
.
.
Di dalam gua tempatnya cukup indah, gua ini dipenuhi batu-batu kristal sihir warna-warni yang indah.
“Papa dulu kak Lino waktu bayi kayak gimana?” tanya Hanna.
Anggotanya Lino, seperti Hanna, Xia, Felly, Luna, Sam, Sky, Darko, Ara, bahkan Alpha ikut-ikutan memanggil Felix papa seperti Lino. Felixnya tidak masalah dia malah senang dipanggil seperti itu, mereka juga memanggil Lianna dengan sebutan mama, Jini dengan sebutan bunda (ini Jini yang minta sendiri). Kalau Chris dipanggil Daddy, Yue malah dipanggil kakak cantik.
“Pasti imut banget deh!” sahut Xia
“Tentu saja sangat imut! Pipinya dulu bulat, matanya besar, bibirnya mungil.. kata pertama yang Lino ucapkan adalah ‘pa’ waktu itu aku sangat terkejut, dia bisa bicara terlalu cepat.. pertumbuhan Lino juga sangat cepat. Dia lucu sekali, menempel terus padaku, dia akan merengek jika aku pergi...” Felix terus menceritakan tentang bayi Lino pada mereka.
Sementara Lino wajahnya sudah memerah hingga ke telinga karena malu, tapi dia juga penasaran dengan cerita masa bayinya dulu, karena itu dia diam saja.
Lorong gua yang mereka lewati juga masih panjang untuk sampai pada tujuan.
“... Kalian tau, Lino adalah bayi yang sangat beruntung, saat dia main-main pasir di pantai, tau-tau dia datang padaku dan menunjukkan kerang hasil temuannya, setelah dibuka kerang itu berisi beberapa mutiara” lanjut Felix, sementara itu Hanna, Darko, Xia, Sky dan Alpha mendengarkannya dengan antusias.
“Imutnya!!” Xia mencubit pipi Lino yang sudah besar.
“Aku sudah bukan bayi lagi” protes Lino
“Tidak apa, di mata papa kamu masih bayi kok Lino” Felix ikutan mencubit pipi Lino, lalu merangkul bahunya, Lino beberapa centi lebih pendek dari ayahnya, tapi kadang mereka terlihat sama saja.
Mereka juga terlihat seumuran.
Mereka sampai di sebuah tempat yang luas di dalam gua, tapi mereka tidak dapat memasuki gua itu karena terdapat halangan lagi, sebuah dinding es yang tebal.
“Apalagi ini?” keluh Lino
Belum juga mereka menemukan cara untuk menghilangkan dinding es, kawanan monster lebah datang menyerbu. Hanna, Sky, Darko dan Xia segera menumpas mereka dengan sihir, sementara Alpha melindungi Felix, lalu Lino mencari cara untuk membuka dinding es.
Ketemu!
Ada lubang berbentuk permata seperti bandul kalung milik Reina.
Lino mencoba untuk memasukkan kalungnya tapi tidak ada reaksi, jadi dia meloneh pada ayahnya dan Alpha berada.
“Papa!” Lino terkejut karena Alpha sudah tidak ada bersama ayahnya, lalu ayahnya hampir diserang oleh seekor lebah namun lebah itu tiba-tiba terjatuh begitu saja aat Lino berteriak.
Ternyata kawanan lebah makin banyak, jadi Alpha tidak punya cara lain selain ikut melawan bersama yang lainnya.
“Itu.. bagaimana papa melawannya?” tanya Lino, dia masih terkejut dengan apa yang tadi dia lihat.
Felix memperhatikan tangannya “Sepertinya aku masih punya skillku”
“Skill apa?” tanya Lino, mereka mengobrol sambil menembaki lebah yang datang menyerang mereka.
“Senjata khayalan, aku bisa menembak tapi yang ditembak, tidak mati.. hanya pingsan selama sepuluh menitan” kata Felix.
