Sistem Pemburu: Penjinak Monster

Sistem Pemburu: Penjinak Monster
Menyelamatkan gadis dari naga


__ADS_3

.


.


Pagi ini Lino hanya bergelung di ranjangnya, dia sudah melakukan semuanya... misi harian, memasak sarapan, sarapan bersama yang lain, setelahnya dia membebaskan anggotanya untuk melakukan apa saja.


Entah mengapa dia jadi banyak melamun, tadi saja dia hanya memasak setengahnya saja, karena dia hampir membuat makanan gosong. Untung ada Alpha, jadi dia dan Sky yang mengambil alih.


Lino juga tidak mengantar anak-anak itu pergi ke sekolah, Darko yang mengantar mereka.


Lalu tadi, ada beberapa pekerjaan yang diurus di kantor, tidak banyak sih, jadi semuanya di kerjakan oleh Sky, Darko, Alpha, Xia dan Ara.


Hanna datang membawakan seuatu yang Hanna sebut sebagai ramuan khusus khas bangsa peri bunga. Hanna duduk di tepi ranjang lalu dengan telapak tangannya dia mengukur suhu badan Lino, kemudian memberikan ramuan hijau tersebut.


Ramuannya memiliki warna yang unik, hijau muda, tapi Lino tidak yakin itu akan memiliki rasa yang enak juga.


“Aku tidak mau” gumam Lino


Hanna menghela nafas lelah “Ternyata master kalo sakit manja ya, ini gak pahit kok, rasanya enak, bagus untuk menghangatkan badan, ada ginsegnya juga – eum.. apa di negara ini ada ginseng?”


Lino menerima wadah kecil itu, melihat cairan bening warna hijau muda yang terlihat seperti sirup dengan tatapan malas.


“Disini tidak banyak ginseng, memang kau dapat bahannya dari mana?” tanya Lino, dia belum mau meminum ramuan itu.


“Kita punya bibitnya, jadi aku menanam dulu tadi, makanya agak lama, udah ayo diminum” desak Hanna, mau tak mau Lino meminumnya sedikit demi sedikit.


Ternyata rasanya tidak buruk, rasanya sedikit asam, sedikit manis, segar... tapi juga aneh.


Setelah cairan itu habis, ia menyerahkan kembali wadahnya pada Hanna.


“Aku tidak sakit atau tidak, ku rasa aku baik-baik saja” kata Lino


“Lalu kenapa master bertingkah aneh? Tidak


semangat seperti biasanya.. energi master juga melemah tiba-tiba, bagaimana aku tidak khawatir?” kata Hanna, dia kembali meletakkan wadah tadi di atas meja kecil yang ada di sebelah ranjang.


“Mungkin aku terlalu lelah saja, kemarin aku terlalu memaksakan diri, karena meski aku sudah memiliki kekuatan, aku juga juga masih bertubuh manusia, bisa kelelahan, mengantuk, juga sakit...” kata Lino, kemudian dia meminta agar Hanna duduk di sebelahnya, ikut bersandar pada kepala ranjang.


Lino menarik pinggang Hanna untuk dipeluknya.


“Master.. ada yang master sedang pikirkan?” tanya Hanna.


“Entah... aku bermimpi aneh”


Sebenarnya ada sih, Lino bermimpi aneh. Dalam mimpi Lino ayah yang ada dalam ingatan Lino bukan ayah Lino. Ayah Lino orang lain, dia sangat tampan, dengan rambut pirang, menatap Lino penuh kasih sayang.


Ada pula seorang ibu yang sepertinya ibunya, Lino pikir dia mirip sekali dengan ibu itu, sangat cantik...


Mereka seperti keluarga yang bahagia.


Namun, tiba-tiba semua kebahagiannya direnggut, ayahnya menyuruh temannya membawa Lino pergi, Lino tidak ingin pergi, tapi Lino tidak bisa berbuat apapun karena dia masih terlalu kecil dan lemah.


Itu mimpi yang aneh, membuat Lino kepikiran saja hingga jadi seperti ini.


“Mungkin itu hanya mimpi, tidak berarti semua mimpi adalah pertanda, bisa saja hanya bunga tidur” kata Hanna.


“Kau benar, bunga tidur..”


Hanna meraih pipi Lino agar menghadapnya, lalu mengecup bibirnya “ada aku disini, ada yang lain juga... kau bisa selalu mengandalkanku”


Lino tersenyum lalu kembali menautkan bibirnya dengan milik Hanna, menyesap manisnya bibir masing-masing, tenggelam ke dalam pesona satu sama lain.


“Oh iya Hanna – kau belum mengatakannya padaku, bagaimana cara kau hamil?” tanya Lino setelah ciuman mereka terputus.


“Kami tidak harus mengandung bayi kami, kami bisa memasukkannya ke dalam kristal khusus seperti Sky dan yang lain, atau bisa juga dimasukkan ke dalam kuncup bunga khusus... kami bangsa peri bunga lebih sering menggunakan kuncup bunga” jelas Hanna.

__ADS_1


“Unik sekali.. pantas saja anak-anak itu berada dalam kristal, ada lambang masing-masing juga” kata Lino


“Untuk membedakan anak yang lahir kembar memang begitu, lambang akan muncul sesuai dengan kekuatan bawaan si bayi”


“Kalau anak kembar memiliki kekuatan bawaan yang sama?”


“Bisa dibedakan dengan warna”


Lino mengangguk-angguk mengerti.


“Bangsa manusia disana juga sering menggunakan kristal terutama para bangsawan atau keluarga kerajaan, mereka rela mengeluarkan banyak uang untuk itu, karena menggunakan sihir harganya juga sangat mahal” kata Hanna


“Hmm... jadi tidak semuanya bisa menggunakan sihir ya?”


