
.
.
Perburuan di dalam laut membuat Lino mendapatkan enam core tingkat tinggi dari Raja dan Ratu. Pihak asosiasi memperbolehkan Lino untuk menyimpan semua core tingkat tinggi sendiri, mengingat dungeon bawah laut sangat berbahaya dan hampir tidak ada yang mau memasukinya.
Bukan hanya karena tingkatnya A saja, tapi susah untuk bernafas dalam air jika tidak ada salah seorang dari mereka yang dapat melakukan sihir air dengan baik. Karena itu, dungeon bawah laut sangat dihindari meski hanya tingkat B atau C.
Masih kurang banyak untuk mendapatkan 100 core tingkat tinggi. Karena itu, Lino berusaha mendapatkan informasi dungeon di kota-kota lain juga, tidak peduli dia harus membeli ijin untuk dapat memasukinya, Lino akan membelinya berapapun harganya.
Tapi sayang sekali hari ini pintu dungeon yang muncul hanya tingkat di bawah A di seluruh Indonesia.
Lino juga sedang meminta ijin pada asosiasi untuk membeli core tingkat tinggi, karena harganya yang sangat mahal dan karena memang core tingkat tinggi sangat dibutuhkan untuk beberapa keperluan berburu, Bagas mengatakan pada Lino, kalaupun nanti telah disetujui Lino hanya bisa membeli paling banyak sepuluh dalam dua bulan.
Sudahlah, untuk hari ini istirahat dulu, mereka juga harus punya jeda, tidak boleh dipaksakan bertarung terus-terusan.
Hari ini anak-anak sekolah, jadi Lino sudah memasak sarapan segera setelah menjalankan misi harian. Lino memasak tumis sayur, sambal goreng hati ayam, tempe goreng, ayam goreng... tidak lupa, ada peyek udang juga.
Apa kalian ada yang tidak tau peyek? Itu seperti.. eum – coba lihat google saja.
Lino membeli peyek tersebut di penjual sayur keliling yang kebetulan lewat saat Lino lari pagi, jadi Lino membeli peyek udang dan peyek ikan asin, selain itu Lino juga membeli onde-onde.
Sekarang onde-ondenya tinggal tiga biji saja, Lino membeli lima, yang dua sudah Lino makan.
Setelah masakan selesai, Lino melepas apron lalu mencuci tangannya.
“Kok ada onde-onde cuma tiga?”
Saat Lino berbalik dari westafel, sudah ada Felly, Sam, Luna, Randy dan Sky yang datang. Lalu yang bertanya tadi adalah Felly.
“Soalnya yang dua aku makan” sahut Lino.
Felly berdiri lagi sambil membawa piring onde-onde itu.
“Lho mau dibawa kemana? Aku minta!”protes Sky
“Mau dipanasin di microwave” jawab Felly, dia pun memasukkan piring itu ke dalam microwave “Randy mau onde-ondenya?” lanjut Felly.
“Mau!” jawab Randy cepat.
“Lho, kok cuma dia yang ditawarin?” protes Sky lagi.
“Kok kamu makin cerewet sih akhir-akhir ini?” sahut Luna.
“Ketularan master Lino” jawab Sky asal
“Heh, enak aja!” Lino
Setelahnya anggota yang lain bangun dan mereka sarapan bersama, yang belum bangun hanya Hanna dan Ara. Lino tidak tau kenapa mereka tumben tidak mau bangun. Apa janga-jangan semalam mereka begadang?
Entahlah, biarkan saja dulu untuk sementara, karena Lino akan mengantar anak-anak sekolah dengan mobil van, Sky juga ikut mengantar mereka.
“Master..” panggilan Sky membuyarkan lamunan Lino, dia segera menoleh pada Sky. Mereka masih ada di depan sekolah, anak-anak sekolah baru saja turun dari mobil, Sky memanggil Lino karena tiba-tiba Lino bengong.
“Kenapa?”
“Master banyak pikiran ya?”
“Bisakah kau tidak memanggilku master?”
__ADS_1
“Tidak”
Lino berdecak kesal mendengar jawaban Sky yang seenaknya sendiri itu.
“Hari ini kita ngapain?” tanya Sky lagi.
“Kita akan memanen bunga mawar di kebun, untuk dijadikan minuman itu.. nexie” jawab Lino, dia mulai kembali menjalankan mobilnya menjauh dari depan sekolah.
“Minuman itu asalnya dari madu bunga?” Sky
“Iya, itu bukan mawar sembarangan, kami dapat bijinya dari kerajaan peri bunga, kelopak mawarnya bisa dikeringkan dan diseduh menjadi teh, tidak perlu diberi gula sudah manis” kata Lino, malah membuat Sky makin penasaran dengan bunga mawarnya.
“Aku jadi penasaran – mengingat kebunnya luas sekali, apa itu akan dijadikan bisnis?Mungkin kalian ingin menjual nexie atau membuat teh mawar” tanya Sky
Lino mengangguk pelan “Hmm, aku berencana seperti itu, karena kita akan segera menghentikan bencana ini, jadi aku harus mengumpulkan banyak uang untuk kita hidup selanjutnya, kita juga harus memikirkan ide bisnis juga”
“Benar, jika bencana ini berhenti kita – tunggu, bukankah kita akan pergi menemui orangtuaku, maksudku Raja iblis? Bukankah itu berarti kita akan tinggal disana?”
Lino melirik Sky sebentar sebelum menjawab “Kita memang akan kesana, untuk kalian berlima akan tetap disana itu kan keputusan orangtua kalian, kalau aku sih bisa bolak-balik dunia sana dengan dunia ini, aku punya gerbang”
“Memang semua sihirmu itu tidak akan hilang jika ini semua berakhir?”