Lino tidak mengerti kenapa ayahnya punya skill aneh seperti itu, kemudian Lino memberikan pistol putihnya pada Felix “papa simpan ini, tapi sebelumnya papa buka dinding es dengan kalung permata”
Lino memberikan kalung permata itu pada Felix, sementara Lino ikut mengalahkan semua lebah yang datang mendekat.
Kalung permata berhasil dimasukkan.
__ADS_1
Perlahan-lahan dinding es tebal itu retak, retakannya semakin melebar dan melebar hingga perlahan-lahan hancur.
Mereka harus mundur sedikit jauh dari sana agar tidak terkena runtuhan es.
Semua monster lebah berhasil dikalahkan.
Dinding es juga hampir hancur, namun sesuatu yang tidak kasat mata tiba-tiba menyerang. Felix sangat familiar dengan perasaan ini, dia memberitahu Lino jika kemungkinan yang datang adalah dewa Ardez.
Karena itu, Lino segera memanggil Raja dan Ratu iblis, sesuai perjanjian... jika dewa datang menyerang Lino, maka Lino harus segera memanggil mereka berdua.
Sesuatu yang tak kasat mata tersebut perlahan menampakkan diri, dia dewa ardez, segera saja terjadi pertarungan sengit antara dewa dengan raja iblis yang dibantu oleh ratunya yang seorang pahlawan.
Sementara itu yang lain menyelinap untuk pergi ke sisi dinding es yang telah hancur untuk menemukan peri roh yang terkurung.
Yang pergi untuk mencari peri roh hanya Lino, Felix, Hanna, Xia dan Alpha. Sedangkan Sky dan Darko masih diluar sana untuk mengawasi ayah dan ibu mereka, mungkin saja mereka terpojok nantinya, jadi mereka bisa cepat membantu.
Dibali dinding es yang telah hancur ada ruangan yang gelap, mereka terus berjalan hingga menemukan beberapa sosok peri yang tertidur.
Felix mendekati salah satu yang dia ingat dengan jelas.
“Charlize..”
[Untuk membangunkan mereka, tiuplah peluit]
Peluit es kembali ditiup, para peri roh perlahan-lahan terbangun.
Tapi kemudian mereka tersentak mendengar teriakan Sky dan Darko dari luar ruangan, Lino segera berlari untuk kembali ke tempat sebelumnya.
Raja dan ratu berhasil dikalahkan, kini Sky dan Darko terikat rantai besi tidak bisa bergerak.
[Tidak bisa, kau masih terlalu lemah]
Perasaan Lino bercampur aduk mendengarnya, tentu saja dia masih lemah dibandingkan seorang dewa, tapi dia ingin melawan.
“Jadi ini anak manusia yang dipilih dewa penguasa untuk menandingiku? Hahaha konyol sekali, kau terlihat sangat lemah dan mudah untuk dilenyapkan” kata dewa itu
Setelahnya teriakan Sky dan Darko terdengar lagi, dewa mengeratkan rantai yang mengekang mereka.
Lino mengambil pistolnya lalu mengarahkannya pada dewa ardez “Lepaskan mereka..”
“Kau pikir bisa melukaiku dengan pistol kecil itu? Konyol seka –”
DOR
Lengan dewa tergores sedikit.
“Sialan!”
Dewa pun mendekat untuk menyerang Lino.
“TIDAK LINO!!” Lino bisa mendengar suara Felix memanggil namanya, tapi Lino yang ketakutan karena dia tau dewa jauh lebih kuat darinya sedang memejamkan kedua matanya. Dengan tangan gemetar Lino menembakkan pistolnya sembarangan hingga suara sesuatu terjatuh yang sangat keras membuatnya kembali membuka matanya.
Dewa yang tadi sudah tersungkur dan tidak sadarkan diri.
Ini sungguhan?
