Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Menghadapi Invasi Goblin


__ADS_3

Empat polisi muda yang belum lama ini tersadar dari pingsannya, mereka terduduk lemas setelah tahu siapa pria dan tiga wanita yang sore tadi mereka ganggu.


Pengawal bayangan Noah mengantarkan mereka ke kantor polisi tempat keempatnya bekerja, dan menceritakan pada komandan mereka, apa yang telah dilakukan ke-empat polisi muda.


Sang komandan yang telah mendengar keseluruhan cerita tentang hal bodoh yang telah dilakukan ke-empat bawahannya, dia antara terkejut dan sangat marah.


Dia meminta maaf pada Noah melalui pengawal bayangan, dan begitu ke-empat bawahannya yang begitu bodoh bangun, dia menceritakan pada mereka, kesalahan besar apa yang telah dilakukan oleh keempatnya.


Terkejut dan terduduk lemas, ke-empat polisi muda mengutuk kebodohan mereka.


‘Kenapa juga aku bisa lupa jika saat itu sedang berada di kompleks khusus, yang dihuni oleh pemilik NIL Company dan seluruh anggota keluarganya, termasuk kedelapan kekasihnya!’ batin salah satu polisi muda.


Sedangkan ketiganya, mereka hanya bisa duduk dengan kepala tertunduk, menyesali apa yang sudah terjadi.


Sementara sang Komandan, dia sudah memutuskan akan memindah tugaskan keempatnya, ke tempat yang sangat jauh dari ibukota.


Dia tidak bisa merasa senang jika keempatnya masih berada di kota yang sama dengan pemilik NIL Company.


Apa yang ingin dia lakukan juga merupakan salah satu cara menghindarkan keempatnya dari sesuatu yang lebih buruk, dari apa yang baru mereka alami.


Ke-empat polisi muda sama sekali tidak keberatan dipindah tugaskan di tempat yang jauh dari ibukota, bahkan kalau bisa mereka ingin pindah tugas ke pulau lain.


Mereka sadar akan kesalahan, dan merasa sangat takut jika suatu saat bertemu dengan Noah, dikarenakan mereka tinggal di kota yang sama, bahkan kantor polisi tempat mereka saat ini bekerjasa, begitu dengan dengan tempat tinggal Noah.


“Besok kalian akan langsung dipindah tugaskan! Segera persiapkan barang-barang kalian, dan pagi-pagi sekali kalian akan langsung berangkat!”


“Komandan, apa kami akan dipindah tugaskan ke luar pulau?”


“Sesuai apa yang kalian inginkan, kalian akan dipindah tugaskan ke luar pulau, sangat jauh dari ibukota.”


Mendengarnya, ke-empat polisi mudah tersenyum senang dan merasa lega, dikarenakan mereka akan terhindar kembali bertemu dengan Noah, atau siapapun yang berhubungan dengannya.


“Kedepannya kalian jangan mengulangi kesalahan yang sama! Jika sampai aku mendengar kalian mengulangi kesalahan yang sama, aku tidak akan segan menghukum kalian!”


“Sampai enam bulan ke depan kalian masih dalam pengawasanku, dan hukuman akan aku berikan jika kalian kembali melakukan kesalahan apapun itu!”


“Kami senantiasa mengingat perkataan Komandan!” kata ke-empat polisi muda bersamaan, dan dalam hati mereka berjanji tidak akan lagi melakukan kesalahan bodoh, seperti yang baru saja mereka lakukan.


Setelah menyelesaikan urusan dengan ke-empat polisi muda yang sedikit membuat kepalanya berdenyut pusing, kini sang komandan sudah harus disibukkan dengan munculnya portal dan monster di malam hari.


Hari sudah memasuki malam, dan itu artinya portal serta monster akan segera muncul, dan ini saatnya seluruh personil polisi yang merupakan bawahannya bergerak melakukan patroli.


Malam ini sang Komandan memimpin lima puluh enam anak buahnya, pergi melakukan patroli bersama personil tentara.


Seharusnya ada enam puluh personil polisi yang ikut patroli dengannya.


Namun, empat orang bodoh lebih dulu membuat masalah, yang akhirnya mereka dibebas tugaskan untuk malam ini.


“Sudah tiga malam personil yang aku miliki hanya bertugas menjadi petugas kebersihan, yang kerjaannya membersihkan mayat monster,” gumam sang Komandan.


Dia merasa menjadi petugas kebersihan jauh lebih baik daripada melawan monster secara langsung.


