Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Calon raja iblis?


__ADS_3

.


.


Karena akhir-akhir ini pintu dungeon yang muncul hanya pintu tingkat B, C atau D jadi Lino tidak berniat untuk mengambil ijin memasuki pintu itu, dia hanya pergi ke kantor guildnya untuk membaca buku sihir, karena Lino punya banyak buku yang harus dilihat juga.


Kalau saja dia bukan ketua guild dia tidak akan pergi ke kantor, masalahnya banyak orang datang untuk melamar menjadi pemburu di guild milik Lino.


Dan juga... Lino belum menemukan nama yang bagus untuk guildnya, lebih baik nama apa ya? Pihak asosiasi sebenarnya sudah menyarankan Lino untuk segera memilih nama, mereka juga menyarankan berbagai nama. Tapi Lino tidak merasa cocok dengan semua nama itu, dia juga meminta pendapat anggotanya, dan semuanya tidak merasa cocok.


Biasalah anak remaja jaman sekarang pilih-pilih, apalagi untuk nama yang penting, katanya harus kerenlah ini lah itu lah.


Lino tidak sendiri di kantor, dia bersama Darko yang juga sedang serius mempelajari buku panduan berbagai jenis monster.


Kebetulan, buku yang Lino baca sedang menjelaskan sedikit dari sihir hitam. Itu bukanlah buku sihir yang Lino beli melainkan buku sihir yang Lino dapat dari peti harta karun para hantu.


Ngomong-ngomong harta karun, haruskah Lino menjual semua perhiasan itu? Ada banyak emas, berlian, perak, batu-batu perhiasan yang masih mentah.


Kembali dengan sihir hitam, menurut buku, sihir hitam hanya bisa dimiliki oleh iblis tingkat tinggi, atau raja klan tertentu. Disana juga dijelaskan, selain bangsa Iblis, ada bangsa lain yang juga dapat memiliki sihir hitam, meski tidak akan sekuat bangsa Iblis.


Misalnya srigala, singa, harimau, dark elf... dan lain-lain.


Karena sihir juga dibagi menurut elemen, yaitu cahaya, kegelapan, air, api, angin dan tanah. Selein kegelapan, elemen sihir lain bisa membaur dengan baik. Hanya kegelapan yang sendiri, karena itu kegelapan bisa menjadi sangat kuat.


Makin tinggi tingkatan iblis, makin besar pula energi sihir mereka, bahkan jika sudah melebihi kapasitas diri sihir tersebut akan keluar dan bisa menghancurkan elemen yang lain, jadi harus segera dihentikan.


Untuk menghentikan kelebihan energi dari seorang iblis, harus diserap oleh iblis lain yang lebih kuat, atau bisa juga dengan sihir tertentu.


“Hmm... mungkin, aku yang bisa menyerap energi sihir Darko masuk ke sihir tertentu, ya kali aku iblis – eh tapi.. punya Darko sebanyak itu apa dia masuk bangsa Iblis?” gumam Lino, kemudian dia melirik pada Darko yang masih serius membaca sambil duduk di atas sofa.


Lagi-lagi itu masih misteri, Lino harus menemukan kristal langit dan matahari.


Lino lanjut membaca bukunya.


Biasanya iblis yang bisa kelebihan energi sihir adalah salah satu calon Raja Iblis – “HAAAHH???!!” mata Lino yang besar itu makin besar saat melotot, dia menatap tidak percaya tulisan di buku sihirnya.


Tulisan itu bukanlah huruf roman, kanji, hangul atau huruf-huruf lain yang biasa terdapat di bumi, tapi huruf tidak dikenal yang hanya bisa dibaca oleh bangsa monster seperti Hanna, Alpha, Xia. Karena Lino sudah mendapat sebagian kekuatan dari ayahnya Hanna, makanya Lino bisa membacanya.


“Master kenapa?!” Darko yang kaget karena teriakan Lino buru-buru menutup bukunya lalu menghampiri Lino, menatap Lino yang juga menatapnya dengan raut kebingungan.


Lino menggeleng pelan setelah sadar dari lamunannya “Ti.. tidak, tulisan di buku ini mengejutkanku – aku butuh udara segar, jam berapa ini?”


Darko mendongak menatap jam yang tertempel di dinding “Baru jam sepuluh lebih”


Lino menandai bacaannya lalu menutup buku itu, “Ayo kita pergi saja, eum – ku rasa rambutmu sudah terlalu panjang, lebih baik kita memotongnya, ayo!”

__ADS_1


Meski bingung, akhirnya Darko menurut saja dan mengikuti Lino untuk keluar dari kantor mereka. Lagipula memang rambut Darko sudah lebih panjang, bahkan poninya kadang menutupi matanya, sudah saatnya dipotong.


“Ada tempat potong rambut yang bagus di dekat sini, tenang saja, aku yang bayarkan nanti sekalian beli makan siang juga” kata Lino.


“Master, kenapa Hanna, Alpha dan Xia gak ikut? Aku pikir Alpha dan Xia akan didaftarkan ke asosiasi” tanya Darko.


Mereka berangkat ke tempat potong rambut sambil jalan kaki, karena tempatnya juga dekat. Di sekitar gedung itu ada beberapa toko, jadi disana cukup lengkap, apalagi juga dekat dengan salah satu sekolah SMA dan SMP juga salah satu Universitas.


