
Bersama dengan Flora, Noah pergi menuju gerbang desa tempat terjadinya suara ledakan yang sangat keras. Noah maupun Flora, keduanya sangat fokus melihat ke arah depan, melihat arah tujuan mereka.
Di tengah perjalanan, muncul Agnes, Anggun, Joy, Yuna, Prilly, Suzy dan juga Victoria. Mereka hanya bertujuh karena Vika, Sasa, dan Amel, mereka menjaga Ellena, Jane, dan Nancy.
Rafael juga datang bersama dengan empat vampir, sementara empat lainnya menjaga rumah yang dihuni kekasih Noah.
“Tuan, aku mencium aroma Vampir dan Drakula Kerajaan. Sepertinya mereka ada di belik ledakan yang baru saja terjadi,” kata Rafael.
“Jika itu mereka, kita harus cepat sampai ke gerbang desa karena Elf yang berjaga tidak mungkin dapat mengalahkan mereka,” kata Noah.
Selanjutnya mereka semua menambah kecepatan pergi secepat mungkin ke arah gerbang desa, dan begitu sampai, mereka segera disuguhi pemandangan yang membuat mereka sangat marah terutama Flora.
Melihat banyaknya Elf wanita yang darahnya dihisap sampai kering oleh para Vampir dan Drakula, jelas saja membuat Flora sangat marah. Dia yang selama ini merawat mereka, dan dia juga yang saat ini melihat nasib tragis yang dialami mereka.
“Kalian semua harus mati!”
Mengeluarkan pedangnya, Flora yang kekuatannya telah meningkat pesat, dia segera menyerang Vampir dan Drakula yang sedang menghisap darah para Elf.
Flora sama sekali tidak berbelas kasih pada musuhnya. Sekali dia mengayunkan pedang, satu dua musuh mati di tangannya.
“Bunuh saja mereka yang bisa kalian bunuh!” ungkap Noah.
Mendengar itu, seluruh wanita segera maju membantu Flora, membunuh Vampir dan Drakula yang telah menyebabkan kematian pada banyak Elf.
Mereka yang tidak mengira banyak sosok kuat di desa Elf yang lokasinya sangat teepencil, mereka sama sekali tidak siap dengan datangnya serangan, yang begitu cepat dan mematikan.
Benar mereka memang Vampir dan Drakula yang berasal dari Kerajaan, tapi mereka datang menyerang desa Elf, bukan karena perintah Raja atau Ratu mereka, melainkan karena perintah penguasa Dunia Monster.
Mereka semua tergabung dalam pasukan besar monster, yang tengah dipersiapkan untuk menyerang Bumi, dan apa yang mereka lakukan saat ini adalah cara paling cepat untuk meningkatkan kekuatan, seperti apa yang diinginkan oleh penguasa Dunia Monster.
Akan tetapi, setelah semua berjalan lancar dan mereka berhasil membuh puluhan Elf, kini datang lawan tangguh yang jauh lebih kuat dari mereka.
Hanya dengan kekuatan berkisar antara level 470 sampai dengan 680, jelas mereka bukan lawan sepadan untuk kedelapan kekasih Noah.
“Apa kamu tidak ingin maju melawan mereka?” tanya Noah menoleh melihat Rafael.
“Tuan, izinkan aku melawan pemimpin mereka yang ada jauh di belakang sana!”
Rafael merasakan keberadaan Drakula yang sangat kuat, jauh di belakang Vampir dan Drakula yang telah memasuki desa Elf, dan dia ingin berhadapan dengan Drakula itu.
[Tuan, Drakula itu memiliki kekuatan di level 780, jika Rafael melawannya, sekalipun di bantu oleh keempat pengawalnya, kecil kemungkinan mereka menang, dan jauh lebih besar kemungkinan mereka mati mengenaskan di tangan Drakula itu]
Mendengar informasi yang diberikan oleh sistem, Noah tak memberi izin pada Rafael melawan Drakula, yang diyakininya sebagai pemimpin Vampir dan Drakula, yang menyerang Desa Elf.
__ADS_1
“Kamu urus musuh yang ada di sini, dan biarkan aku yang melawan Drakula itu!” kata Noah tegas.