Bukannya takut menghadapi monster secara langsung, tapi dia merasa sangat tidak rela saat melihat anak buahnya satu-persatu menjadi korban keganasan serangan monster.


Meski persenjataan baru sudah berada di tangan, dan senjata itu cukup efisien membunuh monster, siapa yang bisa memastikan jika tidak akan ada monster yang lebih kuat, dari monster yang pernah mereka lawan.


‘Kalau malam ini harus berperang, aku tidak akan berada di barisan belakang! Aku akan berdiri di barisan depan, dan melindungi generasi muda yang kelak akan melampaui seluruh pencapaianku di masa lalu!’ batinnya.


......................


Di sebuah gedung kosong, puluhan orang berpakaian serba hitam berkumpul di tempat itu.


Dari aura negatif yang terpancar dari tubuh mereka, jelas mereka bukan sekumpulan orang yang ingin melakukan kebaikan. Nyatanya mereka adalah sekelompok orang, yang malam ini berencana merampok sebuah Bank, saat terjadi kekacauan akibat munculnya monster.


Sebuah Bank incaran sudah mereka tetapkan sejak beberapa hari lalu, dan malam ini mereka akan mengeksekusi rencana, yang telah disusun selama beberapa hari terakhir.


“Seluruh persiapan telah selesai dilakukan, kapanpun kita bisa bergerak mengeksekusi rencana yang sebelumnya telah tersusun rapi!” kata salah satu anggota kelompok.

__ADS_1


“Baik, tepat tengah malam kita bergerak!”


......................


Meninggalkan Mansion bersama Joy dan Agnes, belum juga jauh meninggalkan Mansion, Noah sudah diberitahu sistem tentang munculnya portal tidak jauh dari lokasinya saat ini.


Noah segera pergi ke tempat munculnya portal, mengikuti arahan yang diberikan sistem padanya. Tidak membutuhkan banyak waktu, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan, dan kerutan segera saja muncul di kening Noah, begitu dia melihat sudah banyak personil polisi dan tentara di tempat munculnya portal.


“Aku tidak menyangka mereka datang lebih dulu dari aku!” ungkap Noah.


[Tuan, mereka tidak sengaja menemukan kemunculan portal di tempat ini, saat sedang melakukan patroli keliling]


“Oh, pantas saja mereka datang lebih dulu daripada aku!” kata Noah.


“Sayang, apa kita hanya menjadi penonton, atau membantu mereka?” tanya Joy, yang membuat Noah seketika melihat ke arahnya.


“Untuk sementara waktu kita hanya akan menjadi penonton, tapi jika mereka butuh bantuan, tentu saja kita akan memberikan bantuan untuk mereka!” jawab Noah, lalu dia menunjukkan senyuman di wajahnya.


Mendengarnya, Joy mengangguk, begitu juga dengan Agnes, lalu setelahnya mereka diam di tempat, melihat apa yang saat ini sedang terjadi, di tempat munculnya portal.


Tidak menunggu portal terbentuk sempurna dan munculnya monster, personil polisi dan tentara sudah lebih dulu melakukan serangan ke arah portal, dan tentu saja serangan itu hanya buang-buang amunisi, yang mereka miliki.


Sekalipun mereka melempar bom untuk menghancurkan portal, tetap saja portal yang belum sepenuhnya terbentuk tidak hancur, dan begitu portal terbentuk sempurna, monster yang keluar dari portal langsung menyerang secara bringas.


“Sepertinya mereka sangat marah karena sudah ada yang menyerang lebih dulu sebelum keluar dari portal,” kata Noah.


Menggunakan peluru perak, personil polisi dan tentara berhasil membunuh beberapa monster yang keluar dari portal.


Monster yang keluar dari portal sangatlah banyak, tapi mereka terlihat begitu lemah.


Tubuh lebih pendek dari manusia pada umumnya dan kulit berwarr hijau pudar. Sekilas mereka mirip Goblin Elite, tapi dalam penampilan jauh lebih buruk.


[Tuan, mereka adalah Goblin biasa, dengan level kekuatan berada di bawah level 50. Mereka memang lemah, tapi dalam hal jumlah mereka sangatlah unggul]


[Diperkirakan ribuan Goblin akan muncul dari portal yang sudah terbentuk sempurna, dan jelas saja personil polisi dan tentara akan segera kewalahan menghadapi musuh yang jumlahnya sangat banyak, bahkan bisa mencapai ratusan ribu, dan terburuknya mereka bisa mencapai jutaan Goblin]


Noah menelan ludahnya secara kasar setelah mendengar informasi yang diberikan sistem padanya.


