
Siang hari di mall terbesar, yang ada di ibukota negara IDN.
Noah sedang berjalan berdua dengan Anggun, hanya dengan Anggun karena kedelapan kekasihnya menyuruhnya menghabiskan waktu bersama Anggun, sementara mereka akan menghabiskan waktu di Mansion.
Anggun hari ini memakai pakaian santai, dan merias diri senatural mungkin, bahkan dia hanya mencepol rambutnya, memamerkan leher jenjangnya yang putih mulus, tanpa adanya sedikitpun noda, yang menodai kemulusan leher jenjangnya.
Dengan masker yang menutupi wajahnya, sosok Anggun yang dari segi penampilan jauh berbeda dari apa yang selama ini terlihat, saat ini benar-benar tidak ada yang menyadari jika dia adalah sosok orang nomor satu di negara IDN, apalagi saat ini tidak terlihat adanya pengawal khusus seorang Presiden di sekitarnya.
Bergandengan tangan dengan Noah, pasangan Anggun dan Noah terlihat begitu mesra, selayaknya pasangan anak remaja yang sedang menikmati indahnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Anggun tersenyum senang dibalik masker yang dia pakai, sementara Noah secara terang-terangan menunjukkan senyuman di wajahnya, yang membuat banyak wanita seketika terpesona saat melihat senyuman di wajah tampannya.
Tidak terima banyak wanita menikmati senyuman Noah, Anggun mengeluarkan masker dari tasnya, lalu dia memakaikan masker untuk menutupi sebagian wajah Noah.
“Maaf saja, aku tidak terima saat banyak wanita melihat kesempurnaan yang ada di wajahmu!” kata Anggun berterus terang.
Noah merasa sikap dan sifat Anggun sama persis dengan kedelapan kekasihnya, dan dia merasa persamaan itulah yang membuat mereka cepat akur satu sama lain.
Mereka kembali melanjutkan jalan-jalan di mall.
Siang ini keadaan mall cukup ramai, jauh lebih ramai dari hati-hati biasanya.
Meski ramai, tapi jam operasional mall tetap dibatasi, yaitu mulai buka pukul delapan pagi, dan akan tutup pukul empat sore atau bisa lebih cepat tutup jika cuaca buruk terjadi.
“Apa kamu tidak ingin membeli sesuatu? Rasanya sangat aneh jija kita pergi ke mall tapi tidak membeli apapun!” ujar Noah sambil menatap lembut ke arah Anggun.
Anggun terlihat seperti orang yang sedang berpikir keras setelah mendengar pertanyaan Noah, tapi ekpresi yang ditunjukkan olehnya saat ini terlihat sangat menggemaskan bagi Noah.
‘Sungguh ekspresi menggemaskan yang tidak sesuai dengan usianya! Aku jadi ragu jika dia adalah wanita dengan usia yang sudah berkepala empat!’ batin Noah sambil menunggu Anggun memberi balasan.
Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Anggun memberi balasan, “Sebenarnya aku ingin membeli beberapa pakaian untuk bersantai di rumah, tapi aku ragu apa kamu mau menemaniku!”
Anggun melihat ke arah Noah, sambil berharap jika pria yang dicintainya itu bersedia menemaninya memilih dan membeli beberapa pakaian santai, dan dia juga ingin membeli beberapa pakaian malam, yang nantinya akan dia pakai setelah resmi menjadi istri Noah.
Sementara itu, Noah yang tahu keinginan Anggun, dia tersenyum lalu bicara, “Dengan senang hati aku akan menemani dan membelikan semua yang kamu inginkan!”
__ADS_1
Mendengarnya, Anggun tersenyum senang lalu dia segera menarik Noah ikut dengannya, ke salah satu toko baju terbesar yang ada di mall, tepatnya di lantai empat, yang seluruhnya bersisi toko pakaian dan aksesoris baik untuk pria maupun wanita.
“Bantu aku menilai pakai yang cocok untukku!” pinta Anggun, begitu sampai di dalam toko.
“Dengan senang hati aku akan melakukannya,” balas Noah, lalu dia ikut kemanapun Anggun melangkahkan kakinya.
Pegawai toko pakaian dengan senang hati mengikuti kemanapun perginya Anggun dan Noah, menuruti semua keinginan mereka, yang merupakan pelanggan pertama toko pakaian tempatnya bekerja, sejak belum lama ini kembali buka, setelah sebelumnya tutup hampir setengah bulan lamanya.
Satu-persatu pembeli mulai memasuki toko pakaian, dan toko yang semula sepi kini perlahan mulai ramai.
‘Sepertinya keberuntungan yang aku miliki menular ke tempat yang aku datangi!’ batin Noah, dan itu adalah sebuah kenyataan.
Noah memiliki keberuntungan sempurna, oleh karena itu di manapun dia berada, dia akan membuat tempat itu diselimuti keberuntungan.
