Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kembali Menjadi Kekasih


__ADS_3

Noah tersenyum, lalu dia menggunakan senjata yang ada di tangannya untuk mengakhiri hidup seseorang di hadapannya. Senjata makan tuan, itulah yang dilakukan oleh Noah dan dia benar-benar menginginkan kematian seseorang yang berada di hadapannya.


“Kau yang berniat membunuhku dan semua orang yang satu mobil denganku, tapi pada akhirnya kau yang akan mati di tanganku!” kata Noah.


Click... Swush... Booomm...


“Hah, kematian yang terlalu indah!” gumam Noah yang sudah pergi menjauh sebelum terjadi ledakan yang telah melenyapkan seseorang, yang sebelumnya berdiri dua langkah di hadapannya.


Setelah memastikan orang-orang yang menginginkan kematiannya telah dimusnahkan tanpa sisa, dengan langkah yang begitu tenang Noah berjalan menuju mobilnya, dan kembali dia masuk ke dalam mobil lalu duduk di sebelah Nancy.


“Semua sudah aman!” katanya sambil mengelus kepala Nancy, lalu dia bertanya pada Jacob, “Apa Paman tahu siapa yang menyerang, dan apa yang sebenarnya mereka inginkan?” Dia berharap Jacob memiliki jawaban dari pertanyaannya.


Jacob memperhatikan tato ular di leher orang-orang yang melakukan, hanya dari melihat keberadaan tato itu, Jacob sudah tahu secara pasti siapa kelompok yang melakukan serangan, dan dia juga tahu apa yang diinginkan kelompok itu.


“Tuan Muda, mereka adalah mafia Death Snake, dan sepertinya mereka telah mengetahui identitas Tuan Muda sebagai anggota keluarga Ludwing, oleh karena itu mereka berencana mengakhiri hidup Tuan Muda!” kata Jacob.


“Mafia Death Snake? Kenapa mereka begitu ingin mengakhiri hidupku, begitu tahu adalah anggota keluarga Ludwing?” kembali Noah bertanya.


“Mereka ingin memusnahkan keberadaan keluarga Ludwing, dan setelah berhasil melakukan itu mereka akan mengambil alih semua yang dimiliki oleh keluarga Ludwing,” jawab Jacob.


Noah menganggukkan kepalanya mengerti, dan belum juga dia usai memikirkan keberadaan mafia Death Snake, sebuah mobil berhenti tepat di sebelah mobilnya, dan ternyata itu mobil baru yang diminta oleh Jacob. Mobil yang sekarang sebenarnya masih bisa digunakan, tapi aneh rasanya jika bepergian menggunakan mobil yang dipenuhi bekas tembakan.


Tidak berlama-lama, Noah langsung saja membawa Nancy ke mobil baru, dan begitu saja pergi melanjutkan perjalanan dengan Jacob tetap menjadi supir dengan seseorang yang mendampingi di sebelahnya. Kali ini ada empat mobil yang mengawal Noah, dan mereka semua membawa persenjataan lengkap.

__ADS_1


“Sistem, apa kamu bisa membantuku mengumpulkan informasi tentang mafia Death Snake?” tanya Noah.


[Tidak sulit bagi sistem mengumpulkan informasi tentang mafia Death Snake, tapi semua tidak gratis. Tuan harus merelakan 100 poin sistem untuk mendapatkan informasi tentang mafia Death Snake]


“Berapa banyak poin sistem yang saat ini aku miliki?” kembali Noah bertanya, dan dia benar-benar tidak tahu berapa banyak poin sistem yang saat ini dimilikinya.


[Saat ini Tuan memiliki sepuluh ribu poin sistem. Kehilangan seratus poin sistem tidak akan terlalu membuat poin sistem milik Tuan berkurang banyak]


Sepuluh ribu dikurangi seratus, tentu hasilnya masih sangat banyak, dan akhirnya Noah menggunakan seratus poin sistem untuk mendapatkan informasi tentang mafia Death Snake. Dia sangat berharga informasi sistem merupakan informasi lengkap.


“Berapa lama aku harus menunggu untuk mendapatkan informasi tentang mafia Death Snake?” tanyanya.


[Sistem saat ini sedang mengumpulkan seluruh informasi penting tentang mafia Death Snake. Setidaknya membutuhkan kurang lebih satu jam untuk mengumpulkan semua informasi tentang mereka]


“Kalau begitu, serahkan seluruh informasi itu padaku satu jam lagi!” kata Noah, dan dia tidak lagi melanjutkan pembicaraan dengan sistem.


Untuk sedikit membantu Nancy menghilangkan rasa trauma nya, Noah menarik Nancy ke dalam pelukannya, dan dengan sentuhan yang begitu lembut dia terus saja mengelus kepala Nancy. Usahanya berhasil membuat keadaan Nancy membaik, dan tidak lama kemudian terlihat jika Nancy memejamkan kedua matanya.


......................