“Jangan dulu, nanti saja – lagipula aku belum berniat untuk memasuki pintu dungeon”


“Kenapa? Padahal aku ingin segera masuk lagi”


“Nanti saja kalau ada dungeon tingkat A atau S, karena saat ini belum ada, kalau kita memaksa memasuki dungeon tingkat B, C atau D kita bisa diprotes.. apalagi semua sudah tau jika anggota kita kebanyakan rank A dan S, kita beri kesempatan pada guild kecil juga”


Darko mengangguk-angguk mengerti.


Mungkin karena kaki mereka panjang, jadi cepat sekali turun dari gedung hingga ke tempat tujuan hanya tujuh menit. Tempat potong rambut ini memang tidak terlalu besar, tapi sangat terkenal karena tukang cukurnya sudah profesional. Tukang cukurnya laki-laki, tapi benar-benar laki-laki, malah memiliki tato juga di lengannya.


Agak serem sih.


Lino menunggu Darko selesai sambil merenungi bacaannya tadi.


Hanna dan Xia berbeda dengan Alpha, karena Alpha adalah Raja srigala, jadi dia memiliki sihir hitam yang cukup kuat. Kalau Hanna dan Xia bukanlah kegelapan sebegai elemen sihirnya, tapi ikut dengan elemen cahaya. Apalagi Hanna adalah peri bunga, jelas dia membutuhkan cahaya.


Lalu Hanna melanjutkan jika Lino memiliki energi sihir cahaya saat ini, karena itu energi sihirnya berwarna putih kekuningan, warna cahaya.


Akan tetapi, Hanna tidak bisa mengerti dengan warna dari energi sihir Luna, Sam dan Felly. Terutama Felly, kenapa manusia biasa memiliki warna energi sihir segala?


Karena manusia biasa tidak memiliki warna, seperti Randy, transparan.


Lino jadi kepikiran... kenapa Felly memiliki energi sihir berwarna orange?


Apa.. Felly itu kristal matahari?


Sepertinya tidak mungkin kan? Felly beda dengan Sam dan Luna yang sudah seperti itu sejak lahir, sedangkan Felly hanya manusia bisa, malah dia sangat lemah dan cengeng... dan manja.


Lalu... tentang Darko yang bisa jadi calon Raja Iblis...


Astaga, mengerikan sekali, kenapa tiba-tiba ada Raja Iblis?


Bangsa Iblis itu juga memiliki berbagai tingkatan, ada yang setingkat goblin sampai yang lebih kuat dari naga, kalau Raja Iblis tentu saja yang lebih kuat dari naga.


Kalau calon... paling tidak setara dengan naga lah.


Tanpa terasa, Darko sudah selesai memotong rambut, kini dia makin tampan dan wajahnya lebih terlihat, sudah tidak sesuram dulu.

__ADS_1


Setelah Lino membayar, merekapun pergi.


“Kau mau makan apa?” tanya Lino


Darko mengedarkan pandangannya pada beberapa rumah makan sampai cafe yang ada disana, dia jadi bingung karena banyak sekali yang menjual makanan.


“Ada warung mie ayam tuh, suka mie ayam?” tanya Lino sambil menunjuk warung mie ayam yang cukup ramai, tempatnya juga cukup luas, jadi muat banyak pelanggan.


“Boleh juga, aku udah lama gak makan mie ayam” kata Darko


“Kapan terakhir makan mie ayam emang?” tanya Lino, mereka sudah berjalan menuju warung mie ayam tersebut.


“Dulu, sebelum pindah ke luar negri, aku pernah mencoba beli mie ayam sepulang sekolah, kalau tidak salah saat itu aku masih SD, aku di tempatkan di asosiasi Jogja waktu itu”


“Berarti mie ayam Jogja ya... sekarang kita coba mie ayam Malang”


Untungnya saat mereka masuk pelanggan tidak seramai sebelumnya, jadi mereka duduk di kursi kosong.


“Lho, mbak Suci?”


Perempuan yang Lino panggil mendekat, dia tersenyum lebar melihat Lino disana “Ya ampun Lino... kamu udah pindah dan berhenti kerja di mini market gak bilang-bilang!”


Lino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia jadi merasa bersalah karena pindah begitu saja tanpa memberitahu Suci, habis semuanya serba mendadak juga, lalu Lino kelupaan dengannya.


“Maaf mbak, aku sibuk banget, hehe” padahal bukan sibuk, tapi emang pada dasarnya dia Lupa.


“Karena kamu pindah, aku juga berhenti – eh, bentar dulu, aku bikinin pesenan kalian dulu, mau pesen apa?” tanya Suci


“Mie ayam, pake ceker ya mbak” kata Lino


“Aku juga...” sahut Darko


“Minumnya?” tanya Suci lagi


Lino menoleh pada Darko “Mau minum apa?”


Darko berpikir sambil melihat menu minuman yang tersedia, ada es teh, teh hangat, kopi, ada juga es jeruk... “Aku es jeruk aja” putus Darko


“Mie ayam dua es jeruk dua” kata Lino


“Oke! Tunggu bentar ya” Suci pun kembali untuk membuatkan pesanan Lino dan Darko.


.


.

__ADS_1


__ADS_2