Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Rubah putih licik


__ADS_3

.


.


Sky memutar-mutar tombak barunya dengan satu tangan, meski dia penyihir, dia ini cukup ahli menggunakan berbagai senjata seperti pedang, panah, tombak, pistol... tapi karena Lino mendapat hadiah tombak angin untuk pemutaran tiket gacha yang dia dapat dari misi harian.


Hari ini Lino memilih untuk mengistirahatkan kegiatan guild setelah memasuki dungeon bawah laut dan juga dungeon serigala es kemarin. Terlalu banyak bekerja juga tidak baik.


Namun, mungkin karena perasaan Lino sedang kacau jadi dia ingin menghibur diri dengan memasuki dungeon simulasi di misi khusus. Yang ikut dengannya hanya Sky, Darko dan Xia saja. Hanna, Alpha dan Ara mulai mengolah panen mawar mereka kemarin untuk dijadikan minuman madu bunga bernama nexie. Lalu yang lain tentu saja sekolah.


Karena Lino memiliki dua tiket masuk dungeon misi khusus, jadi dia akan menggunakan satu tiket untuk hari ini... berarti dia akan masuk dua dungeon.


Dungeon pertama dia bisa memilih sendiri ingin melawan siapa.


Xia yang memilihkan untuk mereka, karena Lino butuh core tingkat tinggi, Xia menyarankan untuk melawan rubah putih.


“Kau yakin? Kau kan juga rubah” tanya Darko


“Sama seperti Alpha kemarin, rubah merah dan putih itu bermusuhan, beda lagi dengan rubah kuning... kami berteman dengan rubah kuning” kata Xia


“Rubah kuning itu biasanya muncul di dungeon B” sahut Sky


“Benar, mereka memang lemah, namun, mereka rubah yang ramah.. tidak licik seperti rubah putih” kata Xia


“Kau ingin balas dendam juga pada mereka?” tanya Lino


“Iya, untuk melihat apa kekuatanku cukup untuk melawan mereka, karena aku pikir aku harus lebih kuat dari mereka” jawab Xia.


Lino setuju untuk memasuki dungeon rubah putih, lalu mendaftarkan Sky, Darko dan Xia ke dalam partynya. Misi khusus seperti game yang ikut harus didaftarkan sebagai anggota party atau kelompok, tidak seperti misi tersembunyi yang tidak perlu didaftarkan segala.


Lino sempat melihat statusnya untuk sementara, karena sepertinya sudah bertambah banyak setelah memasuki dua dungeon asli kemarin.


...--*--...


...Nama: Marcelino Dirga...


...Umur: 19 tahun...


...Julukan: pembunuh naga, calon Raja...


...Level: 14...


...Energi Sihir: 9.890...


...Koin: 12.020.000...


...Pekerjaan: penjinak monster...


...--STATUS--...


...Kekuatan: 580/1000...


...Kecepatan: 550/1000...


...Kecerdasan: 510/1000...


...Penampilan: 520/1000...


...--*--...

__ADS_1


Jika selesai mengalahkan para rubah putih, koin Lino akan bertambah tiga juta koin. Tapi karena dia memiliki party, rasanya tidak adil jika Lino menikmati hasilnya sendiri, karena itu dia akan memberikan anggota yang ikut masuk dungeon simulasi masing-masing satu miliar rupiah. Memang itu hanya sedikit sekali jika dibandingkan tiga juta koin.


Tapi kan Lino juga sering membelikan sesuatu di toko sistem dengan koin itu, jadi bukankah sama saja?


Akhirnya merekapun memasuki dungeon.


Sepertinya mereka berada di atas perbukitan, rerumputan hijau tumbuh dengan lebat, banyak juga tanaman liar yang tumbuh dan beberapa dari tanaman itu juga telah berbunga.


Map di layar sistem menunjukkan ada sekitar 350 rubah sudah termasuk bossnya, mereka mulai bergerak datang untuk menyerang.


Sky memutar tombaknya lagi, dia sudah tidak sabar menggunakan tombak angin yang hanya dapat dipakai oleh seseorang yang memiliki sihir dengan elemen angin.


Ratusan rubah mengepung mereka, Darko menyebarkan asap hitam beracun pada mereka hingga banyak yang tumbang dan hanya meninggalkan core saja. Lalu sisa rubah yang masih hidup diserang oleh Sky dengan tombaknya, sedangkan Xia dan Lino berpencar mencari rubah lain yang sengaja bersembunyi.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk memusnahkan kawanan rubah putih, 349 rubah telah dikalahkan, tinggal bossnya.


Rubah putih yang paling besar berada di puncak bukit, Lino menjeratnya dengan rantai, dan tiba-tiba rubah tersebut berubah menjadi wanita cantik dengan gaun putih.


Ratu rubah tersebut menatap Lino dengan tatapan menggoda, berharap dengan begitu Lino akan luluh dan tidak jadi membunuhnya.


“Meski hanya simulasi, kau msih licik ya ternyata!” teriak Xia, kemudian dia mengambil pistol putih milik Lino dan menembak Ratu rubah itu hingga lenyap dan hanya tersisa empat core tingkat tinggi.


Dengan ini core yang telah Lino miliki sudah ada 52, tinggal 48 lagi untuk memenuhi persyaratan membuka gerbang ke wilayah iblis.


