
.
.
Seperti rencana yang telah Lino buat, Darko dan Alpha yang memiliki sihir hitam akan bergerak duluan memenuhi seluruh istana dengan sihir hitam. Dengan cara itu, para duyung yang lemah akan langsung mati segera setelah terkena sihir hitam.
Karena mereka adalah duyung, setelah mereka meninggal, mereka akan berubah menjadi buih dan hanya meninggalkan core mereka saja. Hampir sama dengan dungeon buatan di dalam sistem.
Lino fokus memantau map yang ada di layar sistemnya, layar yang menunjukkan semua duyung yang berada di kawasan ini.
Kira-kira semuanya ada 651 duyung, yang satu adalah Boss dungeon.
Segera setelah Darko dan Alpha menyebar sihir hitam yang mengandung racun pada seluruh istana, jumlah duyung yang ada di map layar sistem berkurang hingga sekarang ada sekitar 351 duyung.
Sudah berkurang lumayan banyak.
Setelah efek sihir hitam menghilang, mereka pun mendekat pada istana. Ratusan duyung keluar istana dan menyerang mereka dengan brutal.
Awalnya semua baik-baik saja hingga kemudian duyung yang lebih kuat muncul untuk membantu menyerang.
Felly berenang menjauh saat ada seorang duyung laki-laki yang terlihat seram berenang dengan cepat ke arahnya, Felly berteriak ketakutan, apalagi duyung yang mengejarnya terlihat sangat kuat.
Sam yang tidak sengaja melihat itu segera menumpas semua musuh di depannya lalu berenang dengan cepat mendekatu Felly. Sam sudah pandai berenang meski tidak memakai ramuan, dia bahkan pernah menjuarai lomba renang di posisi pertama saat SD dan posisi kedua saat SMP. Karena itu, secepatkilat dia sudah berada di dekat Felly untuk melindunginya.
Sam membuat perlindungan yang terlihat seperti gelembung besar menutupi dirinya dan Felly, dia terus meningkatkan perlindungan itu hingga beberapa lapis, kemudian saat duyung yang mengejar Felly mendekat, Sam segera mengarahkan pistol yang Lino hadiahkan untuknya pada duyung itu.
Setelah duyungnya makin dekat, Sam mengeluarkan sebagian pistol hingga setengahnya ada di luar gelembung, kemudian menembak duyung tersebut dengan peluru api.
Karena apinya api sihir, jadi tidak padam meski mereka ada di dalam air.
“Felly baik-baik saja?” tanya Sam
Felly mengangguk “Iya... maaf aku hanya bisa mengacau, tiba-tiba mereka sangat kuat dan mengerikan” ucap Felly dengan nada gemetar ketakutan, Sam segera memeluknya “Tidak apa, ini dungeon asli pertamamu, aku dulu juga ketakutan sama sepertimu, kau hanya belum terbiasa, kau aman disini”
“Pergilah Sam, bantu yang lainnya” kata Felly kemudian
“Baiklah, kau tetap disini, tidak perlu memaksakan diri”
Felly hanya mengangguk pelan, kemudian Sam keluar dari gelembung untuk membantu yang lain.
Felly yang masih ketakutan meringkuk disana, ini semua baru baginya, sangat menakutkan... dia bisa mati kapan pun disini.
“Felly!”
Felly kembali mendongak, menatap Lino yang baru datang “Bang Lino!!”
“Kamu kenapa?” tanya Lino, dia tidak masuk, hanya berada di luar gelembung saja.
“Aku takut...” kata Felly, dia sudah menangis sejak Lino tiba-tiba datang. Ngomong-ngomong, di dalam gelembung tidak ada airnya.
Kemudian Lino mengeluarkan sesuatu dari kotak penyimpanannya, itu adalah senjata yang Lino dapatkan dari gacha misi hariannya. Lino pikir dia tidak akan membutuhkannya, tapi mungkin Felly dapat menggunakannya dengan mudah.
