
Tap... Tap... Tap...
Suara langkah kaki terdengar saat Niah, Yuna, Suzy, Vika, serta Prilly masuk ke dalam sarang goblin, yang di dalamnya terdapat dua sosok goblin champions.
Mereka sama sekali tidak ada niatan menyembunyikan kedatangannya dari para goblin, yang berada di dalam sarang berbentuk gua. Mereka justru mengencangkan suara langkah kaki, untuk memancing perhatian goblin di dalam sarangnya.
Rasa takut sama sekali tidak mereka rasakan, yang ada mereka justru semakin bersemangat mengalahkan banyak goblin, dan menghancurkan sarang tempat tinggal mereka.
Dari informasi yang diberikan sistem, mereka sudah tahu secara pasti jumlah dan kekuatan goblin yang berada di sarangnya, dan mereka sangat yakin jika dapat mengalahkan mereka semua tanpa kesulitan berarti.
Tap... Tap... Tap...
Dengan suara langkah kaki yang begitu jelas, begitu mereka masuk ke dalam sarang goblin, kedatangan mereka menjadi pusat perhatian goblin yang berada di dalam sarangnya.
Meski lama tidak lagi berjumpa dengan manusia, mereka tahu jika lima orang yang baru masuk ke dalam sarang mereka adalah manusia, dan segera saja air liur menetes dari mulut mereka begitu melihat keberadaan manusia, apalagi empat dari lima orang itu adalah wanita, yang bisa digunakan para goblin untuk mempercepat perkembangbiakan mereka.
Ratusan goblin langsung saja bergerak maju mencoba menangkap Noah dan ke-empat kekasihnya, terutama mereka memfokuskan diri untuk menangkap ke-empat wanita tanpa melukainya.
Yuna, Suzy, Vika, dan Prilly, tentu saja mereka segera melakukan perlawanan, saat tangan-tangan kecil para goblin ingin menyentuh tubuh mereka.
Berikutnya, suara jeritan kesakitan para goblin mulai terdengar saat ke-empat wanita melakukan perlawanan, dan langsung saja menyerang para goblin yang mencoba menangkap mereka.
“Mereka bodoh karena mengantarkan nyawa pada Dewi Kematian,” gumam pelan Noah.
“Semakin banyak mereka yang datang dengan tujuan menangkap ke-empat kekasihku, semakin cepat mereka akan bertemu dengan kematian,” lanjutnya sambil terus membunuh satu demi satu goblin yang menyerangnya dari berbagai sisi.
Jika para goblin ingin menangkap ke-empat wanita tanpa melukainya, berbeda dengan cara mereka menangkap Noah. Mereka sama sekali tidak peduli apa Noah tertangkap dalam keadaan hidup atau mati.
Bagi goblin, manusia seperti Noah, mereka hanya bisa menikmati dagingnya sebagai makanan lezat, selain itu tak ada yang bisa mereka manfaatkan dari sosok Noah.
Namun sayangnya, kekuatan mereka terlalu lemah untuk bisa menghadapi Noah, yang bahkan jauh lebih kuat dari dua sosok goblin champions, yang masih belum melakukan pergerakan.
Dengan katana di tangannya, Noah tanpa kesulitan terus saja membunuh goblin yang menyerangnya, dan tanpa terasa sudah lebih dari seribu goblin mati si tangannya.
Salah satu goblin champions yang melihat Noah telah banyak membunuh goblin, dia melompat tinggi, melesat ke arah Noah.
Noah yang melihat pergerakan salah satu goblin champions, dia mengayunkan kakinya, lalu menendang tubuh goblin champions yang muncul di depannya.
Baang...
Tubuh besar goblin champions terpental menghantam dinding gua, menyebabkan terjadinya sedikit getaran di dalam gua, tapi tidak sampai membuat gua runtuh.
“Aku kira goblin champions memiliki sedikit kecerdasan dan kekuatan fisik yang kokoh, tapi nyatanya mereka masih sama saja dengan goblin biasa, meski harus aku akui jika kecepatan dan kekuatannya berada jauh di atas goblin biasa,” gumam Noah sambil melirik goblin champions yang mencoba bangkit berdiri.
Disaat Noah menghadapi salah satu goblin champions, ke-empat kekasihnya semakin membabi-buta, menyerang goblin yang terus saja berusaha menangkap mereka.
Dari ratusan, kini ribuan goblin telah mati di tangan mereka, dan jumlah itu akan terus bertambah banyak seiring dengan goblin, yang terus datang mencoba menangkap mereka.
“Terus saja kalian datang, dan dengan senang hati aku akan mengakhiri hidup kalian!” kata Yuna sambil terus mengayunkan katana di tangannya, membunuh dua sampai empat goblin tiap kali dia melakukan serangan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh tiga wanita lainnya. Dengan senjata yang berada di tangan mereka, mereka benar-benar menjelma menjadi Dewi Kematian untuk para goblin.
