
.
.
“SAM!” Felly menarik lengan Sam agar berbalik padanya. Mereka sudah sampai di bawah gedung apartemen, karena kaki Sam panjang, jadi dia cepat sekali jalannya, Felly jadi kesulitan untuk mengejar.
“Aku juga terkejut dengan cerita bang Lino, itu seperti masuk akal dan tidak masuk akal sekaligus, tapi untuk tidak mempercayainya aku tidak bisa, kau bisa melihat sendiri perubahanku kan? satu mataku juga warnanya berbeda sama denganmu dan dengan mata ini –” Felly menutupi matanya yang berwarna coklat.
“Aku bisa melihat seberapa besar energi sihirmu, energi tubuhmu, kesehatanmu... bahkan seberapa marahnya dirimu saat aku bisa tau semuanya” lanjut Felly, kemudian dia kembali menurunkan tangannya.
Sam menundukkan kepalanya, dia hanya belum bisa menerima semua ini terutama – kenyataan jika dia dan Felly adalah saudara.
Lalu Felly meraih tangan Sam dan menggenggamnya erat “Kau masih bisa terus menyayangiku, meski hanya sebagai saudara”
“Maaf, aku hanya masih berusaha untuk menerima semua ini – ini... terlalu cepat bagiku, aku butuh waktu untuk menerimanya” kata Sam, dia kembali menatap Felly, kemudian dengan tangannya yang bebas ia menangkup pipi Felly.
Lama mereka hanya saling menatap satu sama lain hingga Luna dan Randy akhirnya sampai dan mendekat pada mereka, Sam melepaskan tangannya pada wajah Felly.
“Aku tau kalian masih belum bisa menerimanya, kalian bisa melakukannya perlahan-lahan, kak Lino tidak salah, dia hanya berusaha mencari tau” kata Randy
“Aku tau itu..” gumam Sam “Aku tau aku sangat aneh dibandingkan manusia biasa, meski begitu, aku tidak pernah berpikir jika aku seaneh ini dan... aku bahkan tidak berasal dari dunia ini, aku juga hanya setengah manusia” tambahnya.
Mereka terdiam mendengar kata-kata Sam sampai kemudian ada suara keras membuyarkan lamunan mereka.
Tin tin
Sebuah mobil van yang cukup bagus, terlihat
sedikit mewah, namun tidak berlebihan datang mendekat, kemudian kaca depan turun memperlihatkan Sky, lalu Darko yang menyetir di kursi kemudi.
“Ayo masuk, kami akan mengantar kalian!” teriak Sky
“Mobil siapa yang kalian pakai?” tanya Luna, sementara yang lain mulai masuk ke dalam mobil.
“Ini hadiah dari negara untuk guild kita, cepat masuk nanti kalian terlambat” kata Sky, kemdudian Luna masuk dan
mobil pun berangkat menuju sekolah mereka.
***
Lino jadi pergi ke gedung asosiasi untuk mendaftarkan Alpha dan Xia sekaligus, tentu saja Hanna, Darko dan Sky ikut bersama mereka.
Alpha dan Xia mendapat rank A, itu karena Lino menyuruh mereka untuk menahan energi sihir mereka hingga sekecil mungkin, lalu yang mereka dapatkan adalah rank A. Lino hanya tidak ingin terlalu banyak rank S dalam guildnya, nanti yang ada guildnya mendapat protes dari yang lain.
__ADS_1
Sebenarnya Lino ingin Darko mencoba bola kristal lagi untuk mengecek rank nya, kata Darko rank A+ yang ia dapatkan itu sudah dulu sekali saat dia masih kecil, mengingat Darko adalah salah satu calon Raja Iblis dengan sihir hitam yang kuat, Lino pikir sekarang kekuatan Darko pasti sudah bertambah.
Lino bahkan merasa Darko sebenarnya sama kuatnya dengan Hanna.
Tapi Lino memilih tidak melakukannya agar tidak terlalu banyak rank S dalam guildnya.
“Oh iya, kalian belum memutuskan nama untuk guild kalian lho” kata Bagas yang kebetulan ada disana dan menemani mereka melihat rank dan mendaftar.
“Aku belum menemukan nama yang bagus” kata Lino.
“Bukankah ini kota Malang? Bagaimana dengan
nama Singo edan? Eh itu artinya apa ya?” tanya Sky, dia berusaha mencari jawabannya dalam otaknya karena mungkin saja terdapat disana.
“Itu artinya Singa gila, nama itu sudah ada yang punya tau, yang lain” tolak Lino.
“Dijadiin bahasa Inggris aja, Crazy Lion atau Mad Lion” sahut Darko.
“Aku suka Mad Lino, maksudku Lion!” timpal Hanna, Lino meliriknya kesal.
“Aku tidak setuju! Aku tidak suka Singa” kata Alpha, Lino baru kali ini mendengar Alpha tidak setuju dengan sesuatu, biasanya dia kalem dan banyak menerima saja.
