Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Pesan Tersembunyi


__ADS_3

Noah kembali ke rumahnya dengan suasana hati tidak menentu setelah mendengar nama keluarga Ludwing dari Leo, tentu ia penasaran dengan keluarga Ludwing karena ia menyandang nama keluarga itu, sama halnya dengan kedua orangtuanya, meski memdiang ibunya hanya mengikuti nama keluarga mendiang ayahnya.


Beberapa waktu ini ia tidak lagi memiliki ketertarikan pada keluarga mendiang ayahnya, dan ia juga tidak lagi tertarik mencari tahu keberadaan anggota keluarga mendiang ayahnya. Namun, setelah mendengar Leo mengatakan tentang keluarga Ludwing, entah kenapa ia merasa harus mencari tahu tentang anggota keluarga mendiang ayahnya, dan apa ada hubungan antara ayahnya dengan keluarga Ludwing yang dimaksud Leo.


“Sebaiknya aku mulai mencari tahu siapa saja anggota keluarga Ludwing yang dimaksud calon kakak ipar!” kata Noah, dan ia pergi ke ruang kerja di sebelah kamarnya lalu menyalakan laptop untuk memulai pekerjaannya.


Ia mulai mencoba mencari tahu identitas tiap anggota keluarga Ludwing, dan seperti dugaannya, tidak akan mudah mencari tahu identitas anggota keluarga Ludwing, dikarenakan banyaknya sistem keaman yang melindungi data diri setiap anggota keluarga Ludwing.


“Sistem keamanan yang cukup baik, tapi semua itu tidak akan bisa menghentikanku mendapatkan seluruh data diri dari anggota keluarga Ludwing!” kata Noah pelan, dengan gerakan jari di atas keyboard yang begitu cepat, kurang dari lima menit ia berhasil membobol sistem keamanan, yang melindungi data diri seluruh anggota keluarga Ludwing.


“Mereka tidak akan sadar jika aku telah berhasil mengunduh seluruh data diri anggota keluarga Ludwing, dan seluruh data usaha yang dimiliki keluarga Ludwing,” kata Noah dan setelah ia mendapatkan apa yang diinginkannya, Noah segera mematikan laptop yang ia gunakan untuk bekerja, dan menyalakan laptop untuk urusan biasa.


“Sungguh keluarga besar!” kata Noah melihat banyaknya anggota keluarga Ludwing, meski setengahnya merupakan data diri anggota keluarga yang telah mati.


Noah terus saja membaca data diri anggota keluarga Ludwing, dan mencoba mencari tahu apa ada diantara mereka yang tinggal di negara I, sama seperti dirinya. Sampai akhirnya ia berhenti membaca saat melihat data diri dua anggota keluarga Ludwing yang dinyatakan hilang, dan tersimpan sebuah pesan tersembunyi saat ia memperbesar foto pria dan wanita anggota keluarga Ludwing yang dinyatakan menghilang 20 tahun yang lalu.


“Saat kamu membaca pesan ini, kakek tahu ayah dan ibumu telah tiada, dan pada akhirnya kamu sadar, jika kamu masih bagian dari keluarga Ludwing. Temui kakek di Mansion Keluarga Ludwing keluarga I, setelah kamu membaca pesan ini, cucuku Noah.”


“Ternyata keberadaanku sudah diketahui!” Bukannya terkejut setelah membaca pesan yang diyakininya ditulis oleh kakeknya, Noah justru fokus mencari alamat Mansion Ludwing yang ada di Negara I.


Noah tersenyum begitu tahu alamat Mansion keluarga Ludwing di Negara I, yang ternyata tidak jauh dari Mansion keluarga Milito, dan juga dekat dengan Mansion keluarga Kaivan. Bahkan bisa dikatakan Mansion keluarga Ludwing bersebelahan dengan Mansion keluarga Milito.


“Sepertinya aku bisa membawa Ellena saat bertemu dengannya!” kata Noah dan ia menyudahi pencariannya tentang keluarga Ludwing, meski ia belum tahu alasan kenapa ayah dan ibunya pergi dari keluarga Ludwing.


Ia tidak akan mencari tahu semuanya saat ini juga, tapi ia ingin lebih dulu menanyakan apa yang terjadi pada pria tua Richard Carl Ludwing, yang tidak lain adalah kakeknya sendiri.


Noah meninggalkan ruang kerjanya, dan melihat di luar masih sore, ia memutuskan pergi ke rumah Agnes, tapi baru juga melangkah keluar rumah ia sudah disambut keberadaan Joy, Sasa, dan ada juga Jane. Tidak ketinggalan ada juga Agnes yang baru saja membiarkan Jihan berpindah ke gendongan Sasa.