Setelah menempuh perjalanan yang jauh dari kalata lancar, akhirnya Noah dan Nancy sampai di perusahaan Farel, dan sebuah kebetulan, saat mereka sampai, ternyata mereka sampai bersamaan dengan Liam. Melihat Noah datang bersama Nancy, jelas saja Liam merasa aneh, tapi dia tidak ingin membahasnya untuk saat ini, dan dia memutuskan pergi ke ruang kerja Farel bersama Noah dan Nancy.


Mereka akhirnya sampai di ruang kerja Farel, dan pria itu sama halnya dengan Liam, dia terkejut saat melihat Nancy datang bersama dengan Noah. Meski keduanya sudah tahu jika Niah tidak datang seorang diri, tapi mereka tidak menyangka jika yang datang bersamanya adalah Nancy, sahabat mereka.

__ADS_1


Noah yang bersikap lembut pada Nancy membuat Farel dan Liam merasa semakin aneh dengan kebersamaan keduanya, dan entah kenapa mereka merasa jika ada sesuatu diantara Noah dan Nancy.


“Apa kami berdua telah melewatkan sesuatu sampai tidak tahu jika kalian memiliki hubungan spesial di belakang kami?” ujar Farel sambil menatap bergantian Noah dan Nancy.


“Aku dan Noah hanya sahabat seperti hubunganku dengan kalian, dan jangan salah fahr dengan kedekatanku dengan Noah!” kata Nancy dengan kepala sedikit tertunduk.


Dia masih belum bisa melupakan kesalahannya di masa lalu, meski dia melakukan semua itu demi kebaikan Noah. Namun, dia tetap saja merasa sangat bersalah karena telah pergi meninggalkan Noah, disaat pria itu sangatlah membutuhkan keberadaannya sebagai penyemangat.


Selain masih belum bisa melupakan kesalahannya di masa lalu, Nancy saat ini juga merasa dirinya tidak pantas untuk bersanding dengan Noah, begitu dia sudah tahu jika Noah adalah bagian dari keluarga Ludwing. Dirinya yang saat ini tidak memiliki apa-apa, berbeda dengan para kekasih Noah, dirinya merasa sangat tidak pantas bersanding dengan Noah.


“Siapa bilang kita hanya sahabat? Bukannya kita adalah sepasang kekasih?” ujar Noah membuat Nancy hanya bisa diam dengan kepala semakin tertunduk karena dia tidak tahu harus mengatakan apa sebagai balasan.


Sedangkan Farel dan Liam, keduanya tersenyum senang jika Nancy dan Noah adalah sepasang kekasih. Meski mereka tahu Noah sudah memiliki banyak kekasih yang tidak lama lagi akan menjadi istrinya, tetapi mereka jauh lebih setuju Nancy menjalin hubungan dengan Noah dibanding melanjutkan hubungan dengan Edgar yang semua orang tahu jika pria itu saat ini berada di rumah sakit jiwa.


“Jangan menundukkan kepala! Aku ingin melanjutkan hubungan kita yang pernah terputus karena sebuah keadaan, tapi jujur saja aku tidak bisa memberikan seluruh cintaku hanya padamu, dikarenakan aku telah memiliki wanita lainnya, dan cintaku dengan mereka sama dengan cintaku padamu!” kata Noah berterus terang.


Bukannya kecewa, Nancy justru menunjukkan senyuman tulus di wajahnya setelah mendengar semua yang dikatakan Noah. “Sekalipun di masa depan nanti kamu memiliki seratus wanita, asalkan aku masih memiliki tempat di hatimu, aku tetap akan berada di sisimu, tapi aku sekarang tidak memiliki apa-apa, sedangkan kamu memiliki segalanya. Apa tidak ada masalah jika kamu menjalin hubungan denganku?” kata Nancy, dan dia memberikan sebuah pertanyaan pada Noah.


“Aku tidak menuntutmu memiliki sesuatu yang berharga untuk menjalin hubungan denganku. Cukup kamu setia padaku dan senantiasa berada di sisiku, maka kita akan hidup bahagia untuk selamanya!” kata Noah, dan tidak mempedulikan keberasaan Farel dan Liam, dia begitu saja mencium kening Nancy.


Wajah Nancy seketika merona merah saat Noah mencium keningnya, dikarenakan dia sadar saat ini tidak hanya sedang berduaan dengan Noah, melainkan ada Farel dan Liam yang melihat saat semua itu terjadi. Dengan menggerakkan bola matanya, dia mencoba memeberi kode pada Noah. Sedangkan Noah yang peka dengan kode Nancy, dia hanya terkekeh pelan, dan begitu saja mengarahkan pandangannya ke arah Farel dan Liam.


“Para jomblo dilarang iri, kalau kalian iri sebaiknya segera cari pasangan supaya bisa melakukan apa yang baru kami lakukan,” kata Noah dengan santainya, sedangkan Farel dan Liam, keduanya hanya bisa menghela napas, dan saat keduanya menghela napas, Noah dan Nancy justru terkekeh pelan.

__ADS_1


......................


bersambung.


__ADS_2