Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Kebaikan palsu?


__ADS_3

.


.


Perkiraan Lino benar, ternyata dia dipanggil karena urusan dengan guild tiger, mereka membantah semua tuduhan Lino terhadap mereka, bahkan pemimpin asosiasi, sampai ketua asosiasi pusat datang dari Jakarta untuk membahas masalah ini.


Lino takut masalah ini akan memakan banyak


waktu, untung saja Felly tidak bersamanya, dia bersama Hanna melihat-lihat toko yang dapat diakses siapa saja di lantai satu. Lino menitipkan uang 500 ribu karena mungkin saja Lino lama dan mereka ingin jajan dulu.


Lino saat ini ada di ruang rapat di lantai dua.


Rian, Joni dan Bobby datang sebagai perwakilan guild tiger, mereka menyangkal jika mereka meninggalkan Lino di dungeon, mereka juga membantah bertemu naga.


Mereka membuat alasan sedemikian rupa


hingga ketua pusat dan pemimpin asosiasi cabang kota ini hampir mempercayai mereka, namun wakil pemimpin, Bagas segera menunjukkan mata naga, taring dan juga core naga ke hadapan mereka.


Mereka semua terkejut melihat semua itu, Lino menyeringai senang melihat ekspresi mereka, dia sangat puas melihatnya.


Pasti mereka sangat terkejut, bagaimana mungkin pemburu rank rendah yang selalu mereka hina tiba-tiba memiliki semua barang asli tersebut.


Bahkan ketua asosiasi pusat sampai terperangah dibuatnya.


“Ini Asli...” kata pemimpin asosiasi cabang Malang, dia juga tidak percaya melihat semua itu, dia segera menoleh pada Lino “Ba.. bagaimana kamu bisa mendapatkan ini?”


Lino menghela nafas lelah, dia harus bercerita untuk kesekian kalinya, tapi tak apa “Seperti yang telah saya ceritakan pada tuan Bagas, saya ditinggal dalam perburuan terakhir bersama guild tiger karena saya memang bertugas mengambil core ratu semut – saat itu tiba-tiba ada naga remaja datang –”


“Sebesar itu kau bilang remaja? Yang benar saj –” Bobby segera menutup mulutnya


“Tadi kalian bilang tidak ada naga sama sekali, lalu sekarang bilang ada naga” kata ketua pusat, dia sudah tidak mempercayai guild tiger sama sekali, dia lebih percaya bukti mata naga asli tersebut, mata yang berkilauan seperti permata itu lebih dapat dipercaya dari pada ucapan mereka.


“Lanjutkan nak Lino...” pinta pemimpin asosiasi.


“Naga tersebut tiba-tiba menyerang, jadi mereka meninggalkanku dan memintaku untuk menahannya sebentar sementara mereka mencari bantuan, namun... kalaupun ada bantuan datang, aku tau aku tidak akan selamat, jadi aku berusaha kabur dari naga itu memasuki dungeon lebih dalam, kebetulan ada suatu ruangan yang penuh sulur-sulur tanaman berduri, aku tidak masuk, namun bersembunyi didekatnya, namun naga tersebut mengira aku


masuk, jadi dia masuk dan terjerat sulur berduri, dan aku memanfaatkan kesempatan iu untuk membunuhnya” cerita Lino lagi


“Tapi tidak mungkin kau bisa langsung membunuhnya! Kulitnya sangat keras, aku pernah baca di buku” bantah Joni


“Oh, kau juga membacanya, kalau begitu harusnya kau tau jika naga bisa langsung mati setelah ditusuk jantungnya kan? Aku harus menyayat kulit keras itu baru menusuk jantungnya, karena aku sudah sering membedah monster, aku lebih berpengalaman darimu” kata Lino.


Dengan ini mereka terdiam, tak bisa membantah Lino lagi.


“Jika bukti itu masih kurang, aku punya bukti lain, karena kadang ucapan saja masih belum kuat bukan?”


Lino mengeluarkan ponselnya, lalu memutar sebuah rekaman suara.


---0---


“Kita harus segera melapor pada asosiasi jika Lino sudah meninggal karena kecelakaan perburuan”


“Tapi itu akan berpengaruh pada guild kita, Tiger akan turun pamor”

__ADS_1


“Tapi tidak mungkin kita menutup-nutupi hal itu, lagipula ini salah mu karena kau menerima bocah rank F itu”


“Mau bagaimana lagi, aku kasihan padanya... dan lagipula kita mendapat bonus dari asosiasi karena sudah mau memasukkannya ke guild kita”


“Kalau begitu, keluarkan aku dari guild ini, jadi masalah selesai”


“Lino? Kau – bagaimana kau bisa kembali?”


“Bukankah kau sudah dimakan naga? Aku melihatnya sendiri!”


“Hahaha.. melihatnya sendiri? Apa aku salah dengar? Yang ada kau meninggalkanku disana dan lari seperti pengecut bukan? Bagaimana kau bisa tau aku dimakan naga hah?”


“Li – Lino tenangkan dirimu dan duduk dulu”


“Aku tidak mau basa-basi, aku serahkan semua core ini, beri aku gaji karena sudah ikut perburuan.. dan, karena core boss dungeon ada tiga jadi harusnya aku dapat bonus kan?”


“Apa-apaan itu? Aku yang mengalahkannya, harusnya aku yang dapat bonus, kenapa jadi kau yang –”


“Joni, kau meninggalkanku disana bersama naga, jika asosiasi tau... kau bisa mendapat denda bukan? Karena kau pemimpin perburuan itu – aku sudah memilih bungkam dan hanya meminta gajiku saja, tapi jika kau ingin kena


denda...”