Melihat ke-empat wanita yang terlihat akur, Noah bisa tersenyum lega melihat pemandangan yang begitu indah, dan setelahnya ia mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumahnya, tapi karena kurang nyaman berada di dalam rumah, mereka memutuskan pergi ke taman belakang rumah Noah, yang menyatu dengan taman belakang di rumah Agnes.


Jane, Sasa, serta Joy yang baru melihat taman belakang rumah Noah yang menyatu dengan taman belakang rumah Agnes, mereka kagum akan keindahan taman yang begitu terawat, dan beruntung mereka datang saat tanaman bunga di taman sedang bermekaran.


Pelayan di rumah Noah datang mengantarkan camilan dan juga minuman, dan setelah para pelayan pergi, Noah melihat wajah para wanita yang tiba-tiba berubah menjadi serius, kecuali Jihan yang masih saja menunjukkan wajah lucu dan menggemaskan.


“Jika ada yang ingin kalian tanyakan padaku, langsung saja tanyakan! Aku akan berusaha menjawab seluruh pertanyaan yang kalian berikan padaku!” kata Noah yang sebenarnya sudah tahu apa yang ingin ditanyakan para wanita. Ia bisa membaca pikiran mereka, oleh karena itu sedari awal ia sudah bersiap menjawab pertanyaan mereka.


Menghela napas panjang, Agnes yang bisa dikatakan paling dewasa dari wanita lainnya, ia berkata, “Kemi sudah sepakat menikah denganmu, jadi kapan kamu mau menikahi kami? Kami butuh kepastian, dan kami berharap kamu segera memberikan kepastian pada kami!”

__ADS_1


“Tunggu Jane menyelesaikan sekolahnya baru kita akan menikah, tapi sebelum menikah kita akan bertunangan lebih dahulu. Untuk kapan pertunangan kita, kita akan membicarakannya begitu aku mendapatkan restu dari keluarga Joy, dan keluarga kalian berdua!” kata Noah dan ia tersenyum sambil melihat bergantian Joy, Sasa, dan Jane, lalu terakhir ia mengarahkan pandangan pada Agnes.


Agnes tersenyum puas mendengar jawaban Noah, begitu juga dengan tiga wanita lainnya. Untuk sosok Ellena, membaca pikiran para wanita, Noah tahu jika mereka juga sudah menjalin kesepakatan dengan Ellena, tapi wanita itu tidak bisa datang karena ada urusan bersama anggota keluarganya.


“Bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama? Bagaimanapun juga di masa depan kita akan menjadi keluarga, jadi mulai sekarang tidak ada salahnya jika kita mulai membiasakan diri dengan kebersamaan ini!” kata Noah, dan tentu saja tidak ada yang menolak melakukan makan malam bersama. Jadilah mereka malam ini makan bersama di rumah Noah, dan mereka sangat menikmati kebersamaan yang dipenuhi canda dan tawa.


...----------------...


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, dan rencananya siang ini Noah akan pergi menemui kakeknya. Ia tidak akan datang sendirian, melainkan ia akan datang Ellena yang hari ini bersedia menemaninya, kemanapun dirinya pergi. Meski harus sedikit berdebat dengan kakeknya, Ellena tidak masalah asalkan ia bisa pergi bersama Noah, pria yang ia cintai dan ini adalah kali pertama ia jatuh cinta pada pria yang bukan anggota keluarganya.


Jarak dari rumahnya ke Mansion keluarga Milito tidak dekat, setidaknya butuh waktu dua jam untuk sampai di tempat itu, tapi nantinya ia hanya butuh waktu kurang dari satu menit untuk sampai di Mansion keluarga Ludwing yang berada di Negara I, dan sampai detik ini Ellena belum tahu jika Noah ingin membawanya bertemu dengan kakeknya, yang mana tentu saja Ellena telah lama mengenal siapa kakek Noah.


“Sepertinya aku tidak perlu memberitahunya kemana aku akan membawanya pergi! Anggap saja ini kejutan untuknya yang terus dipusingkan masalah perjodohan dengan cucu tersembunyi keluarga Ludwing,” gumam Noah, dan tentunya Ellena adalah yang ia maksud dalam gumamannya.


Dalam perjalanan menuju Mansion keluarga Ludwing, Noah tidak mengemudikan mobilnya seorang diri, tapi kali ini Diki, salah satu penjaga rumahnya, ia beri tugas menjadi supir pribadinya selama satu hari. Tentu tidak ada penolakan karena Diki maupun Tio sebenarnya juga terlatih untuk menjadi supir pribadi sekaligus pengawal Tuan mereka.