“Bukannya aku meremehkan kekuatan yang kamu miliki, tapi Drakula itu jauh lebih kuat darimu, bahkan dia tetap bisa mengalahkanmu, sekalipun ada empat pengawal yang membantumu. Daripada mati konyol saat melawannya, lebih baik kamu bantu mereka yang ada di tempat ini!” lanjut Noah.
Noah sangat tegas dengan perkataannya, dan tanpa menunggu balasan Rafael, dia segera saja melesat cepat meninggalkan Rafael dan keempat pengawalnya. Tujuannya adalah Drakula, yang dari level kekuatannya, sepertinya dia dapat sedikit membuatnya berolahraga.
Dengan kekuatan yang telah melampaui level 800, sebenarnya bukan hal sulit jika dia ingin mengalahkan Drakula, pemimpin dari Vampir dan Drakula yang menyerang Desa Elf.
Noah hanya perlu sedikit usaha, untuk bisa mengalahkan Drakula yang akan segera menjadi lawannya.
“Yo, kenapa kau cuma diam di sini, sementara mereka yang datang ke desa Elf telah banyak yang mati, dan mungkin tak lama lagi mereka semua akan mati!”
Noah muncul di belakang Drakula, dan apa yang dikatakannya barusan membuat Drakula itu terkejut, dikarenakan dia sama sekali tidak sadar jika ada orang si belakangnya.
Membalik tubuh melihat ke arah sumber suara yang dia dengar, Drakula itu dapat mencium aroma darah manusia, dari sosok pria yang kini berada di depannya.
“Hahahaha... Setelah sekian lama aku mengira manusia di dunia ini telah musnah, ternyata kalian para manusia lemah masih ada di dunia ini, dan kau harus menjadi makananku.”
Sebelumnya dia sempat khawatir saat merasakan keberadaan orang lain di belakangnya, tapi begitu dia tau orang lain itu adalah manusia, dia tak lagi khawatir, yang ada dia justru sangat senang karena sebentar lagi dia akan kembali merasakan nikmatnya darah manusia, setelah sekian lama dia tak lagi merasakannya.
Noah yang mendengar ocehan Drakula, dia hanya tersenyum kecil dan berharap semua lawan yang bertemu dengannya, senantiasa menganggap dirinya lemah.
Dengan begitu, dia tidak akan mengalami kesulitan, saat harus menghadapi lawan yang sedari awal sudah meremehkan kekuatannya.
Mendengar semua itu dan melihat ketenangan yang dimiliki oleh manusia di depannya, Drakula mulai merasakan adanya bahaya, tapi dia tak sedikitpun berpikir jika bahaya itu berasal dari manusia itu, melainkan dia berpikir bahaya datang dari sosok yang mungkin melindungi keberadaan manusia.
“Manusia lemah sepertimu hanya bisa menjerit sebelum kematianmu datang!” kata Drakula dengan senyuman sinis yang menghiasi wajahnya.
“Mari kita lihat siapa yang setelah ini akan menjerit!”
Sosok Noah tiba-tiba menghilang, membuat Drakula membuka lebar kedua matanya dan menoleh ke segala arah, mencoba mencari keberadaan Noah, tapi keberadaan Noah tidak bisa dia temukan meski sudah menoleh kesana-kemari.
“Bagaimana bisa dia melakukannya? Bukannya manusia itu sangat lemaaaaaargh...”
Belum tuntas dia bicara, jeritan kesakitan lebih dulu keluar dari mulutnya, saat tiba-tiba sebuah benda tajam memotong tangan kanannya.
“Ternyata bukan aku yang menjerit, tapi itu kau!”
Noah muncul kembali di tempatnya, tapi kini dia muncul dengan memegang karena di salah satu tangannya, dan nampak jelas bilah tanam katana di tangannya masih meneteskan darah berwarna hitam milik Drakula.
Itu menunjukkan kalau dia lah sosok yang telah memotong tangan kanan Drakula, yang kini hanya memiliki sisa satu tanga.
Drakula melihat ke arah Noah, juga melihat ke arah katana di tangannya, dari situ akhirnya dia tau siapa yang telah menyerangnya, dan setelahnya dia mulai meningkatkan kewaspadaannya.