“Apa kau punya hubungan buruk dengan Singa?” tanya Lino
“Be – begitulah.. mereka menyebalkan” Alpha
“Tidak bisa, yang lain” tolak Lino lagi.
“The Devils” usul Darko
“Half Devils” usul Sky
“Half Devils bagus juga” kata Bagas, kalian pakai nama itu saja.
“Tidak!” Lino kembali menolak
“Siapa yang setuju dengan nama Half Devils angkat tangan!” kata Sky, yang lain angkat tangan kecuali Lino.
“Kalau begitu sudah diputuskan nama kalian adalah Half Devils” kata Bagas
“Aku ketuanya lho!” Lino
“Kesepakatan dicapai dengan mufakat, eh apa sih? pokoknya itu, menyerahlah master” kata Sky, dia menyeringai senang.
__ADS_1
Maklum saja Sky baru datang dari Jepang jadi bahasa Indonesianya agak belibet.
“Cih, terserah saja, toh hanya nama” akhirnya Lino menyerah, pasrah saja dengan nama yang menurutnya konyol itu.
Setelah dari gedung asisiasi, mereka kembali melaju menuju toko perhiasan terbesar yang ada disana untuk menjual beberapa harta tidak terpakai yang Lino dapatkan dari gua naga. Tidak semuanya Lino jual, karena perhiasan yang terlihat cantik dan indah masih dia simpan. Sementara barang-barang seperti cawan emas, gelas emas, piala emas, semuanya Lino jual karena merasa tidak membutuhkannya.
Hanya Lino dan Sky yang masuk sedangkan yang lain menunggu di luar sambil membeli beberapa jajanan. Lino meminta Alpha untuk mengawasi mereka.
“Karena kalian tidak punya sertifikat untuk semua ini, kami tidak bisa memberikan harga yang tinggi, saya hanya bisa memberi dua ratus” kata pemilik toko perhiasan itu, pemiliknya sampai mendatangi langsung karena tau yang datang adalah Lino dan Sky.
“Lima ratus” kata Sky tiba-tiba, padahal Lino ingin bertanya apa maksud dari dua ratus, itu dua ratus juta apa miliar, tapi sepertinya ia akan menyerahkan transaksi ini pada Sky. Lino juga ingin tau bagaimana Sky bisa mengatasi semua ini, karena Lino pikir Sky pintar, jadi Lino penasaran dengan kemampuannya.
Pemilik toko tidak merasa senang dengan ucapan Sky barusan “Maaf tapi.. kalian bahkan tidak punya serti –”
“Semua ini emas murni, permata yang menempel juga merupakan permata pilihan yang kau bahkan mungkin tidak bisa menemukannya dengan mudah dimanapun, kalau tidak percaya periksa saja. Harusnya harga semua ini mencapai seribu, aku sudah mendiskon menjadi lima ratus, kalau begini caranya aku hanya ingin menjual dengan harga enam ratus” kata Sky.
Menurut Lino Sky terdengar seperti antagonis pintar bersilat lidah serta licik, menarik sekali meliaht Sky membuat pemilik toko langsung ciut begitu.
“Ba.. bagaimana jika saya periksa dulu?” tawar pemilik toko
“Gitu dong dari tadi, liat dulu kualitasnya baru ada penawaran, kau ingin menipu kami ya?” sambar Lino, malah makin membuat pemilik toko panas dingin. Pasalnya, dia memang awalnya ingin memanfaatkan mereka yang menjual perhiasan tanpa sertifikat yang jelas jadi dia menawari harga rendah.
Setelah memeriksa beberapa gelas emas yang memiliki hiasan permata-permata kecil, pemilik toko langsung shock.
Permatanya bukan permata biasa, itu adalah berlian yang seharusnya cukup langka apalagi ada yang berwarna hitam, merah muda, biru... lalu emasnya juga memanglah emas murni. Terlebih lagi, jumlahnya bukan satu atau dua tapi puluhan.
“Maafkan saya yang tidak becus ini, saya mohon untuk menjual semuanya pada kami saja, kami berani membayarnya seharga seribu lima ratus – tidak, maksud saya satu setengah triliun” kata pemilik toko dengan yakin.
“Eh? Triliun? Yakin pak?” tanya Lino, dia shock. Jadi yang dia maksud dua ratus tadi itu dua ratus miliar?
Sky menyeringai puas “Sudah aku bilang, harganya seribuan, lagipula dengan harga segitu kalian masih bisa mendapat untung hingga dua atau tiga triliun jika menjualnya lagi. Satu setengah triliun, deal!” kata Sky.
“Hei, hei aku yang menjual bukan kamu” sahut Lino
“Master diam saja, biar saya selaku asisten master yang mengurus semua ini, master tinggal diam dan menerima beres” kata Sky
“Sejak kapan kau jadi asistenku? Tapi kurasa kau benar, urus semua ini, aku sudah gerah mau cari minuman” Lino pun beranjak dari sana.
“Serahkan padaku master!” Sky
.
.
__ADS_1
.
kemarin author sakit, maaf ga bisa update 😢