Jika semua itu benar dan nantinya ada jutaan Goblin yang keluar dari dalam portal, itu akan menjadi sebuah bencana. Jelas dia seorang diri tidak mungkin dapat mengalahkan jutaan Goblin.


Sadar jika jumlah musuh akan bertambah banyak seiring waktu yang terus berjalan, Noah memutuskan memanggil setengah prajurit super yang ada di ibukota untuk datang ke tempat munculnya portal, yang mana dari dalam portal akan bermunculan banyak monster.


Tidak ketinggalan dia juga memanggil Ellena, Sasa, Nancy, Jane, Vita dan Prilly untuk berpartisipasi dalam pemusnahan Goblin. Jacob dan Hans juga menerima panggilan darinya, dan saat ini mereka semua dalam perjalanan, yang tentu tidak akan memakan waktu lama karena lokasi kemunculan portal tidak begitu jauh dari Mansion keluarga Ludwing.


Sambil menunggu mereka datang, Noah segera menggunakan topeng penutup wajah, untuk menyembunyikan identitasnya.


Melihat apa yang dilakukan Noah, Agnes dan Joy tahu apa yang akan dilakukan Noah, dan segera mereka juga memakai topeng penutup wajah, sama seperti yang dipakai Noah.


“Musuh yang datang akan semakin banyak, jadi kita akan turun tangan membantu mereka!” ucap Noah.


Banyaknya Goblin yang terus bermunculan membuat personil polisi dan tentara semakin kewalahan menghadapi banyaknya musuh.


Terus menembaki musuh tanpa henti, perlahan mereka mulai kehabisan amunisi, dan tentu itu bukan kabar baik untuk mereka.


Personil bala bantuan juga masih dalam perjalanan, dan kemungkinan merrkq baru datang tiga puluh menit lagi.


“Gunakan seluruh senjata yang kalian milik! Kita harus bertahan sampai datangnya bala bantuan!” teriak seorang komandan personil polisi, mencoba menyemangati bawahannya.


Personil polisi yang kehabisan peluru perak, mereka segera beralit ke peluru hitam, dan nyatanya dia tembakan peluru hitam cukup untuk menyumbangkan monster, yang saat ini menjadi musuh mereka.


Meski peluru hitam bisa digunakan membunuh musuh, tetap saja jumlah peluru yang mereka miliki terbatas, dan tidak ada satupun dari mereka yang tahu sebanyak apa jumlah monster yang bakalan keluar dari dalam portal.


Ditengah-tengah kebingungan personil polisi dan tentara yang mulai kehabisan amunisi untuk mengulur waktu sampai datangnya bala bantuan, mereka melihat tiga bayangan bergerak cepat ke tengah-tengah kerumunan monster, yang menjadi lawan mereka.


Tidak lama kemudian mereka mendengar jelas suara teriakan kesakitan para monster, yang bersahut-sahutan dengan suara tembakan.


“Apa barusan kalian melihat sekelebat bayangan, yang bergerak ke tengah-tengah kerumunan monster?”

__ADS_1


“Meski tidak begitu jelas, aku sempat melihatnya, dan sebelumnya aku ragu jika itu benar-benar sebuah bayangan. Namun, setelah tahu bukan hanya aku yang melihatnya, sepertinya itu benar-benar sekelebat bayangan, tapi aku tidak tahu pasti bayangan itu apa!”


Banyak yang melihat adanya tiga bayangan yang bergerak cepat menuju tengah-tengah kerumunan monster.


Sementara itu di tengah-tengah kerumunan monster, Noah, Agnes dan Joy, mereka memulai aksinya dengan membunuh musuh, yang berada di dekat mereka.


Agnes dan Joy begitu lincah dan cepat menembakkan pistol di kedua tangan mereka, sedangkan Noah, dengan bersenjatakan dia katana, dia menyerang dan membunuh musuh-musuhnya.


Satu-persatu musuh berhasil ditumbangkan, tapi jumlah musuh masih sangat banyak.


Slash... Slash... Slash...


“Mereka lemah, tapi jumlah mereka sangatlah banyak!” gumam Noah pelan sambil terus mengayunkan kedua katana miliknya, membunuh musuh yang berada di sekelilingnya.


Sekilas melirik ke arah Agnes dan Joy, keduanya masih menembaki musuh menggunakan pistol, belum beralih ke senjata lainnya.


“Maaf, kami sedikit terlambat!” kata Ellena yang baru saja datang, diikuti lima wanita lainnya.