Lino menggeleng “Menurut buku, itu akan tetap melekat padaku, kalau pun hilang juga tidak masalah, karenanya, aku siap-siap untuk memikirkan ide bisnis yang lain”
“Ku pikir kau akan tinggal di dunia peri – maksudku kerajaan peri, kau akan menjadi Raja karena sudah menikah dengan Hanna kan?”
“Benar, tapi jika aku bisa kembali, aku lebih memilih untuk bolak-balik saja, ku rasa itu lebih menyenangkan”
“Karena kak Darko yang akan menjadi Raja Iblis selanjutnya, ku rasa aku pasti boleh pergi” kata Sky
“Ku rasa juga begitu, tapi kita tidak tau bagaimana orangtuamu kan? jangan lupa dia raja Iblis, jangan meremehkannya”
“Tapi itukan dewa yang bawahan, bukan dewa tunggal yang paling berkuasa, ku rasa tidak aneh jika dia bisa dikalahkan Raja Iblis”
Sky tidak membalas Lino lagi, mungkin otaknya lelah hanya memikirkan semua itu, terlalu rumit memang.
Setelah sampai di apartemen, Lino segera memasuki kamar untuk melihat apakah Hanna sudah bangun atau tidak.
Benar saja, Hanna masih tertidur pulas, menggelung tubuhnya dengan selimut tebal.
Lino duduk di samping Hanna, lalu mengguncang tubuhnya pelan “Hanna.. ayo bangun”
“Hmmm...” Hanna hanya menggumam untuk
menjawab Lino, Lino ikut berbaring menelusup ikut masuk ke dalam selimut..
“Hmm.. master..”
“Kau tidak mau bangun sih”
Hanna terkekeh sebentar lalu mendekat pada Lino, memeluknya erat seperti guling.
“Ayo bangun, kamu gak mau sarapan?”
“Sarapan apa?”
“Udah habis sih”
Mendengar itu sontak Hanna membuka matanya, menatap Lino tidak percaya “Kok habis?”
__ADS_1
“Kamu pikir bocah-bocah itu tidak akan menghabiskan semua makanan? Xia dan Darko menghabiskan semuanya” kata Lino.
Mata Hanna berkaca-kaca, seperti mau menangis, Lino bukannya iba malah terkekeh geli.
“Master!!”
“Hahaha habisnya... kamu lucu kalo mau nagis gitu, kan gemes..” Lino mencubiti pipi Hanna “Tenang aja, aku bakal masakin lagi, kamu mau makan apa?”
“Mau makan master”
“Ish, kok masih ngambek sih?” Lino memencet hidung Hanna gemas.
“Mau cumi.. tapi yang pedes” kata Hanna
“Cumi? Boleh juga, Ara juga belum bangun, lebih baik kau bangun dan cuci muka dulu, aku akan membangunkan Ara lalu masak” kata Lino, dia sudah duduk dan menyibak selimut yang menutupi dirinya dan Hanna.
Sebelum ke kamar mandi, Hanna sempat mengecup pipi Lino sebentar.
Karena hanya ada empat kamar di apartemen ini, jadi pembangiannya ada Lino dan Hanna, Felly dan Xia... mereka menempati kamar yang besar. Lalu kamar yang kecil ada Alpha, yang satu lagi Ara.
Kalau Darko ada di apartemen Sam dan Luna, tidur dengan Sky di salah satu kamar yang besar, kamar besar lain di apartemen itu ditempati Luna, jadi dua kamar kecil lain di tempati Sam dan Randy.
Lino memasuki kamar Ara.
Kamar Ara agar berbeda ya, karena bukan ranjang yang ada di dalamnya, ranjangnya di ganti dengan bak mandi besar berisi air. Di dalam bak mandi besar ada kasur air yang dibuat menggunakan sihir, kalau disentuh rasanya empuk dan kenyal.
Aneh bin ajaib pokoknya, Lino saja masih kagum dengan tempat tidur Ara.
Oh iya, ranjang asli yang harusnya berada di kamar itu sudah ke keluarkan dan kini ada di ruang tengah.
Lino berjongkok di depan ranjang Ara, karena Ara berada dalam air, tentu saja dia berubah menjadi duyung kembali.
Mutiara sangat cantik, dia memiliki rambut berwarna biru dengan mata yang juga berwarna biru, kulitnya putih pucat dan berkilauan. Dia memiliki ekor ikan yang berwarna biru muda, ada kilauan yang cantik di setiap sisiknya.
Menurut Hanna, sisik duyung jika lepas akan awet dan berkilau dengan indah, biasanya dijadikan hiasan atau aksesories, karena duyung sisiknya sering berganti seiring dengan pertumbuhan.
Karena iseng, Lino mencelupkan tangannya ke air, lalu menyentuh ekor ikan milik Ara, rasanya lembut dan licin... sisiknya juga sedikit tajam, mungkin kalau tidak hati-hati Lino akan terluka.
“Mmmhh”
Mendengar suara Ara, Lino segera menarik tangannya, namun sial, jarinya malah tergores sisiknya.
“Ssshh – berdarah lagi”
“Master?”
Lino menoleh pada Ara yang sudah membuka matanya.
“Kenapa master disini?”
“Aku ingin membangunkanmu”
“Jari master kenapa?” Ara meraih tangan Lino, menatap jarinya yang berdarah.
“Ini gak apa-apa kok, nanti juga sembuh sendi –”
Lino berhenti berkata saat tiba-tiba Ara mengecup jarinya, kemudian sebuah cahaya biru toska muncul menutupi bagian jari yang terluka. Saat cahaya itu perlahan hilang, luka dan darah Lino juga turut menghilang.
.
__ADS_1
.