Senjata itu adalah busur panah sihir, warnanya putih gading, cara menggunakannya adalah dengan menggunakan sihir. Bisa sihir api, angin, air, es, cahaya...
Lino memasukkan panah tersebut ke dalam gelembung, Felly menerimanya dengan raut bingung.
“Itu adalah panah sihir, kau sudah mahir menggunakan panah kan? alirkan saja energi sihirmu pada panah itu, bayangkan sebuah panah ada disana, lalu tembakkan pada musuh, dengan senjata itu, kau tidak perlu mendekat, cukup lakukan dari jauh, kau juga bisa tetap berada dalam gelembung ini jika kau takut” kata Lino.
__ADS_1
Felly sudah berhenti menangis, kini dia sudah sedikit tersenyum. Jika dengan panah, dia pasti bisa melakukannya.
“Terimakasih...aku akan menggunakannya dengan baik”
Lino lega melohat Felly sudah tersenyum “Aku akan pergi, kau tetaplah disini dan jaga dirimu”
Felly mengangguk “Tentu” Meski masih khawatir, Lino pun akhirnya pergi juga meninggalkan Felly disana. Felly memang agak manja dan cengeng, mungkin dia memang lemah, tapi Felly itu anak yang cerdas, Lino yakin Felly bisa mengatasi masalahnya sendiri.
Beberapa lama kemudian, sekitar tiga ratus duyung sudah berkurang, tidak terlihat adanya duyung lagi di halaman istana. Itu artinya 51 duyung bersembunyi di dalam istana.
Mereka tidak tau saja, mereka tidak bisa bersembunyi dari Lino, karena layar sistemnya menunjukkan map dengan jelas, jadi sudah tau dimana mereka berada.
Selain Randy, yang lain bisa melihat map di layar sistem, karena Lino tidak bisa menjadikan manusia sebagai peliharaan.
“Darko dan Felly tetap berada diluar sini saja, Darko jaga Felly ya. Lalu Sky dan Luna pergi ke sini, Sam dan Xia... kalian lebih baik kesini –”
“Kok aku sama dia sih?!” protes Sam, memotong ucapan Lino.
“Disini siapa ketuanya?” tanya Lino
“Bang Lino...” jawab Sam
“Jadi aku bisa mengatur kalian sesuka hatiku kan?” tanya Lino lagi.
Sam tidak menjawab, dia hanya cemberut saja dan menerima takdirnya pergi bersama Xia, si putri rubah berambut merah muda yang selalu terlihat ingin memakannya kapanpun.
“Aku lanjutkan ya.. Hanna pergi ke sini, lalu Alpha kesini, dan Randy... kau denganku saja, kau manusia biasa, lebih baik kau selalu bersamaku” kata Lino.
“Baik master!” teriak mereka kompak.
Setelah mereka pergi, kemudian Darko masuk ke dalam gelembung bersama Felly. Darko meningkatkan lapisan perlindungan dengan sihir hitam. Sejenak kabut hitam menelan gelembung, lalu perlahan hilang.
“Dengan begini, dari luar gelembung, tidak ada yang bisa melihat kita, sementara kita bisa terus mengawasi orang yang akan datang” kata Darko
“Hebat sekali!”
“Ini sudah biasa, kau belum belajar sihir perlindungan saja... nanti juga kau akan mempelajarinya” kata Darko.
Karena di dalam gelembung kering, mereka sudah berubah kembali menjadi manusia dengan dua kaki, bukan lagi ekor ikan.
“Kak Darko mau?” tawar Felly, dia menyodorkan sebungkus keripik kentang rasa keju balado ke depan Darko.
“Dari mana kau dapat ini?” tanya Darko, sambil ikut mencomot keripik kentangnya.
“Di kasih kak Lino dari penyimpanan tadi, harusnya aku minta minuman juga... ” keluh Felly.
“Ngomong-ngomong ku lihat tadi kau banyak sekali membantai para duyung dari kejauhan” kata Darko.