“Mereka benar-benar bodoh karena mencoba menangkap kita menggunakan tangan kosong," kata Prilly yang terus saja membunuh goblin, tanpa peduli darah goblin membuat kotor pakaiannya.
“Mereka memang bodoh, atau juga sangat bodoh. Jadi, kita tidak perlu menahan diri dan segera bunuh mereka semua untuk meningkatkan level kekuatan yang kita miliki!” Dengan cambuk di tangannya, Suzy tanpa ampun membunuh goblin yang mendekatinya.
__ADS_1
Dengan jangkauan serangannya, mudah bagi Suzy membunuh belasan goblin hanya dalam satu kali ayunan cambuk di tangannya, dan tubuhnya juga terhindar dari cipratan darah goblin.
“Mereka benar-benar menikmati jalannya pertarungan,” kata Noah melihat bagaimana ke-empat kekasihnya begitu mudah membunuh goblin yang mencoba menangkap mereka.
Menyadari jika goblin champions yang menjadi lawannya kembali menyerang, sementara satu goblin champions lainnya maju menyerang ke arah ke-empat kekasihnya, Noah tak khawatir goblin champions bisa melukai ke-empat kekasihnya, dan dia juga tidak khawatir akan kekuatan goblin champions yang menjadi lawannya.
Baginya, kedua goblin champions terlalu lemah untuk membuatnya khawatir.
Wush...
Cepat salah satu goblin champions menyerangnya, dan kali ini dia menyerang bukan dengan tangan kosong, melainkan dia menggunakan pedang yang sangat besar.
Noah yang melihat ukuran pedang goblin champions, dia merasa pedang itu terlalu besar untuk dijadikan sebuah senjata, karena besarnya setara dengan tinggi goblin champions.
“Sebesar dan sekuat apapun senja, jika dipakai oleh orang yang tidak sesuai, senjata itu tak ada bedanya dengan sampah!” ujar Su Tianjin.
Senjata yang sesuai dengan kemampuan pemiliknya, senjata itu akan memperkuat pemiliknya, dan sebaliknya, jika sebuah senjata berada di tangan pemilik yang salah, senjata itu tak akan memberi pengaruh apapun, pada pemiliknya.
Noah mengayunkan katana di tangannya, saat pedang besar goblin champions mencoba menebas tubuhnya.
Ting... Krack... Krack...
Katana dan pedang besar berbenturan, saling beradu kekuatan dan ketahanan, tapi setelah lima kali saling berbenturan, pedang besar milik goblin champions patah menjadi beberapa bagian, sementara katana Noah masih utuh.
Tak terima pedangnya patah, goblin champions melemparkan patahan pedangnya ke arah Noah, diikuti oleh dia yang melakukan pergerakan cepat, maju menyerang Noah.
Cepat Noah menghindar dari patahan pedang yang melesat ke arahnya, dan dengan tangan kirinya dia meninju goblin champions, yang datang menyerang dengan tangan kosong.
Baang.. Duaarr...
Getaran yang jauh lebih kuat dari sebelumnya terjadi, dan mulai terlihat adanya tanda-tanda gua bisa runtuh kapan saja.
Kali ini Noah tidak membiarkan goblin champions yang menjadi lawannya kembali bangkit berdiri. Dia melesat maju menghampiri goblin champions, yang berusaha bangkit berdiri.
Tepat berada di hadapan goblin champions yang kesulitan bangkit berdiri, Noah langsung saja mengayunkan katana di tangannya, menebas kepala goblin champions, dan terakhir dia membelah tubuh goblin itu menjadi dua bagian.
Dengan kepala terpenggal dan tubuh terbelah menjadi dua bagian, dipastikan goblin champions telah bertemu dengan kematiannya.
Menoleh, melihat ke arah pertarungan, Noah melihat jelas bagaimana goblin champions satunya mati mengenaskan di tangan ke-empat kekasihnya, dengan tubuh terpotong menjadi potongan-potongan kecil.
Sementara itu untuk goblin yang tersisa di dalam gua, mereka menjerit ketakutan, dan berusaha pergi melarikan diri.
Noah tentu saja tidak membiarkan mereka melarikan diri. Dia berdiri kokoh di jalan menuju mulut gua, dan membunuh goblin yang mencoba menerobos penjagaannya.
“Kalian semua sudah ditakdirkan mati di tempat ini, jadi tidak perlu berusaha pergi melarikan diri!” kata Noah.
Melihat banyaknya goblin bergerak ke arahnya, Noah tidak lagi menggunakan satu katana, melainkan dia menggunakan sepasang katana miliknya.
“Jumlah tak akan menghindarkan kalian dari kematian!”
Noah yang melihat jumlah goblin yang mendekatinya, dia sama sekali tidak gentar, yang ada dia justru semakin bersemangat karena dengan membunuh mereka semua, selain mendapatkan banyak poin level, dia juga bisa segera mendapatkan hadiah yang dijanjikan sistem.
Yuna, Suzy, Vika, serta Prilly yang sudah selesai mengurus goblin champions, mereka segera menyerang dari bagian belakang, ribuan goblin yang berusaha keluar dari dalam gua.