__ADS_1
Namun, semua sudah terlambat, karena dia telah kehilangan salah satu tangan, yang membuatnya tak leluasa menyerang musuhnya. Apalagi, kini dia tau jika musuh yang dihadapinya memiliki pergerakan yang sangat cepat, jauh melampaui kecepatan penglihatannya.
Walau dia masih memiliki keyakinan dapat memenangkan pertarungan meski hanya memiliki satu tangan, keyakinan itu tak sebesar sebelumnya, dan tiba-tiba dia kembali kehilangan sosok manusia, yang menjadi musuhnya.
“Gawat, dia kembali menghilang dan aku tidak bisa melihat diaman dia berada!”
Jauh lebih waspada dari sebelumnya, dia mencoba mencari keberadaan Noah, tapi dia benar-benar tidak berhasil menemukannya, dan selanjutnya kembali dia merasakan kesakitan, saat beda tajam memotong salah satu bagian tubuhnya, yang mana dia kini kehilangan salah satu kakinya.
“Aaaaargh...” Suara jeritan kesakitan kembali keluar dari mulut Drakula, bersamaan dengan tubuh besarnya jatuh, begitu dia kehilan salah satu kaki, yang menopang tubuh besarnya.
“Ck... Ck... Ck...” Noah berdecak sinis, begitu kembali mendengar suara jeritan, yang keluar dari mulut Drakula.
“Bukannya tadi ada yang mengatakan jika manusia hanya bisa menjerit sebelum mati, tapi kini terbukti siapa yang terus-terusan menjerit, dan itu adalah kau, Drakula sampah!” kata Noah.
“Manusia itu lemah, jadi Drakula yang kalah dari manusia, itu adalah sampah, dan Drakula itu adalah kau!” lanjutnya penuh dengan hinaan.
Drakula benar-benar ingin membalas hinaan Noah, tapi yang dia rasakan selanjutnya adalah rasa sakit yang lain, saat Noah tiba-tiba muncul di dekatnya, dan langsung menusukkan katana nya tepat ke perutnya.
“Aaaaargh...” Untuk yang ketiga kalinya, Drakula menjerit kesakitan.
“Prok... Prok... Prok... Prok...” Noah bertepuk tangan setelah ketiga kalinya dia mendengar suara jeritan merdu Drakula, yang menjadi lawannya.
“Seharusnya aku menghadiahimu satu piring cantik, karena kau telah tiga kali menjerit. Namun sayangnya aku tidak memiliki piring cantik, jadi bagaimana kalau aku menghadiahimu mati perlahan dengan seluruh anggota tubuh terpotong-potong?”
Noah menyeringai lebar, sambil menarik katana di tangannya, yang sebelumnya tertancap di perut Drakula.
Tarikan Noah dilakukan dengan sangat kasar, sehingga memunculkan robekan yang sangat lebar di perut Drakula, yang membuat isi di dalam perutnya terlihat sangat jelas.
Drakula ingin kembali menjerit, tapi Noah dengan gerakan yang sangat cepat tiba-tiba menusukkan katana tepat di mulut Drakula, membuat katana itu tembus sampai ke bagian belakang kepalanya.
Membiarkan satu katana nya tetap menancap di mulut Drakula, Noah mengeluarkan katana nya yang lain, lalu dia mulai memotong-motong tubuh Drakula, dan baru berhenti setelah memastikan Drakula mati.
“Pada akhirnya kau yang mati!” kata Noah, dan setelah menyimpan kedua katana nya, dia segera membakar setiap potongan tubuh Drakula.
Selanjutnya dia kembali ke desa Elf, dan begitu kembali, dia bisa melihat pertarungan telah berakhir.
Seluruh Vampir dan Drakula telah musnah, sementara ada dua puluhan Elf yang menjadi korban dalam serangan yang baru saja berakhir.
Menghampiri kedelapan kekasihnya, Noah memastikan semua dalam keadaan baik-baik saja, begitu juga dengan Rafael dan keempat pengawalnya.
Ratusan manusia yang datang, sebagian dari mereka segera membantu puluhan Elf yang menyiapkan pemakaman, dan sebagian lagi membantu perbaikan gerbang desa yang telah hancur.
“Secepatnya kekuatan para Elf harus ditingkatkan, supaya kejadian serupa tak akan terulang di masa depan,” gumam Noah.
__ADS_1