belum cukup untuk merubahnya menjadi sosok yang lebih baik.


“Krak... Krak... Krak...” Lamia dan Lumia mematahkan jari-jari tangan Raja Iblis, selayaknya seperti apa yang mereka lihat, sebelum ayah mereka mati.


“Kami hanya melakukan apa yang terjadi pada ayah kami sebelum kematiannya,” kata Lamia, tanpa menghentikan aksinya mematahkan jari-jari tangan Raja Iblis.


Dari mulut Raja Iblis tak keluar kata lainnya, selain teriakan kesakitan, akibat apa yang dilakukan Lamia dan juga Lumia.


Puas mematahkan jari-jari tangan Raja Iblis, keduanya mematahkan lengan Raja Iblis, lalu menarik lengan itu sampai terpisah dari tubuhnya.


“Aaaargh...” Raja Iblis berteriak kesakitan, tapi teriakannya sama sekali tidak menghentikan apa yang ingin kembali dilakukan oleh Lamia dan Lumia.


“Apa itu benar-benar sakit? Aku ras kau hanya pura-pura kesakitan supaya kami cepat membunuhmu!” kata Lamia dengan entengnya, tak peduli rasa sakit yang dialami Raja Iblis.


“Bu-Bunuh saja aku!” kata Raja Iblis dengan suara teramat pelan, tapi masih bisa didengar Lamia dan Lumia.


“Kami memang akan membunuhmu, tapi tidak sekarang,” kata Lamia.


“Kau baru kami izinkan mati, setelah kami puas memberi siksaan padamu,” ungkap Lumia.


Keduanya membalikkan tubuh Raja Iblis yang semula dalam posisi tengkurap.


Menatap jijik pusaka Raja Iblis yang telah bengkok, tanpa belas kasihan Lumia memotong pusaka Raja Iblis sampai ke pangkalnya, sementara Lamia, dia menginjak patahan pusaka Raja Iblis sampai hancur.


Tentu saja Raja Iblis kembali berteriak karena rasa sakit yang teramat menyakitkan.


Sementara di sisi lainnya, Noah benar-benar merasa ngilu saat melihat apa yang dilakukan oleh Lumia.


“Itu sangat yakin, dan aku benar-benar tidak mampu membayangkan seperti apa rasa sakit yang dialami Raja Iblis,” gumamnya pelan.


Tak lagi ingin melihat apa yang terjadi pada Raja Iblis, Noah memilih melihat ke arah lain, mengabaikan teriakan Raja Iblis yang memenuhi ruangan tempat dia menjalani siksaan.

__ADS_1


“Aaaaargh...” Suara teriakan kesakitan terus saja terdengar, seiring siksaan yang diberikan Lamia dan Lumia pada Raja Iblis.


Keduanya seolah-olah tak ada bosannya menyiksa dan mendengarkan suara teriakan kesakitan Raja Iblis.


“Aku tau ini semua sangat menyakitkan untukmu, tapi ini semua sama persis seperti yang kau lakukan pada ayah kami, dan saat itu kau tertawa lepas saat dia kesakitan menjelang kematiannya,” teriak Lumia, yang tau semuanya setelah melihat rekaman kejadian di masa lalu, yang ditunjukkan oleh Noah.


“Apa sampai saat ini kau masih iri pada kehidupan keluarga kami?” tanya Lamia, sambil memukuli wajah Raja Iblis.


“Aku rasa kau masih iri karena melihat kami berdua sast ini dalam keadaan baik-baik saja, dan kami memiliki kekuatan lebih dari cukup untuk membalaskan dendam padamu!” ungkap Lumia.


Disaat Lamia memukuli wajah Raja Iblis sampai hancur, Lumia menusuk-nusuk tubuh Raja Iblis, sampai akhirnya pria itu mati mengenaskan di tangan mereka.


Tak ada penyesalan berarti pada diri Raja Iblis, sebelum kematian datang menjemputnya. Dia mati, dan dia tak sedikitpun mengucapkan kata maaf atas kesalahannya di masa lalu pada Lamia dan Lumia.


Setelah memastikan kematian Raja Iblis yang artinya dendam mereka telah terbalaskan, Lamia dan Lumia tak lupa membunuh wanita yang menemani Raja Iblis, dan akhirnya mereka semua mati, lalu keduanya menghampiri Noah yang menunggu di kejauhan.


“Apa kalian sudah puas melakukan balas dendam?” tanya Noah sambil melihat Lamia dan Lumia yang tubuhnya dipenuhi darah Raja Iblis.


Mendengarnya Lumia mengangguk, begitu juga dengan Lamia.


“Kalau begitu, sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini,” kata Noah, lalu dia membawa Lamia dan Lumia pergi meninggalkan kamar milik Raja Iblis, yang telah menjadi mayat, dan mayat itu telah menyumbangkan banyak poin level untuk Noah.


Noah setidaknya bisa naik dua Level, setelah mendapatkan banyak poin level, dari penyerangan Istana Raja Iblis, dan kematian Raja Iblis ditangan Lamia dan Lumia.