“Tentu saja, manusia sangat lemah, tidak semua bisa sihir, beda dengan makhluk mistis”


Lino kembali memeluk Hanna “aku senang bisa bertemu denganmu Hanna...”


Hanna membalas pelukan Lino dan tersenyum lebar, “Aku juga sangat senang bisa bertemu master!”


“Kenapa kau suka memanggilku master sih? Coba panggil kak Lino”


“Kak Lino??”


Lino terkikik entah apa yang lucu, tapi karena jarang mendengar Hanna memanggilnya begitu jadi rasanya sedikit lucu saja.


Hanna yang ditertawakan mencebikkan bibirnya kesal “hmm” dia menggumam tidak jelas, Lino kembali mengecup bibir Hanna yang maju.


“Coba panggil lagi”


“Kak Lino...”


“Hahahaha, lagi!”


“Gak mau..”


Lino kini berbaring sambil memeluk Hanna.


“Master masih gak bersemangat?” tanya Hanna


“Iya... eh, kenapa manggil master lagi sih?” protes Lino


“Ya udah kak Lino..”


***


Lino sore ini sedang berada di atap gedung, sambil menyesap kopi hangatnya, memandangi langit sore yang terlihat indah. Semburat jingga, kuning dan merah menghiasi langit. Mentari mulai tenggelam dengan perlahan.


Namun saat ini masih terang dan belum gelap.


Lino kembali memeriksa layar sistemnya, dia baru ingat jika dia memiliki hadiah tiket gacha SS yang belum di gunakan. Lino penasaran dia akan mendapat apa, jika beberapa waktu lalu saat Lino mutar tiket gacha SS dia mendapatkan Xia.


Entah itu bisa disebut hadiah atau penguras makanan, tapi karena Xia lucu, Lino menyukainya... asal tidak berusaha memakan Sam saja.


Lino menggunakan tiket gacha dan memutarnya.


Apa yang akan ia dapatkan kira-kira? Senjata?


Skill?


Sebuah cahaya putih menyilaukan tiba-tiba muncul, Lino harus menutup matanya hingga cahaya itu menghilang dengan sendirinya namun...


BRUK


Sesuatu yang berat menimpa Lino hingga dia jatuh dan gelas yang ia pegang juga ikut terlempar dan pecah.

__ADS_1


PRANG


“Awwhh that hurt.. ugh”


Lino langsung membuka matanya, seorang perempuan cantik berambut pirang lah yang tadi menimpanya hingga dia jatuh dan gelasnya pecah.


Gadis itu perlahan turun dari tas tubuh Lino lalu membantu Lino duduk.


Kening Lino berkerut heram melihat penampilan gadis ini, dia seakan baru saja datang daru dungeon, dengan beberapa luka goresan, dan pakaian bekas terbakar.


“What’s happen? Why i’m – who are you?”


Lino hanya terbengong melihat gadis bule itu, dia baru sadar ketika di gadis bule menanyakan siapa dia.


“Oh, aku Lino, kau siapa?”


Gadis itu mengernyit bingung “Are we... in Indonesia? Kita ada di Indonesia sekarang?” gadis itu terlihat sangat terkejut, begitupun dengan Lino, buru-buru dia melihat layar sistemnya.


[SELAMAT! Anda dapat menyelamatkan gadis yang hampir celaka dari dungeon level S]


Bisa-bisanya Lino mendapatkan seorang gadis pemburu dari tiket gacha SS! Lalu Lino harus bagaimana dengan gadis ini? Tapi jika Lino pikir-pikir, mungkin kalau gadis ini tidak dia dapatkan, gadis ini yang akan celaka.


“Benar, kita ada di Indonesia.. memangnya kau dari mana?” tanya Lino


“I’m from Brisbane”


“Hah? Dimana itu?”


“Australia, tadi aku masuk dungeon level S untuk pertama kalinya, karena setiap pemburu rak S harus ikut karena... kau tau dungeon level S sangat berbahaya kan? tapi, tiba-tiba saja aku terjebak dan seekor – eum, earth dragon muncul di hadapanku, dia ingin memanggangku hidup-hidup disana... hiks – aku pikir aku tidak akan selamat!”


Gadis itu tiba-tiba memeluk Lino erat sambil menangis, Lino yang bingung hanya diam dan berusaha menenangkannya.


“Kalau begitu kau beruntung, aku melakukan sihir baru untuk memanggil sesuatu lalu tiba-tiba kau yang datang” kata Lino asal.


Gadis itu melepas pelukannya, mengusap airmatanya lalu tersenyum pada Lino “Thanks, aku mungkin sudah jadi abu jika kau tidak melakukan sihir itu – oh iya, namamu siapa?”


“Aku Lino, Marcelino, kamu?”


“Aku Karina, panggil saja Rin”


“Kau dari luar negri tapi bisa bahasa Indonesia ya, apa belajar bahasa Indonesia disana?”


Rin terkekeh lalu mengangguk pelan “Tentu saja aku harus belajar bahasa Indonesia, ibuku orang Indonesia”


“Oh begitu..”


Rin cantik sekali...syukurlah gadis secantik ini selamat dari amukan naga – tunggu! Apa itu naga bumi yang sama dengan yang dulu menyerang Lino? Naga bumi memang tidak jelas, tiba-tiba muncul dan menyerang orang begitu saja.


Kruyuukk


Terdengar suara perut keroncongan.


“Kau lapar Rin?”


“Hehe, iya...”


“Ayo ke tempatku lalu makan”


.


.


.


__ADS_1


Rin


__ADS_2