Sistem Pekerja Keras

Sistem Pekerja Keras
Kebal Dari Berbagai Macam Senjata


__ADS_3

Sampai di depan mobil yang dikemudikan Jacob, bukannya langsung menembak musuh Noah justru menunggu apa yang akan dilakukan orang-orang yang menghalangi perjalanannya.


Tidak lama Noah berdiri, orang-orang yang sepertinya sudah memastikan jika pria yang berdiri di depan mobil adalah target yang harus dia bunuh, mereka segera mengarahkan tembakan kepada Noah.


Hanya dalam hitungan detik, peluru-peluru tajam mulai melesat ke arah Noah.


Door... Door... Door... Door...


Peluru sangat cepat melesat ke arah Noah, dan jumlahnya bukan hanya satu atau dua, tapi ada ratusan peluru.


Akan tetapi, dengan gerakan yang sangat cepat Noah menangkap satu-persatu peluru yang ditujukan ke arahnya, dan membuang peluru yang berhasil di tangkap tepat di depannya.


Melihatnya, seketika semua orang yang menyerang Noah sadar, jika target mereka bukan sosok sembarangan.


Berhasil menangkap peluru tajam dalam kecepatan tinggi, jelas itu semua hanya dapat dilakukan oleh sosok dengan kekuatan khusus.


“Hanya dengan mainan ini kalian ingin membunuhku? Sungguh kalian terlalu meremehkanku!” kata Noah lantang, mencibir orang-orang yang menyerangnya.


Selanjutnya Noah menggerakkan kedua tangannya, dan dia mulai menembaki orang-orang yang menjadi lawannya.


Door... Door... Door... Door...


Orang-orang yang menjadi lawannya berlindung saat dirinya mulai menembaki mereka, tapi meskipun berlindung, tetap saja tembakan Noah tepat sasaran.


Aaaargh... Aaaargh...


Jeritan kesakitan terdengar saat belasan orang terkena peluru tajam yang ditembakkan Noah.


Tidak ada peluru yang mengenai organ vital, melainkan hanya mengenai bagian tangan dan kaki. Akan tetapi, meski hanya mengenai tangan dan kaki, tetap saja itu sangat menyakitkan.


Door... Door... Door...


Orang-orang yang sebelumnya berada di dalam mobil, mereka keluar dan mencoba membalas serangan Noah.


Namun, bukannya berhasil membalas, mereka justru dibuat kesakitan saat tembakan Noah tepat mengenai tangan mereka yang memegang senjata.


Aaaargh...


Kembali terdengar suara jeritan kesakitan yang begitu memilukan. Akan tetapi, sama sekali tidak ada yang peduli dengan mereka.


Noah yang begitu jelas mendengar orang-orang yang menjadi lawannya menjerit kesakitan, bukannya iba dan mengampuni mereka, dia justru menghampiri mereka, dan mengirim mereka satu-persatu ke alam kematian.

__ADS_1


Membunuh mereka semua menggunakan dua pistol di tangannya, Noah sama sekali tidak berkeringat dan dengan santainya dia kembali ke dalam mobilnya.


“Sayang, apa kamu baik-baik saja?” tanya Agnes yang duduk paling dekat dengan Noah dibandingkan yang lainnya.


Mendengarnya Noah tersenyum karena dia merasa diperhatikan, dan setelahnya dia bicara, “Kalian semua tidak usah khawatir, aku baik-baik saja!” Noah menunjukkan jika dirinya dalam keadaan baik-baik saja, termasuk dia menunjukkan keadaan telapak tangannya, yang sebelumnya dia gunakan untuk menangkap ratusan peluru.


Kedua telapak tangan Noah terlihat baik-baik saja, mulus tidak ada sedikitpun luka di telapak tangannya.


“Sayang, tapi sepertinya masih ada yang datang untuk menghadang perjalanan kita!” kata Sasa, dan semua orang segera melihat ke arah depan.


“Hmm, jumlahnya jauh lebih banyak dari sebelumnya,” ungkap Noah.


“Sayang, kali ini izinkan kami bersenang-senang bersamamu!” kata Joy yang begitu ingin menghajar orang-orang yang sudah mengganggu perjalanannya.


“Benar! Kali ini izinkan kami ikut bersenang-senang denganmu!” imbuh Jane yang juga ingin memukuli orang-orang yang datang sebagai musuh.


“Baiklah, kali ini kita semua akan bersenang-senang!” kata Noah mengabulkan keinginan ke-enam kekasihnya.


Kali ini yang datang menghadang bukan puluhan orang seperti sebelumnya, melainkan ada ratusan, dan mungkin hampir lima ratus orang.


Melihat jumlah lawan, Noah tentu tidak membiarkan ke-enam kekasihnya melawan tanpa senjata.


Jacob dan Hans yang memiliki kekuatan setara dengan ke-enam kekasih Noah, keduanya juga telah mempersiapkan diri, dan kapanpun mereka siap menghadapi musuh.


Untuk para pengawal dan para asisten, mereka semua telah mempersenjatai diri, dan jika ditotal jumlah mereka semua tidak lebih dari tiga puluh orang, jauh lebih sedikit dari jumlah musuh.