“Tidak perlu ngebut, cukup melaju dengan kecepatan rata-rata!” kata Noah pada Diki karena ia tidak buru-buru ingin sampai di Mansion keluarga Milito, dan ia juga tidak buru-buru ingin bertemu dengan kakeknya. Ia ingin menikmati perjalanan, dan ia melakukan semua ini karena Ellena baru saja memberitahunya, jika ia baru saja bangun tidur dan belum melakukan persiapan apapun.


Mendengar itu tentu saja Noah memilih menikmati perjalanan santai menuju Mansion keluarga Milito, daripada ia cepat sampai di tempat itu, dan nantinya harus menunggu lama Ellena yang sedang bersiap. Ia tidak tahu seperti apa persiapan Ellena, dikarenakan ia sebelumnya hanya mengatakan pada Ellena untuk berdandan santai.


‘Tujuan utamaku menemuinya adalah untuk menanyakan alasan kenapa ayah dan ibu pergi dari keluarga Ludwing, dan memilih menetap di negara ini!’ katanya dalam hati, dan ia terus saja diam selama berada di dalam mobil.


...----------------...


“Sebenarnya kemana kamu ingin membawa Ellena pergi? Aku dengar dari Ellena, kamu ingin membawanya pergi menemui anggota keluargamu, tapi bukannya kedua orangtuamu telah tiada, dan kamu tidak memiliki anggota keluarga lainnya?” tanya Ellina begitu ia dan Noah telah duduk di ruang tamu Mansion keluarga Milito.


“Tante, sebelumnya aku memang yakin jika tidak lagi memiliki anggota keluarga lainnya, tapi baru-baru ini aku baru tahu, jika aku masih memiliki anggota keluarga, dan mereka adalah orangtua ayahku, yang tidak lain adalah kakekku,” kata Noah menjawab keingintahuan Ellina.


Ellina tersenyum senang karena calon menantunya masih memiliki anggota keluarga, jadi nantinya saat menikah dengan putrinya, ia tidak akan datang seorang diri, melainkan datang bersama anggota keluarganya.


“Sebaiknya mulai sekarang kamu mulai membiasakan diri memanggik Ibu atau Mami pada Tante, dikarenakan tidak lama lagi kamu akan menjadi suami putri Tante!” kata Ellina dan ia tersenyum.


Belum sempat Noah membalas, ia dan Ellina dikejutkan dengan kedatangan Ellena yang hari ini berpenampilan sederhana seperti biasanya, tapi meski berpenampilan sederhana, tetap saja aura kecantikan tidak pernah pudar dari wajahnya.


Meliht Ellena yang baru datang dan juga Ellina yang berpenampilan rapi meski hanya tinggal di rumah, Noah jadi berpikir jika tidak ada salahnya mengajak Ellina pergi bersamanya, lagipula, tempat yang akan menjadi tujuannya tepat berada di sebelah Mansion keluarga Milito.


“Tan... maksudku, bagaimana kalau Mami ikut pergi bersama dengan kami? Kebetulan tempat tinggal kakekku tidak jauh dari tempat ini,” kata Noah dan terlihat jika Ellena setuju ia mengajak Maminya.

__ADS_1


“Baiklah, aku ikut dengan kalian!” Tanpa banyak berpikir, Ellina langsung saja setuju ikut pergi bersama Noah dan Ellena, dan sekarang ia merasa ada kejutan besar yang sedang menanti di tempat tujuan Noah.


Setelah Ellina setuju ikut bersama Noah dan Ellena, ketiganya melangkah keluar dari Mansion keluarga Milito. Saat mengira Noah akan membawa mereka masuk ke dalam mobil, mereka justru terkejut saat Noah berjalan menuju gerbang samping Mansion keluarga Milito, yang mana Mansion itu terhubung dengan Mansion keluarga Ludwing.


‘Sepertinya aku akan segera melihat sesuatu yang menyenangkan!’ kata Ellina dalam hati, dan ia menebak jika ada hubungan antara Noah dan si tua dari keluarga Ludwing.


“Sayang, kenapa kita pergi ke tempat ini? Apa kamu tidak tahu jika pria tua yang tinggi di tempat ini selalu ingin menjodohkan aku dengan cucunya yang sampai sekarang belum ditemukan?” ujar Ellena yang saat ini sudah memeluk lengan kiri Noah.