“Aku diberi senjata ini oleh Bang Lino, kalau panah, aku sangat suka! Aku jadi bersemangat tadi.. hehe, banyak duyung yang kena panah – oh iya, bukankah kita harus mengambil core mereka?” tanya Felly lalu menunjuk beberapa core yang masih berserakan di halam istana.
Karena mereka fokus membantai duyung, mengumpulkan core belakangan.
“Benar juga, aku akan mengumpulkannya” kemudian Darko mengumpulkan semua core dengan bantuan sihirnya, dia kumpulkan hingga menggunung seperti piramida.
“Calon Raja Iblis memang beda ya” celetuk Felly.
“Aku tidak yakin dengan itu tapi – terima kasih” Darko.
__ADS_1
Padahal dulu saat pertama kali bertemu, Felly tidak menyukai Darko karena mengacau di dapur, tapi sekarang mereka sudah dekat, apalagi, mereka adalah saudara kandung.
Sementara itu di dalam istana...
Lino dan Randy segera menuju tempat bozz dungeon atau Raja duyung berada. Raja tidak sendirian di tempatnya, ada pula Ratu dan putri mereka.
“Ku pikir bangsa iblis yang datang untuk menyerang kami” kata Raja itu.
Randy mengeluarkan pedangnya siap melawan, tapi Lino mengisyaratkan agar Randy menyimpan pedang itu. Lino bisa mengerti ucapan Raja duyung berkat kekuatan dari peri bunga, namun tentu saja Randy tidak mengerti.
“Aku memang datang bersama calon Raja Iblis” balas Lino, Randy cukup terkejut Lino dapat berbicara dengan bahasa mereka, karena dia tidak mengerti, jadi diam diam saja.
“Tidak cukup membuat dunia kacau, kalian ingin menghabisi kami?” kata Raja itu lagi, Lino bisa melihat putri duyung memeluk Ratu duyung karena ketakutan.
“Maaf, memang terjadi kekacauan di dunia ini, tapi aku datang untuk menghantikannya” Lino
“Kau pikir aku akan percaya pada manusia yang bersekutu dengan bangsa iblis?”
“Tidak apa meski kau tidak percaya, aku akan melakukan ini dengan cepat, lagipula kalian akan kembali hidup lagi kan?”
“Kami memang akan hidup lagi, tapi setelah itu manusia akan datang lagi untuk menghancurkan kami, kau pikir kami
tidak menderita?”
“Jika ini membuatmu lega, maka aku akan katakan – kalian bisa kembali utuh lagi sehat seperti semula setelah ini berakhir, tapi manusia yang kalian bunuh tidak”
Raja, Ratu dan Putri terlihat terkejut.
“Jadi... kalian tidak kembali kembali utuh seperti kami?” tanya Ratu, Lino mengangguk mengiyakan “Itu benar, kita semua dirugikan, jadi biarkan kami menghabisi kalian, aku janji hal ini tidak akan berlangsung lama, kami akan cari cara untuk menghentikannya” kata Lino.
“Aku masih tidak percaya padamu” ucap Raja itu lagi.
Lino mengerti sih, siapa pula yang akan percaya pada manusia sepertinya sedangkan dia sudah sering disakiti oleh manusia.
Lino juga sebenarnya tidak ada bedanya dengan pemburu lain.
“Kamu boleh membunuh kami, asalkan selamatkan putriku, aku tidak ingin dia terus-terusan menderita” kata Ratu
“Ibunda! Aku akan terus bersama kalian” sahut Putri.
Kemudian Lino menarik putri itu mendekat dengan rantainya, kemudian memberikannya pada Randy “Pegangi dia”
“Lepaskan aku! Ayah! Ibu!”
“Maafkan aku... ibumu benar, kau lebih aman bersama kami” kata Lino, dia kemudian menutup mata putri itu, lalu menembak Raja dan Ratu hingga menghilang menjadi buih.
Setelah itu yang lain datang mendekat karena mereka memang sudah selesai.
.
.
.
hampir aja hari ini gak up krn mati lampu 😢😭
jangan lupa like dan votenya, seikhlasnya aja 😄
__ADS_1