
Bangun tidur dengan perasaan lega, Noah yang baru saja keluar dari kamar setelah mandi dan berganti pakaian, dia sudah disambut Yuna, wanita cantik salah satu dari kekasihnya.
Yuna mengatakan jika yang lainnya sedang bersantai di taman belakang, sementara dirinya baru saja selesai dari kamar mandi.
“Ayo ikut aku jalan-jalan!” Noah mengajak Yuna jalan-jalan, sambil mengirim pesan pada yang lainnya jika dia ingin jalan-jalan dengan Yuna, dan menawarkan apa ada yang ingin ikut.
Yuna dengan senang hati menerima ajakan Noah, dan tidak lama kemudian Dua wanita datang. Mereka adalah Suzi dan Amel, yang akan ikut jalan-jalan bersama Noah, sekalian mereka bisa lebih saling mengenal.
Noah membaca balasan dari kekasihnya yang lain, yang mana mereka menyuruhnya lebih mengenali Yuna, Suzi, dan Amel.
Tidak perlu berganti pakaian atau memperbaiki penampilan, ketiganya yang sudah cantik natural, mereka langsung saja pergi jalan-jalan bersama Noah. Jacob sudah menyiapkan mobil, dan begitu Noah dan ketiga kekasihnya keluar dari Mansion, mereka langsung saja masuk ke dalam mobil.
Mobil meninggalkan halaman Mansion dengan Jacob sebagai pengemudi mobil, sementara Noah dan ketiga kekasihnya, mereka duduk tenang menikmati perjalanan.
Noah mengatakan jika dia ingin pergi jalan-jalan ke pinggir pantai, menikmati keindahan pantai yang sudah lama tidak dia lakukan. Sebenarnya dia sering pergi ke pesisir pantai pada malam hari, tapi itu bukan untuk menikmati keindahan pantai, tapi dia sedang melakukan perburuan monster.
Yuna, Suzy, dan juga Amel, mereka kebetulan menyukai pantai, jadi saat tahu tujuan Noah adalah pantai, tentu saja mereka senang.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang diikuti dua mobil, yang masing-masing mobil terdapat empat pengawal, serta ada satu mobil lainnya yang berada di bagian depan.
Pengawal bayangan melakukan pengawalan dari tempat mereka, membuat perjalanan Noah dan ketiga kekasihnya sangat aman dan juga nyaman.
Sebelum pergi ke pantai, Noah lebih dulu singgah ke restoran yang merupakan miliknya tapi dikelola oleh Jane dan Nancy.
Dia datang untuk makan siang, dan setelah mobil terparkir lalu Noah beserta ketiga kekasihnya keluar, keberadaan mereka sudah menarik perhatian banyak orang.
Tiga wanita cantik paripurna, dan seorang pria dengan ketampanan yang sulit menemukan ukuran yang pasti.
Saat mereka berempat berjalan, mereka terlihat seperti Dewa Langit, yang turun ke bumi bersama tiga orang Dewi.
Noah dan ketiga kekasihnya memilih acuh, dan begitu saja duduk di tempat yang sudah tersedia, lalu mulai memesan makanan.
Meja di restoran berbentuk melingkar, membuat tata letak kursi mengikuti bentuk meja.
Amel dan Suzy duduk di kanan kiri Noah, sedangkan Yuna, dia duduk berhadap-hadapan dengan Noah.
Makanan pesanan mereka baru saja dihidangkan di atas meja, tapi tiba-tiba saja lima orang pria datang, dan langs menggebrak meja yang sudah tersaji berbagai jenis makanan.
__ADS_1
Seketika perhatian semua orang yang sejenak mulai teralihkan, kini perhatian mereka kembali tertuju pada tempat yang ditempati oleh Noah dan ke-tiga kekasihnya,
“Oh, ternyata pria ini yang membuatmu begitu mudah melupakan aku, yang sudah menjadi kekasihmu selama tiga tahun! Kau tidak suka aku selingkuh, tapi kau justru memilih menjadi kekasih dari pria, yang memiliki banyak kekasih!” kata seorang pria dengan suara meninggi.
Suara pria itu dapat didengar jelas oleh sebagian besar orang di dalam restoran, yang kebetulan siang ini sedang ramai pasangan yang menikmati makan siang, dan banyak pasangan yang terdiri dari pria dengan dua atau bahkan tiga kekasih.
Noah menoleh, melihat ke arah pria yang mengarahkan sorot mata tajam, memandang Susy yang penampilannya jauh lebih cantik, jika dibandingkan sebelum dia menjalin hubungan dengan Noah.
Sekali melihat, Noah bisa menyimpulkan jika pria itu dan Susy sempat terlibat dalam sebuah hubungan, dan hubungan itu berakhir dengan tidak baik. Terbukti dari pandangan pria yang nampak begitu memuja sosok Susy.
Tidak mendapat tanggapan dari Suzy yang terkesan acuh, pria yang jelas dalam keadaan marah, dia mengalihkan pandangannya ke arah Noah.
“Sebaiknya kau tinggalkan wanita ini, karena dia hanya akan menjadi milikku!”
Sungguh pria tidak tau diri, penilaian Noah tentang pria yang sedang berbicara dengannya.
“Jika aku menolak menjauhinya, memang apa yang bisa kau lakukan padaku?” tanya Noah dengan santainya.
Mendengarnya, pria itu nampak semakin marah, lalu dia berkata dengan suara keras, “Aku akan membunuhmu saat ini juga jika kau tidak meninggalkannya!”
