Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Mencoba senjata baru


__ADS_3

.


.


BRUK


Sam membaringkan tubuhnya di rerumputan, nafasnya memburu karena terlalu lelah setelah mengikuti olah raga rutin yang Lino lakukan.


“Ish, segitu aja udah capek” kata Lino, dia duduk di sebelah Sam, tapi dari posisinya saat ini Sam tidak tau apa yang Lino lakukan, karena kepala Sam tepat menatap ke atas langit, melihat awan-awan putih diatas sana.


Tanpa Sam ketahui, Lino sudah memindahkan lokasi mereka ke tempat misi khusus yang Lino pilih, yaitu memberantas para goblin, tapi kali ini goblinnya lebih kuat lagi, yaitu hobgoblin.


Mengalahkan hobgoblin kali ini memiliki hadiah yang lebih besar, yaitu 4 juta koin. Selain itu raja hobgoblin memiliki pedang khusus sama seperti raja goblin, hanya saja raja hobgoblin memiliki lebih banyak harta yang biasanya disimpan dalam peti khusus.


Tentu saja Lino ingin mendapatkan semuanya.


Tapi kenapa Sam bisa ikut?


Tentu saja bisa, karena Lino telah mendaftarkannya di dalam misi khusus kali ini sebagai anggota party.


“Sam, ini untukmu..” Lino memberikan sebuah pistol, kali ini warna hitam dan ukurannya sedikit lebih besar dari pada pistol putih milik Lino.


Sam segera bangkit dari tidurannya lalu menerima pistol hitam tersebut, dia belum sadar jika lokasi mereka telah berpindah.


“Keren banget ini bang!” Sam menatap pistolnya dengan kagum, dia bahkan memegangnya dengan hati-hati krena takut rusak, senjata ini terlihat mahal baginya.


“Itu adalah pistol khusus untuk penyihir yang memiliki elemen api, untuk memakainya, kau harus memfokuskan sihirmu pada pistol, lalu tarik pelatuknya dan tembak, hampir sama dengan pistol putih kemarin” jelas Lino


“Keren banget!!”


“Nah, sekarang, ayo kita uji coba”


Sam menatap Lino tidak mengerti “Uji coba gimana sih, Bang?”


Lino menepuk bahu Sam lalu tersenyum kecil “coba lihat sekelilingmu Sam”


Sam menuruti Lino dan mengedarkan pandangannya pada sekitar, dia pun terkejut setelah menyadari dia sudah tidak berada di taman seperti sebelumnya.


“Bang! Ini di mana?” tanya Sam panik.


Tempat mereka saat ini seperti berada di tengah hutan belantara, mereka duduk di atas rerumputan halus.


Meski berada di tengah hutan cahaya matahari masuk dengan baik hingga tidak gelap sama sekali, malah suasana sangat sejuk, angin sepoi-sepoi pun berhembus perlahan.


“Ini bisa dibilang salah satu sihirku? Ini seperti simulasi game, dimana kita seperti berada dalam dungeon, kita harus membunuh semua monster, lalu rajanya, setelah itu kita menang dan dapat hadiah!”


“Hadiah?”


“Benar, aku akan memberikan setengahnya padamu, tapi kau harus melawan mereka semua” kata Lino, untungnya meski Sam masih cengeng, dia sama sekali tidak takut dengan monster, dia hanya takut dengan kecoa.


Aku bercanda, dia tidak takut kecoa.


“Mereka siap – ” Sam tidak dapat meneruskan ucapannya setelah melihat beberapa monster datang, bukan sembarang monster, tapi gerombolan hobgoblin, para goblin yang telah berevolusi.


Lino menepuk-nepuk bahu Sam “Berjuanglah Sam, untuk Rajanya, biar aku yang urus”


“Tap – BANG!!” teriak Sam panik, bagaimana tidak panik jika Lino meninggalkannya bersama gerombolan hobgoblin? Dia pun berusaha tenang dan menembaki mereka satu-satu dengan pistol barunya.