Meninggalkan kamar Raja Iblis, Noah membawa Lamia dan Lumia ketempat kekasihnya yang lain, dan mengumpulkan mereka di satu tempat yang sama.


Pertempuran di istana Raja Iblis benar-benar telah berakhir, dengan musnahnya seluruh pengikut Raja Iblis, dan pasukan yang mengikuti Noah tak sedikitpun mengalami pengurangan jumlah.


Jumlah mereka masih utuh, sama persis seperti saat mereka diberangkatkan, dan saat ini mereka sedang mengumpulkan mayat penjaga istana, untuk nantinya dibakar bersama dengan istana yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka semua.


Mayat Raja Iblis akan diletakkan di puncak tertinggi gunung mayat, dan mayat itu akan menjadi yang terakhir terbakar oleh api.


Pembakaran dilakukan di halaman istana Raja Iblis, dan disaat Noah membakar mayat penjaga istana juga mayat Raja Iblis, Hans memimpin prajurit super melakukan pembakaran terhadap istana Raja Iblis, dan memastikan setiap jengkal istana terbakar oleh api.


Saat api mulai membumbung tinggi, Noah membawa semua orang menjauhi istana Raja Iblis, dikarenakan kobaran api terasa sangat panas, saat mereka berada di tempat yang terlalu dekat dengan kobaran api.


Noah yang tau kalau Vampir tidak menyukai api, dia telah lebih dulu menyuruh Rafael dan pasukan Vampir meninggalkan istana Raja Iblis, dan satu-satunya Vampir yang masih tersisa adalah Victoria.


Sebenarnya Victoria juga takut akan api, tapi karena tidak ingin pergi sebelum Noah pergi, dia tetap bertahan di tempatnya saat ini, meski dia senantiasa bersembunyi di belakang tubuh besar Noah.


Noah bukannya tidak tau Victoria takut api, dia tau dan karena itu dia senantiasa berada di dekatnya, dan melindunginya dari panasnya kobaran api, dengan membuat dia senantiasa berada di belakang tubuhnya.


“Sudah saatnya kita pergi dari tempat ini,” kata Noah setelah melihat tumpukan mayat telah berubah menjadi abu, begitu juga dengan istana Raja Iblis.


Sebelum kembali ke Desa Efl, Noah menghampiri Hans, dan seratus ribu prajurit super, yang belum beranjak pergi dari tempat mereka.


“Apa Paman ingin kembali ke Bumi, atau untuk sementara waktu tetap tinggal di tempat ini?” tanya Noah pada Hans.


“Tuan, untuk sementara waktu biarkan kami tinggal di sini, berburu sebanyak-banyaknya monster yang ada di Dunia ini,” kata Hans dengan penuh semangat.


“Kalau memang seperti itu, Paman dan yang lainnya memiliki waktu satu minggu di Dunia ini, sebelum nantinya kalian harus kembali ke Bumi! Namun Paman dan yang lainnya harus ingat, jika tak semua monster adalah musuh. Ada Elf, Vampir, serta Iblis yang telah menjadi rekan kita, jadi harap berhati-hati saat berburu supaya tidak salah sasaran!” jelas Noah.


“Baik Tuan, aku mengerti,” balas Hans, lalu dia akan ikut bersama Noah ke Desa Elf, dan nantinya mereka akan membangun perkemahan tepat di belakang desa, yang kebetulan terdapat tanah lapang sangat luas.


Menyelesaikan pembicaraan dengan Hans, Noah kembali ke tempat di mana seluruh wanita sedang menunggunya, lalu bersama-sama mereka kembali ke Desa Elf, menyusul pasukan Vampir yang sudah lebih dulu melakukan perjalanan.

__ADS_1


......................


Sampai di Desa Elf, Noah membiarkan para wanita masuk lebih dulu ke dalam Desa, sementara dia mengantarkan Hans dan seratus prajurit super menuju bagian belakang desa.


Di tanah lapang yang sangat luas, Hans segera memberi perintah pada prajurit super untuk mengeluarkan peralatan berkemah, dan segera ribuan tenda mulai didirikan, memenuhi tanah lapang yang mampu menampung sampai satu juta orang jika memang diperlukan.


“Dunia ini jauh lebih tidak aman daripada di Bumi, yang sering muncul portal dimensi dan monster. Jadi, jangan lengah dan perketat penjagaan di setiap sisi, apalagi saat malam hari!” pesan Noah pada Hans.


“Baik Tuan, aku akan senantiasa menyuruh mereka waspada, dan memperketat penjagaan,” kata Hans.


“Paman bisa mengatakan padaku, jika ada keperluan yang kurang, seperti makan ataupun minum,” ungkap Noah.


Hans hanya mengangguk, lalu dia mengingat-ingat apa yang sekiranya kurang, dan dia merasa semua kebutuhan akan tercukupi setidaknya untuk satu bulan.


“Untuk saat ini seluruh keperluan sudah lengkap,” kata Hans yakin.