“Dari pakaian yang aku pakai, seharusnya kau tau jika aku bagian dari angkatan bersenjata, pahlawan negara yang sudah membunuh banyak monster! Sebagai pahlawan negara ini, tidak akan ada hukum yang berlaku untukku, saat aku membunuh pria tidak berguna sepertimu!”
“Aku khawatir kau lebih dulu mati sebelum membunuhku!” kata Noah masih dengan santainya, sama sekali tidak takut dengan ancaman yang ditujukan padanya.
“Sepertinya aku akan benar-benar membunuhmu saat ini juga!” teriaknya.
“Lakukan jika memang kau memiliki kemampuan untuk melakukannya!” balas Noah acuh.
“Besar juga nyalimu karena berani menantangku! Kalau begitu, aku tidak akan segan mengakhiri hidupmu!” Pria itu mengeluarkan pistol, dan langsung mengarahkan pistol ke arah kepala Noah.
Semua orang yang melihat pistol mengarahkan ke kepala Noah, mereka segera panik, bahkan tak sedikit dari mereka yang berhamburan keluar meninggalkan restoran, tapi tak sedikit yang memilih bersembunyi, melihat apa yang akan terjadi.
“Sial! Apa benar pria itu akan melakukan pembunuhan di tempat umum?”
“Aku tidak yakin, tapi melihat dia sudah menodongkan pistol, besar kemungkinan dia akan melakukannya!”
“Jika benar dia bagian dari angkatan bersenjata negara ini, aku memiliki keyakinan jika dia benar-benar akan melakukannya!”
__ADS_1
“Sungguh pria tampan yang malang karena harus mati di tangan pahlawan negara.”
“Jika sampai dia membunuh rakyat biasa yang tak bersenjata, aku tidak setuju jika dia menganggap dirinya sebagai pahlawan! Dia jauh lebih pantas disebut seorang pembunuh!”
“Ya, aku setuju dengan itu, jika dia benar membunuhnya, dia bukan pahlawan negara, melainkan seorang pembunuh!”
“Seorang pahlawan tidak akan membunuh rakyat biasa! Jika melakukannya, dia sama sekali tidak pantas diakui sebagai pahlawan! Seorang pembunuh selamanya sangat pantas dipanggil pembunuh!”
Suzy tidak senang melihat apa yang dilakukan mantan kekasihnya, yang tanpa sepengetahuannya telah memiliki lebih dari tiga kekasih di belakangnya.
Dia tidak akan marah dan memutuskan hubungan jika pria itu jujur sejak awal, tapi pria itu memilih membohonginya, bahkan selama ini uang pemberiannya justru digunakan untuk menghidupi kekasih lainnya, yang tidak memiliki pekerjaan serta malas bekerja.
“Edo, hentikan apapun yang akan kamu lakukan, sebelum sesuatu yang buruk terjadi padamu saat ini juga!”
Ancaman Suzy membuat terkejut Edo, pria yang menodongkan pistol ke arah kepala Noah. Dia benar-benar tidak percaya jika Suzy yang berwatak lembut, berani melontarkan kata-kata bernada ancaman padanya.
Edo merasa punggungnya sangat dingin, seolah-olah ada bahaya yang sedang mengancam keselamatannya.
“Aku bisa memastikan hidupmu hanya akan tersisa beberapa detik lagi, jika kau tidak segera menjauhkan pistol itu dari kekasihku! Percaya atau tidak, aku tidak akan ragu untuk membunuhmu!” Suzy menaruh kartu berwarna hitam di atas meja, dan itu adalah kartu khusus, yang hanya dimiliki orang super berpengaruh.
Itu adalah kartu asli, dan Edo mengetahuinya. Membaca nama wanita yang disukainya di kartu itu dia tahu jika kartu itu adalah miliknya, dan kini dia sangat bingung bagaimana Suzy bisa memiliki kartu itu, yang seharusnya hanya dimiliki oleh anggota keluarga Ludwing, dan mereka yang berhubungan dekat dengan keluarga itu.
Edo yang melihat keadaan sama sekali tidak menguntungkannya, dia seger menjauhkan pistol di tangannya, dan berusaha pergi menjauhi Noah beserta ketiga kekasihnya.
Namun, belum juga dia pergi menjauh, seseorang lebih dulu memukulnya, membuatnya kehilangan kesadaran, dan tubuhnya merosot jatuh.
Tanpa Edo sadari, teman-temannya sudah lebih dulu dibuat tumbang, dan terakhir adalah dirinya yang ditumbangkan. Semua itu dilakukan dengan baik oleh Jacob, dan dia sekarang menunggu perintah selanjutnya dari Noah.
“Seret mereka semua keluar, dan pastikan mereka kehilangan pekerjaan dan harta benda yang dimilikinya!” Tegas Noah be berbicara dengan Jacob.
“Baik Tuan!” Jacob segera memanggil anak buahnya untuk menyeret Edo dan teman-temannya keluar restoran.
Sementara dia sendiri, dia seger menghubungi seseorang yang bisa mengakhiri karir Edo dan teman-temannya, yang diketahui juga merupakan bagian dari angkatan bersenjata.
Setelah segala urusan dengan Edo selesai sampai ke akar-akarnya, Noah dan ketiga kekasihnya melanjutkan makan siang mereka, begitu juga dengan mereka yang sebelumnya bersembunyi.
......................
__ADS_1
Bersambung.