Anggun memilih cukup banyak pakaian bersantai, dan setidaknya ratusan juta akan habis untu membeli seluruh pakaiannya! Namun, uang ratusan juta bukanlah nominal yang bisa membuat Noah pusing, melainkan nominal ratusan juta hanya seperti uang yang tidak akan membuatnya rugi jika dia memberikannya pada pengemis di jalanan.
Selesai membeli pakaian untuk bersantai di rumah, Anggun begitu saja menyeret Noah ke toko yang menjual pakaian dalam wanita.
Wajah Noah seketika memerah saat memasuki toko, yang mana di dalam toko terdapat banyak wanita, yang anehnya seluruhnya merupakan wanita muda, dengan kecantikan sedikit di atas rata-rata kecantikan wanita pada umumnya.
‘Tidak baik terlalu lama berada di tempat seperti ini!’ batin Noah menjerit, dan dia ingin secepatnya pergi dari tempatnya saat ini.
Mendengar itu Noah hanya mengangguk, apalagi setelah melihat pakai dalam berwarna putih yang ditunjukkan wanita itu padanya.
Sedangkan Anggun yang melihat Noah justru dikerubungi banyak wanita, dia menyeret Noah pergi, dan wibawanya membuat wanita lainnya memilih mundur.
“Meski sebagian wajahmu sudah tertutup, ternyata pesonamu masih sangat luar biasa!” ungkap Anggun.
“Aku saja tidak mengerti apa yang membuat mereka begitu tertarik padaku, apa benar aku terlihat mempesona?” tanya Noah.
“Kamu sangat mempesona, bahkan aku sudah tidak sabar meresmikan hubungan kita!” kata Anggun.
Noah tersenyum mendengarnya, lalu dia bicara, “Sabar, tinggal satu minggu lagi kita semua akan menikah!”
Anggun mengangguk pelan lalu dia menunjukkan senyuman di wajahnya, dan setelahnya mereka berdua melanjutkan jalan-jalan, dan tujuan selanjutnya adalah restoran.
__ADS_1
Acara membeli pakai dalam benar-benar gagal, dikarenakan banyaknya wanita di tempat itu, dan pada akhirnya mereka memutuskan pergi makan siang, yang jatuhnya jadi makan menjelang sore.
Mereka pergi ke restoran nusantara, yang menyajikan makanan lokal.
“Aku pesan bakso sama ayam bakar! Untuk minumnya, air putih dingin dua gelas,” kata Anggun memesan untuk dirinya.
Sementara Noah, dia memesan makanan dan minuman sama seperti yang dipesan Anggun, dan tidak sampai lima menit menunggu pesanan mereka datang.
Mereka segera makan dengan begitu tenang.
Tiga puluh menit kemudian begitu selesai makan, mereka memutuskan pulang karena hari sudah sore, dan sebentar lagi mall juga tutup.
Semua belanjaan mereka sudah dibawa lebih dulu kedalam mobil oleh salah satu pengawal, yang mengawal dari kejauhan, dan pengawalan dipimpin langsung oleh Jacob.
Berjalan berdua dengan ekspresi bahagia yang terlihat di balik masker mereka, keduanya akhirnya sampai di mobil, yang menjemput mereka di depan mall.
Noah membukakan pintu dan mempersilahkan Anggun masuk lebih dulu ke dalam mobil, baru setelahnya dia masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil keduanya melepaskan masker yang dipakai, dan sesaat mereka terlihat aksi saling pandang, sebelum tersenyum bersamaan.
“Bagaimana, apa kamu menyukai jalan-jalan hari ini?” tanya Noah pada Anggun yang kini telah bersandar di bahunya.
“Aku suka dan sangat menikmatinya, tapi aku akan lebih menyukai jalan-jalan bersama, jika seluruh saudariku ikut jalan-jalan!” balas Anggun.
Noah yang mendengarnya mengangguk, dan sebenarnya dia juga ingin mereka semua ikut, tapi mereka menolak dengan alasan ingin memberi waktu padanya dan Anggun berduaan.
Noah akui dia menikmati waktu berdua dengan Anggun, tapi tetap kurang sempurna tanpa adanya mereka.
Hal yang sama nyatanya juga dirasakan oleh Anggun, dan dia berharap di masa depan bisa menikmati jalan-jalan bersama kedelapan saudari barunya.
Saat mobil melaju di padatnya jalanan ibukota di sore hari, Noah tiba-tiba memicingkan matanya, memandang lurus ke arah depan, dan bertepatan dengan itu tiba-tiba mobilnya serta mobil di sekitarnya berhenti secara mendadak.
Noah tersenyum begitu seluruh mobil di jalanan berheti.
‘Mereka keluar jauh lebih cepat dari biasanya!’ batin Noah.
__ADS_1
......................
Bersambung.