“Kalau begitu, silahkan lakukan apa yang ingin Paman lakukan, dan Paman bisa menemuiku di dalam desa, jika sekiranya Paman ada keperluan denganku,” kata Noah, lalu dia pergi meninggalkan Hans, melangkahkan kakinya berjalan ke arah Desa Elf.


Dalam sekejap Noah telah sampai di Desa Elf, tepatnya di kediaman Flora, yang sekarang ditempatinya, bersama dengan seluruh kekasihnya.


Mendengar suara para wanita di dalam kolam pemandian, Noah tidak masuk ke dalam, dia justru pergi ke pemandian yang berada di halaman belakang rumah.


“Air hangat memang membuat tubuh terasa begitu nyaman,” gumamnya, begitu dia memasuki kolam pemandian.


[Selamat, melalui tangan Nona Lamia dan Nona Lumia, Tuan telah berhasil mengalahkan Raja Iblis. Mendapatkan hadiah dua kali kenaikan Level]


[Level Tuan saat ini, tingkat Grand Master Level 9. Dia Level lagi untuk mencapai kekuatan setara dengan sosok paling berkuasa di Dunia ini]


Mendengarnya, Noah tentu saja senang, dikarenakan dia tinggal sedikit lagi bisa menyeimbangkan kekuatan dengan Penguasa Dunia Monster, yang bisa dianggap sebagai lawan terakhir, dan juga lawan terkuat yang harus dikalahkan.


“Sistem, apa ada tempat seperti istana Raja Iblis yang bisa memberiku banyak poin level?” tanya Noah.


[Tuan, tidak ada lagi tempat seperti istana Raja Iblis, yang bisa memberi Tuan banyak poin level. Kalaupun ada, itu adalah istana Penguasa Dunia ini. Namun, dengan kekuatan Tuan saat ini, sosok itu terlalu kuat untuk menjadi lawan Tuan, meski Tuan memiliki persentase menang sebesar 35 persen]


“Tiga puluh lima persen bukanlah angka yang rendah, tapi juga bukan angka yang tinggi. Angka itu mendekati kemenangan, tapi masih besar kemungkinan aku kalah darinya,” gumam Noah.


[Kalau Tuan tetap menginginkan poin level yang melimpah, aku sarankan Tuan menyerant tempat pelatihan pasukan Dunia Monster, yang dipersiapkan untuk menyerang Bumi]


[Di tempat itu terdapat jutaan monster, dan level kekuatan mereka sama sekali tidak lemah]


[Namun, jika Tuan menyerang tempat itu, ada kemungkinan Tuan akan bertemu dengan Penguasa Dunia ini, yang istana tempat tinggalnya tak begitu jauh, dari tempat latihan pasukan Dunia Monster]


“Tempat yang bisa memberikan banyak keuntungan, tentu berada di tempat yang dekat dengan bahaya,” gumamnya, dan dia merasa beruntung Penguasa Dunia Monster tak datang, saat dia menyerang istana Raja Iblis, yang selama ini menjalin hubungan baik dengan Penguasa Dunia Monster.


[Kalau memang Tuan tetap ingin menyerang tempat itu, aku sarankan Tuan pergi seorang diri. Dengan seluruh keterampilan yang Tuan miliki, jika hanya peegi seorang diri, Tuan bisa cepat pergi meninggalkan tempat itu, seandainya Penguasa Dunia Monster datang ke tempat itu]


[Kalau Tuan pergi ke tempat itu ramai-ramai, aku yakin Tuan akan kesulitan membawa orang-orang pergi, seandainya sosok itu tiba-tiba datang]


Noah yang mendengar itu mengangguk pelan, dan dia berpikir untuk pergi ke tempat itu seorang diri, seperti yang disarankan oleh sistem.


“Baiklah, aku akan pergi seorang diri ke tempat itu, dan aku harus bekerja ekstra keras untuk membunuh sebanyak-banyaknya monster di tempat, sebelum sosok itu datang dan mengacaukan apa yang ingin aku lakukan,” kata Noah lalu dia tersenyum karena yakin dapat mendapatkan banyak poin level, dari tempat pelatihan pasukan Dunia Monster, yang dipersiapkan untuk menyerang Bumi.


Merasa puas berendam, Noah keluar dari kolam pemandian, dan segera mengeringkan tubuhnya, sebelum dia memakai kembali pakaiannya.


Melangkah keluar dari tempat pemandian, Noah berjalan menuju ke kamarnya, dan saat berada di dalam kamar, ternyata seluruh kekasihnya telah berkumpul di tempat yang sama, yaitu di dalam kamar.

__ADS_1


Bergantian mereka semua memberi kecupan di bibir Noah, lalu setelahnya mereka izin untuk menyiapkan makan malam, karena tak lama lagi tiba waktunya makan malam.


“Hidup terasa indah saat melihat mereka sangat kompak dan hidup rukun,” gumamnya pelan, sambil melihat satu persatu kekasihnya keluar dari kamar.


__ADS_2