__ADS_1


Sementara itu Lino bergerak menuju Raja hobgoblin berada.


Peta yangada di layar sistem menunjukkan Raja tersebut berada di dalam gua, selain itu pasukan hobgoblin yang ditembaki Sam juga semakin berkurang.


Ternyata jika bersama seseorang jadi lebih cepat.


Lino sengaja mengajak Sam agar Sam bisa menguji pistol tersebut sebelum di gunakan langsung di dungeon sebenarnya, dan lagi karena Sam lebih lambat mengeluarkan sihir dari pada Luna.


Menurut Lino lebih banyak berlatih bagi Sam akan lebih baik.


“Disini kau rupanya” Lino telah berjalan cukup jauh ke dalam gua, dia menemukan suatu tempat yang berkilauan karena terdapat banyak peti harta. Hartanya tidak main-main, hobgoblin memang kaya meski hidupnya di dalam gua, hampir sama dengan naga yang suka mengumpulkan harta karun itu.


Oh iya, kalian ingat harta karun yang Lino rampas di dungeon pertama kali dia melawan naga? Itu adalah kumpulan harta yang naga itu kumpulkan.


Lino bisa melihat banyak harta yang dikumpulkan para hobgoblin adalah emas, bahkan ada emas batangan segala.


Sepertinya Lino juga suka mengumpulkan harta karun, padahal harta dari naga dulu belum dia apa-apakan, tapi rencananya akan ia jual saja.


Tepat setelah layar sistem menunjukkan jika semua pasukan hobgoblin telah dikalahkan Sam, Lino pun bergerak mendekati rajanya.


Dia sedang tidur, padahal pasukannya bertarung mati-matian, dia malah enak-enakan tidur, raja macam apa dia ini?


Dengan rantai di cincinnya, Lino menjerat raja hobgoblin hingga tidak dapat bergerak, Lino menariknya lalu menghempaskannya lagi ke lantai. Dia terlihat kesakitan, tapi Lino malah tertawa melihatnya.


Kemudian dia mengeluarkan pisau putih, pisau super tajam yang ia dapat dari putaran gacha.


Hampir sama dengan naga, cara membunuh hobgoblin dengan cepat adalah menghujam jantungnya, tapi bedanya, kulit hobgoblin tidak sekeras kulit naga.


CLEP


“Entah kenapa... aku merasa tidak ada tantangan, apa karena mereka hanya simulasi makanya bisa selemah ini? Atau ini hanya karena dia tadi tertidur? Hmm – mungkin aku hanya terlalu beruntung, atau... dia saja yang sial, hahaha!”


Raja hobgoblin hancur menjadi tiga core.


[SELAMAT!! Anda berhasil menjalankan misi khusus!]


[Hadiah 4.000.000 koin akan ditambahkan bersama dengan pedang, seluruh harta, dan core]


[Klaim semua hadiah] [Ya] [Tidak]


Tentu saja Lino memilih pilihan [Ya]


Setelah puas, Lino kembali keluar dari gua menemui Sam yang sudah terkapar di rerumputan, mungkin dia jadi tambah capek.


Lino mendekatinya dan berjongkok di depannya, Sam menutup mata dan nafasnya memburu.


“Kau capek?” tanya Lino


Sam membuka mata “Menurut abang gimana? Ya capek lah! Boss nya udah kalah?”


“Udah kok, ini kita udah balik ke taman yang tadi”


Mendengar itu Sam segera bangkit dari tidurannya, Lino benar, mereka sudah kembali di taman sebelumnya.


“Wah... tapi itu seru sih bang! Kapan-kapan lagi ya? Pistolnya juga bekerja dengan baik, lebih cepat daripada pake sihir biasa, aku suka!”


