Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Kristal biru, Angkasa


__ADS_3

.


.


Setelah pesanan Lino dan Darko siap, Suci mengantarkannya pada mereka. Mumpung pelanggan tidak terlalu banyak, dia juga menamani Lino makan sambil mengobrol.


Suci bercerita jika dia sedang dalam proses cerai dengan suaminya, karena suaminya yang kerjanya tidak jelas itu malah ketahuan selingkuh di belakangnya.


“Tentu saja orangtuaku marah, dia sudah tidak bertanggung jawab, kerjanya tidak jelas dan malah aku yang harus kerja keras untuk mencari uang, eh seenaknya dia selingkuh. Karena itu sekarang kami dalam proses cerai” cerita Suci.


“Sayang sekali, padahal baru satu tahun lebih kalian menikah” komentar Lino.


“Iya sih.. memang ya, kalo nikah cuma modal cinta itu gak akan bertahan lama, aku yang bodoh bisa-bisanya mau aja nikah sama orang modelan gitu – harusnya aku nikah sama kamu aja ya No”


“Uhuk uhuk” Lino keselek kuah mie ayam, Suci malah menertawainya, Darko juga diam-diam tertawa dalam hati, dalam hati aja... takut dia sama Lino.


“Hahaha becanda No, gitu aja baper – tapi kalo kamu mau sama janda juga gak apa-apa sih, biasanya janda lebih menggoda kan” goda Suci lagi, tapi dia hanya bercanda, dia hanya menganggap Lino seperti adiknya sendiri.


“Terus, kenapa mbak Suci juga ikut berhenti dari mini market?” tanya Lino lagi setelah sudah tidak tersedak.


“Aku sama sepupu-sepupuku sepakat buka warung ini bersama, tempat ini juga tempatnya bibiku, terus mereka itu –” Suci menunjuk beberapa perempuan yang juga bekerja dengan Suci “Itu sepupuku, kalo kamu naksir salah satu bilang aja, masih jomblo semua kok”


“Aku udah punya pacar kok mbak”


Suci terlihat terkejut “Serius? Kamu yang jomblo dari lahir tiba-tiba bisa punya pacar... dia bukannya naksir kamu karena kamu mendadak kaya kan?”


Lino terkekeh mendengar ucapan Suci “Haha


bukan kok, malah bisa dibilang, dia yang membantuku untuk bisa menjadi kayak sekarang”


Suci mengangguk-angguk pura-pura mengerti, orang awam seperti dia tidak begitu mengerti tentang kerja para pemburu, dia hanya taunya Lino tiba-tiba ranknya tinggi terus banyak uangnya, dan punya guild sendiri, hanya begitu saja.


“Emang pasangan tuh nyari yang begitu, nerima saat kita masih di bawah, lalu saling bantu satu sama lain – tapi, pacar kamu yang mana emang? Bukannya anggota kamu kebanyakan cowok ya?” tanya Suci, saat dia bertanya seperti itu, dia juga melirik Darko yang sibuk makan mie ayamnya.


“Ada yang cewek tau mbak” sahut Lino


“Yang rambutnya putih itu? Aku liat di internet, cantik ya dia... wajah sama namanya cocok banget” kata Suci


“Maksudnya mbak?” tanya Lino tidak mengerti.


“Namanya Safaluna Kan? itu artinya rembulan yang tenang, kan cocok banget sama wajahnya yang adem dan kalem gitu” komentar Suci.


Lino juga setuju sih, Luna memang auranya terlihat tenang dan damai. Padahal jika sudah menggoda Lino malah jadi agresif – ah, Lino kamu mikirin apa sih! Sadar!


“Udah mau abis tuh, pesen lagi?” tanya Suci setelah mangkuk Darko hampir kosong, padahal Lino masih habis setengahnya, maklum sih, ada Suci yang mengajak Lino mengobrol, jadi Lino lama makannya.


“Aku udah kenyang kak” kata Darko

__ADS_1


“Dia anggota baru ya? Ganteng banget, kalo belum punya pacar, itu sepupuku siap menampung” kata Suci lagi, Darko hanya tersenyum saja, bingung mau menanggapi bagaimana.


“Jangan nargetin Darko juga dong, dia baru dateng dari luar negri” sahut Lino.


“Luar negrinya sebelah mana?” Suci


“Di Kediri itu terus aja ke utara, nanti sampe sendiri – aku pesen lagi dong mie ayamnya, tiga, dibungkus, kuahnya disendirin ya jangan dicampur” Lino


“Beres boss! Kita juga punya bakso, gak pesen bakso juga?” tawar Suci


Setelah Lino pikir-pikir... Hanna dan Xia butuh banyak makan, kalau tidak nanti tiba-tiba mereka makan Sam, bisa gawat.


“Pesen bakso juga deh – Darko gak kurang?” Tanya Lino, Darko hanya menggeleng “Udah deh, soalnya aku mau beli corndog juga”


“Tambah baksonya dua porsi aja” Lino


“Siap boss!” Suci.


