
.
.
Selama Lino dan Hanna pergi masuk pintu dungeon, Alpha dan Xia menjaga apartemen, jadi saat Felly telah datang dia tidak sendirian.
Dan saat Lino dan Hanna sudah sampai, Felly dan Xia telah memasak makan malam, ada pula Alpha yang mengawasi mereka sambil duduk diatas meja.
“Bang Lino!” Felly meninggalkan masakannya dan menghambur memeluk Lino “Abang baik-baik aja? Gak ada luka?”
Lino tersenyum lalu menggeleng “Seperti yang bisa kau lihat, aku baik-baik saja”
Felly melepaskan pelukannya “Syukurlah, aku sedang masak makan malam, kalian mandi dulu aja”
Makan malam telah selesai, tapi tidak biasanya Lino memanggil Felly untuk menemuinya setelah makan malam. Jadi makan malam lalu mandi sebentar, baru Felly menemui Lino.
“Ada apa bang?” tanya Felly
Lino yang dari tadi menunggu Felly sambil menonton film di TV bersama Hanna, Xia dan Alpha, menarik Felly agar duduk di sebelahnya. Dengan isyarat mata Lino meminta Hanna untuk pergi membawa Xia dan Alpha juga, Lino hanya ingin bicara berdua dengan adiknya.
Felly sebenarnya bingung kenapa kakaknya menyuruh yang lain pergi, bahkan Alpha juga ikut pergi.
“Ada yang ingin ku bicarakan denganmu, tapi – ku harap kau tidak terlalu terkejut”
“Ya tergantung, tapi yang cepet ya bang, soalnya Sam ngajak main”
Dahi Lino mengkerut bingung mendengarnya “Main apa?”
“Game lah bang, abang tau among us?”
“Itu bahasa Inggris kan? Yang artinya di antara kita?”
Felly memutar bola matanya malas “Abang nih hidup di goa apa gimana? Game aja gak tau, pokoknya itu game, di ponsel”
“Oh – ya pokoknya, eum – mulai dari mana ya?”
“Mau ngomong apa sih, ribet banget”
“Sabar elah Fel, ini udah mau ngomong kamu samber terus, diem dulu – kamu.. kamu udah tau kan Hanna itu bukan manusia kan?”
Felly mengangguk “Iya, dia monster yang pinter gitu kan, kayak elf, vampire... werewolf – aku pengen banget ketemu vampire atau werewolf suatu hari nanti! Pasti ganteng”
Giliran Lino yang menghela nafas lelah, padahal si Felly udah ketemu Alpha lho, tapi ya memang Lino belum memberitahu siapa Alpha sebenarnya, kalau tau Felly pasti langsung heboh.
“Iya kau benar, tapi Hanna itu golongan peri, malah kayanya lebih cerdas dan memiliki sihir yang lebih tinggi dari bangsa elf, dan keluarga Hanna adalah peri bunga, bukan peri bunga biasa namun bangsawan –”
“Tunggu bang, kenapa bang Lino ngasih tau Felly tentang ini sih?”
“Diem dulu Felly adekku sayang, aduh pengen abang uyel-uyel deh – diem dulu! Pokoknya Hanna itu adalah seorang putri di kerajaan peri bunga, lalu – ku pikir, aku mencintainya”
“Serius?! Yah...”
Lino mengernyit bingung saat Felly terlihat kecewa “kenapa?”
“Eng – enggak.. hehe, aku kecewa karena yang abang omongin ternyata ini”
Lino berdecak kesal, dia pikir Felly akan menentangnya atau bagaimana seperti di sinetron atau drama di TV.
“Hanya begitu reaksimu? Kau tidak menentang hubunganku dengan Hanna?”
Sekarang Felly yang kelihatan bingung “Kenapa aku harus menentang? Ini kan hubungan yang romantis antara pemburu dan monsternya, bukankah kalian saling menyelamatkan satu sama lain? Abang masih hidup karena ditolong Hanna, Hanna juga masih hidup berkat ditolong abang kan? So sweet banget itu! Aku setuju kok, tapi...”