“Maff aku lancang master, habisnya dia ngeselin sih!” kata Xia.


“Tidak apa, terima kasih telah membantuku, jika tidak begitu mungkin aku sudah tidak tega padanya” kata Lino.


“Rubah putih itu licik! Jika master kasihan, nanti saat dilepaskan dia akan balik menyerang master”


Lino tertawa mendengar itu “Iya iya aku mengerti...”


Setelah itu Lino pun mendapatkan tiga juta koin, core rubah, dan juga satu tiket gacha.


Mereka sudah kembali ketempat semula, taman samping apartemen yang sepi. Sky segera duduk di rerumputan segera setelah mereka sampai taman lagi, lalu Darko ikut duduk di sebelahnya.


“Laper juga master” keluh Xia.


“Di depan sana ada yang jualan kebab tuh, aku penasaran deh” sahut Darko.


Mendengar itu Xia kembali menoleh pada Lino “Master...”


Lino pun mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan “Kalian belilah, coba beli semua varian biar tau semua rasanya”


Xia segera mengambil uang itu dengan ekspresi gembira “Beres!”


Sky kembali berdiri dari duduknya “Ayo aku ikut! Tapi.. ku rasa kita juga butuh minuman deh” kata Sky.


Lino menghela nafas lalu kembali memberikan satu lembar uang seratus ribu “Ini, aku beliin yang rasa matcha ya”


“Aku taro!” ucap Darko


“Beres! Ayo Xia” Sky dan Xia pun pergi membeli makanan dan minuman untuk mereka.


Lino ikut duduk di sebelah Darko.


“Apa corenya masih kurang?” tanya Darko, Lino mengangguk “Begitulah, kurang 48 lagi, sedangkan senjatanya masih kurang empat”


“Senjatanya mudah, tapi mencari corenya yang susah, karena harus yang tingkat tinggi” kata Darko

__ADS_1


“Benar, setelah makan, kita masuk lagi.. tapi kali ini kita tidak bisa memilih, karena memakai tiket masuk gratis”


“Jadi bisa saja rendah bisa juga lebih tinggi kan?” Darko


“Benar, tapi semoga saja tidak lebih dari tingkat A, aku tidak pernah melawan tingkat S” kata Lino.


“Tapi ku rasa kita pasti bisa, kan master juga sangat kuat” Darko


Lino tersenyum “Kau pikir aku kuat? Kau kan juga kuat... calon Raja Iblis juga”


Darko tersenyum pahit lalu menghela nafas berat “Aku sebenarnya tidak yakin tentang itu, aku tidak bisa membayangkan diriku menjadi seorang Raja, apalagi Raja Iblis”


“Kenapa tidak? Lagipula, kau punya empat saudara yang siap membantumu” Lino


“Tapi sepertinya mereka lebih tertarik untuk tetap tinggal di dunia ini kan?” Darko


“Hmm – kita lihat dulu situasinya nanti, siapa tau orangtua kalian bisa perngertian dan membebaskan kalian bukan? Dan belum tentu juga Raja Iblis yang sekarang – maksudku ayahmu, sudah ingin digantikan”


“Master benar juga... kita belum tau situasinya”


“Aku iri pada kalian karena paling tidak orangtua kalian masih hidup”


Darko kembali menoleh menatap Lino “benar,


aku pikir aku sudah tidak punya keluarga, ternyata keluargaku masih utuh meski tidak berada di dunia ini, aku bersyukur karena itu”


Perbincangan mereka kembali berlanjut hingga Xia dan Sky kembali membawa dua belas kebab dengan berbagai varian rasa dan juga empat minuman.


Rasanya seperti piknik saja.


“Tidak ada kembaliannya?” tanya Lino.


Kemudian Xia mengeluarkan sebungkus cilok daging “Ini kembaliannya master”


Lino hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak buahnya yang satu ini, hanya ada makanan di kepalanya.


Mereka pun makan semua makanan itu hingga habis, padahal satu orang punya jatah tiga kebab, tapi kenapa rasanya masih kurang ya?


Apa karena rasanya terlalu enak?


“Master...” Xia


“Tidak bisa, kita harus masuk dungeon dulu baru jajan lagi” putus Lino dengan tegas, jadi tidak ada pilihan lain bagi mereka selain masuk dungeon kembali.


Dan kali ini, mereka berada di hutan.


“Hutan elf?” guman Xia


“Elf? Tunggu! Bukankah itu – harusnya tingkat tinggi?” tanya Lino


Xia mengangguk “menurutku paling tidak ini harusnya dungeon tingkat S”


“Aku pernah masuk dungeon S dengan elf di dalamnya, kami semua pemburu rank S dan ada sekitar 20 orang, meski berhasil menakhlukkan dungeon itu, sepuluh di antara kami luka-luka, dua meninggal, dan aku yang termasuk delapan yang baik-baik saja” kata Sky.


“Apa kita akan selamat?” tanya Darko.


“Jangan khawatir, kita pasti selamat” kata Lino, meski dia berkata seperti itu, sebenarnya sedikit khawatir. Tapi jika keadaan mendesak, Lino bisa memanggil anggotanya yang lain seperti Sam, Luna, Hanna... semua yang sudah melakukan kontrak darah dengan Lino.


“Semua akan baik-baik saja, ayo bersiap-siap!” Lino.

__ADS_1


.


.


__ADS_2