Lino tersenyum mendengarnya “Syukurlah,

__ADS_1


itu hadiah untukmu... dan hadiah untuk membantuku mengalahkan hobgoblin adalah uang, kecuali kalo kamu minta emas”


“Uang? Dari mana uang itu bang? Kok bisa? Ku pikir hadiahnya pistol ini”


Samudra... dia benar-benar masih bocah, tidak memikirkan keuntungan sama sekali, padahal mungkin jika Lino jadi Sam, Lino akan senang mendapatkan uang.


“Kau tidak mau uang? Tidak mau bergelimang harta begitu?” tanya Lino


Gelengan kepala dari Sam membuat Lino makin heran “Aku cukup dengan memiliki bang Lino yang sudah seperti kakak ipar – maksudku kakakku sendiri... jadi, bayar saja sesuai kemampuanku bang”


“Kalo gitu caranya, harusnya aku membayarmu satu triliun”


“Jangan becanda bang! Gajiku dan Luna dulu di asosiasi aja paling banyak cuma tiga miliar, itu jumlah keseluruhan selama satu tahun”


“Maksudmu kau tiga miliar Luna tiga miliar?”


Sam menggeleng lagi “Bukan, itu total punya kita berdua”


Lino ingin mengumpat mendengarnya, mereka keterlaluan sekali, padahal Joni yang cuma rank A saja sekali masuk dungeon bisa dapat sampai 500 jutaan.


Tapi Sam dan Luna yang rank S cuma dapat 3 miliar untuk dua anak dan itu hitungan total satu tahun gaji? Gila.


“Kau dan Luna tau jika kalian ditipu?”


“Meski kita tau, kita bisa apa bang? Tapi, kita pikir, pasti itu juga dipotong biaya sewa apartemen dan sekolah”


Lino jadi makin kesal mendengarnya, mentang-metang mereka masih anak-anak, mereka diperlakukan semena-mena. Padahal dari yang Lino dengar penghasilan rank S di guild-guild lain bisa sampai 1 miliar sekali masuk dungeon.


“Sekarang kalian sudah umur 17, sebentar lagi dewasa, sudah harus bisa membedakan yang mana ditipu dan bukan. Dan lagi, kalian juga harus bisa mengelola keuangan kalian sendiri”


Sam hanya mengangguk-angguk mengerti dengan petuah dari Lino.


“Aku akan kirim gaji kalian ke rekening kalian masing-masing, punyamu akan lebih banyak dari Luna karena pagi ini kau ikut masuk dungeon simulasi, meski ini latihan, tapi tentu saja kau dapat uang” kata Lino “Anggap saja itu reward latihan”


Lino tentu saja tidak mau menerima hadiah sendirian padahal misi khusus kali ini di bantu Sam, jadi Sam harus mendapat sebagian, tapi untuk pedang, core dan harta sepertinya tidak bisa dibagi dengan Sam.


Lino akan menggunakannya sebagai dana membangun guildnya.


Dia juga harus merekrut orang baru juga, banyak yang harus dia kerjakan, dan semuanya pasti butuh uang kan?


“Ini bang” Sam menyerahkan pistolnya kembali, Lino menatapnya tidak mengerti “Kenapa malah dibalikin sih? itu buat kamu”


“Kayaknya lebih aman kalo disimpen sama bang Lino deh, aku takut hilang, ini kan benda berharga, aku akan ambil jika butuh saja”


Mengingat bagaimana cerobohnya bocah satu ini, sepertinya itu benar juga.


“Baiklah, akan ku simpankan untukmu, aku akan mengembalikan jika kau butuh”


“Makasih bang Lino!”


“Ayo sekarang nyari sarapan, mau sarapan apa?”


“Gak tau.. oh! Itu ada warung jualan pecel bang! Ayo beli” Sam segera menyeret lengan Lino mendekati warung nasi pecel, warung yang cukup ramai pelanggan, tapi tidak seramai itu juga sih, ada lima orang yang mengantri, ditambah Sam dan Lino jadi tujuh.


.


.

__ADS_1


__ADS_2