Lino yang tidak percaya menoleh pada beberapa peri roh, ternyata mereka ikut menyerang dewa bersama Lino. Karena diserang peri roh dan juga pistol dari Lino, maka dewa ardez yang sangat kuat berhasil dikalahkan.
__ADS_1
Memang kekuatan Lino tidak seberapa, jika tidak ada peri roh mungkin Lino sudah tidak selamat.. namun kekuatan peri roh cukup besar karena sesungguhnya mereka juga dewa dan dewi.. hanya saja tidak memiliki wilayah kekuasaan.
Felix datang untuk memeluk Lino.
“Lino.. aku tidak ingin kehilanganmu lagi..”
“Papa.. maafkan aku – aku sangat lemah”
Felix melonggarkan pelukannya lalu menggeleng “Kau tidak lemah, dengan kau berani melawan sesuatu yang lebih besar seperti tadi itu menandakan kau sangat kuat, papa bangga padamu... lagipula, kau bisa terus bertambah kuat seiring waktu”
Peri roh kemudian melakukan pemanggilan, mereka memanggil salah satu dewa yang dekat dengan dewa penguasa, yang bisa membantu untuk mengadili kejahatan yang dilakukan oleh dewa ardez.
Beberapa detik kemudian dewa Gabriel datang untuk membawa dewa Ardez.
“Terima kasih Lino sudah membantu, tanpa kamu dewa ardez tidak akan bisa ditangkap.. dengan ini dewa Ardez akan dicabut kekuasaannya dan akan diturunkan untuk dewa yang lain, yang lebih baik lagi” kata dewa Gabriel.
“Aku tidak banyak membantu..” gumam Lino
“Itu tidak benar, kau lah yang dipilih dewa penguasa untuk mengatasi ini dan kau telah menyelesaikannya dengan baik. Dengan ini aku memberikan kekuasaan Ardez untuk dewa yang baru, yaitu Diamond”
Seorang peri roh, atau dewi Diamond datang mendekat pada dewa Gabriel.
Dewi Diamond adalah ketua atau pemimpin dari para peri roh, karena dia lah yang paling kuat, maka dewa Gabriel membebankan kekuasaan Ardez untuknya.
Sebuah mahkota dewa Gabriel berikan untuk dewi Diamond, lambang jika penguasa Ardez telah berganti.
“Kami menantikan Ardez yang lebih makmur lagi di tanganmu Diamond, Lino juga bantulah dewi Diamond untuk mendamaikan dan memakmurkan Ardez ya?”
Lino tiba-tiba gugup diberi tugas seperti itu oleh dewa Gabriel “Ba.. baik..”
“Lalu Charlize.. karena dewa di bumi juga turut membantu kejahatan maka kekuasaannya pun dicabut – bagaimana jika kau yang menggantikannya?”
Seorang dewi yang cantik bernama Charlize maju untuk mendapatkan mahkota kekuasaan atas bumi.
“Kami juga menantikan bumi yang lebih makmur lagi, jadi sekarang kau bisa bersama orang yang kau kasihi.. tidak ada yang bisa memisahkan kalian lagi – kalau begitu, aku akan pergi untuk menghukum dia”
Dewa Gabriel pergi membawa mantan dewa Ardez untuk dihukumi.
Lino berharap, setelah ini dunia akan kembali damai.
Diamond menyembuhkan Raja dan Ratu iblis, juga Sky dan Darko yang terluka. Semua kerugian yang diakibatkan oleh mantan dewa Ardez kembali dipulihkan. Orangtua Dev juga kembali lagi, bencana besar juga telah menghilang.
Meski banyak perusahaan guild yang mengalami kerugian karena itu, tapi baik makhluk bumi maupun Ardez berbahagia. Tidak ada lagi ketakutan dan kegelisahan.
Semua telah kembali damai.
Lino.. dia juga menikmati waktu-waktu yang berharga bersama keluarganya, dia akan melindungi keluarganya dan tidak akan membiarkan mereka terluka.
.
.
.
.
END
__ADS_1