Hari ini Hanna, Alpha dan Xia tidak ikut ke kantor karena mereka mengurusi kebun milik Hanna. Mereka menanam banyak sekali bunga-bunga dan juga buah dengan benih yang Hanna bawa dari kerajaannya.


Hanna bilang, beberapa hari lagi mawar yang ia tanam bisa berbuah, jadi mereka bisa panen dan membuat minuman nexie, yaitu minuman yang terbuat dari madu bunga.


Setelah pesanan mereka selesai, mereka juga mampir untuk membeli corndong, dan minuman dingin juga, maklum cuaca sedang panas-panasnya, mengingat saat itu tengah hari. Lino bahkan membeli tiga minuman untuk ditaruh di kulkas juga.


Di kantornya ada kulkas, tapi belum ada isinya. Mungkin Lino harus membeli beberapa camilan dan minuman untuk mengisi kulkasnya.


Saat Lino akan kembali ke kantor, tiba-tiba ada pesan dari Luna, dia mengirimkan indentitas seseorang padanya. Dengan hanya membaca identitasnya saja, Lino sudah yakin dia memang kristal langit, atau kristal biru. Apalagi setelah Luna mengirimkan fotonya.


Namanya Angkasa, tapi setelah dia dipindahkan ke Tokyo, Jepang, dia dipanggil Sky. Dia pindah ke Jepang sejak umur sepuluh tahun, dia ini telah mencetak banyak prestasi di Jepang sana, tentu saja dengan menjadi pemburu.


Namun dari info yang Luna berikan, Sky tiba-tiba memilih untuk kembali lagi ke Indonesia.


Itu artinya, Lino tidak perlu jauh-jauh ke Jepang untuk menemuinya, syukurlah.


Untuk penampilan, di fotonya sih Sky terlihat tampan, dengan rambut yang juga perak seperti Luna, namun matanya biru. Dia memiliki kulit putih, tapi tidak sampai seputih dan sepucat Luna.


Malah... Sky bisa dijadikan kembar tiga bersama dengan Sam dan Luna.


Karena mereka mirip satu sama lain, umur juga sama.


Tapi setelah Lino pikir-pikir, antara Sam, Luna, Darko, Sky dan Felly... mereka mirip satu sama lain.


Tapi apa Felly memang kristal matahari?


Lino tidak mau percaya, Felly itu adiknya, dan tidak memiliki sihir apapun kok, dia beda dengan Sam, Luna, Sky atau Darko yang sudah seperti itu sejak lahir.


Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya, yaitu dengan mengambil sebagian rambutnya.

__ADS_1


Tapi... Lino tidak siap untuk menerima jika Felly memang benar kristal matahari.


“Master?” panggil Hanna, Lino menoleh padanya dan tersenyum kecil.


“Kenapa?”


Hanna menggeleng “Tidak, harusnya aku yang bertanya begitu, master kenapa diam saja? Ada masalah?”


“Bukan, aku hanya sedang berpikir, lanjutkan saja makannya, aku akan kembali ke kantor”


Lino kembali mengantongi sakunya, lalu berteleportasi kembali ke kantor.


Dan betapa terkejutnya Lino setelah sampai kantor.


Karena Darko tidak sendirian, ada seseorang bersamanya.


Darko menghampiri Lino “Master! Ada seorang


pemburu yang ingin bergabung dengan kita, dia rank S pindahan dari Jepang – master?”


Lino tersadar dari lamunannya “eh? Oh, eum – silahkan duduk, namamu siapa?” Lino dan Darko duduk di sofa dan pemuda tampan itu duduk di depan mereka.


Dia memasang senyuman tampan, terkesan tenang, dingin namun juga ramah di saat bersamaan.


“Namaku Angkasa, panggil saja Sky”


Dilihat dari dekat begini, Sky benar-benar seperti kembaran Sam dan Luna yang terpisah. Dia juga sama tingginya dengan Sam.


Apa jangan-jangan mereka sebenarnya memang kembar ya? Karena orangtua dan kerabat tidak diketahui, itu mungkin saja bukan?


Tapi kenapa asosiasi memilih untuk memisahkan mereka ya?


Tapi... di mimpi Lino, kristal merah dan putih memang bersama-sama, namun kristal hitam, biru dan jingga atau orange terpisah.


Apa mimpi Lino itu memang petunjuk ya?


“Master...” bisik Darko, saat tiba-tiba Lino kembali melamun.


“Hmm? Oh – eum.. bukankah kau memiliki banyak prestasi di Jepang? Kenapa tiba-tiba memilih kemari, terlebih... ke guildku?” tanya Lino


Sky tersenyum mendengar pertanyaan itu, dan jawaban Sky selanjutnya malah membuat Lino makin tidak mengerti.


“Aku melihat berita di internet, anda yang melawan naga dan membawa mata dan taringnya bukan? Tidak hanya di negara ini, negara lain juga heboh karena itu, dan setelah saya cari cari informasinya, saya melihat yang lain ada disini, jadi kenapa saya tidak ikut bergabung juga” jawab Sky.


“Maksudmu dengan yang lain itu apa?”


.

__ADS_1


.


__ADS_2