“Tapi?”
“Bagaimanapun juga Hanna kan monster ya? Dia gak bisa di daftarin jadi istri resmi abang kan? Nanti ketahuan kalo dia monster”
__ADS_1
Lino pikir Felly benar juga sih, takutnya jika menikah secara resmi di dunia ini Hanna akan ketahuan jika bukan manusia. Bisa saja jika menggunakan identitas palsu, tapi masalahnya Hanna sudah terlanjur memiliki kartu pemburu di asosiasi, nama dan identitasnya tidak bisa dirubah.
Pokoknya ribet lah.
“Kamu benar Fel, tapi aku dan Hanna udah menikah, dengan ikatan pernikahan sihir” kemudian Lino menunjukkan sebuah tanda yang terlihat seperti tato, namun mengkilap dan berbentuk unik. Itu adalah tanda ikatan Lino dengan Hanna, bukti jika mereka memiliki ikatan.
Felly memperhatikan tanda itu dengan seksama, dia juga menyentuhnya “Bagus banget, kayak tato – abang cuma mau bilang itu aja?”
Lino mengangguk “Iya, cuma mau bilang aku dan Hanna udah nikah”
“Astaga, aku pergi ke tempat Sam dan Luna”
Felly pun berdiri setelah menyambar ponselnya, dia pergi begitu saja meninggalkan Lino.
Bener-bener ya, tidak ada reaksi yang heboh sama sekali, padahal Lino sudah siap-siap jika Felly – ah, sudahlah. Lino terlalu berekspektasi tinggi.
“Master!” Hanna keluar dari kamar setelah tau Felly sudah pergi “Coba keluarkan benih, aku ingin menanam beberapa bunga untuk apartemen ini”
Lino pun mengeluarkan semua benih dari dalam kotak penyimpanan.
“Aku akan membantu!” kata Xia dengan antusias
“GUK!” Alpha
“Kau boleh berubah menjadi manusia Alpha, sudah tidak ada Felly”
Alpha pun berubah menjadi sosok manusia tampan, dia pun memakai celana hitam dan hoodie hitam milik Lino – hmm?
“Kenapa kau memakai baju itu? Itu kan masih baru!” protes Lino
“Master jangan pelit sama Alpha!” tegur Hanna.
“Terserah saja, kalian menanam bunga aja, jangan ganggu aku”
Sepertinya Lino harus membeli lebih banyak baju lagi, baju perempuan juga untuk Hanna, dan Xia. Ukuran Xia berbeda dengan Hanna, kasihan jika dia memakai baju Hanna terus, pasti tidak nyaman terutama di bagian dada.
...--*--...
...Nama: Marcelino Dirga...
...Umur: 19 tahun...
...Julukan: pembunuh naga, calon Raja...
...Level: 10...
...Energi Sihir: 2899...
...Koin: 2.000.000...
...Pekerjaan: penjinak monster...
...--STATUS--...
...Kekuatan: 100/100...
...Kecepatan: 100/100...
...Kecerdasan: 100/100...
...Penampilan: 100/100...
...--*--...
Dia mendapatkan satu julukan lagi, yaitu calon Raja. Semuanya berubah banyak dalam sekejab hanya karena pernikahan. Namun, Lino melakukannya bukan karena menginginkan kekuatan, tapi karena memang mencintai Hanna.
__ADS_1
Oh iya, padahal Lino memiliki sesuatu untuk diberi pada tiga anak buahnya, lebih baik Lino berikan sekarang, tapi untuk Randy mungkin besok saja jika ketemu.
“Aku akan pergi ke apartemennya Sam dan Luna, kalian disini saja ya?” kata Lino, mereka tidak menjawab, masih asyik menanam bunga.
Hanna menggunakan sihirnya untuk menumbuhkan benih itu.
“Kalian tidak mendengar ku?”
“Master pergi aja, kita lagi fokus nih” kata Xia
“Baiklah, aku per – oh iya, hampir lupa” Lino berjalan menuju dapur lalu membuka kulkas, dia memberi satu botol nexie untuk anak kembar itu, biar sehat. Kata Hanna nexie memiliki banyak manfaat seperti madu.