Tak kenal ampun, mereka terus saja membunuh goblin, yang sama sekali tidak memberi perlawanan pada mereka, dikarenakan saat ini seluruh goblin sedang dilanda ketakutan.
__ADS_1
Saat tidak sedang dilanda ketakutan saja mereka sudah bodoh, apalagi saat sedang dilanda ketakutan, tentunya mereka semakin bodoh.
Maju mati, begitu juga mundur. Goblin yang memang tidak dibekali kecerdasan, mereka benar-benar tak bisa berpikir, dan pada akhirnya mereka hanya bisa pergi mendatangi kematian.
Satu pun tak ada yang selamat dari kematian. Jika tidak mati di tangan Noah, mereka bakalan mati di tangan ke-empat wanita, yant menyerang dari bagian belakang.
Pada akhirnya seluruh goblin di dalam sarangnya mati, dan kini tinggal menghancurkan sarang, untuk mendapatkan hadiah dari sistem.
Setelah memastikan seluruh goblin di dalam sarangnya mati, Noah segera membeli banyak bom dari toko sistem, dan bom-bom itu dia pasang di dalam maupun di bagian atas gua yang dijadikan sarang goblin.
Selesai memasang bom, Noah membawa ke-empat kekasihnya pergi ke jarak aman, sebelum dia meledakkan bom menggunakan remote kontrol.
Boom... Boom... Boom... Boom...
Suara ledakan bertubi-tubi terdengar, setelah Noah meledakkan seluruh bom menggunakan remote kontrol yang ada di tangannya.
Hari sudah kelewat siang saat Noah dan ke-empat kekasihnya berhasil menghancurkan sarang goblin.
Melihat waktu yang tinggal tiga jam lagi akan datang malam, Noah memutuskan membawa ke-empat kekasihnya pulang ke rumah gua.
......................
Belum juga sampai di rumah gua, Noah dan ke-empat kekasihnya dikejutkan dengan suara pertempuran, yang terjadi tak begitu jauh dari keberadaan rumah gua.
Mereka yang penasaran siapa yang terlibat pertempuran, segera saja mereka pergi menuju sumber suara.
“Sayang, menurutmu siapa yang terlibat dalam pertempuran di depan sana?” tanya Vika, sambil bergerak maju, menuju sumber suara pertempuran.
“Sistem, apa kamu tahu siapa yang sedang terlibat dalam pertempuran?” tanya Noah pada sistem.
[Tuan dan para Nona sekalian, yang terlibat pertempuran adalah kelompok elf pria melawan kelompok elf wanita]
[Hubungan kedua kelompok elf memang tidak pernah baik, dikarenakan elf pria sering melakukan penculikan terhadap gadis elf, dan mereka baru mengembalikan gadis elf dalam keadaan tak lagi bernyawa]
[Sepertinya kali ini kelompok elf wanita sudah tidak lagi mampu menahan kesabaran mereka, dan terjadilah pertempuran antara kedua kelompok]
“Sistem, apa menurutmu kami tidak perlu melibatkan diri dalam pertempuran mereka?” tanya Suzy.
[Aku sarankan Tuan dan Nona membantu kelompok elf wanita, dikarenakan mereka selama ini telah menyembunyikan sesuatu, yang selama ini juga dianggap telah musnah, oleh seluruh penghuni Dunia Monster]
“Baiklah, kalau begitu kita akan membantu mereka!” Mengikuti saran sistem, Noah memutuskan membantu kelompok elf wanita, yang sedang bertempur mati-matian melawan kelompok elf pria.
Dalam jumlah, elf wanita memiliki keunggulan jumlah, tapi dalam segi kekuatan, mereka berada di bawah level kekuatan kelompok elf wanita.
Sampai saat ini memang belum ada elf wanita yang mati, tapi sudah banyak dari mereka yang terluka, baik itu luka ringan, sedang, bahkan ada yang mengalami luka berat, dan saat ini sedang mendapatkan perawatan.
Noah tidak langsung membantu dengan menyerang kelompok elf pria, melainkan terlebih dahulu dia mengamati keadaan sekitar, mencoba mencari keberadaan anggota kelompok elf pria, yang kemungkinan masih menyembunyikan diri, diantara lebatnya pepohonan.
Tak salah mencari lebih dulu mereka yang sedang bersembunyi, meski mereka bersembunyi dengan baik, tak sulit bagi Noah menemukan keberadaan mereka. Dengan mata yang dapat menembus segalanya, mudah bagi Noah menemukan sesuatu yang tersembunyi.
Selanjutnya dia mengambil keputusan, yaitu membiarkan ke-empat kekasihnya membantu kelompok elf wanita secara terang-terangan, sementara dirinya akan bergerak membunuh anggota kelompok elf pria, yang sedang bersembunyi.
Selesai mengatakan rencananya pada ke-empat kekasihnya, segera saja mereka pergi ke tujuan masing-masing.
......................
__ADS_1
Bersambung.