Noah tersenyum menyambut kedatangan mereka, yang tentunya segera disusul datangnya Jacob dan juga Hans.


Ribuan prajurit super juga berdatangan, dan segera mereka menggantikan posisi personil polisi dan tentara yang sudah kelelahan.


Bagaimanapun juga mereka hanyalah manusia biasa, yang fisiknya tidak sekuat prajurit super, jadi wajar jika mereka sudah kelelahan setelah beberapa lama melakukan pertempuran tanpa jeda.


Sementara untuk personil bantuan, saat ini mereka masih dalam perjalanan, dan setidaknya butuh lima menitan untuk sampai lokasi. Namun, keberadaan mereka sepertinya sudah tidak diperlukan setelah kehadiran ribuan prajurit super, yang dengan begitu cepat mengurangi jumlah musuh.


Dengan kekuatan Noah dan seluruh kekasihnya saja, jumlah musuh begitu cepat berkurang di tangan mereka, apalagi ditambah dengan adanya ribuan prajurit super. Jump musuh yang mencapai ratusan ribu sangat cepat berkurang, bahkan sudah berkurang hampir setengahnya, dan semua itu terjadi hanya dalam kurun waktu kurang dari sepuluh menit.


‘Meski level kekuatan mereka rendah, dengan banyaknya mereka yang muncul dan mati, aku yakin malam ini bisa mengumpulkan poin level lebih banyak dari makan sebelumnya!’ batin Noah.


Dor... Dor... Dor... Dor... Dor...


Suara tembakan terus saja terdengar, mengiringi jumlah monster yang semakin berkurang setiap detiknya.


Goblin biasa lemah dalam fisik maupun kecerdasan, mengalahkan mereka bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, tapi jumlah merekalah yang sedikit menyulitkan.


Slash... Slash... Slash...


Noah membelah tubuh beberapa Goblin di waktu hampir bersamaan, dan dia terus melakukannya berulangkali.


Tidak menghitung berapa banyak Goblin yang mati di tangannya, tapi Noah merasa jika dia telah membunuh ribuan Goblin, dan masih banyak Goblin yang menanti kematian di tangannya.


“Sistem, apa ada monster kuat yang jumlahnya sama seperti Goblin?” tanya Noah pada sistem.


[Monster kuat tidak memiliki keunggulan dalam jumlah, jadi kecil kemungkinan ada monster kuat yang memiliki jumlah, sebanyak jumlah Goblin biasa, yang saat ini menjadi musuh Tuan]


Noah bernapas lega begitu mendengar jawaban sistem atas pertanyaannya. Dia sebelumnya merasa hal buruk bakalan terjadi seandainya ada monster kuat, yang memiliki jumlah sebanyak Goblin biasa.


“Monster lemah dengan jumlah banyak saja sudah membuat sedikit repot, apalagi jika yang menyerang dalam jumlah sebanyak ini adalah monster kuat, bukan hanya sedikit repot, tapi itu akan sangat merepotkan!” gumam pelan Noah.


Noah sama sekali tidak lupa tentang Minotaur yang sebentar lagi bakalan datang menyerang, dan dia sangat berharga Minotaur yang datang menyerang jumlah tidak sebanyak Goblin.


‘Bisa dikatakan malam ini aku sedang menghadap invasi Goblin ke Bumi!’ batin Noah.


Waktu berlalu dengan cepat, dan setelah dua jam bertempur tanpa istirahat, akhirnya Noah bisa menghitung jumlah Goblin yang masih hidup.


Jumlah mereka tidak lebih dari seratus, dan saat ini mereka semua nampak ketakutan karena berada di tengah-tengah orang, yang sangat menginginkan kematian mereka.


“Akhirnya semua ini akan segera berakhir!” ungkap Noah sambil menunjukkan senyuman lebar di wajahnya.


“Cepat bunuh mereka dalam sekali serang!” Perintah diberikan Noah pada seluruh prajurit super, dan dalam waktu singkat seluruh Goblin mati, dan hanya menyisakan mayat mereka yang tergeletak di berbagai tempat.


Memastikan seluruh Goblin telah mati, dalam waktu singkat seluruh prajurit super menghilang dari tempatnya, begitu juga dengan Noah, kedelapan kekasihnya, serta Jacob dan Hans.


‘Kembali aku akan menyerahkan pekerjaan bersih-bersih pada personil polisi dan tentara!’ batin Noah sambil terus melangkahkan kakinya pergi.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2