Akan tetapi, dengan adanya dua puluhan pengawal bayangan yang akan menyerang musuh dari arah belakang, musuh akan banyak berkurang di tangan mereka.


“Begitu mereka maju menyerang, kita akan maju menghadapi mereka!” Noah keluar dari mobil, dan setelahnya menyusul ke-enam kekasihnya. Untuk Jihan dan babysitter yang menjaganya, mereka tetap berada di dalam mobil.


Selain Noah dan kekasihnya yang keluar dari mobil, Jacob, Hans dan semua orang yang berada di sisi Noah, mereka juga keluar dari mobil, dan bersiap melakukan serangan.


Baru juga mereka keluar dari dalam mobil, ratusan peluru bahkan mungkin mencapai ribuan peluru menghujani tempat mereka. Bukan hujan yang datang dari atas, melainkan hujan yang datang dari arah depan.


Dor... Dor... Dor... Dor... Dor... Dor...


Melihat banyaknya peluru ditembakkan ke arahnya, layaknya tangan dan tubuh yang terbuat dari besi, Noah maju dan menghancurkan peluru yang tertuju ke arah orang-orangnya.


Gerakannya sangat cepat, jauh lebih cepat dari kecepatan peluru, yang ditembakkan oleh senapan mesin.


Dia tidak membiarkan satupun peluru lolos dan membuat celaka orang-orangnya. Seluruh peluru dihancurkan, dirubahnya menjadi abu.

__ADS_1


Satupun peluru benar-benar tidak ada yang lolos darinya, sekalipun musuh telah menghabiskan seluruh amunisi milik mereka.


“Jangan lagi menggunakan senjata api, karena itu benar-benar tidak berguna untuk mencelakaiku! Sebenarnya, apapun senjatanya, kalian tidak akan pernah bisa mencelakaiku!” kata Noah dengan santainya.


Selanjutnya giliran dia yang maju menyerang musuh.


Bukan hanya dia yang maju menyerang musuh, tapi ke-enam kekasihnya, Jacob dan Hans turut maju bersamanya.


Bugh... Bugh...


Crack... Crack...


Sangat cepat Noah dan yang lainnya menyerang lawan, membuat banyak lawan tidak sempat menghindari serangan mereka.


Cepatnya serangan Noah dan yang lainnya, bahkan membuat lawan tidak sempat mengeluarkan senjata selain senjata api yang sudah kehabisan amunisi.


Sementara itu, jauh dari tempat Noah dan yang lainnya, yang saat ini sedang bertarung dengan ratusan musuh. Eden, seseorang dibalik serangan yang mengincar nyawa Noah, dia tersenyum senang membayangkan kematian salah satu anggota keluarga Ludwing, sekaligus kekasih wanita incarannya.


“Hahahaha... bukan hanya berhasil membunuh salah satu anggota keluarga Ludwing yang baru ditemukan, tapi aku juga berhasil membunuh kekasih dari wanita ingatanku!” kata Eden dengan perasaan bahagia yang meluap-luap, dan dia yakin jika rencananya kali ini akan membawa keberhasilan.


Dia telah mendapatkan informasi tentang Joy, wanita yang apapun yang terjadi, dia menginginkan wanita itu menjadi miliknya.


Mengetahui Joy adalah kekasih dari salah satu anggota keluarga Ludwing, dia bertekad memusnahkan sosok Noah.


Berhasil memusnahkan Noah sama saja memberi keuntungan ganda padanya. Memusnahkan anggota keluarga Ludwing, sekaligus memusnahkan kekasih wanita incarannya.


“Hahaha... aku sungguh tidak sabar mendengarkan kabar baik kematian pria itu!” ungkapnya, lalu dia melihat foto Joy, yang dia dapat dari salah satu akun media sosial milik Joy.


Eden sangat yakin jika anak buahnya dan bala bantuan yang dikirim temannya cukup untuk melenyapkan sosok Noah. Namun, segera saja dia teringat masalah lainnya, yang membuatnya harus pergi jauh meninggalkan negara kelahirannya. Masalah itu tentunya berhubungan dengan dua wanita yang dulu merupakan rekan kerjanya, tapi sekarang mereka adalah musuhnya.


“Aku hampir saja melupakan keberadaan mereka! Akan tetapi, karena saat ini aku sedang dalam keadaan senang, untuk sementara waktu aku akan membiarkan mereka bebas.” Masih ada banyak hari, dan setelah satu rencananya berhasil, dia tinggal mengeksekusi rencana lainnya.


Dia benar-benar percaya diri jika seluruh rencananya bakalan berhasil. Sama sekali dia tidak terpikirkan soal kegagalan, jadi dia tidak lagi memikirkan rencana cadangan jika rencananya kali ini gagal.


“Salah siapa pria itu bagian dari keluarga Ludwing, dan lagi dia kekasih dari wanita Incaranku! Dia harus mati!”


“Untuk kedua sahabat lamaku, sayang jika aku langsung membunuh mereka! Sebaiknya aku tangkap mereka, dan baru membunuhnya setelah aku puas menikmati tubuh mereka!” ungkap Eden dan setelahnya dia tertawa keras.


......................


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2