“Aku tahu pria tua itu ingin menjodohkan kamu dengan cucunya yang masih belum ditemukan, dan tujuanku datang menemuinya adalah untuk menegaskan padanya kalau kamu adalah milikku, dan siapapun tidak berhak merebut kamu dari sisiku!” kata Noah tegas, dan itu cukup untuk membuat wajah Ellena memerah, sedangkan Ellina yang ada di belakang keduanya hanya bisa menggigit bibir bawahnya supaya ia tidak kelepasan tertawa.


Meliht Noah yang sama sekali tidak takut pada sosok orang tua keluarga Ludwing, Ellina semakin yakin jika Noah memiliki hubungan dengan pria tua itu. ‘Jangan-jangan ia adalah cucu orang itu yang selama ini menghilang, dan ia adalah cucuk yang ingin dijodohkan dengan putriku!’ katanya dalam hati.


Jika semua itu benar adanya, Ellina merasa jika Noah dan putrinya memang sudah ditakdirkan hidup bersama, dan tidak ada yang dapat memisahkan gunung mereka.


“Aku sudah ada di luar Mansion, apa aku boleh langsung masuk?” Noah sedang menghubungi seseorang, dan belum juga ia mendengar balasan dari orang yang dihubunginya, ia melihat pintu Mansion keluarga Ludwing terbuka, menunjukkan keberadaan pria tua yang tentunya ia mengenali siapa pria itu.


Richard Carl Ludwing, pria tua yang terlihat begitu Mansion keluarga Ludwing terbuka, dan Richard langsung saja melangkahkan kakinya cepat menghampiri Noah. Meski tidak lagi muda, postur tubuh Richard masih gagah, dan terlihat kesehatan tubuhnya masih sangat baik.


Melihat Noah tidak datang seorang diri, apalagi ia tahu siapa dua wanita yang datang bersama Noah, Richard tersenyum lebar karena ia bisa melihat calon istri cucunya, dan calon ibu mertuanya. Ia juga melihat jika cucunya memiliki hubungan sangat baik dengan cucu sahabat lamanya, dan ia yakin jika Noah adalah sosok pria yang selama ini membuat Ellena menolak adanya perjodohan.


“Gadis kecil, bukannya kamu kemarin-kemarin menolak menjadi istri cucuku, tapi kenapa ini kamu datang sambil memeluk lengan cucuku?” tanya Richard pada Ellena.


“Siapa juga yang sedang memeluk lengan cucuk kakek Richard? Aku datang ke tempat ini karena ikut ajakan kekasihku, dan tentu saja aku sedang memeluk lengan kekasihku, bukan lengan cucu...” Ellena seketika terdiam saat melihat wajah Richard, dan setelahnya ia melihat wajah Noah. Jelas saja Noah lebih segalanya dari Richard, tapi ia melihat banyak kemiripan di wajah mereka.


“Gadis kecil, apa sekarang kamu sudah menyadarinya? Yang kamu peluk adalah cucu kakek, pria yang ingin kakek jodohkan denganmu!” kata Richard yang membuat Ellena mengarahkan pandangan ke arah Noah, seolah ia sedang meminta penjelasan.


“Apa benar kamu cucu Kakek Richard?” tanya Ellena yang sangat berharap jika Noah benar-benar cucuk Richard Carl Ludwing. Dengan Noah adalah cucu Kakek Richard, artinya ia bisa dengan mudah menjalin hubungan dengan Noah, dan tidak perlu lagi berdebat dengan Kakeknya.


Noah mengangguk pelan begitu mendengar pertanyaan Ellena. “Sayang, aku memang cucu Kakek Richard, tapi aku baru mengetahuinya setelah menyelidiki keluarga Ludwing, dan sebenarnya masih banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan Kakek Richard,” kata Noah.


“Sebaiknya kita bicarakan semua di dalam sambil makan dan minum! Kebetulan para juru masak telah menyiapkan banyak makanan dan minuman!” kata Richard dan ia mempersilahkan Noah, Ellena, serta Ellina masuk ke dalam Mansion nya.


Sambil berjalan masuk ke Mansion keluarga Ludwing, Ellina yang berjalan di posisi paling belakang, ia mengeluarkan handphonenya dari saku pakaiannya, lalu ia mengirim pesan di grup obrolan pribadi anggota keluarga Milito, dan semua anggota keluarga Milito dapat melihat pesannya.


“Yuhu, akhirnya Kakek Richard telah menemukan cucunya, dan ternyata cucunya adalah Noah, pria yang sudah membuat monster kecil keluarga Milito jatuh cinta!”


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2