“Lino, tunggu! Jangan laporkan, Sherli, ambilkan gaji Lino sekarang, dan juga bonusnya”


“Ku mohon jangan laporkan ya, karena hal itu akan berakibat buruk pada guild ini”


---0---


Mendengar rekaman itu wajah Rian dan Joni jadi pucat, mereka tidak bisa mengelak lagi, Bobby juga ikut terdiam.


“Dengan begini semuanya selesai kan?” tanya Lino


Bagas, pemimpin asosiasi dan ketua pusat tersenyum “Tentu saja nak Lino” jawab ketua pusat.


“Kami akan menghukum mereka dengan denda yang sesuai” kata pemimpin asosiasi


“Karena aku bukan orang jahat, bisakah  denda mereka dipotong setengahnya? Karena bagaimanapun jika mereka tidak meninggalkanku disana, aku tidak akan bisa mengalahkan naga, aku jadi tidak enak” Lino memasang wajah pura-pura peduli.


Joni dan Bobby yang tau itu hanya akting agar Lino terlihat sangat baik di mata ketua pusat dan pemimoinpun hanya berdecak malas, apalagi saat Lino mengatakan ‘Orang jahat’ dia sempat melirik Joni, Bobby dan Rian.


“Kamu baik sekali nak Lino, padahal mereka telah membahayakan nyawamu, kalian seharusnya bersyukur nak Lino sangat baik, dendanya akan ku potong setengah, jadi berapa Bagas?” kata pemimpin asosiasi


Setelah menghitung semuanya dengan kalkulator Bagas menjawab “Semuanya ada 4,5 miliar”


Lino berdecak kesal, ternyata dendanya sedikit jika dipotong, Lino pikir akan ada puluhan miliar! Tau begitu dia tidak perlu meminta potongan tadi, ah Lino bodoh.


Beda dengan reaksi Lino, wajah Rian, Joni dan Bobby makin pucat.


“It.. itu tidakkah terlalu banyak tuan?” tanya Rian


“Ini sudah dipotong setengahnya lho, ini sudah sangat ringan” kata Bagas


Tapi senyum Lino kembali melihat mereka berpikir denda itu sangat besar, masih untung mereka tidak di denda sembilan miliar, bersyukurlah kalian!

__ADS_1


Rian melirik kesal pada Lino.


“Aku akan pura-pura jika kalian tidak berusaha menculik adikku kemarin... ups! keceplosan” Lino


Rian dan Joni makin geram mendengarnya.


“Nak Lino serius?” tanya Bagas


“Iya, tapi tidak apa, karena adik saya punya teman yang menolongnya, saya sangat bersyukur..” kata Lino


“Denda di naikkan jadi 5 miliar, seharusnya kalian dipenjara karena hal itu, tapi untungnya nak Lino sangat baik” kata pemimpin asosiasi.


Lino tertawa dalam hati ‘nah, sekarang carilah uang sebanyak-banyaknya untuk menambal hutang kalian! Hahahaha – kalian semakin miskin sementara aku akan semakin kaya! Siapa suruh merendahkanku’


PUK


Lino terperanjat setelah merasa seseorang menepuk bahunya, ternyata Bagas, dia tersenyum pada Lino.


“Syukurlah kamu tidak bersalah Lino, harusnya mereka dihukum dengan berat, tapi kamu malah berbaik hati pada mereka” kata Bagas


Lino menggeleng sambil tersenyum kecil “Tidak apa, bagaimanapun juga mereka yang sudah membantuku saat aku susah dulu, hitung-hitung balas budi”


Yah, sekarang Lino melepaskan mereka dulu, tapi lihat saja jika mereka berani menyentuh Lino apalagi adiknya, dia tidak akan tinggal diam, Lino akan menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya! Lihat saja nanti.


“Kamu terlalu baik Lino” Bagas


“Ah, tidak juga tuan Bagas”


“Oh iya, kami ada permintaan untuk nak Lino”


Lino mengerutkan dahinya bingung “Permintaan apa itu tuan Bagas”


Bagaspun berdiri dari duduknya “Ayo ikut kami”


Sementara Rian, Joni dan Bobby di suruh pulang dengan tidak hormat, yang Lain lanjut pergi ke suatu tempat yang sebenarnya sudah tidak asing bagi Lino.


Tempat itu masih di lantai dua, ada sebuah bola kristal besar berada ditengah-tengah ruangan, bola itu disangga oleh meja panjang yang kokoh.


Dengan bola kristal itu, para pemburu yang dibangkitkan bisa melihat rank mereka.


Lino memiliki memori buruk tentang bola kristal itu, karena bola itu menempatkannya di rank F.


Eh tapi... Hanna bilang karena energi sihirnya meningkat, bisa saja rank nya juga meningkat.


“Nak Lino, kenalkan mereka ini adalah pemburu yang masih sekolah” kata Bagas, Lino menoleh pada mereka, dan dia terbengong melihat anak kembar teman Felly juga ada disana.


“Anak kembar ini Rank S lalu ini Randy, dia rank A... karena mereka masih terlalu muda, jadi tidak bisa terikat dengan guild dulu, karena itu, maukah Nak Lino membentuk guild bersama mereka?” tanya Bagas


“H – Hah? G – Guild?”


Linno tidak salah dengar kan?


.

__ADS_1


.


__ADS_2