“Aku pergi!”
Tidak ada jawaban lagi, mereka terlalu fokus dengan sihir mereka, sudahlah. Linopun menutup pintu dan pergi ke apartemen Sam dan Luna, karena berada di lantai sembilan jadi Lino menggunakan lift untuk turun.
Luna yang membukakan pintu untuk Lino.
“Kak Lino? Ayo masuk, Felly lagi main game sama Sam” kata Luna.
“Aku tau kok, aku kesini buat main aja, kalian udah makan malem?” tanya Lino, untuk basa-basi saja sih.
“Udah kok, tapi aku lagi buat sesuatu buat camilan”
“Oh ya? Mungkin aku bisa bantu – sampe lupa, ini buat kamu dan Sam, namanya nexie, itu minuman yang sehat, jadi kamu harus minum juga”
Luna menerima botol besar itu, sepertinya terbuat dari kaca tapi tidak berat, padahal ada isinya satu liter.
“Kak Lino bisa buat pancake?” tanya Luna, mereka berjalan menuju dapur.
Ternyata Luna baru saja menyiapkan bahan-bahan untuk membuat pancakenya “Bisa dong, gampang banget, kita buat shoufle pancake ya?”
Luna mengangguk antusias “Oke!”
Setelah menaruh minuman di kulkas, Luna pun membuat shoufle pancake dengan Lino.
Sambil membuat Lino mengajaknya mengobrol, Lino ingin tau siapa Luna dan Sam lebih jauh, karena kan sekarang dia yang bertanggung jawab atas mereka.
“Oh iya Luna, kenapa kau hanya berdua dengan Sam? Orangtua kalian dimana?”
Pertanyaan itu membuat Luna terdiam, Lino bisa melihat kesedihan di dalam matanya “Kami, tidak mengingatnya”
“Maaf sebelumnya tapi, aku hanya ingin tau lebih lanjut tentang kalian”
Luna mendongak menatap Lino, karena tentu saja Lino lebih tinggi darinya. Tubuh Lino cukup tinggi sekitar 180 cm, sedangkan Luna hanya sekitar 169 cm, lebih tinggi dari perempuan lain memang, tapi tentu saja lebih pendek dari Lino.
“Tidak apa kak, aku pikir kakak memang harus tau... aku dan Sam sejak kami bisa mengingat, kami sudah seperti ini. Aku dengan rambut berwarna perak, dan Sam memiliki satu mata yang warnanya berbeda. Kami juga sudah memiliki kekuatan ini sejauh yang kami ingat”
“Maksudmu, kau... sudah jadi pemburu? Bahkan waktu masih kecil? Rank kalian apakah...”
“Rank S, kami tidak memiliki orangtua, paling tidak, kami tidak pernah diberitahu tentang itu. Meski begitu kami mulai berburu hanya setelah berumur delapan tahun saja kok, dan kami selalu dilindungi asosiasi, wali kami juga ketua asosiasi, bahkan sekarang juga begitu”
Kepala Lino mendadak penuh, ini adalah informasi yang tidak ia sangka sama sekali.
Dia dulu pernah mendengar rumor jika asosiasi negara ini memiliki pemburu yang masih anak-anak dan mereka rank nya tinggi. Lino pikir itu hanya isapan jempol belaka, ia tidak menyangka jika sekarang bertemu dengan mereka langsung.
Lino merasa bersalah, karena berpikir dia yang miskin dan orangtua mereka yang sudah tiada itu membuat dia dan Felly begitu menderita, tapi ternyata tidak. Ada yang jauh lebih menderita.
“Huwaa! Kelihatannya enak!” Luna sedang membalik pancake di wajan anti lengket warna pink, dia terlihat gembira dengan hasilnya.
Tanpa Lino sadari, dia tersenyum melihat Luna.
“Ayo kita buat pancake yang banyak!” Lino
.
__ADS_1
.